Alfi Satriadi
Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro Jl. Prof. H. Sudarto, SH, Tembalang, Kota Semarang, Kode Pos 50275 Telp/fax (024) 7474698

Published : 79 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Hubungan Kerapatan Vegetasi Lamun dengan Laju Sedimentasi di Perairan Teluk Awur dan Bandengan Jepara Pada Periode Juni – Juli 2012 Nursanti, Nursanti; Riniatsih, Ita; Satriadi, Alfi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1519.429 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i3.3128

Abstract

Teluk Awur and Bandengan waters are located in Jepara which have different conditions and also the waters are still good for seagrass growth. Seagrass has one physical function as a sediment catcher in coastal waters. The sedimentation rate in the Teluk Awur and Bandengan waters affected by seagrass density, flow velocity, and sediment composition. The purpose of this research is to determine the relationship of seagrass vegetation density with the rate of sedimentation in the Teluk Awur and Bandengan waters, Jepara. This reaserch was conducted in June-July 2012. in the Teluk Awur waters discovered 6 genus such as Enhalus, Thalassia, Thalassodendron, Cymodocea, Halodule, and Syringodium, with an average value of density 198.03 individu/m2. While Bandengan waters was found 7 genus such as Enhalus, Thalassia, Thalassodendron, Cymodocea, Halodule, Syringodium and Halophila, with average value of density 457.1 individu/m2. The results showed that the average value of sedimentation rate in the Teluk Awur waters 438.74 g/m2/week, while the Bandengan waters 667.42 g/m2/week. The R2 value of relationship between Seagrass density with the sedimentation rate in the Teluk Awur waters 0.566. While the R2 of Bandengan waters 0.073. The Teluk Awur waters contain a little lanau sediment so it has a little sedimenation. Bandengan waters contain higher lanau sediment so it has more sedimentation.
Aplikasi Citra Sentinel-2 untuk Pemetaan Sebaran Material Padatan Tersuspensi Di Muara Sungai Wulan Demak Prasetiyo, Bayu Adi; Rochaddi, Baskoro; Satriadi, Alfi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v8i4.25193

Abstract

ABSTRAK : Sungai Wulan yang terletak di Kabupaten Demak digunakan masyarakat sebagai jalur keluar dan masuknya kapal nelayan serta saluran pembuangan utama. Hal tersebut berdampak pada besarnya kandungan material padatan tersuspensi yang terdapat pada sungai. Pengamatan sebaran material padatan tersuspensi dibutuhkan untuk mengetahui pola sedimentasi dan penilaian kualitas air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran material padatan tersuspensi di muara Sungai Wulan menggunakan metode pengindraan jauh. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra satelit Sentinel-2 dan konsentrasi material padatan tersuspensi hasil uji gravimetri. Pengolahan data menggunakan algoritma Lemigas (1997), Budhiman (2004), Parwati (2006), Laili (2015) dan Metode Regresi (Linear, Eksponensial dan Logaritmik). Hasil analisis data menunjukkan bahwa konsentrasi material padatan tersuspensi di sekitar muara relatif rendah, sedangkan konsentrasi yang tinggi terdapat di arah timur muara sungai atau di daerah yang berupa teluk. Algoritma yang memiliki nilai error terkecil adalah algoritma Metode Regresi dengan MRE sebesar 10,12% dengan nilai RMSE sebesar 4,3493. Berdasarkan hasil yang didapat, dapat disimpulkan jika algoritma Metode Regresi merupakan algoritma yang paling sesuai untuk pemetaan sebaran material padatan tersuspensi di muara Sungai Wulan, Demak. ABSTRACT : The Wulan River which located in Demak Regency is used by people as an entrance point for fishing boats and the main sewers. These have an impact on the amount of total suspended solid contained in the river. Observation about the distribution of total suspended solid is needed to determine sedimentation patterns and water quality assessments. The purpose of this study is to determine the distribution of total suspended solid at the Wulan River estuary using remote sensing method. The data used in this study is Sentinel-2 satellite imagery and the concentration of total suspended solid from gravimetric test. Processing data using Lemigas algorithm (1997), Budhiman (2004), Parwati (2006), Laili (2015) and Regression Method (Linear, Exponential and Logarithm). The results of data analysis show that the total suspended solids distribution at the estuary is relatively low, while the high consentration of total suspended solid is found at the east of the river estuary or in the area that form a bay. Algorithm that has the smallest error value is the regression algorithm with MRE value is 10.12% and RMSE value is 4.3493. Based on the results obtained, it can be concluded that the algorithm with regression method is the most suitable algorithm for mapping the distribution of total suspended solid at the mouth of the Wulan River, Demak.  
Survei Batimetri untuk Penentuan Volume Pengerukan Alur Pelayaran Pelabuhan Patimban : Subang, Jawa Barat Mohamad Ihsan Wijaya; Alfi Satriadi; Sugeng Widada
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v23i2.1684

Abstract

Pelabuhan merupakan pintu gerbang pusat perekonomian suatu negara. Indonesia juga sedang membangun pelabuhan bertaraf internasional sebagai dukungan untuk meningkatkan perekonomian nasional di daerah pantai utara jawa. Pembangunan ini bertujuan untuk mendukung peningkatan ekspor di Indonesia. Dalam rangka pembangunan di pantai utara jawa, Pelabuhan Patimban, diharapkan dapat memberikan pelayanan prima yang mampu menekan biaya logistik sehingga dapat menarik kapal jenis Post Panamax singgah di pelabuhan. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan dukungan aspek teknis berupa alur pelayaran. Berdasarkan pada desain pengembangan pelabuhan, kedalaman ideal alur pelayaran yaitu -14 m dari low water spring (LWS), oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi untuk memastikan apakah kedalaman telah sesuai. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi batimetri pada sebagian alur pelayaran dan besarnya volume pengerukan yang diperlukan. Dari data survai batimetri yang didapatkan telah dilakukan koreksi dengan menggunakan data survai pasang surut. Dari hasil pemeruman (sounding) didapatkan data kedalaman yang berkisar antara -5 mLWS sampai -11 mLWS. Berdasarkan kedalaman terkini dan rencana desain keruk tersebut diperlukan adanya pengerukan dengan volume sebesar 715.521 m³. Pengerukan diharapkan akan meningkatkan keamanan dan keselamatan alur pelayaran dalam mendukung kinerja pelabuhan.
Distribusi Muatan Padatan Tersuspensi di Muara Sungai Bodri, Kabupaten Kendal Alfi Satriadi; Sugeng Widada
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 9, No 2 (2004): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.6 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.9.2.101-107

Abstract

Muara sungai dengan karakteristiknya yang khas merupakan tempat pengeluaran debit sungai yang membawa material sedimen yang disuplai dari darat ke laut. Sedimen akan berada di perairan dalam bentuk terlarut maupun tersuspensi. Proses transpor sedimen ini dipengaruhi oleh proses-proses fisika oseanografi yang terjadi di lautan seperti pasang surut, arus dan gelombang. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi muatan padatan tersuspensi dan faktor-faktor oseanografi yang mempengaruhi pola distribusinya di muara Sungai Bodri. Pengambilan sampel dilakukan satu minggu sekali selama satu bulan. Tiap pengambilan sampel dilaksanakan pada saat pasang dan surut, dilanjutkan analisis di laboratorium. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai konsentrasi muatan padatan tersuspensi relatif lebih besar pada saat pasang dibandingkan saat surut. Hal ini dimungkinkankarena adanya aktivitas pasang membawa pengaruh terhadap arus dan gelombang sehingga terjadi pengadukan sedimen di dasar perairan.Kata kunci : muatan padatan tersuspensi, pasang surut, arus, gelombangRiver mouth with its typical characteristic forms is a place for discharging the rate of flow which carries material supply from land to the sea. Sediment will stay on the shallow water in the form of dissolved and suspended load.The transportation process of sediment material is also influenced by physical oceanographic processes that happens in ocean like tide, current and wave. The aims of this research is to know the supended sediment load concentration and oceanographic factors that influence of its distributio n. Samples were taken weekly during a month at the time of tide, continued by laboratory analyses. The results showed that content of suspended sediment load at the time of high tide higher than the time of low tide because the existence of tide activity bringing influence to enough current and wave so that caused mixing of sediment in territorial water base.Key words : suspended sediment load, tide, current, wave
Studi Batimetri dan Jenis Sedimen Dasar Laut dI Perairan Marina, Semarang, Jawa Tengah Alfi Satriadi
Buletin Oseanografi Marina Vol 1, No 5 (2012): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.988 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v1i5.6917

Abstract

Kota Semarang sebagai kota pantai mempunyai arti yang strategis baik. -. Pertumbuhan penduduk yang pesat dan meningkatnya kebutuhan hidup membutuhkan - tanah yang strategis dan  murah. -. Salah satu usaha -untuk memenuhi kebutuhan lahan pemukiman baru adalah dengan melakukan reklamasi pantai. Tujuan penelitian ini - untuk mendapatkan informasi mengenai kedalaman dan kelerengan perairan Pantai Marina serta jenis dan sebaran horisontal sedimen -. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. - Waktu penelitian ini dilakukan sejak tanggal 7 - Juli - hingga 24 Juli 2010 yang meliputi kegiatan survei lokasi, pemeruman dan pengambilan sampel. Selanjutnya dilakukan analisis sedimen dan pengolahan data batimetri. Hasil penelitian menunjukkan  kedalaman perairan di daerah penelitian dari garis pantai berkisar antara 0 sampai ± 9 meter, dengan nilai kelerengan berkisar antara 0,178% sampai dengan 0,200%. Sebaran sedimen permukaan dasar laut - memiliki tiga satuan sedimen yaitu, satuan pasir (sand) dengan penyebaran seluas 28,125 % yang terletak di bagian tepi pantai terutama bagian barat , satuan pasir lanauan (silty sand) penyebaran seluas 56,250 % yang tersebar relatif dominan ke arah laut yang lebih dalam, dan satuan lanau pasiran (sandy silt) mempunyai penyebaran seluas 15,625% yang tersebar ke arah laut yang lebih dalam lagi dengan kedalaman kurang lebih 5 meter sampai dengan lebih dari 9 meter. -, -.Lokasi penelitian mempunyai nilai stasistik sedimen permukaan dasar yang relatif bervariasi antara lain nilai kepencengan (skewness) menunjukkan menceng sangat halus sampai menceng sangat kasar, nilai rata-rata (mean) relatif bervariasi antara 1,668 sampai 4,649, sortasinya terpilah jelek dan terpilah sedang, dan nilai keruncingan mempunyai rentang antara 0,093 sampai 1,330. Kata kunci : batimetri, pemeruman, sedimen dasar laut.
Pemberian Pakan Pada Tukik Penyu Hijau (Chelonia mydas Linnaeus, 1758) Di Konservasi Pulau Bangka Edi Wibowo Kushartono; Raden Ario; Rini Pramesti; Tiurma S; Alfi Satriadi
Buletin Oseanografi Marina Vol 6, No 2 (2017): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.02 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v6i2.16557

Abstract

Tingkat keberhasilan hidup tukik menuju dewasa dapat ditentukan dengan pemberian pakan. Rumput laut sebagai pakan tukik telah diujikan pada tukik Penyu Hijau (Chelonia mydas). Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui pengaruh pemberian rumput laut sebagai pakan yang berbeda terhadap pertumbuhan tukik Penyu Hijau (C. mydas) selama masa pemeliharaan 4 minggu. Penelitian ini menggunakan Metode eksperimen laboratorium dengan materi tukik usia 4 bulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tukik yang diberi kombinasi pakan Udang ebi dan Rumput laut Sargassum sp. menunjukkan rerata laju pertumbuhan1,56 ± 0,11 gram lebih besar dari tukik yang diberi kombinasi Pelet dan Rumput laut sebesar 1,47 ± 0,14 gram dan kontrol 0,51 ± 0,57 gram. Perlakuan kombinasi tambahan rumput laut terhadap pakan tukik menunjukan hasil yang signifikan (P 0,05) pada laju pertumbuhan. The existence of turtles on the island of Bangka already slowly becomes extinct as the result of increasing mining activity. Feeding can for the survival of adulthood. The purpose of this study is to determine the affect of combinations of different feed on the growth of Green Turtle (Chelonia mydas) period of 4 weeks. This study use laboratory experimental method with the material used was the green turtle hatchlings around the age of 4 months and was conducted in Bangka Beach, Bangka. Result from the study showed that were given a combination of shrimp and Sargassum sp. show that specific growth rate on average 1,56 ± 0,11 gram bigger than that were given a combination of pellets and Sargassum sp. namely 1,47 ± 0,14 gram and 0,51 ± 0,57 gram control. Specific growth rate feeding treated with different combinations shows 17,17 F count > F table 0,05 and 0,01. It is claimed that the two highly significant treatment on a significant 0,05 and 0,01. 
Peramalan Tinggi dan Periode Gelombang Signifikan Di Perairan Dangkal (Studi Kasus Perairan Semarang) Alfi Satriadi; Harmon Prayogi
Buletin Oseanografi Marina Vol 6, No 1 (2017): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.298 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v6i1.15737

Abstract

Gelombang menjalar dari perairan dalam menuju perairan dangkal. Penjalaran gelombang merupakan bentuk dari adanya gangguan pada suatu medium, dalam hal ini medium air. Salah satu bentuk dari gangguan tersebut adalah gaya gesek angin. Sehingga arah dan kecepatan angin dapat digunakan untuk menentukan tinggi dan periode gelombang yang dihasilkan. Metode Sverdrup, Munk, dan Bretschneider (SMB) digunakan dalam penelitian ini untuk menentukan tinggi dan periode gelombang signifikan di perairan dangkal khususnya perairan Semarang. Data angin yang digunakan untuk meramalkan tinggi dan periode gelombang diperoleh dari European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF) selama 10 tahun (2007-2016). Koreksi durasi dilakukan untuk mendapatan data angin rata-rata setiap jam. Selanjutnya melakukan koreksi stabilitas dan menentukan nilai wind stress factor dimana nilai ini, fetch efektif, dan kedalaman perairan digunakan untuk mendapatkan nilai tinggi dan periode gelombang signifikan. Hasil penelitian menunjukan arah angin dominan pada musim Timur, musim Peralihan II, dan musim Barat menuju ke arah Tenggara. Sedangkan arah angin dominan pada musim Peralihan I menuju ke arah Selatan. Musim Barat memiliki variasi kecepatan angin lebih tinggi dari ketiga musim lainnya. Demikian pula, tinggi dan periode gelombang signifikan pada musim Barat adalah tertinggi dengan nilai 1,227 meter dan 5,175 detik. Sebaliknya, pada musim Peralihan II memiliki tinggi dan periode gelombang signifikan terendah dengan nilai 0,577 meter dan 3,391 detik. Tinggi dan periode gelombang signifikan di perairan Semarang sangat dipengaruhi oleh angin muson. Ocean waves propagation from depth water into shallow water has been becoming important aspect to determine waves characteristic. In particular, waves is manifestation of energy, such as wind stress in this case, that is transferred into a medium. Moreover, wind speed and direction can be used to predict significant wave height and period.Sverdrup, Munk, and Bretschneider (SMB) method are employed to predict significant wave height and period at Semarang waters. This method is based on wind data, speed and direction, to forecast where the data used in this research were collected from European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF) from 2007 to 2016. Data Corrections were applied in this research including duration and stability correction. As a result, from this correction, wind stress factor was established to compute significant wave height and period. The result showed that in East season, First Transitional season, and West season, wind direction was dominated from the Southeast. Differently, wind blew to the South dominated in Second Transitional season. West season had significantly high wind speed variation compared to other seasons. In addition, It had 1,227 meter of significant wave height and 5,175 second of significant wave period. On the contrary, Second Transitional season had lowest significant wave height and periods, 0,577 meter and 3,391 second respectively.
Geologi Resen Daerah Pantai Antara Sungai Pekalongan Hingga Sungai Klidang, Jawa Tengah Alfi Satriadi; Petrus Subardjo; Siddhi Saputra; Hariadi Hariadi; Haryadi Haryadi
Buletin Oseanografi Marina Vol 2, No 2 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.355 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v2i2.6933

Abstract

Pemanfaatan daerah pantai antara Sungai Pekalongan hingga Sungai Klidang sebagai daerah potensi strategis bidang perikanan dan kelautan, mendorong dibangunnya sarana dan prasarana penunjang kegiatan eksploitasi sumber daya kelautan. Kelestarian fungsi sarana dan prasarana tersebut dipengaruhi oleh proses pantai dari kondisi geologi dan oseanografi di wilayah pantai. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kondisi oseanografi meliputi arus, gelombang dan pasang surut dan geologi resen yaitu sedimen dasar, dan kandungan mineral logam. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2012 sampai dengan Oktober 2012. Data yang digunakan terbagi atas data primer (data arus, gelombang, pasang surut, batimetri, salinitas, sedimen dasar, dan kandungan logam sedimen ) dan data sekunder (data angin, debit sungai, meteorologi dan klimatologi, Peta RBI, Peta DAS, Peta LLN, Peta Geologi). Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dan metode penentuan titik pengukuran menggunakan metode purposive sampling method. Hasil penelitian menunjukkan tinggi gelombang rata-rata di Perairan Slamaran  0,46 meter, periode  2,82 detik dengan tipe pasang surut yaitu pasang surut campuran condong ke harian tunggal. Kondisi sebaran salinitas di Sungai Pekalongan didominasi oleh jenis air payau dengan nilai salinitas berkisar 1 ‰ sampai 20 ‰. Analisa sedimen dasar menghasilkan sedimen dasar perairan Sungai Pekalongan hingga Sungai Klidang didominasi jenis pasir (sand), pasir lanauan (silty sand) dan lanau pasiran (sandy silt).  Kandungan logam berat (Pb) berkisar antara 1,481 ppm - 32,403 ppm.   Kata kunci : arus, gelombang, sedimen, , Sungai Pekalongan, Sungai Klidang
Kajian Transpor Sedimen Tersuspensi Untuk Perencanaan Pembangunan Pelabuhan Bojonegara Banten Alfi Satriadi
Buletin Oseanografi Marina Vol 2, No 2 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.112 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v2i2.6942

Abstract

Pola arus dan sebaran konsentrasi sedimen tersuspensi dalam perairan penting untuk dikaji akibat adanya pengerukan dan pembuangan sedimen .Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebaran sedimen tersuspensi di Pelabuhan Bojonegara, Banten untuk mendukung rencana pembangunan pelabuhan. Penelitian dilakukan dalam 3 tahap, tahap pertama pengambilan data yang dilaksanakan pada bulan Juli 2009, tahap kedua analisa laboratorium sampel sedimen dan tahap pengerjaan model matematik menggunakan software SMS (Surface Water Modelling System) dengan modul RMA2 untuk pola sirkulasi arus dan SED2D-WES untuk pola sebaran sedimen.         Hasil model menunjukkan pola sebaran konsentrasi sedimen yang mempresentasikan tingkat kekeruhan dipengaruhi oleh arus yang didominasi arus pasut. Nilai konsentrasi sedimen sebanding dengan kecepatan arus. Dari hasil simulasi memperlihatkan bahwa nilai konsentrasi sedimen tersuspensi berkisar antara 20 gr/L - 160 gr/L dan menunjukkan arah sebaran pada musim barat dominan bergerak menuju timur laut dengan sebaran terjauh pada skenario pengerukan 6,89 km; skenario pembuangan mencapai jarak 5,78 km. Sedangkan arah sebaran pada musim timur dominan bergerak menuju barat daya dengan sebaran terjauh pada skenario pengerukan 6,32 km; skenario pembuangan mencapai jarak 5,20 km (pada konsentrasi < 20 gr/L). Kata kunci : Sedimen tersuspensi, Arus, , Pelabuhan Bojonegara
Determinasi Bakteri Simbion Luminesensi Cumi Loligo edulis Serta Analisis Potensinya Sebagai Anti Bakteri Delianis Pringgenies; Dinny Anjang Sari; Ria Azizah T.N.; Ervia Yudiati; Endang Sri Susilo; Alfi Satriadi
Jurnal Kelautan Tropis Vol 20, No 2 (2017): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.661 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v20i2.1698

Abstract

The aim of this research is to determine luminous bacteria that symbiont with the light organ of the squid Loligo  edulis and also to find out the potency of simbiont bacteria in light organ of the squid L. edulis. The squid L. edulis were collected from Teluk Awur Waters, Jepara.  Stages of this research began with the isolation of bacteria, bacteria screening for anti bacteria, antibacterial activity test and and determination of bacterial species of the isolate. The result of determination showed that luminous bacteria which symbiont with the light organ of the squid L. edulis is come from species of  Photobacterium phosphoreum.  The result showed that luminous bacteria which symbiont with the light organ of the squid L. edulis have potency as antibacterial compound. Bacteria P. phosphoreum which symbiont in light organ of the squid L. edulis could inhibit the growth of Vibrio harveyi (diameter of resistance zone had range from 8,30-8,87 mm), Escherichia coli (diameter of resistance zone had range from 7,84-8,45 mm), Staphylococcus aureus (diameter of resistance zone had range from 8,39-9,09 mm) and Bacillus sp (diameter of resistance zone had range from 8,27-9,01).                                             Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeterminasi bakteri simbion yang bercahaya yang pada organ ringan dan mengetahui potensi bakteri simbion pada organ ringan dari cumi cumi Loligo edulis. Cumi L. edulis dikoleksi dari perairan Teluk Awur, Jepara. Tahapan penelitian meliputi:  isolasi bakteri, skrining bakteri, uji aktivitas antibakteri dan dan identifikasi  spesies bakteri isolat. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa bakteri luminensensi yang bersimbiosis dengan organ cahaya cumi L. edulis adalah bakteri jenis Photobacterium phosphoreum. Bakteri luminesensi yang menempel pada organ cahaya cumi L. edulis memiliki potensi sebagai senyawa antibakteri. Bakteri P. phosphoreum yang tergabung edulis dapat menghambat pertumbuhan bakteri pathogen Vibrio harveyi (diameter zona resistansi berkisar antara 8,30-8,87 mm), Escherichia coli (diameter zona resistansi berkisar antara 7,84-8,45 mm), Staphylococcus aureus (diameter zona resistansi berkisar antara 8,39-9,09 mm) dan Bacillus sp (diameter zona resistansi berkisar antara 8,27-9,01). 
Co-Authors Ade Firdaus Triagusta Afrianto Tua Sinaga Agus Anugroho D.S. Agus Anugroho Dwi S.P, Agus Anugroho Ahmad Gulbuddin Dzul Qarnain Akbar Nurrahman Putra Alan Wardheni Ali, M. Noor Anang Joko Sadono Andi Dwi Pramulya Angelica, Anastasia Grace Anggardha Ayu Pratiwi Anugrah Riskel Shabari Ari Soebekti Ari Widyawati Aris Ismanto Azis Rifai Bagus Rahmattullah Dwi Angga Baskoro Rochaddi Bayu Adi Prasetiyo Bayu Priyono, Bayu Chesya Sera De Claresya Chrisna Adhi Suryono Dani Agusto Daniel Giovanni Sihotang Dayinta Andayani Delianis Pringgenies Delyuzar Ilahude Denny Nugroho Denny Nugroho Sugianto Devi Verawati Gusman Dinda Mazeda Dinny Anjang Sari Dwi Haryo Ismunarti Edi Wibowo Kushartono Eka Bathin Putra Elis Indrayanti Endang Sri Susilo Erdian, Oldy Ervia Yudiati Eza Rendy Putra Fajri, Muhamad Faqih Falah As’adi Bisyri Franto Novico Gaol, Hadimas Lumban Genda Priherdika Gentur Handoyo Gentur Handoyo Gisela Dinda Kresteva Gita Praspa Ramdhani Gunawan, Albert Hadyan Rafdi Kamarz, Hadyan Rafdi Hanah Khoirunnisa, Hanah Hariadi Hariadi Hariadi Hariadi Hariadi, Ardian Hariyadi Hariyadi Harmon Prayogi Haryadi Haryadi Hediarto, Mohamad Abror Heryoso Setiyono Heryoso Setyono Iman, Hudiya Izzatul Indra Budi Prasetyawan Irwan Hidayatullah, Irwan Irwani Irwani Ita Riniatsih Jarot Marwoto Jarot Marwoto Karunia Lasmarito Pintubatu Kunarso Kunarso Lili Sarmili Lilik Maslukah Ma&#039;ariq Badrutamam S. Maemonah, Maemonah Maharanni Catherinna Mangkoewijoto, Dipa Yudhayana Melanie Rizky Hanuransyah Mohamad Ihsan Wijaya Muh Yusuf Muhamad Azhar Fathurahman Muhammad Ali Agus Masrukhin Muhammad Alif Achyansyah Muhammad Chiesa Fathirayan Muhammad Helmi Muhammad Helmi Muhammad Zainuri muharam, Iqbal Muslim Muslim Ni Komang Sri Andayani Nugroho Agus D Nur Kholik Kurniana Putra Nursanti Nursanti Ory Kristanto Petrus Subardjo Petrus Subarjo Prasetiyo, Bayu Adi Prasetyo, Damar Aji Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Raden Ario Redyansyah, Rio Restie AIK Ria Azizah T.N. Rikha Widiaratih Rini Pramesti Rizky Bagus Ardianto Salman Asatidz Setiya Kusuma Anggraeni, Setiya Kusuma Siddhi Saputra Siddhi Saputro Sitepu, Rahmat Saleh Soca Ratna Firdaus Sugeng Widada Sutarno Eko Arvianto, Sutarno Eko Tagore, Rafa Fahrezi Taohid, Rizki Adittio Teo Andri Saputra Tiurma S Tri Abdul Hidayat Trianne, Sarah Trinugroho Trinugroho Tulus Aldrian Siregar Warsito Atmodjo Yeni Martina Navratilova Pasaribu Yodha Pradipta Yoga Yuniadi Yulius Yulius Yuniastuti, Florentina Chandra Yuwono Wikan Driyogo