Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Laik Fungsi Jalan Secara Teknis Pada Ruas Jalan Nasional Kauditan – Batas Kota Bitung Sulawesi Utara Kindangen, Natalia V.; Sendow, Theo K.; Waani, Joice E.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.59022

Abstract

Ruas jalan Kauditan – Batas Kota Bitung merupakan jalan arteri primer dan salah satu akses jalan utama yang menghubungkan kota Bitung dan Kota Manado serta daerah lain di sekitarnya. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kelaikan fungsi jalan serta perbaikan yang diperlukan agar jalan menjadi laik menurut Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor 11/PRT/M/2010. Uji laik fungsi jalan adalah kondisi suatu ruas jalan yang memenuhi persyaratan teknis kelaikan jalan untuk memberikan keselamatan bagi penggunanya, dan persyaratan administratif yang memberikan kepastian hukum bagi penyelenggara jalan dan pengguna jalan, sehingga jalan tersebut dapat dioperasikan untuk umum. Uji kelaikan fungsi teknis jalan dilakukan dengan metode survei kondisi jalan yang ada kemudian dibandingkan dengan standar teknisnya sesuai dengan peraturan yang berlaku seperti yang tercatat dalam peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 11/PRT/M/2010 dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 19/PRT/2011. Aspek teknis yang diuji meliputi: (1) teknis geometri jalan; (2) teknis struktur perkerasan jalan; (3) teknis struktur bangunan pelengkap jalan; (4) teknis pemanfaatan ruang bagian – bagian jalan; (5) teknis penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas; (6) teknis perlengkapan yang terkait langsung dengan pengguna jalan; (7) teknis perlengkapan yang tidak terkait langsung dengan pengguna jalan. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa ruas jalan Kauditan – Batas Kota Bitung termasuk dalam kategori Laik Fungsi Bersyarat (LS) yang artinya jalan tersebut Sebagian memenuhi persyaratan teknis laik fungsi jalan namun dapat memberikan keselamatan bagi pengguna jalan sehingga laik digunakan untuk kebutuhan operasional di daerah tersebut dengan syarat harus dilakukan perbaikan teknis pada ruas jalan tersebut seperti perbaikan dan pemeliharaan rutin pada komponen – komponen pengujian yang dikategorikan Laik Fungsi Bersyarat (LS). Kata kunci: uji laik fungsi, persyaratan teknis, perbaikan, analisa, ruas jalan Kauditan – Batas Kota Bitung
Analisis Stabilitas Timbunan Tanah dengan Perkuatan Dinding Penahan dan Geotextile Dandel, Randy; Sendow, Theo K.; Sangkertadi , Sangkertadi
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 5 No. 11 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v5i11.32511

Abstract

Based on finite element analysis using Plaxis 2D version 8.6 for the Retaining Wall Construction Project at PT. Ganda Alam Makmur, this research quantitatively proves that the combination of cantilever retaining walls and woven geotextile significantly increases the safety factor (Msf) of soil embankments from 1.542 (without geotextile, height 7 m) to 4.994 (with 3 layers of geotextile), exceeding the minimum requirements of SNI 8460:2017 (Msf ≥ 1.5). The installation of geotextile also reduces total settlement (U_total) from 0.816 m to 0.347 m at an embankment height of 7 m through the mechanism of uniform load distribution and soil confinement. Under operational loading of double-trailer vehicles, this reinforcement system maintains an Msf of 3.143 with a controlled U_total of 0.306 m, which is classified as acceptable settlement according to geotechnical standards. The analysis results show that the combination of cantilever retaining walls and woven geotextile effectively increases the safety factor, controls structural deformation, and reduces subsoil settlement under the embankment. The stability enhancement mechanism occurs through the role of geotextile in resisting tensile stress, distributing loads evenly, confining soil, and reducing stress concentrations in critical structural zones. This research provides an efficient and economical engineering solution for soil embankment reinforcement.
Desain Geometrik Pada Ruas Jalan Girian-Likupang STA 0+000 - STA 3+125 Wibowo, Yeremia G. G.; Sendow, Theo K.; Manoppo, Mecky R. E.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67119

Abstract

Ruas Jalan Girian–Likupang di Provinsi Sulawesi Utara merupakan jalan nasional yang menghubungkan Kota Bitung sebagai pusat industri dan pelabuhan dengan kawasan Likupang yang termasuk Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Kerusakan akibat longsor pada salah satu segmen mendorong pembangunan ruas jalan baru sepanjang 3,125 km. Penelitian ini bertujuan merancang alternatif desain geometrik jalan berdasarkan Pedoman Desain Geometrik Jalan No. 20/SE/Db/2021 serta membandingkannya dengan desain PT Meares Soputan Mining (MSM). Perencanaan dilakukan dengan mengevaluasi elemen alinyemen horizontal dan vertikal meliputi radius tikungan, lengkung peralihan, superelevasi, kelandaian, lengkung vertikal, dan jarak pandang henti pada Sta 0+000–Sta 3+125. Setiap alternatif dibandingkan berdasarkan kesesuaian standar dan volume galian–timbunan. Hasil analisis menunjukkan kecepatan rencana diseragamkan menjadi 60 km/jam. Jumlah lengkung horizontal berkurang dari 13 menjadi 7 dengan radius tikungan hingga 800 m dan penerapan lengkung peralihan sesuai standar. Pada alinyemen vertikal, jumlah lengkung berkurang dari 13 menjadi 7 dengan gradien dioptimalkan hingga di bawah 7% dan panjang lengkung vertikal minimum 0,6 Vd. Desain awal memiliki volume 962.106,14 m³, sedangkan desain ulang menghasilkan galian 611.976,63 m³ dan timbunan 1.307.322,01 m³. Penelitian ini memberikan alternatif desain yang lebih sesuai standar pada kondisi topografi kompleks. Kata kunci: desain geometrik jalan, alinyemen horizontal, alinyemen vertikal
Analisa Tebal Perkerasan Lentur Dengan Metode MDPJ 2024 Untuk Kondisi Segmen Yang Sering Banjir Pada Ruas Jalan Batas Kota Manado – Airmadidi Nomor Ruas 50.003 STA 3+810 – STA 4+100 Kaunang, Fillio J.; Sendow, Theo K.; Palenewen, Steve Ch.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67120

Abstract

Jalan sebagai prasarana transportasi darat memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, sehingga perencanaan perkerasan harus dilakukan secara tepat, terutama pada ruas yang sering tergenang air seperti Jalan Nasional Batas Kota Manado–Airmadidi STA 3+810–STA 4+100. Penelitian ini bertujuan menganalisis tebal perkerasan lentur menggunakan Manual Desain Perkerasan Jalan No. 03/M/BM/2024 serta membandingkannya dengan desain dari BPJN Sulawesi Utara. Metode yang digunakan meliputi survei LHR 3×24 jam, dan nilai CBR tanah dasar 10%, dengan pendekatan mekanistik-empiris melalui perhitungan umur rencana, pertumbuhan lalu lintas, distribusi arah dan lajur, serta beban sumbu standar kumulatif (CESA). Hasil analisis menunjukkan tebal perkerasan berdasarkan MDPJ 2024 sebesar 815 mm (AC-WC 40 mm, AC-BC 75 mm, AC-BASE 200 mm, LFA Kelas A 200 mm, LFA Kelas B 150 mm, LFA Kelas C 150 mm), lebih tebal 180 mm dibanding desain BPJN sebesar 635 mm (AC-WC 40 mm, AC-BC 60 mm, AC-BASE 135 mm, LFA Kelas A 400 mm), Penanganan jalan tergenang dilakukan dengan meninggikan badan jalan dan memperbaiki drainase, sedangkan pada ruas yang sering banjir disarankan menggunakan drainase bawah tanah untuk menjaga kestabilan tanah dan perkerasan. Kata kunci: perkerasan lentur, MDPJ 2024, CESA, jalan nasional
Co-Authors Alelo, Ivana Junia Appi Yamsos Solossa Armin Lumban Toruan Audie L. E. Rumajar Audie L. E. Rumayar Benjamin, Hendry Samuel Bolung, Ayuni Laurentia Bongso, Shofian E. H. Cindy Irene Kawulur Clinton Yan Uguy, Clinton Yan Dandel, Randy David W. Rambitan Dhewanty Rahayu Puteri, Dhewanty Rahayu Diah Anggraeni Damiyanti Masalle, Diah Anggraeni Damiyanti Dimas F. Robot Dwijayanto Pribadi Elisabeth Lintong Febrina Ishak Syahabudin, Febrina Ishak Fergianti Suawah, Fergianti Ferry Yakob, Ferry Freddy Jansen Freyti Silvia Mawu, Freyti Silvia Giroth, Mega Indah Hasibuan, Lamrumenta Marianti Herman Rauf, Herman Hermi R. A. Gultom Ignatius Tri Prasetyo Samponu, Ignatius Tri Prasetyo James A. Timboeleng Jefferson Longdong Joice E. Waani Jori George Kherel Kastanya Joy Andre Dio Mosey Julia Astuti Djumati Jurike Ireyne Toar Kairupan, Liani Anggreini Katihokang, Meila Femina Kaunang, Fillio J. Kiding Allo, Agatha Desiwanty Kindangen, Natalia V. L. J. Undap Lalamentik, Lucia G. J. Lendy Arthur Kolinug Lexie F. Kereh Liando, Stanley Lintong Elisabeth Lucia G. J. Lalamentik Lucia G. J. Lalamentik M. J. Paransa Manangi, Sri Rachmila Manguande, Jeisya Manoppo, Cheryl N. Manoppo, Mecky R. Mantiri, Cynthia Claudia Masinambow, Christmas E. L. Mecky R. E. Manoppo Meggie Huwae, Meggie Natal Pangondian Siagian Junior, Natal Pangondian Nathanael Pieter Siriwa Novita Lucia Senduk Olivia Rosalyn Marpaung Oscar H. Kaseke Paat, Geraldo Niki Imanuel Palenewen, Steve Ch. Pandeiroth, Jerivo Pangerapan, Monica Linny Pasiak, Imanuel S. Praycilia Inri Badar Priskila Gedoa Tamila Romauli, Theresia Dwiriani Royke Limpong, Royke Rumondor, Eko Randy Rusdianto Horman Lalenoh, Rusdianto Horman Safitra, Putri Angelia Samuel A. R. Warouw Sangkertadi , Sangkertadi Sembung, Nadya Tesalonika Semuel Y. R. Rompis, Semuel Y. R. Sinaga, Lerinsah Steve Ch. N. Palenewen Sweetly Manopo Tambajong, Brenda E. Taufan Guntur Stallone Merentek, Taufan Guntur Stallone Tawalujan, Kevin Filindo Timpal, Greyti S. J. Toding, Risman Bismar Tombeg, Charlie Valentino Untu, Viena Mia Gratia Untung, Evangelina Viandany Zulfian Muslim Vrisilya Bawangun, Vrisilya Wibowo, Yeremia G. G. Winardi M. F. Sumardi Wowor, Flandieh S. E. Yauri, Ricky