Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan dan Pendampingan Pengolahan Roti Manis Variasi Isi dan Toping bagi Jaringan Doa Wanita Kuta Utara Kabupaten Badung Provinsi Bali Ginting, Maria Fransiska Br.; Sentosa, I Putu Pranatha; Murna, I Made
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 7 (2024): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat telah dilaksanankan di Kuta Utara Kabupaten Badung Provinsi Bali. Jaringan Doa Wanita adalah kelompok mitra yang membutuhkan pelatihan dan pendampingan pengolahan roti manis variasi isi dan toping.Permasalaham yang dihadapai dalam pelaksanan kegiatan PKM ini berfokus untuk menyelesaikan masalah mitra,yaitu sebagai berikut: 1)Mitra sasaran kurang memiliki pengetahuan tentang pengenalan jenis-jenis bahan,penerapan metode memasak dan penggunaan peralatan.yang digunakan untuk membuat roti manis variasi isi dan toping. 2) Mitra sasaran kurang memiliki keterampilan pembuatan roti manis variasi isi dan toping. 3) Mitra sasaran belum memiliki keterampilan dalam pengemasan roti manis variai isi dan toping. Adapun solusi yang ditawarkan kepada mitra adalah. 1) Memberikan Sosialisasi atau memberikan informasi materi pengetahuan tentang jenis bahan, penerapan metode memasak yang tepat, serta peralatan yang dipergunakan dalam pengolahan hidangan roti manis varian isi dan toping. 2) Memberikan Pelatihan ke mitra , secara langsung proses pengolahan roti manis variasi isi dan toping., 3) Memberikan pelatihan dan pendampingan dalam proses teknik pengemasan roti manis variasi isi dan toping.Metode yang digunakan oleh tim pengabdi kepada mitra yaitu:1)Ceramah berupa tanya jawab dan diskusi metode ini digunakan disaat penyampaian materi teori seperti bagaimana penggunaan alat, metode memasak dan,fungsi dari setiap bahan yang digunakan hingga takaran tepat untuk membuat roti manis variasi isi dan toping. 2) Demontrasi bagaimana penggunaan alat-alat, yang digunakan.3) Praktik pengolahan roti manis variasi isi dan toping dan pengemasan.Setelah dilakukan pelatihan maka diperoleh hasil: 1)Kelompok mitra mengetahui jenis-jenis bahan,penerapam metode memasak dan mengenal peralatan yang digunakan untuk pengolahan roti manis variasi isi dan toping. 2)Kelompok mitra telah memiliki keterampilan pembuatan roti manis variasi isi dan toping. 3)Kelompok mitra telah memiliki keterampilan dalam pengemasan roti manis variasi isi dan toping.
Analysis of the Implementation of Independent Learning on Student Learning Motivation at SMK N 4 Denpasar: Analisis Implementasi Merdeka Belajar Terhadap Motivasi Belajar Siswa Di SMK N 4 Denpasar I Gusti Ayu Ika Monika Prastyandhari; I Putu Pranatha Sentosa; Ni Made Erpia Ordani Astuti
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 9 No 2 (2025): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v9i2.4767

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, siswa akan lebih termotivasi karena diberikan keleluasaan untuk lebih memahami materi yang disampaikan guru, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih mendalam. Dalam hal ini guru harus berperan sebagai fasilitator, mediator, dan motivator bagi siswa, sementara sekolah harus memperbaiki kualitas sumber daya manusia dan fasilitas pembelajaran yang terbatas. Kondisi lingkungan sekolah, seperti fasilitas dan infrastruktur, juga mempengaruhi motivasi belajar siswa. Sekolah yang memiliki fasilitas yang lengkap dan baik dapat menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan menyenangkan bagi siswa, yang memungkinkan mereka untuk lebih aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Tujuan: Penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui bagaimana kurikulum ini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, serta untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi oleh guru dan sekolah dalam proses implementasi kurikulum.
EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN KETUA PROGRAM STUDI XYZ DENGAN SUDUT PANDANG MANAJERIAL DAN KEPRIBADIAN YANG BERKARAKTER Sentosa, I Putu Pranatha; Astuti, Ni Made Erpia Ordani; Darmayasa, I Made
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 2 No. 1 (2018): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v2i1.413

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai efektivitas kepemimpinan ketua program studi XYZ. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan fenomenologi. Responden yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh didasarkan atas karakteristik populasi yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini adalah: Efektivitas kepemimpinan ketua program studi XYZ jika dilihat dalam merumuskan dan menjalankan visi-misi organisasi adalah 74.44% dalam kategori baik. Efektivitas kepemimpinan ketua program studi XYZ jika dilihat dari cara menggerakkan bawahan adalah 81.94% dalam kategori sangat baik. Efektivitas kepemimpinan ketua program studi XYZ jika dilihat dalam mendorong semangat kerja bawahan adalah 80.12% dalam kategori sangat baik. Efektivitas kepemimpinan ketua program studi XYZ jika dilihat dalam memberi pengaruh terhadap bawahan adalah 78.22% dalam kategori baik. Efektivitas kepemimpinan ketua program studi XYZ jika dilihat dalam memberikan pujian dan hukuman (rewards and punishment) adalah 76.88% dalam kategori baik. Efektivitas kepemimpinan ketua program studi XYZ jika dilihat dalam berkepribadian yang dapat diteladani berdasarkan 7(tujuh) karakter universitas Dhyana Pura adalah 76.84% dalam kategori baik. Secara keseluruhan nilai efektivitas kepemimpinan ketua program studi XYZ adalah 78.08% dalam kategori baik.Kata Kunci : Kepemimpinan, Efektivitas Kepemimpinan, 7 Karakter Universitas Dhyana Pura.ABSTRACTThis study aims to determine the value of leadership effectiveness of the head of XYZ study program. This study was designed as a descriptive study using a phenomenological approach. Respondents selected using saturated sampling techniques are based on the characteristics of the population sampled in this study. The results of this study are: The effectiveness of the leadership of the XYZ study program leader when viewed in formulating and running the organization's vision and mission is 74.44 in good category. Leadership effectiveness of the head of XYZ study program when viewed from how to move subordinates is 81.94% in very good category. The effectiveness of the leadership of the XYZ study program leader when viewed in encouraging subordinate morale is 80.12 in very good category. The effectiveness of the leadership of the head of XYZ study program when viewed in giving influence to subordinates is 78.22% in good category. The effectiveness of the leadership of the head of XYZ study program when viewed in giving rewards and punishment is 76.88 in good category. The effectiveness of the leadership of the XYZ study program leader when viewed in exemplary personality based on 7 characters of Dhyana Pura University is 76.84% in good category. Overall value of leadership effectiveness of the head of XYZ study program is 78.08% in good category.Keywords: Leadership, Leadership Effectiveness, 7 Characters Dhyana Pura University.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA Handayani, Fitri; Suartana, I Ketut; Sentosa, I Putu Pranatha
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 1 (2019): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v3i1.727

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mendeskripsikan aktivitas siswa melalui implementasi pembelajaran auditory intellectually repetition pada mata pelajaran pengetahuan bahan makanan siswa kelas X Jasa Boga di SMK Bintang Persada, 2) Untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa melalui implementasi pembelajaran auditory intellectually repetition pada mata pelajaran Pengetahuan Bahan Makanan siswa kelas X Jasa Boga di SMK Bintang Persada. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas , analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) terjadi peningkatan keaktifan belajar siswa, pada siklus I memperoleh rata-rata 74,3% berada pada kategori “baik”, sedangkan pada siklus II rata-rata aktivitas siswa 92,3% berada pada kategori “sangat baik”. 2) terjadi peningkatan hasil belajar siswa, pada siklus I memperoleh rata-rata 80,76% berada pada kategori “baik” sedangkan pada siklus II memperoleh rata-rata 90,01% berada pada kategori “sangat baik”. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Penerapan model pembelajaran auditory intellectually repetition (AIR) dapat meningkatkan aktivitas serta hasil belajar siswa.Kata kunci: model pembelajaran pengulangan intelektual auditory, aktivitas, hasil belajarAbstractThe objectives of this study are: 1) To describe student activities through the implementation of intellectually repetition auditory learning on food knowledge subjects in class X catering services at SMK Bintang Persada, 2) To describe improvement in student learning outcomes through the implementation of intellectually repetition auditory learning on subjects Knowledge of Foodstuffs for students of class X catering services at SMK Bintang Persada. This research is a classroom action research, data analysis using quantitative descriptive analysis. The results of the study showed: 1) there was an increase in student learning activeness, in the first cycle obtained an average of 74.3% in the category of "good", while in the second cycle the average activity of students was 92.3% in the category of "very good" . 2) an increase in student learning outcomes, in the first cycle obtained an average of 80.76% in the category of "good" while in the second cycle obtained an average of 90.01% in the category of "very good". So that it can be concluded that the application of intellectually repetition (AIR) auditory learning model can increase the activities and student learning outcomes.Keywords: auditory intellectually repetition learning model, activity, learning outcomes
PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE DALAM PEMBELAJARAN TATA HIDANGAN Sekarini, Ni Kadek Debi; Suryanto, I Wayan; Sentosa, I Putu Pranatha
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 1 (2019): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v3i1.732

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan hasil belajar pada siswa kelas XI TB5 SMK PGRI 3 Denpasar dalam mata pelajaran tata hidangan yang menggunakan model pembelajaran Picture and Picture. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Teknik pengambilan data menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan model pembelajaran picture and picture dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I rerata keaktifan belajar siswa 48,97% sedangkan pada siklus II menjadi 96,26%. Dengan demikian terjadi peningkatan keaktifan siswa sebesar 47,29%. Hasil belajar pada siklus I rerata ketuntasan belajar sebesar 76,36%, sedangkan pada siklus II 89,31%, terjadi peningkatan sebesar 12,95%. Pada Ketuntasan Klasikal siklus I mencapai persentase rerata 61,36% sedangkan pada siklus II mendapat skor 100%, terjadi peningkatan sebesar 38,64%. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keaktifan dan hasil belajar Tata Hidangan siswa kelas XI TB5 SMK PGRI 3 Denpasar dapat ditingkatkan denganmenggunakan model pembelajaran picture and picture.Kata Kunci : model pembelajaran picture and picture, keaktifan dan hasil belajar.AbstractThis study aims to determine the increase in engagement and learning outcomes of students of class XI TB5 in SMK PGRI 3 Denpasar in “Tata Hidangan” subjects that using the Picture and Picture learning model. This research is a classroom action research. The data collection technique uses purposive sampling. The results of the study show that the picture and picture learning model can improve student activity and learning outcomes from cycle I to cycle II. In the first cycle the average student learning engagement was 48.97% while in the second cycle it was 96.26%. Thus there was an increase in student activity by 47.29%. Learning outcomes in the first cycle of learning completeness averaged 76.36%, while in the second cycle 89.31%, an increase of 12.95%. The classical completeness in the first cycle reached an average percentage of 61.36% while in the second cycle got a score of 100%, an increase of 38.64%. In this study it can be concluded that the engagement and learning outcomes of the dishes in class XI TB5 students of SMK PGRI 3 Denpasar can be improved by using the picture and picture learning model.Keywords : Type of Learning, Picture and Picture , The Active and Result of the Learning.
PENERAPAN MODEL PROBLEM-BASED INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS (Studi Pada Kelas XI TB 2 Mata Pelajaran Pengolahan Dan Penyajian Makanan Kontinental di SMK Pariwisata Harapan Denpasar) Dirgantara, I Gede Fernanda Budi; Sentosa, I Putu Pranatha; Suartana, I Ketut
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 1 (2020): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v4i1.1330

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI TB 2 SMK Pariwisata Harapan Denpasar setelah diterapkan model pembelajaran Problem-Based Instruction (PBI) dalam proses pembelajaran Pengolahan dan Penyajian Makanan Kontinental. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI TB 2 SMK Pariwisata Harapan Denpasar Tahun Pelajaran 2018/2019 yang terdiri dari 40 orang. Objek penelitian ini adalah kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar PPM siswa kelas XI TB 2 SMK Pariwisata Harapan Denpasar Tahun Pelajaran 2018/2019. Data kemampuan berpikir kritis PPM siswa dikumpulkan melalui tes esai dan data hasil belajar dikumpulkan melalui tes berbentuk pilihan ganda, kemudian data yang didapatkan dianalisis menggunakan metode analisis kualitatif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem-Based instruction dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar PMB siswa kelas XI TB 2 SMK Pariwisata Harapan Denpasar. Kemampuan berpikir kritis siswa pada siklus I mencapai 71,25% dengan kategori cukup dan pada siklus II mencapai 80,50% dengan kategori baik. Hasil belajar pada siklus I mencapai 69,47% dengan kategori cukup dan pada siklus II mencapai 81,90% dengan kategori baik.Kata kunci: Problem-Based Instruction (PBI), hasil belajar, berpikir kritis.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA, MINAT BERWIRAUSAHA DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN ONLINE PADA MAPEL PENGOLAHAN PENYAJIAN MAKANAN INDONESIA (Studi Kasus Pada Siswa Kelas XII Tata Boga II SMK Pratama Widya Mandala Badung) Yuniasih, Ni Nyoman; Sinta Diarini, I Gusti Ayu Agung; Sentosa, I Putu Pranatha
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 6 No. 1 (2022): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v6i1.1897

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui peningkatan kreativitas siswa, minat berwirausaha dan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) berbasis online, di kelas XII Tata Boga II di SMK Pratama Widya Mandala Badung. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan one group pre test-post test design.Metode pengumpulan data dengan observasi, tes, kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan teknik analisis statistik inferensial yaitu t test sample independent. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dapat meningkatan kreativiitas belajar, minat berwirausaha dan hasil belajar siswa kelas XII Tata Boga II di SMK Pratama Widya Mandala Badung.Kata Kunci : Creative Problem Solving (CPS), Kreativitas Siswa, Minat Berwirausaha, Hasil Belajar.Abstract The purpose of this study was to determine the increase in student creativity, interest in entrepreneurship and student learning outcomes through the application of the online-based Creative Problem Solving (CPS) learning model, in class XII Catering II at SMK Pratama Widya Mandala Badung. This study was designed using a one group pre-test-post-test design. The data collection method is by observation, tests, questionnaires and documentation. The data analysis technique used quantitative descriptive analysis techniques and inferential statistical analysis techniques, namely independent sample t test. The results of this study indicate that the application of the Creative Problem Solving (CPS) learning model can increase learning creativity, interest in entrepreneurship and learning outcomes for class XII Catering II students at SMK Pratama Widya Mandala BadungKeywords : Creative Problem Solving (CPS), Student Creativity, Interest in Entrepreneurship, Learning Outcomes.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TATA GRAHA DI SMK WIRA HARAPAN Subrati, Ni Kadek; Sentosa, I Putu Pranatha; Prastyandhari, I Gusti Ayu Ika Monika
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 6 No. 1 (2022): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v6i1.1898

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran tata graha, 2) penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran tata graha. Jenis penelitian ini adalah experimen dengan teknik analisis data deskriptif kuantitatif. Objek penelitian ini yaitu model pembelajaran Contextual Teaching and Learning, peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI akomodasi perhotelan (AP) 1 di SMK Wira Harapan yang berjumlah 37 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan Pada pretest rerata motivasi yang diperoleh sebesar 115.41, sedangkan pada posttest diperoleh sebesar 120.14. Dari hasil pengukuran tersebut secara deskriptif terdapat peningkatan skor sebesar 4,63poin. Pada pretest rerata hasil belajar yang diperoleh sebesar 80.16 sedangkan pada posttest diperoleh sebesar 81.22. Dari hasil pengukuran tersebut secara deskriptif terdapat peningkatan skor sebesar 1,05poin. Hasil uji paired sample t-test yang membandingkan antara pretest -posstest hasil belajar menunjukkan signifikansi sebesar 0.024 < 0.05. Dan pada motivasi belajar menunjukkan signifikansi sebesar 0.000 < 0.05, Kesimpulan dari penelitian ini yaitu model pembelajaran Contextual Teaching and Learning pada saat dilakukan posttest eksperimen ini lebih tinggi dibandingkan dengan pada saat pretest dilakukan.Kata Kunci: Model pembelajaran Contextual Teaching and Learning, Motivasi, dan Hasil Belajar.AbstractThis study aims to: 1) determine the application of the Contextual Teaching and Learning learning model in increasing student learning motivation in housekeeping subjects, 2) application of the Contextual Teaching and Learning learning model in improving student learning outcomes in housekeeping subjects. This type of research is an experiment with quantitative descriptive data analysis techniques. The object of this research is the Contextual Teaching and Learning learning model, increasing students' motivation and learning outcomes. The subjects of this study were students of class XI hospitality accommodation (AP) 1 at SMK Wira Harapan, totaling 37 students. The results of this study indicate that: there has been an increase in the average motivation obtained in the pretest of 115.41, while in the posttest the average motivation obtained is 120.14. From the results of these measurements descriptively there is an increase in the score of 4.63 points. In the pretest the average learning outcomes obtained were 80.16 while in the posttest the average learning outcomes obtained were 81.22. From the results of these measurements descriptively there is an increase in the score of 1.05 points.. The results of the paired sample t-test comparing the pretest-posttest learning outcomes showed a significance of 0.024 <0.05. And on learning motivation showed a significance of 0.000 <0.05. The conclusion of this study was that the Contextual Teaching and Learning learning model at the time of the posttest experiment was higher than when the pretest was carried out.Keywords: Contextual Teaching and Learning learning model, motivation, and learning outcomes
Analysis of the Use of Artificial Intelligence (AI) in Learning Development Assessments Based on the Seven Characters at Undhira Christian Tonyjanto; Dermawan Waruwu; Putu Andyka Putra Gotama; I Putu Pranatha Sentosa
Proceeding of the International Conference on Global Education and Learning Vol. 1 No. 1 (2024): June : Proceeding of the International Conference on Global Education and Learn
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/icgel.v1i1.80

Abstract

The research was conducted to find out how artificial intelligence (AI) technology can be used to evaluate the development of seven characters in Undhira students. The seven characters in question are Integrity, Self-Confidence, Diversity, Entrepreneurship, Professionalism, Servant Leaders, Global Insight. In the research conducted, the main variables were learning motivation and the use of artificial intelligence designed by prioritizing the seven Undhira characters. The analysis obtained was that the artificial intelligence used for learning assessment obtained the following analysis: 1) arousing interest, 2) determining common goals, 3) building self-confidence, and 4) creating a positive learning environment.
Contextualizing Basic Hospitality Learning through Ethno-Project-Based Teaching Module to Enhance Critical Thinking Skills of Vocational High School Students Diarini, I Gusti Ayu Agung Sinta; Sentosa, I Putu Pranatha; Widyastuti, Ni Kadek
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 8 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v8i1.89199

Abstract

The limited availability of meaningful teaching modules poses a challenge in vocational hospitality education, especially in the implementation of the Merdeka Curriculum, which demands the reinforcement of students’ critical thinking skills. This situation impacts the development of essential competencies required to address real-world workplace problems. This study aims to develop, validate, and evaluate the practicality and effectiveness of an Ethno Project-Based Teaching Module to enhance students’ critical thinking skills in the Fundamentals of Hospitality subject. This research employed a Research and Development (R&D) design using the ADDIE model. The subjects involved 64 vocational students divided into experimental and control groups. Data were collected through validation questionnaires, practicality questionnaires, and critical thinking skill tests. The data were analyzed using a t-test and n-gain score calculation. The results indicated that the module achieved a “Very Good” qualification from content experts (average score of 4.89) and “Good” to “Very Good” from language experts (average score of 4.15). The module’s practicality was rated “Very Good” by both students (average 3.29) and teachers (average 3.44). Furthermore, the module was proven effective in improving students’ critical thinking skills, as reflected in an average n-gain of 0.52 (moderate) for the experimental group and 0.22 (low) for the control group, with a t-test value of 13.698 and a significance level of 0.000 (< 0.05). These findings suggest that the Ethno Project-Based Teaching Module is feasible to be implemented for optimizing critical thinking skills in vocational education.