Claim Missing Document
Check
Articles

Perbedaan Minat Belajar dan Kedisiplinan Belajar Siswa melalui Penerapan Model PJBL pada Mata Pelajaran Front Office di SMK Pariwisata Dalung Dewi, Putu Ayu Yusvita; Suryanto, I Wayan; Sentosa, I Putu Pranatha
JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA Vol. 3 No. 1 (2024): JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jd.v3i1.2926

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah: Untuk mengetahui perbedaan minat dan kedesiplinan belajar melalui penerapan model pembelajaran Project Basef Learning pada mata pelajaran Front Office pada siswa kelas Xl perhotelan di SMK Pariwisata Dalung. Jenis penelitian ini adalah penelitian experimen dengan disain one grup pretest-posttest dengan teknik analisis data deskritif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan minat dan kedesiplinan melalui penerapan model Project Basef Learning pada mata pelajaran Front office di kelas XI Perhotelan di SMK Pariwisata Dalung. Hasil uji normalitas pretest dan posttest kedisiplinan memiliki nilai signifikansi yaitu 0.078 > 0.05 dan 0.074 > 0.05 jadi data tersebut berdistribusi normal. Pretest dan posttest minat memiliki nilai signifikansi yaitu 0.586 > 0.05 dan 0.052 > 0.05 jadi data tersebut berdistribusi normal. Hasil Uji T berpasangan (Paired Sample T-Test) yang membandingkan pretest dan posttest kedisiplinan menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05 dengan demikian Ho ditolak; Ha diterima. Hasil Uji T berpasangan (Paired Sample T-Test) yang membandingkan pretest dan posttest minat belajar menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05 dengan demikian Ho ditolak; Ha diterima.
Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa melalui Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan Media Interaktif Lestari, Ni Kadek Dwi Sri; Sentosa, I Putu Pranatha; Astuti, Ni Made Erpia Ordani
JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA Vol. 3 No. 3 (2024): JAKADARA: JURNAL EKONOMI, BISNIS, DAN HUMANIORA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jd.v3i3.3477

Abstract

Latar belakang penelitian ini berusaha mengungkapkan bagaimana perbedaan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa melalui penerapan model PBL berbantuan media interaktif. Penelitian ini dilatarbelakangi pada proses pembelajaran yang kurang inovatif dan masih berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa melalui penerapan model PBL (Problem Based Learning) pada mata pelajaran dasar-dasar kuliner. Jenis penelitian ini adalah eksperimen tipe one group pretest posttest yang dilakukan pada siswa kelas X Kuliner 1 di SMK Wira Harapan. Teknik sampling menggunakan purposive sumpling. Jumlah responden berjumlah 41 siswa yang terdiri dari laki-laki 25, dan perempuan 16 orang. Data yang dikumpulkan menggunakan metode kuesioner, tes, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan paired sample t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada pretest rerata kemampuan berpikir kritis yang diperoleh sebesar 82.02, sedangkan pada posttest diperoleh sebesar 88.66. Dari hasil pengukuran tersebut secara deskriptif terdapat peningkatan skor sebesar 6.64. Pada pretest rerata hasil belajar yang diperoleh sebesar 71.46, sedangkan pada posttest diperoleh sebesar 83.15. Dari hasil pengukuran tersebut secara deskriptif terdapat peningkatan skor sebesar 11.69. Hasil uji paired sample t-test yang membandingkan antara pretest-posttest kemampuan berpikir kritis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dengan signifikansi sebesar 0.000 < 0.05 dan pada hasil belajar menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dengan signifikansi sebesar 0.000 < 0.05.
Perbedaan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa melalui Penerapan Model Team Games Tournament Berbantuan Media Audio Visual pada Mata Pelajaran Housekeeping Karismawati, Luh Putu Tri; Astuti, Ni Made Erpia Ordani; Sentosa, I Putu Pranatha
JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA Vol. 3 No. 3 (2024): JAKADARA: JURNAL EKONOMI, BISNIS, DAN HUMANIORA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jd.v3i3.3482

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa di kelas X Perhotelan 4 pada mata pelajaran housekeeping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan aktivitas, dan hasil belajar melalui penerapan model TGT berbantuan media audio visual pada mata pelajaran housekeeping. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian yaitu one group pretest-posttest design. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Responden dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Perhotelan 4 di SMK Pratama Widya Mandala Badung yang berjumlah 45 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa telah terjadi perbedaan pada pretest aktivitas diperoleh rerata sebesar 35.76, sedangkan pada posttest diperoleh rerata sebesar 43.20. Dari hasil pengukuran tersebut secara deskriptif terdapat peningkatan skor sebesar 7.44. Pada pretest hasil belajar diperoleh rerata sebesar 72.41, sedangkan pada posttest diperoleh rerata sebesar 85.12. Dari hasil pengukuran tersebut secara deskriptif terdapat peningkatan skor sebesar 9.71. Hasil uji paired sample t-test yang membandingkan antara pretest-posttest aktivitas menunjukkan signifikansi sebesar 0.000 < 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan aktivitas belajar melalui penerapan model TGT berbantuan media audio visual. Pada hasil belajar menunjukkan signifikansi sebesar 0.000 < 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar melalui penerapan model TGT berbantuan media audio visual. Guru diharapkan mampu menguasai model TGT (Team Games Tournament) dengan baik, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan sesuai rencana. Siswa diharapkan lebih aktif, termotivasi, dan tekun dalam mengikuti pembelajaran baik teori maupun praktik, sehingga dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.
Penerapan Model Decision Making untuk Meningkatkan Minat, Kreativitas, dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Tata Hidang Mahayana, Dewa Putu Ebik; Sentosa, I Putu Pranatha; Astuti, Ni Made Erpia Ordani
JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA Vol. 3 No. 3 (2024): JAKADARA: JURNAL EKONOMI, BISNIS, DAN HUMANIORA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jd.v3i3.3487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan minat, kreativitas dan hasil belajar siswa pada siswa kelas XI K 1 SMK Restumuning dalam mata pelajaran Tata Hidang, dengan menggunakan model pembelajaran Decision Making. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Teknik pengambilan data menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis diskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan model pembelajaran Decision Making dapat meningkatkan minat, kreativitas dan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I rerata minat belajar siswa 63,5%, sedangkan pada siklus II menjadi 86,1%, dengan demikian terjadi peningkatan sebesar 22,6%%. Rerata kreativitas belajar siswa 63,6%, sedangkan pada siklus II menjadi 80,4%, dengan demikian terjadi peningkatan sebesar 16,8%% Hasil belajar pada siklus I rerata ketuntasan belajar sebesar 71,7%, sedangkan pada siklus II 81,6%, dengan demikian terjadi peningkatan 9,9%. Pada ketuntasakan klasikal siklus I mencapai presentase rerata sebesar 18,2%, sedangkan pada siklus II menjadi 87,9% terjadi peningkatan sebesar 69,7%. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa minat kreativitas dan hasil belajar pada mata pelajaran Tata Hidang siswa kelas XI K 1 SMK Restumuning dapat ditingkatkan dengan model Decision Making.
Penerapan Model Pembelajaran (CPS) Creative Problem Solving pada Pembelajaran Praktik Continental untuk Meningkatkan Kreativitas dan Hasil Belajar Siswa Pradata, Inggrit Fajar; Sentosa, I Putu Pranatha; Gotama, Putu Andyka Putra
JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA Vol. 4 No. 1 (2025): JAKADARA: JURNAL EKONOMI, BISNIS, DAN HUMANIORA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jd.v4i1.3835

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kreativitas dan hasil belajar siswa pada mata Pelajaran continental melalui penerapan model creative problem solving. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian one group pretest- posttest design. Teknik sample yaitu total sampling. Responden dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI kuliner 2 SMK Wira Harapan yang berjumlah 41 siswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa telah terjadi peningkatan, pada pretest kreativitas diperoleh rerata sebesar 34,85, sedangkan pada posttest memperoreh rerata sebesar 42,00. Dari hasil pengukuran tersebut secara deskriptif terdapat peningkatan sebesar 7,29. Pada pretest hasil belajar diperoleh rerata sebesar 75% dari tiga ranah hasil belajar. Sedangkan pada postest hasil belajar diperoleh rerata sebesar 83%. dari hasil pengukuran tersebut secara deskriptif terdapat peningkatan skor sebesar 8%. Hasil uji paired sample t-test yang membandingkan antara pretest-posttest kemandirian menunjukkan signifikansi sebesar 0.000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemandirian melalui penerapan model creative problem solving. Pada pada hasil belajar menunjukkan signifikansi sebesar 0.000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar melalui penerapan model creative problem solving.
Quizizz-Assisted Microlearning Model to Improve Students’ Activeness and Learning Outcomes in Basic Culinary Subject at SMK PGRI 3 Badung: Penerapan Model Microlearning Berbantuan Quizizz untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Dasar-Dasar Kuliner di SMK PGRI 3 Badung Ria, Bina; Gotama, Putu Andyka Putra; Sentosa, I Putu Pranatha
JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA Vol. 4 No. 2 (2025): JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jd.v4i2.4467

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model pembelajaran Microlearning berbantuan Quizizz terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Dasar - dasar Kuliner kelas X Kuliner 3 SMK PGRI 3 Badung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one-group pretest–posttest. Sebanyak 40 siswa dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data meliputi kuesioner keaktifan dan tes hasil belajar, dianalisis menggunakan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan siswa meningkat dari rata-rata 53,225 menjadi 57,725, dengan peningkatan tertinggi pada indikator penerapan pengetahuan dan evaluasi diri. Hasil belajar siswa meningkat dari rata-rata 70,13 menjadi 88,6 disertai penyempitan rentang nilai. Uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,010 untuk keaktifan dan 0,000 untuk hasil belajar (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah penerapan model. Temuan ini membuktikan bahwa model Microlearning berbantuan Quizizz efektif meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa.
PKM Pembuatan Roti (Croissant, Danish Pastry, dan Raisin Roll) bagi Guru dan Siswa SMK Wira Harapan Tegal Jaya Astuti, Ni Made Erpia Ordani; Suryanto, I Wayan; Sentosa, I Putu Pranatha
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 4 No. 2 (2020): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.55 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v4i2.1373

Abstract

ABSTRAKSekolah Menengah Kejuruan (SMK) Wira Harapan merupakan sekolah kejuruan di bidangpariwisata beralamat di Jalan Raya Padang Luwih, Br. Tegal Jaya, Dalung, Kuta Utara, BadungBali menerapkan Kurikulum 2013 yang mendidik, melatih dan mencetak lulusan yangkompeten di bidang perhotelan (Kantor Depan, Tata Graha, Jasa Boga dan Tata Hidangan).Kompetensi khusus di Bidang Jasa Boga, siswa dididik dan dilatih dalam proses pengolahandan menyajikan berbagai jenis makanan dan minuman dan siap bekerja di industry perhotelansebagai seorang juru masak (cook). Sebagai calon juru masak (cook) yang professional, untukbisa menghasilkan makanan yang rasanya enak, menarik, sehat dan aman dimakan, sangatdiperlukan pengetahuan dan keterampilan dalam proses pengolahan makanan (metodememasak), bahan makanan dan peralatan yang digunakan dalam pengolahan makanan. SiswaSMK Wira Harapan khususnya jurusan Jasa Boga telah dididik dan dilatih untuk praktekpengolahan hidangan Indonesia, Asia, dan Eropa tetapi belum mencakup praktik pengolahanroti sebagai hidangan utama untuk sarapan. Untuk dapat mencetak lulusan yang kompeten dibidang jasa boga, siswa SMK Wira Harapan perlu diberikan pelatihan tentang pembuatan roti(Croissant, Danish Pastry, dan Raisin Roll). Luaran dari kegiatan ini meliputi: lulusan SMKWira Harapan memiliki keterampilan, pengetahuan tentang penerapan metode, bahan-bahan,peralatan yang dipergunakan dalam proses pembuatan roti (Croissant, Danish Pastry, danRaisin Roll), penataan dan pengemasan produk yang menarik sehingga menambah nilai jual dariproduk roti.Kata Kunci: pengolahan, roti (croissant, danish pastry, dan raisin roll), pendampinganABSTRACTWira Harapan Vocational High School is a vocational school located on Jalan Raya PadangLuwih, Br. Tegal Jaya, Dalung, North Kuta, Badung, Bali. It applies the 2013 Curriculumwhich educates, trains and produces competent human resources in the hotel industry (FrontOffice, Housekeeping, Food Production and Food and Beverages). Students are educated andtrained how to produce and serve foods and beverages, meaning that they are prepared to beemployed at the hospital industry as cooks. The cooking method, which includes the knowledgeand skill needed to process foods, and the materials as well as equipment needed highlycontribute to the production of delicious foods, healthy and safe to be consumed. The students ofWira Harapan Vocational High School, especially those who enrolled at the Department ofFood Productions class, are educated and trained to cook Indonesian, Asian and Europeanfoods; however, they have not been trained to produce bread as the main course for breakfast.Therefore, it is necessary to train them to produce bread (Croissant, Danish Pastry, dan RaisinRoll) to make them highly competent in food production. It is expected that the Wira HarapanHigh School graduates will be skilled and knowledgeable of the cooking method, the materialsand equipment used in the bread production (Croissant, Danish Pastry, dan Raisin Roll), andserving and packaging products that have more added selling value.Keywords: processing, bread (croissant, danish pastry, dan raisin roll), supervision
PKM Pengolahan Hidangan Appetizer serta Pengetahuan Enterpreneurship bagi PWDK GKPB Jemaat “Betesda” Lalanglinggah Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan Bali Ordani Astuti, Ni Made Erpia; Suryanto, I Wayan; Sentosa, I Putu Pranatha; Diarini, I Gusti Ayu Agung Sinha; Suartana, I Ketut
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 5 No. 1 (2021): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.834 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v5i1.1435

Abstract

ABSTRAKPersekutuan Wanita Dian Kristawati (PWDK) GKPB Jemaat “Betesda” Lalanglinggahberalamat di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Kecamatan Selemadeg Barat, KabupatenTabanan, Propinsi Bali. Penduduk/masyarakat Desa Lalanglinggah memiliki banyak potensiyang bisa dikembangkan. Mayoritas penduduk atau kepala keluarga di Desa Lalanglinggahmemiliki mata pencaharian sebagai petani dan beberapa sebagai pelaku pariwisata, sedangkankaum wanita atau ibu-ibu mayoritas sebagai ibu rumah tangga, yang setiap hari menyelesaikanpekerjaan rumah tangga. Penghasilan rumah tangga yang bersumber dari satu orang sebaiknyadibantu oleh anggota keluarga lainnya, seperti istri atau anak yang produktif. Ibu rumah tanggadiharapkan mampu memberikan kontribusi penghasilan untuk menambah pendapatan keluarga,salah satu cara dengan meningkatkan keterampilan dalam bidang produksi kue atau jajananyang bisa dijual. Kemampuan atau keterampilan dalam memproduksi kue/jajanan adalah potensiyang perlu dikembangkan untuk dapat menghasilkan kue atau jajanan yang berkualitas baik,penampilan menarik, memiliki rasa yang enak, sehat, dan aman untuk dimakan. Untukmembantu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Ibu-ibu PWDK GKPB Jemaat“Betesda” Lalanglinggah dalan hal pengolahan kue/jajanan, maka Program Studi PendidikanKesejahteraan Keluarga menjawab kebutuhan tersebut, dengan memberikan pelatihan danpendampingan pengolahan hidangan appetizer (pembuatan macaroni schotel dan risol mayo.Luaran dari kegiatan ini meliputi: Ibu-ibu PWDK GKPB Lalanglinggah dan Selabih memilikipengetahuan tentang bahan-bahan, peralatan serta memiliki keterampilan dalam penerapanmetode yang dipergunakan dalam proses pengolahan/pembuatan macaroni schotel dan risolmayo. Penataan dan pengemasan produk yang menarik sehingga menambah nilai jual dariproduk macaroni schotel dan risol mayo.Kata kunci: pengolahan, appetizer, macaroni schotel, risol mayo, pendampingan.ABSTRACTThe Women Fellowship of Dian Kristawati (Persekutuan Wanita Dian Kristawati/PWDK) ofGKPB of “Bethesda” Lalanglinggah Congregation is located on Denpasar-GilimanukHighway, West Selemadeg District, Tabanan Regency, Bali Province. The local community ofLalanglinggah Village has potential for development. Mostly heads of family are farmers andsome of them are employed at tourism sector. Most of female are housewives and busy with thehousehold chores. To help generate family income preferably more than one member ofhousehold is able to work, therefore, it is expected that either the housewives or youths are alsotrained to be productive and innovative enable them to contribute to the family income. Thetraining includes producing cakes to sell. Community ability and willingness to be trained arehigh potentially to produce good quality cakes that looks appetiting, deliciously taste, andhealthy for consumption.The Study Program of Family Education of the Faculty of Economics and Humanities, DhyanaPura University, undertook a training program entitled “Training and Assistance of AppetizerMaking Process (The making of Macaroni Schotel dan Risol Mayo)” to the Women Fellowshipof GKPB of “Betesda” Lalanglinggah Congregation. The result shows that all women in the fellowship are knowledgeable of the materials, equipment and the method needed to produce Macaroni Schotel and Risol Mayo. In addition, the result also shows that they can arrange the products to make them looks appetiting and have more selling value.Keywords: Processing, Appetizers (Macaroni Schotel and Risol Mayo), supervising
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN BAKSO MERCON BAGI PKK DESA BLIMBINGSARI, ENJUNGAN KELOD KAUH, KECAMATAN MELAYA, JEMBRANA, BALI Ordani Astuti, Ni Made Erpia; Sentosa, I Putu Pranatha; Darmayasa, I Made
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 6 No. 1 (2022): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.998 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v6i1.1789

Abstract

ABSTRAKPerkumpulan ibu-ibu PKK Desa Blimbingsari, Enjungan Kelod Kauh, yang beralamat di Desa Blimbingsari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali memiliki latar belakang pendidikan, pekerjaan, dan perekonomian yang berbeda-beda. Sebagai dampak pandemi Covid-19, banyak masyarakat yang bekerja di bidang pariwisata kehilangan pekerjaan, termasuk masyarakat yang berasal dari Blimbingsari, banyak yang kehilangan pekerjaan dan terpaksa kembali ke desa dengan mengerjakan pekerjaan serabutan (menjadi petani, buruh bangunan). Kaum ibu-ibu mayoritas sebagai ibu rumah tangga, yang setiap hari menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Penghasilan rumah tangga yang bersumber dari satu orang sebaiknya dibantu oleh anggota keluarga lainnya, seperti istri atau anak yang produktif. Ibu rumah tangga diharapkan mampu memberikan kontribusi penghasilan untuk menambah pendapatan keluarga. Salah satu cara dengan meningkatkan keterampilan dalam bidang produksi kue atau jajanan yang bisa dijual. Kemampuan atau keterampilan dalam memproduksi makanan adalah potensi yang perlu dikembangkan untuk dapat menghasilkan makanan berkualitas, menarik, memiliki rasa yang enak serta aman untuk dimakan serta bernilai gizi tinggi. Untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi dalam proses pembuatan makanan ringan bagi ibu-ibu PKK Desa Blimbingsari, Enjungan Kelod Kauh, dilakukan suatu upaya optimalisasi potensi dan pengembangan keterampilan dalam proses pembuatan makanan ringan. Melihat peluang dan banyaknya kebutuhan masyarakat akan makanan ringan, maka kami melakukan tindakan nyata dengan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada ibu-ibu PKK Desa Blimbingsari, Enjungan Kelod Kauh dalam proses pembuatan makanan ringan khususnya bakso mercon. Luaran dari kegiatan ini meliputi: peningkatan pemahaman, pengetahuan tentang jenis-jenis bahan makanan, peralatan yang dipergunakan, serta teknik atau metode memasak yang tepat dalam pembuatan makanan ringan bakso mercon.Kata kunci: pembuatan makanan ringan, bakso mercon, pendampingan masyarakatABSTRACTThe educational, job and economic backgrounds of the housewives organized under the organization of PKK in Blimbingsari village, Enjungan Kelod Kauh vary. The Covid-19 pandemic has caused many people employed at the tourism sector to be jobless and have to go back to their home village. Most of the women are housewives and are supposed to do the household chores every day. They and their productive children should economically support the family. They are expected to contribute to their family income by, for example, producing cakes to sell. The skill they have to produce foods is the potential that needs to be developed in order to be able to produce the foods that are safe, interesting, delicious and nutritious for consumption. In relation to this, an attempt has been made to improve the competence of the housewives organized under the organization of PKK at Blimbingsari Village, Enjungan Kelod Kauh in producing snacks. As the community needs snacks with good hygiene and quality, the team took real action for training and assisting the housewives organized under the organization of PKK at Blimbingsari Village, Enjungan Kelod Kauh in the process of producing snacks in general and Bakso Mercon in particular. The result showed that the housewives organized under the organization of PKK at Blimbingsari Village, Enjungan Kelod Kauh were kowledgeable of the types of the food materials and the equipment needed. In addition, they alsogained knowledge and skills in the method of producing snacks in general and Bakso Mercon inparticular.Keywords: production, Bakso Mercon Snacks, community empowerment
PENGOLAHAN TEPUNG LABU KUNING KELOMPOK WANITA TANI DEWI CATUR, KABUPATEN BANGLI Prastyandhari, I Gusti Ayu Ika Monika; Sentosa, I Putu Pranatha; Fransiska, Maria
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 6 No. 1 (2022): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.126 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v6i1.1791

Abstract

ABSTRAKKelompok Wanita Tani Dewi Catur Lembaga desa yang terletak di Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan dan diolah dari hasil pertanian, salah satunya adalah labu kuning. Labu kuning atau waluh merupakan bahan makanan yang cukup populer di Indonesia. Tanaman labu kuning tergolong jenis tanaman yang mudah untuk dibudidayakan. Selama ini labu kuning hanya dimanfaatkan sebagai campuran sayuran, cemilan (keripik), dan jajanan tradisional. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan Kelompok Wanita Tani dalam mengolah hasil panen. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa: ceramah, demonstrasi, dan kegiatan pelatihan dan pendampingan. Kegiatan pendampingan ini menghasilkan produk berupa tepung labu kuning. Dalam pelaksanaan pendampingan kelompok peserta sangat antusias dalam mengikuti pelatihan. Kegiatan ini diikuti oleh 23 peserta yang mewakili tiga banjar yang ada di Desa Catur. Produk yang dihasilkan dalam pelatihan sudah diikutsertakan dalam pameran desa. Ibu-ibu KWT juga sudah mengembangkan produk dari tepung sudah diolah menjadi beraneka macam jenis kue kering. Dari kegiatan pelatihan ini dapat diberikan kesimpulan bahwa pengetahuan mitra semakin meningkat, mitra memiliki keterampilan dalam memilih dan mengolah bahan, dan mitra telah menghasilkan produk yang dikemas dan siap untuk dipasarkan.Kata kunci: labu kuning, tepung labu kuning, Kelompok Wanita Tani Dewi CaturABSTRACTThe Dewi Catur Women Farmers Group is an institution located in Catur Village, Kintamani District, Bangli Regency, Bali Province, which has a lot of potential that can be developed and processed from agricultural products, one of which is pumpkin. Pumpkin is a fairly popular food item in Indonesia. Pumpkin plants are classified as types of plants that are easy to cultivate. So far, pumpkin is only used as a mixture of vegetables, snacks (chips), and traditional snacks. The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of the Women Farmers Group in processing crops. The methods used in this activity are; lectures, demonstrations and training and mentoring activities. This mentoring activity produces a product in the form of pumpkin flour. In the implementation of group assistance, the participants were very enthusiastic in participating in the training. This activity was attended by 23 participants representing three banjars in Catur village. The products produced in the training have been included in the village exhibition. The women have also developed products from flour that has been processed into various types of pastries. From this training activity, it can be concluded that the knowledge of partners is increasing, partners have skills in selecting and processing materials, and partners have produced products that are packaged and ready to be marketed.Keywords: yellow pumpkin, yellow pumpkin flour, Dewi Catur Women Farmer Group