Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PEMANFAATAN DAUN CAKAR AYAM (SELAGINELLA DEODERLEINII HIERON) SEBAGAI OBAT UNTUK MENGHENTIKAN PENDARAHAN DI DESA HILIZIHONO Bago, Adam Smith; Sarumaha, Murnihati; Fau, Yohanna Theresia Venty; Hulu, Liberkat Solomasi; Fau, Amaano
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 1 Januari 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i1.6903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi daun cakar ayam (Selaginella deoderleinii Hieron) sebagai obat tradisional untuk menghentikan pendarahan di Desa Hilizihono. Daun cakar ayam telah digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat desa Hilizihono sebagai ramuan herbal untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan, khususnya pendarahan. Jenis penelitian yang digunakan dalam pemanfaatan daun cakar ayam (Selaginella) sebagai obat untuk menghentikan pendarahan di desa hilizihono kecamatan Fanayama adalah penelitian kualitatif. Pada penelitian ini, peneliti akan mengkaji fenomena yang terus dikaji secara khusus oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun cakar ayam mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, dan tanin yang berpotensi mempercepat proses pembekuan darah. Kesimpulan penelitian ini memberikan bukti ilmiah mengenai manfaat daun cakar ayam sebagai obat alami untuk menghentikan pendarahan dan mendukung pelestarian pengetahuan herbal lokal di Desa Hilizihono.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LOGAN AVENUE PROBLEM SOLVING (LAPS)-HEURISTIC TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 2 ONOLALU Theresia Venty Fau, Yohanna; Smith Bago, Adam; Sarumaha, Murnihati; Solomasi Hulu, Liberkat
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 no 2 periode februari - september 2025 ( continues)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i2.6359

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of the Logan Avenue Problem Solving-Heuristic learning model on student learning outcomes at SMP Negeri 2 Onolalu. The method used was a quasi-experimental method. The population of the study was all 54 students of class VIII of SMP Negeri 2 Onolalu. The sample of the study was class VIII-a as the experimental class and class VIII-b as the control class. The instrument used was a learning outcome test consisting of a pretest and posttest. Based on the hypothesis test, tcount = 2.0066 was obtained so that tcount> ttable, namely 7.6033> 2.0066. This shows that H0 is rejected and H1 is accepted. With the acceptance of H1, it is concluded that the Logan Avenue Problem Solving-Heuristic learning model has an effect on student learning outcomes. The researcher's suggestion is that science teachers, especially biology subject teachers, are expected to use the Logan Avenue Problem Solving-Heuristic learning model in learning because this learning model can explore and guide student knowledge oriented towards student participation in learning in the classroom.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER TERINTERGRASI TIPE SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA-BIOLOGI PESERTA DIDIK SMP NEGERI 2 TELUKDALAM Basman Ziraluo, Yan Piter; Theresia Venty Fau, Yohanna; Smith Bago, Adam
Jurnal Biogenerasi Vol. 8 No. 2 (2023): Volume 8 Nomor 2 Artikel Publish Agustus 2023
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v8i2.2902

Abstract

Hasil belajar peserta didik di kelas VIII SMP Negeri 2 Telukdalam masih tergolong rendah atau kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan yaitu 70. Hal ini disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru atau pembelajaran masih bersifat konvensional. Sebab itu, dilakukan kegiatan penelitian dengan mengimplementasikan model pembelajaran kooperatif tipe Number Heads Together terintegrasi tipe Snowball Throwing dengan harapan hasil belajar peserta didik di SMP Negeri 2 Telukdalam mengalami peningkatan dan kualitas pembelajaran terperbaiki dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA-Biologi melalui implementasi model pembelajaran Tipe Number Heads Together terintegrasi Tipe Snowball Throwing di SMP Negeri 2 Telukdalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Metode Penelitian Tindakan Kelas yang meliputi (1) Perencanaan, (2) Tindakan, (3) Observasi, (4) Refleksi. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan dalam Dua Siklus. Berdasarkan perhitungan tes hasil belajar diperoleh hasil bahwa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Number Heads Together terintegrasi tipe Snowball Throwing terbukti adanya peningkatan hasil belajar peserta didik khususnya dalam mata pelajaran IPA-Biologi. Pada siklus I, peserta didik mendapat nilai rata-rata masih dibawah nilai KKM, dengan nilai 65.14 ini dikarenakan oleh tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi masih kurang. Pada siklus II, peningkatan hasil belajar peserta didik sudah mencapai target yang ditetapkan, dengan nilai rata-rata 76.57 dalam hal ini hasil yang diperoleh sangat baik atau maksimal. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan strategi pembelajaran dapat memotivasi peserta didik dalam belajar salah satunya model pembelajaran kooperatif tipe Number Heads Together terintegrasi tipe Snowball Throwing yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Saran peneliti adalah hendaknya guru memperhatikan kelemahan-kelemahan yang terjadi dalam pelaksanaan pembelajaran yaitu penyusunan soal-soal tes agar sesuai dengan langkah-langkah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Number Heads Together terintegrasi tipe Snowball Throwing.
VALIDITAS LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERBASIS HOTS UNTUK SISWA KELAS VII SMPN 2 ONOLALU Theresia Venty Fau, Yohanna; Smith Bago, Adam; Telaumbanua, Tatema
Jurnal Biogenerasi Vol. 9 No. 1 (2024): Terbit volume 9 nomor 1 tahun 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v9i1.3425

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan LKPD pada materi klasifikasi makhluk hidup untuk siswa kelas VII SMPN 2 Onolalu dan melihat sejauh mana nilai validitasnya. Jenis penelitian yaitu penelitian pengembangan dengan menggunakan model Plomp. Instrumen yang digunakan berupa angket validitas LKPD berbasis HOTS. Lembaran validitas ini akan dinilai oleh tiga orang pakar yang ahli syarat didaktik, konstruk dan teknis. Teknik analisis data yaitu analisis validitas menggunakan data validasi LKPD berbasis HOTS. Validitas LKPD berbasis HOTS diperoleh dari hasil validasi menggunakan lembaran validasi ketiga pakar. Hasil penelitian diperoleh bahwa nilai syarat didaktik yaitu 89,58% tergolong kriteria sangat valid, syarat konstruk diperoleh nilai 88,33% tergolong kriteria sangat valid, syarat teknis diperoleh nilai 90,47% tergolong kriteria sangat valid, dan nilai rata rata ketiga syarat tersebut memperoleh nilai 89,46% tergolong kriteria sangat valid. LKPD berbasis HOTS berhasil dikembangkan dengan kriteria validitas sangat valid dan diharapkan bisa dipakai sebagai bahan ajar dalam kegiatan belajar mengajar yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dari segi ranah pengetahuan, sikap serta keterampilan.
PEMBUATAN SABUN HERBAL DARI EKSTRAK DAUN SIRIH (PIPER BETLE) DAN LIDAH BUAYA (ALOEVERA) SEBAGAI ANTISEPTIK ALAMI Bago, Adam Smith; Sarumaha, Murnihati
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i3.7753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sabun herbal yang mengandung ekstrak daun sirih (Piper betle) dan lidah buaya (Aloe vera) sebagai antiseptik alami. Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian kualitatif digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah. Hasil penelitian ini adalah lidah buaya dan daun sirih merupakan kombinasi yang bagus dalam pembuatan sabun herbal antiseptik. Lidah buaya terbukti memiliki kemampuan antiseptik yang dapat menggantikan bahan kimia sintetis seperti triclosan. Dari pengakuan Masyarakat jika sabun herbal ini membantu penggunaan sabun konversial yang mudah didapatkan dialam tanpa harus dibeli dan aman alami untuk digunakan. Kesimpulan penelitian ini adalah Dengan demikian, pembuatan sabun herbal dari ekstrak daun sirih dan lidah buaya tidak hanya berkontribusi pada kesehatan kulit, tetapi juga memberikan alternatif alami yang aman dan ramah lingkungan dalam menjaga kebersihan dan kesehatan. Saran penelitian ini adalah diharapkan supaya dapat memperkaya dan menambah sumber informasi tantang sabun herbal. Masyrakat supaya dapatmemanfaatkan lidah buaya dan saun herbal dalam pembuatan sabun Peneliti dapat dikembangkan lagi untuk dijadikan sebagai bahan referansi kedepan tantang pembuatan sabun herbal.
PEMANFAATAN TANAMAN AKAR PUTRI MALU (Mimosa Pudica) SEBAGAI ALTERNATIF OBAT PENURUNAN KADAR GULA DARAH DI DESA HILISATARO Bago, Adam Smith; Sarumaha, Murnihati
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i3.7754

Abstract

Permasalah dalam penelitian ini adalah mengetahui bagaimana pemanfaatan akar tanaman putri malu, cara meracik akar tanaman putri malu, serta bagaimana tanggapan masyarakat, mengenai pemanfaatan obat herbal dari akar putri malu (Mimosa pudica L), di Desa Hilisataro, metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah jenis penelitian kualitatif deskriptif. Jenis penelitian ini meliputi metode atau pendekatan dengan studi kasus (case study). penelitian kualitatif adalah pengumpulan data pada suatu latar alamiah dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Hasil penelitian ini masyarakat memanfaatkan akar tanaman putri malu sudah cukup lama, berdasarkan pengalaman masyarakat yang diperoleh dari orang terdahulu yang sudah dilestarikan secara turun temurun. Cara meracik akar tanaman putri malu (Mimosa pudica) menjadi obat herbal bervariasi, yaitu terdiri dari direbus, dikeringkan dan ditumbuk. Akar tanaman putri malu (Mimosa pudica) dapat diracik menjadi berbagai ramuan tradisional untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan seperti penurunan kadar gula darah, sakit pinggang, rematik, hingga insomnia. Masyarakat Desa Hilisataro sangat melestarikan tanaman putri malu karena masyarakat percaya khasiat yang sangat luar biasa yang dapat membantu kesehatan dan masih digunakan sampai sekarang. Berdasarkan temuan penelitian dan pembahasan terkait pemanfaatan akar tanaman putri malu sebagai obat alternatif penurunan kadar gula darah di Desa Hilisataro Kecamatan Hilisataro Kabupaten Nias Selatan, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa pemanfaatn akar tanaman putri malu sebagai obat herbal menjadi bagian dari kearifan lokal yang masih dilestarikan oleh sebagian kecil warga Desa. Semoga penelitian ini dapat mengedukasi masyarakat dan dapat dikembangkan lagi dalam cara mengolah dan melestarikan tanaman-tanaman lokal yang memiliki manfaat yang luar biasa.
PEMANFAATAN DAUN KUMIS KUCING SEBAGAI OBAT HERBAL UNTUK MENGOBATI BATU GINJAL DI DESA ORAHILI FONDRAKO KECAMATAN ULUSUSUA Albianus Gaurifa; Depirman Fatemaluo; Ester Sarumaha; Septiaman Nining W. Laowo; Fiki Halawa; Meila Endang K.Giawa; Okti Mesrtawati Ndruru; Putra Jaya Buulolo; Putra Jodi Halawa; Selvin Laia; Feriawati Mendrofa; Adam Smith Bago
Haga : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): Haga: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57094/haga.v4i2.4418

Abstract

This research aims to examine the utilization of cat’s whiskers leaves (Orthosiphon aristatus) as a traditional herbal medicine in treating kidney stones in Orahili Fondrako Village, Ulususua District. Kidney stones are among the common illnesses suffered by rural communities due to insufficient fluid intake, unbalanced diets, and environmental factors. In the midst of limited access to modern healthcare services, the local community relies on traditional medicinal plants as an alternative treatment, one of which is cat’s whiskers leaves. The method used in this research is a qualitative approach with data collection techniques including in-depth interviews, field observations, and literature studies. The research informants consist of traditional leaders, local healers, and residents who have used cat’s whiskers leaves for kidney stone treatment. The findings show that the leaves are commonly consumed in the form of boiled decoctions taken regularly for several days until the symptoms of kidney stones subside. The community believes that the diuretic properties of cat’s whiskers leaves help facilitate urination and naturally dissolve kidney stones. In addition, this research also reveals the existence of inherited traditional knowledge that plays an important role in the preservation and utilization of medicinal plants in the village. However, the use of cat’s whiskers leaves remains traditional and is not yet supported by scientifically standardized dosages. Therefore, further in-depth studies are needed to examine the effectiveness and safety of cat’s whiskers leaves through clinical trials.
PEMANFAATAN ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana) SEBAGAI POTENSI PENGEMBANGAN OBAT HERBAL DIDESA HILISANGOWO’LA KECAMATAN LOLOMATUA Adam Smith Bago; Silvin Yanti Laia; Intan Bestari Bu’ulolo; Intra Damai Jaya Halawa
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.8314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antioksidan yang terdapat pada ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana) serta peluang pemanfaatannya sebagai bahan dasar pengembangan obat herbal di Desa Hilisangowo’la, Kecamatan Lolomatua. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan observasi sederhana di lapangan. Penelitian ini didukung oleh kajian pustaka terkait kandungan senyawa aktif pada kulit manggis serta pemanfaatannya dalam pengobatan tradisional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber ilmiah mengenai kandungan senyawa bioaktif kulit manggis, seperti xanton, flavonoid, dan tanin, serta hasil observasi mengenai pemanfaatan tanaman herbal oleh masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat Desa Hilisangowòla Kecamatan Lolomatua tentang pemanfaatan kulit manggis (Garcinia mangostana) sebagai antioksidan masih rendah hingga sedang. Kulit manggis dapat diolah secara sederhana menjadi ekstrak herbal yang berpotensi sebagai minuman kesehatan. Ekstrak ini berfungsi sebagai antioksidan alami untuk menangkal radikal bebas dan membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Penggunaannya memberikan efek positif seperti tubuh terasa lebih segar dan lebih bugar, meskipun tingkat efektivitasnya berbeda pada setiap individu. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kulit manggis (Garcinia mangostana) memiliki potensi besar sebagai bahan pengembangan obat herbal alami karena kandungan antioksidannya yang tinggi serta manfaatnya bagi kesehatan. Oleh karena itu, disarankan agar penelitian selanjutnya dilakukan melalui metode eksperimen dan uji klinis untuk mengetahui efektivitas, keamanan, serta dosis penggunaan ekstrak kulit manggis agar dapat dikembangkan menjadi obat herbal yang lebih terstandar. Selain itu, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan bahan alami secara tepat sebagai alternatif pengobatan yang aman dan ramah lingkungan.
PEMANFAATAN TANAMAN EKSTRAK Annona muricata L. DAN Melaleuca alternnifolia DALAM PEMBUATAN SABUN HERBAL UNTUK MENGURANGI JERAWAT RINGAN PADA KULIT Adam Smith Bago; Fristin Anjelika Zalogo; Lira Saribalaki Laia; Bezatulo Laia
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.8315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) dan minyak tea tree (Melaleuca alternifolia)dal pembuatan sabun herbal serta efektivitasnya dalam membantu menguragi jerawat ringan pada kulit. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Nias Raya dengan subjek penelitian mahasiswa semester 6 Program Studi Pendidikan Biologi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisi melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data penelitian diperoleh dari hasil pengamatan langsung terhadap proses pembuatan sabun herbal serta hasil wawancara kepada 10 responden mengenai perubahan kondisi kulit setelahh pengunaan sabun herbal dalam janga waktu tertentu. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan mahasiswa berada pada kategori cukup, namun belum optimal. Proses pembuatan sabun herbal tergolong sederhana dan mudah dipraktikkan. Penggunan sabun herbal memberikan manfaat dalam membantu mengurangi jerawat ringan, seperti berkurangnya jerawat kecil, minyak berlebih, serta menjadi lebih bersih dan segar tanpa menimbulkan iritasi. Secara umum, sabun herbal ini cukup efektif sebagaia alternatif perawatan kulit alami. Meskipun hasilnya dapat berbeda pada setiap individu. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan ekstrak Annona muricata L. dan Melaleuca alternifolia dalam pembuatan sabun herbal memiliki potensi yang baik dan cukup efektif sebagai alternatif perawatan alami untuk mebantu mengurangi jerawat ringan pada kulit. Oleh karena itu, disarankan agar penelitian selanjutnya dapat mengembangkan formulasi sabun herbal yang lebih optimal serta melibatkan jumlah responden yang lebih banyak agar hasil yang diperoleh lebih akurat dan menyeluruh. Selain itu, masyarakat dan mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan bahan alami sebagai alternatif perawatan kulit yang lebih aman dan ramah lingkungan.
EFEKTIVITAS PESTISIDA NABATI DARI EKSTRAK DAUN PEPAYA DAN BAWANG PUTIH TERHADAP HAMA GRAYAK DI DESA HILIAMAETALUO Adam Smith Bago; Della Puspita Sari Gaurifa; Eltrianis Waoma; Widerman Halawa
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.8316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan ekstrak daun pepaya (Carica papaya) dan bawang putih (Allium sativum) sebagai pestisida nabati, serta mengevaluasi efektivitasnya dalam mengendalikan hama grayak (Spodoptera litura) pada tanaman di Desa Hiliamaetaluo. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian melibatkan masyarakat petani di Desa Hiliamaetaluo. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Data primer diperoleh dari pengamatan langsung terhadap proses pembuatan dan aplikasi pestisida nabati, serta hasil wawancara dengan petani mengenai perkembangan kondisi tanaman pasca-penggunaan dalam jangka waktu tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak daun pepaya dan bawang putih memberikan dampak positif terhadap kesehatan tanaman. Hal ini dibuktikan dengan berkurangnya populasi hama grayak, menurunnya tingkat kerusakan pada daun, serta perubahan perilaku larva yang menjadi kurang aktif. Secara visual, tanaman tampak lebih sehat dan terhindar dari kerusakan fatal melalui penggunaan rutin. Meskipun demikian, penelitian ini mencatat beberapa kendala, seperti efektivitas yang sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan serta perlunya frekuensi aplikasi yang intensif untuk hasil optimal. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun pepaya dan bawang putih memiliki potensi besar sebagai alternatif pengendalian hama yang efektif dan ramah lingkungan. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan formulasi konsentrasi yang lebih akurat serta memperluas cakupan subjek penelitian. Masyarakat disarankan untuk beralih ke bahan alami guna mewujudkan praktik pertanian yang lebih aman dan berkelanjutan.