Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

IMPLEMENTASI AMALIAH ISTIGHOTSAH KH. HASYIM ASY’ARI PADA RIBATH YUSUF HASYIM Alvi Lailatuz Zahro Fitriana; Thoha Bisyri; Sopwa Kamila; Norma Fitria
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 4 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v7i4.6908

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi amaliah istighotsah KH. Hasyim Asy'ari yang diterapkan di Ribath Yusuf Hasyim, dengan fokus pada peranannya dalam menghadapi pandemi COVID-19. Istighotsah, sebagai doa bersama untuk memohon perlindungan dan pertolongan dari Allah SWT, telah menjadi amalan rutin yang dilaksanakan di Ribath Yusuf Hasyim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana istighotsah sebagai praktik spiritual mempengaruhi ketenangan batin, kekuatan mental, dan solidaritas sosial bagi para santri dan masyarakat sekitar di masa pandemi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan dengan pendekatan deskriptif. yang melibatkan observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pengurus Ribath Yusuf Hasyim, serta menganalisis dengan teknik kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istighotsah tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial melalui doa bersama untuk keselamatan dan kesehatan. Implementasi amaliah ini mencerminkan prinsip-prinsip akhlak diberikan pengajaran oleh KH. Hasyim Asy'ari, yang terus relevan sebagai landasan moral dalam menghadapi tantangan masa kini. Dengan demikian, amaliah istighotsah di Ribath Yusuf Hasyim berperan sebagai sarana penguatan spiritual dan pemulihan psikologis, mendukung komunitas dalam melewati masa sulit pandemi, sekaligus menjaga kelestarian tradisi keagamaan di tengah perubahan zaman.
PENGHADIAHAN PAHALA BACAAN AL-QUR’AN DALAM TAHLIL MENURUT PANDANGAN MAZHAB SYAFI’I Laily Fitria Ramadhani; Lailatul Musyarofah; Rosalina Afifah; Norma Fitria
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v8i1.7308

Abstract

Konsep penghadiahan pahala bacaan Al-Qur’an dalam tahlil terdapat perbedaan pendapat oleh para ulama. Seperti pada mazhab Syafi’i sendiri terdapat dua perbedaan pendapat oleh ulama-ulama di dalamnnya, yaitu pendapat yang menyampaikan terkait sampainya pahala bacaan Al-Qur’an kepada mayit dan pendapat lainnya terkait tidak sampainya pahala bacaan Al-Qur’an kepada mayit. Artikel ini menggunakan metode penelitian studi pustaka (library research) yang dilakukan dengan mencari sumber dan mengonseptualisasikan informasi dari berbagai referensi yang kemudian dianalisis secara kritis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui siapa sajakah ulama dalam mazhab Syafi’i yang berpendapat bahwa pahala bacaan Al-Qur’an dalam tahlil ini sampai kepada mayit atau tidak dan apa alasan dibalik fatwa tersebut, yakni berdasarkan dalil apa dalam mengemukakan fatwa tersebut. Perbedaan pandangan ini menunjukkan adanya fleksibilitas dalam memahami hukum Islam terkait amal untuk orang yang telah meninggal, dengan fokus utama pada niat baik dan manfaat spiritual.
Optimizing School-Based Management to Improve Student Performance: a Review of the 2023 Curriculum Wahyu Lestari; Febri Eka Mahendra; Norma Fitria; Zulkipli Jemain
International Journal of Islamic Educational Research Vol. 1 No. 4 (2024): October : International Journal of Islamic Educational Research
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidkan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ijier.v1i4.68

Abstract

This study examines the optimization of school-based management (SBM) in improving student performance in the era of the 2023 curriculum. With the background of the importance of adapting to curriculum changes and the challenges faced in the education system, this research aims to identify effective SBM strategies and their impact on student performance. The methodology employed is qualitative research, utilizing data collection techniques such as interviews, questionnaires, observations, and document studies. The findings indicate that the implementation of SBM, which involves all stakeholders collaboratively, can significantly enhance student learning outcomes. Furthermore, this study provides recommendations for strengthening teacher training and increasing parental involvement in the educational process. The implications of this research emphasize the importance of sustaining SBM practices to create a responsive and adaptive learning environment and to achieve better educational goals in the future.
Pengaruh Etos Kerja Terhadap Upah Karyawan di Tempat Praktik Keterampilan Usaha Tebuireng Jombang Perspektif Etika Bisnis Syari’ah Achmad Fathoni Alfaris; Norma Fitria
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 2 No 1 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v2i1.287

Abstract

Hubungan industrial yang adil merupakan pilar utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan bermartabat, terlebih dalam konteks lembaga berbasis pesantren seperti Tempat Praktik Keterampilan Usaha (TPKU) Tebuireng Jombang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara etos kerja Islami dan sistem pengupahan karyawan berdasarkan perspektif etika bisnis syariah. Pendekatan yang digunakan adalah yuridis empiris dengan metode kualitatif deskriptif melalui teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para karyawan menunjukkan etos kerja tinggi dalam bentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat kerja yang didorong oleh nilai-nilai Islam. Namun demikian, sistem pengupahan belum mencerminkan prinsip keadilan, keterbukaan, dan kesetaraan sebagaimana yang dituntunkan dalam etika bisnis Islam. Ketimpangan antara kontribusi dan kompensasi, absennya kontrak kerja tertulis, serta lemahnya partisipasi pekerja menjadi tantangan utama. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya reformasi manajerial berbasis maqashid syariah dalam pengelolaan tenaga kerja pesantren agar tercipta keseimbangan antara profesionalisme dan keberkahan kerja
ANALISIS PRAKTIK PENGGUNAAN MERK DAGANG OLEH RESELLER BATIK COLET DI JATIPELEM JOMBANG Refi Aisyah Sakirul Arifah; Norma Fitria
JURNAL AKADEMIK EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 2 No. 3 (2025): JURNAL AKADEMIK EKONOMI DAN MANAJEMEN  September
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jaem.v2i3.5570

Abstract

Trademark protection in works of art, especially batik, is not only limited to positive law, but can also be studied through Islamic Business Law. As happened in the Batik Colet Industry in Jatipelem Jombang, namely the violation of trademark rights by resellers, where there are resellers who copy and change the motifs that are characteristic of batik colet with other motifs and colors. The focus of this study is: How is the Practice of Using Trademarks by Batik Colet Resellers in Jatipelem Jombang and How is the Perspective of Islamic Business Law on the Practice of Using Trademarks by Batik Colet Producers in Jatipelem Jombang. This study was conducted using a conceptual study approach method, then analyzed using an Islamic business law perspective. The results of this study obtained: 1) The use of trademarks by resellers in Batik New Colet applies a consignment system, in practice there are resellers who plagiarize, by not including their own brand name when marketing their batik products, but they use the Batik Colet brand name, with the aim of keeping the price of batik affordable with materials that are not the same quality as the original Batik Colet brand. 2) In Islamic Business, the act of plagiarizing trademarks on Batik New Colet is an act that seizes ownership rights (huquq al-maliyah)..
PENGARUH ETOS KERJA TERHADAP UPAH KARYAWAN DI TEMPAT PRAKTIK KETERAMPILAN USAHA TEBUIRENG JOMBANG PERSPEKTIF ETIKA BISNIS SYARI’AH Achmad Fathoni Alfaris; Norma Fitria
JURNAL AKADEMIK EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 2 No. 3 (2025): JURNAL AKADEMIK EKONOMI DAN MANAJEMEN  September
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jaem.v2i3.5675

Abstract

In the context of the workplace, work ethic is a crucial factor in ensuring that employee performance is recognized fairly, professionally, and in accordance with the principles of Islamic ethics. This study is grounded in theoretical concepts concerning workers, work ethics, wage systems, and the principles of Islamic business ethics, which emphasize Islamic values such as honesty, justice, responsibility, and balance. Using an empirical juridical method and a conceptual approach, data were obtained through direct observation of work activities and the wage system at the Tebuireng Vocational Skills Training Center. The study examines the extent to which employee work ethics influence wage policy implementation and its alignment with Islamic business ethics by observing aspects such as discipline, responsibility, loyalty, and the form of compensation provided. The results indicate that work ethics have been well-implemented, as evidenced by the high commitment and performance of the employees. However, due to the strong pesantren (Islamic boarding school) culture, there is a reluctance among some employees to voice concerns about inadequate wages, resulting in only partial reflection of justice and transparency as outlined in Islamic business ethics. Therefore, improvements in the wage system are necessary to better align with Islamic values of justice. The findings of this research are expected to contribute to the development of ethical work practices and serve as a reference for pesantren-based business institutions in managing human resources in accordance with Islamic principles.
PRAKTIK MENJUAL BAJU JAHITAN YANG DI TINGGAL PEMILIKNYA DI PENJAHIT PARIS CUKIR JOMBANG MENURUT HUKUM EKONOMI SYARI’AH Rosandi Firmawan; Norma Fitria
JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 3 No. 6 (2025): Juni
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jiem.v3i6.5420

Abstract

. This study examines the practice of buying and selling sewn clothes left by their owners for a long period of time at the Paris, Cukir, Jombang tailoring business. This phenomenon arises as a form of microeconomic problems in the service sector, where customers who have ordered and sewn clothes do not return to pick up or pay for their sewing results. This causes losses for tailors who have allocated time, energy, and production costs, but do not obtain the rights to their services. The tailor then takes steps to sell the clothes to other parties to minimize losses. This study aims to determine the practice of buying and selling sewn clothes left by their owners at the tailor and to determine the practice of buying and selling sewn clothes left by their owners at the tailor. This study uses an empirical legal method and is a type of field study research, data collection techniques used by means of observation, interviews and documentation as well as library data. In the perspective of Islamic economic law, the cloth handed over to the tailor and the sewing results remain the legal property of the customer, while the tailor only acts as a party providing services (ijarah contract) and a trustee for the goods (wadi'ah). Therefore, the original law is that it is haram or not permissible for the tailor to sell the clothes without the owner's explicit permission, because it is an act of selling someone else's property without rights, which in Islam is known as ghasb and violates the principle of justice. However, in conditions of hajah (urgent need), sharia law provides leniency. If the owner cannot be contacted, has been waited for a reasonable time, and the tailor has suffered a real loss due to the accumulation of the goods, then it is permissible to sell the goods with certain conditions.
Javanese Philosophy-Based Islamic Religious Education: Synergy of Tepa Selira and Cablaka Values in Developing Students’ Mental Health Nur Rahmah Al Haqq; Amirul Salam; Kholil Lur Rochman; Norma Fitria
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 10 No. 1 (2025): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v10i1.6230

Abstract

This article explores the synergy between Islamic religious education and Javanese philosophy, specifically the values of tepa selira (empathy and tolerance) and cablaka (honesty and openness), as a strategy to foster the mental health of Generation Z students. Amid the rapid wave of digitalization and social pressures affecting today’s youth, mental health has become a critical issue that can no longer be overlooked. Generation Z, living in an instant and highly competitive environment, is vulnerable to stress, anxiety, and identity crises. Therefore, an educational approach is needed one that not only emphasizes cognitive religious aspects but also considers emotional and social balance. This study uses a qualitative approach through a literature review and critical analysis of sources related to Islamic education, educational psychology, and Javanese culture. The findings show that tepa selira cultivates students’ empathy, social awareness, and emotional regulation skills. Meanwhile, cablaka encourages the courage to express oneself honestly and supports psychological well-being. These two values align with Islamic teachings on noble character and inner balance, making them highly relevant for integration into the Islamic Religious Education curriculum. This integration allows students to develop mental health not only through spiritual rituals but also through cultural values. Javanese-philosophy-based Islamic religious education has the potential to become a contextual, humanistic educational model that addresses the essential aspects of youth development in the digital era.
Praktik Hutang Piutang Dalam Jual Beli Kebutuhan Pokok Di Warung Pojok Bu Umi Jombang Perspektif Hukum Bisnis Syariah hikmah, usulul hikmah; Norma Fitria
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 03 (2024): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v1i03.6449

Abstract

Dalam kehidupan manusia sejatinya tidak pernah lepas dari kegiatan bermuamalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Muamalah merupakan pergaulan hidup setiap orang yang melakukan perbuatan sosisal dengan orang lain yang nantinya akan menimbulkan suatu hak dan kewajiban. Hutang piutang ini merupakan tindakan terpuji karena terdapat sifat tolong-menolong antar sesama yang saling membutuhkan, karena kita hidup di anjurkan untuk saling membantu penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisa induktif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) Memenuhi kebutuhan sehari-hari memang sangat bermanfaat adanya warung pojok Bu Umi yang memberikan hutang kepada pelanggannya tetapi penjual tetap mencatat dalam pembukuannya agar dapat dingatkan untuk membayar hutang, tetapi pembeli atau yang memiliki hutang tidak terlalu lama dalam membayar hutang ke warung pojok Bu Umi. (2) Jika mengacu pada perspektif Hukum Bisnis Syariah tentunya  sudah termasuk di dalamnya karena sudah melakukan secara akad yang sama kedua belah pihak tidak merasa terpaksa, dan penjual juga mencatat apa yang di ambil oleh pembeli, adapun akad yang di lakukan oleh keduanya secara lisan yang mana hal ini tentu sering dilakukan oleh setiap pelanggan yang berhutang di warung pojok Bu Umi.
Peran Penting Pancasila Dalam Membangun Kesatuan Dan Keadilan Sosial Terhadap Perlindungan Hak Asasi Manusia Istiqomah Widiarti; Norma Fitria
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 03 (2024): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v1i03.6568

Abstract

Pancasila merupakan pedoman dan petunjuk masyarakat dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang memiliki nilai filosofi serta etika. Di dalam pancasila ini terdapat lima sila yaitu, ketuhanan yang maha esa, kemanusian yang adil dan beradap, persatuan Indonesia, kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat dalam permusyawaratan perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Dalam sila ini terdapat peran penting dalam perlindungan Hak Asasi Manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah, 1) mengetahui apa saja peran penting pancasila dalam membangun kesatuan dan keadilan sosial terhadap perlindungan hak asasi manusia; 2) memapaparkan apa saja peran pancisila dalam kesatuan dan keadilan; 3) menganalisis bagaimana pancasila dapat berperan dalam perlindungan Hak Asasi Manusia. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum normatife dengan pendekatan konseptual. Metode penelitian ini membahas prilaku hukum dengan mengkaji Undang-Undang, baik berupa buku-buku ataupun jurnal dan artikel, serta menggunakan pendekatan konseptual yakni memberikan sudut pandang dalam pemecahan masalah hukum dengan melihat konsep serta nilai-nilai yang terkandung di dalam hukum. Hasil penelitian artikel ini menunjukkan bahwa pancasila ini memiliki peran dalam masyarakat, seperti menciptakan masyarakat yang tau dan paham akan Hak Asasi Manusia. Hak asasi manusia itu di bagi menjadi empat yakni hak asasi sipil, politik, ekonomi, dan sosial budaya. Peran Pancasila ini menjadikan masyarakat lebih menghargai perbedaan, serta membangun keberagaman dalam segala asasnya untuk menjadikan masyarakat yang adil dan tentram sehingga menghilangkan perpecahan atau perseteruan pada masyarakat. Adanya peran Pancasila dalam nilai kesatuan dan keadilan pada Hak Asasi Manusia menjadikan seseorang lebih dilindungi, dihormati, dan terhindar dari kekerasan atau pelecehan. Dengan demekian, Pancasila mempunyai tugas yang sangat penting untuk menciptakan kesatuan serta keadilan sosial dalam konteks Hak Asasi Manusia.