Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisis Kritik Sosial dan Nilai Pendidikan dalam Film “Budi Pekerti” Karya Wregas Bhanuteja Serta Pemanfaatannya Sebagai Bahan Ajar Apresiasi Sastra di SMA Cikal, Bunga Aura; Sauri, Sopyan; Al Gadri, Henri Henriyan
Jurnal Artikula Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/006.202582.231

Abstract

This study aims to describe the social criticism and educational values contained in the film "Budi Pekerti" by Wregas Bhanuteja, and its use as teaching material for literary appreciation in high school. This study uses a qualitative approach with descriptive methods. The subject of the study was the film "Budi Pekerti" by Wregas Bhanuteja. Data collection techniques were conducted through observation and documentation of dialogue in the film "Budi Pekerti" by Wregas Bhanuteja, which contains social criticism addressing issues of violence, moral issues, educational issues, and technological issues, as well as educational values including honesty, hard work, respect, responsibility, and discipline. Data analysis techniques used the Miles and Huberman content analysis model: data reduction, data presentation, conclusions, and verification. Data were collected through reading, note-taking, and listening, then processed to identify themes and patterns. After conducting the research, the researcher found several findings, namely Social Criticism consisting of 36 data, including 7 data on Violence Problems, 10 data on Moral Problems, 9 data on Education Problems, and 10 data on Technology Problems, while Educational Values amounted to 45 data, including 9 data on Honesty Values, 8 data on Hard Work Values, 12 data on Respect Values, 8 data on Responsibility Values, and 8 data on Discipline Values. Social criticism and Educational Values in Films are very important to be understood, both by the general public and by students in schools. Understanding social criticism helps people become more sensitive to social issues around them, in addition, the educational values conveyed through this film provide good character provisions for students, which are very necessary in everyday life. The research on the Film "Budi Pekerti" by Wregas Bhanuteja can be used as teaching material for literary appreciation in grade XI of high school on Short Story material. This work was chosen because it contains social criticism and educational values relevant for analysis. It has the potential to increase students' interest in literature, foster sensitivity to social issues, and shape character through the appreciation of educational values
Pelestarian Cerita Rakyat Kabupaten Pandeglang dan Pemanfaatannya sebagai Bahan Pembelajaran Apresiasi Sastra Sopyan Sauri; Purlilaiceu Purlilaiceu
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 2 (2019): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v3i2.136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi cerita rakyat di kabupaten pandeglang sebagai upaya pelestarian yang pada akhirnya menjadi kumpulan cerita rakyat berbentuk buku cerita serta pemanfaatannya sebagai bahan pembelajaran apresiasi sastra. Penelitian ini terdiri atas tiga tahap yaitu tahap prapenelitian, tahap penelitian, dan tahap pengelolaan data.Tahap prapenelitian digunakan untuk membuat rancangan mengenai berapa dan cerita apa yang akan diteliti. Tahap penelitian menggunakan dua cara, pertama langsung melakukan observasi ke seulurh wilayah Kabupaten Pandeglang dan cara kedua adalah dengan menggunakan teknik studi pustaka. Teknik pustaka dilakukan untuk mencari informasi dan sumber pustaka resmi, seperti Perpustakaan Daerah dan perpustakaan perguruan tinggi di Banten. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori dunia foklor dan cerita rakyat. Penelitian ini menggunakan pendekatan model inventarisasi sedangkan metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitik. Hasil penelitian pelestarian cerita rakyat di Kabupaten Pandeglang adalah kumpulan cerita rakyat di Kabupaten Pandeglang yang berisi empatbelas cerita rakyat yaitu Cerita Rakyat Pangeran Pandeglang dan Putri Cadarasi,, Legenda Tanjung Lesung, Cerita Rakyat Batu Tulis Citaman, Cerita Rakyat Syekh Maulana Mansyurudin Cikadueun. Cerita Rakyat Prasasti Batu Tulis Munjul, Cerita Rakyat Sungai Cisajir, Cerita rakyat Asal Mula Desa Mekarjaya Kec Cikedal, Cerita Rakyat Regen Boncel Caringin, Cerita Rakyat Situ Cikedal, Cerita Rakyat Ki Mintul dan Nyi Mintul, Cerita Rakyat Ki Ipuh Raja Buhaya Ti Ciliman, Cerita Rakyat Nyi Jompong, Cerita Rakyat Leuwi Lamot dan Belut Raksasa dan Cerita Rakyat Sumur Cidewata. Kumpulan cerita rakyat tersebut digunakan sebagai bahan pembelajaran apresiasi sastra untuk semua jenjang pendidikan seperti SMP, SMA bahkan Perguruan Tinggi serta bahan bacaan untuk para akademisi dan masyarakat umum lainnya di Kabupaten Pandeglang pada khususnya dan Banten serta Indonesia pada umumnya.