Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : PESHUM

Analisis Tingkat Pelayanan Jalur Pedestrian Di Pasar Tradisional Karang Jasi Kota Mataram Rohani, Rohani; Hasyim, Hasyim; IAO Suwati Sideman; Made Mahendra; Ali Haidar Alhamidi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9774

Abstract

Jalur pedestrian dapat melindungi pejalan kaki dari lalu lintas kendaraan lainnya, termasuk kendaraan bermotor, dan memberikan layanan yang meningkatkan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan bagi pejalan kaki. Pasar Karang Jasi, yang terletak di Jalan Ismail Marzuki, merupakan pasar tradisional Kota Mataram. Pasar ramai dari jam 06.00 hingga 18.00 WITA, menyebabkan kemacetan di jalan. Pasar tradisional Karang Jasi di Kota Mataram memiliki banyak pejalan kaki. karena pasar tradisional dengan aktivitas harian yang tinggi serta pembeli dan penjual yang tinggi pula. Hal ini berdampak terhadap kelancaran arus lalu lintas dan kenyamanan pejalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan tingkat pelayanan pejalan kaki pada jalur pedestrian. Dari hasil analisis didapatkan nilai Q (arus pejalan kaki) yang didapatkan sebesar 8,67 orng/m/menit, kecepatan pejalan kaki (V) didapatkan sebesar 52,05 m/menit, kepadatan (D) sebesar 0,2 orang/ m², dan ruang (space) pejalan kaki (S) yang tersedia adalah 8,33 m2/orang. Tingkat Pelayanan pada jalur pedestrian di Pasar Karang Jasi Kota Mataram berada pada level A.
Analisis Penentuan Tarif Jasa Transpotasi Udara Berdasarkan Ability To Pay Dan Willingness To Pay Rute Lombok-Bali Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok Made Mahendra; Hasyim, Hasyim
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.12443

Abstract

Transportasi udara memiliki peran penting dalam menghubungkan wilayah-wilayah di Indonesia, yang terdiri atas ribuan pulau. Rute Lombok–Bali merupakan salah satu rute penerbangan dengan tingkat mobilitas yang tinggi. Tarif yang tinggi kerap menjadi kendala bagi sebagian pengguna transportasi udara. Penelitian ini dibedakan menjadi 2 kategori diantaranya kategori tujuan wisata dan non wisata, hal ini untuk mengetahui transportasi udara yang sesuai untuk tujuan wisata atau non wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besaran Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP) penumpang serta melihat pengaruh tujuan perjalanan terhadap kedua variabel tersebut. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 89 responden di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling dan jumlah responden dihitung dengan metode Slovin. Besar nilai ATP untuk tujuan wisata sebesar Rp.900,705 dan WTP sebesar Rp.869,434 dan non-wisata memiliki nilai ATP sebesar Rp.955,814 dan WTP sebesar Rp.929,274. Nilai ATP yang lebih tinggi dibandingkan WTP menunjukkan bahwa sebagian besar penumpang merasa tarif saat ini belum sepenuhnya sepadan dengan layanan yang diterima. Namun hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tujuan perjalanan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai ATP maupun WTP. Harapan dapat memberikan rekomendasi bagi maskapai, pengelola bandara dan pemerintah terkait dalam menentukan tarif yang lebih sesuai dengan kemampuan dan kesediaan membayar bagi pengguna transportasi udara.
Analisis Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) Pada Arus Lalu Lintas Stabil Dan Tidak Stabil Ruas Jalan TGH. Lopan Labuapi, Lombok Barat Rohani, Rohani; Made Mahendra; Hasyim, Hasyim; Salehudin, Salehudin; Fera Fitri Salsabila; Putri Ramadhani
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.12910

Abstract

Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor yang pesat berdampak langsung terhadap peningkatan volume lalu lintas, seperti Jalan TGH. Lopan Labuapi yang merupakan jalan luar kota di Kabupaten Lombok Barat. Kondisi ini menyebabkan perubahan pola pergerakan kendaraan yang ditandai dengan fluktuasi kecepatan dan peningkatan derajat kejenuhan, sehingga berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan konsumsi BBM pada kondisi lalu lintas terganggu (interrupted flow) stabil dan tidak stabil. Metode yang digunakan berpedoman pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997) untuk analisis kinerja ruas jalan dan pedoman Bina Marga PdT-15-2005-B untuk estimasi konsumsi BBM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat kejenuhan (DS) pada kondisi arus tidak stabil sebesar 1,07, sedangkan pada arus lalu lintas stabil 0,34. Konsumsi BBM pada kondisi arus tidak stabil lebih tinggi dibandingkan arus stabil, dengan peningkatan konsumsi paling signifikan terjadi pada kendaraan berat menengah (MHV).