Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengaruh Persepsi Terhadap Fasilitas Laboratorium Komputer dan Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar Autocad Siswa Lady Maria Monica Agustine Fonataba; Wahyu Dwi Mulyono
Kognisi: Jurnal Ilmu Keguruan Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/kognisi.v3i2.620

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji kontribusi persepsi siswa terhadap fasilitas laboratorium komputer dan minat belajar terhadap hasil belajar AutoCAD pada Program Keahlian Konstruksi Gedung dan Sanitasi (KGS). Penelitian menggunakan desain kuantitatif ex post facto dengan penafsiran asosiatif, bukan kausal. Sampel analitik mencakup 103 siswa kelas X dari tiga kelas KGS yang memiliki data lengkap. Persepsi terhadap fasilitas laboratorium diukur dengan 24 butir, minat belajar dengan 18 butir, sedangkan hasil belajar diukur melalui tugas praktik AutoCAD menggunakan rubrik tujuh komponen. Konsistensi internal instrumen tergolong baik (α = 0,869 dan α = 0,901). Data lapangan menunjukkan hanya 16 siswa (15,5%) memiliki laptop pribadi, sedangkan 87 siswa (84,5%) tidak memilikinya; observasi juga menemukan beberapa perangkat laboratorium yang tidak berfungsi optimal. Hasil regresi sederhana menunjukkan bahwa fasilitas laboratorium tidak berkontribusi signifikan terhadap hasil belajar, B = -0,092, t(101) = -0,814, p = 0,418, R² = 0,007. Minat belajar juga belum menunjukkan kontribusi signifikan, B = -0,237, t(101) = -1,838, p = 0,069, R² = 0,032. Secara simultan, kedua prediktor tidak signifikan, F(2, 100) = 1,773, p = 0,175, R² = 0,034. Temuan ini tidak menunjukkan bahwa fasilitas dan minat tidak penting, tetapi mengindikasikan bahwa keduanya belum cukup menjelaskan variasi keterampilan AutoCAD. Peningkatan pembelajaran perlu memadukan pemerataan akses perangkat, perbaikan laboratorium, latihan terstruktur, umpan balik formatif, dan pengukuran faktor lain seperti kemampuan awal, literasi digital, efikasi diri, serta regulasi diri.
Pelatihan Bim dan Microsoft Project sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Bidang Konstruksi Guru SMK di Kota Surabaya Wahyu Dwi Mulyono; Gde Agus Yudha Prawira Adistana; Suprapto Suprapto
JURPIKAT Vol 7 No 1 (2026): 7.1 2026
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i1.2904

Abstract

The rapid development of technology has become a global challenge in the 21st century. As the century of industrial revolution 4.0 and 5.0 many changes in lifestyle and work. These changes triggered changes in the world of work. Vocational High Schools must adapt to these changes. This program aims to improve the skills of teachers in using Building Information Modeling (BIM) with Autodesk Revit software and project management skills with Microsoft Project software. This partner is the Surabaya City Construction and Property Technology Subject Teachers Council (MGMP). The program implementation is divided into three parts: the development of job sheets and video tutorials, Autodesk Revit training, and Microsoft Project training. The results obtained from this PKM program are as follows. (1) Job sheets and video tutorials for Autodesk Revit and Microsoft Project, (2) improving teachers' skills in using Autodesk Revit, and (3) improving teachers' skills in using Microsoft Project.
Penerapan Mesin Penggiling dan Pembungkus dari Bahan Foodgrade Sebagai Teknologi Produksi Tepat Guna untuk Meningkatkan Produktivitas UKM di Kabupaten Lamongan Gde Agus Yudha Prawira Adistana; Wahyu Dwi Mulyono; Ferly Isnomo Abdi
JURPIKAT Vol 7 No 1 (2026): 7.1 2026
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i1.2910

Abstract

Usaha kecil dan menengah (UKM) memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Namun, banyak pelaku UKM masih menghadapi kendala dalam hal efisiensi produksi dan penerapan teknologi modern. Salah satunya adalah UKM Camilan Stik Sladri di Lamongan, yang selama ini memproduksi camilan secara manual dengan peralatan sederhana membuat kapasitas produksi terbatas, serta kualitas produk belum sepenuhnya memenuhi standar industri pangan. Program Pegabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas mitra dengan pengadaan mesin penggiling dan pengemas, serta pelatihan manajemen. Pelaksanaan program dibagi menjadi tiga bagian yaitu persiapan, pelatihan dan pendampingan penggunaan mesin, dan pelatihan manajemen. Hasil yang didapatkan dari program PKM ini adalah sebagai berikut. (1) Mesin penggiling semi otomatis dari bahan foodgrade, (2) Mesin pengemas semi otomatis dari bahan foodgrade, dan (3) Meningkatkan kemampuan manajemen produksi dan manajemen pemasaran. Pencapaian tersebut akhirnya dapat meningkatkan produktivitas berupa kuantitas dan kualitas produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Penerapan Media Audio Visual berbasis Adobe Animate untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa di SMKN 3 Surabaya Laila Latifa; Wahyu Dwi Mulyono
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 12 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v12i1.70551

Abstract

Sumber daya pembelajaran audiovisual berbasis Adobe Animate dibuat untuk kursus Teknik Konstruksi dan Perumahan Dasar untuk memastikan perbedaan dalam tujuan pembelajaran dan minat belajar siswa. Dengan menggunakan dua sampel kelas—X DPIB 1 sebagai kelas eksperimen dan X DPIB 2 sebagai kelas kontrol—metodologi yang digunakan adalah penelitian kuasi- eksperimental. Dengan menggunakan uji-t, data tentang hasil belajar siswa, minat, dan kelayakan produk audiovisual berbasis Adobe Animate diperiksa, dan kesimpulan dibuat. Seorang dosen dan seorang instruktur mata kuliah bertindak sebagai dua validator yang mengevaluasi kelayakan aset audiovisual yang dibuat menggunakan Adobe Animate. Persentase rata-rata 82,5% dalam hasil dianggap "Sangat Layak." Hasil uji t menunjukkan bahwa “terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, oleh karena itu H0 ditolak dan H1 diterima” karena nilai Sig. sebesar 0,033 atau 3,3% lebih kecil dari 0,05 atau 5%. Setelah dilakukan analisis ulang hipotesis dengan menggunakan SPSS, diketahui bahwa "t hitung sebesar 2,190 dan t tabel sebesar 2,0017 yang berarti 2,190 > 2,0017 (t hitung > t tabel)", hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol berbeda. H1 diterima, tetapi H0 ditolak. Di sisi lain, kelas eksperimen (X DPIB 1) memiliki nilai rata-rata 84,60. Namun nilai rata-rata kelas kontrol (X DPIB 2) hanya 80,60. Dengan persentase rata-rata 82,25%, minat belajar mahasiswa terhadap penggunaan materi audio visual berbasis Adobe Animate pada mata kuliah Dasar Konstruksi dan Rekayasa Perumahan dikategorikan "Sangat menarik".
Pengembangan E-Modul pada Materi Pengoperasian AutoCad Kelas X DPIB SMK PGRI 1 Gresik Achmad Deli Ariffudin; Wahyu Dwi Mulyono
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 12 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v12i1.70573

Abstract

Ketidakmampuan siswa dalam memahami materi merupakan permasalahan yang sering terjadi di lembaga pendidikan, khususnya sekolah kejuruan di Indonesia. Variabel pembelajaran siswa yang tidak efektif menjadi penyebab hal ini; Bahkan siswa menjadi kurang termotivasi untuk memperhatikan pelajaran di kelas. Akibatnya, siswa gagal memahami atau bahkan tidak memahami topik yang disampaikan guru. Penggunaan e-modul tutorial AutoCAD dalam pembelajaran menjadi salah satu solusi dalam menghadapi tantangan pembelajaran jarak jauh dan mempermudah akses siswa dalam mempelajari dan mengasah keterampilan penggunaan program tersebut. Dalam konteks ini, pengembangan e-modul tutorial pengoperasian AutoCAD sangat diperlukan agar siswa dapat memahami konsep dan teknik yang terkait dengan penggunaan program AutoCAD secara efektif dan efisien. Oleh karena itu, Membuat e-modul untuk tutorial AutoCAD akan menjadi salah satu cara untuk memaksimalkan pembelajaran AutoCAD di kelas X mata kuliah Gambar Teknik DPIB. Klaim ini menunjukkan bahwa materi pembelajaran harus dirancang untuk menarik perhatian siswa agar dapat meningkatkan hasil belajar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Untuk mengetahui pengembangan bahan ajar E- Modul dengan model ADDIE pada materi tutorial pengoperasian AutoCad, dan (2) Untuk mengetahui kelayakan E-Modul tutorial pengoperasian AutoCad pada kelas X DPIB. Penelitian ini menggunakan strategi Penelitian dan Pengembangan (R&D) yang mengadaptasi paradigma ADDIE pada tahap Analisis, Desain, dan Pengembangan. Penelitian ini dilaksanakan pada Semester Genap 2024–2025 di SMK PGRI 1 Gresik. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan observasi. Pendekatan analisis data kelayakan bahan ajar ini dilakukan dengan menggunakan angket yang diisi oleh guru-guru DPIB SMK PGRI 1 Gresik dan ahli media dari Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan Unesa. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Bahan Ajar E-Modul dengan model ADDIE sudah melalui tahap Analisis dengan membutuhkan bahan ajar yang praktis dan simpel, Perancangan Instrumen serta perangkat sudah sesuai dengan materi/isi, Pengembangan bahan ajar dilakukan dengan validasi oleh ahli media. (2) Kelayakan bahan ajar E-Modul Pengoperasian AutoCad pada materi Menggambar Rumah tinggal sederhana, layak untuk disampaikan dengan mendapatkan presentase 80,50% dan tergolong sangat layak.
Vocational High School Students' Learning Outcomes Using Number Head Together Model: A Comparative Study Azliena Agoesta Agnitora; Muhammad Kris Yuan Hidayatulloh; Gde Agus Yudha Prawira Adistana; Wahyu Dwi Mulyono
APPLICATION: Applied science in Learning Research Vol. 5 No. 2 (2025): October
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/application.v5i2.6298

Abstract

This study aims to describe the difference in student learning outcomes using the numbered head together (NHT) learning model and the problem based learning model. the type of research used is quasi experiment research with non-equivalent control group design using a quantitative approach. The research was carried out at State Vocational High School 1 Kediri Building Modeling and Information Design Expertise Program and took place in the odd semester of the 2025/2026 school year. The sampling technique used for this study was with a purposive sampling technique of 36 students as an experimental group and 33 students as a control group. The instrument used in this study is a test of 20 multiple-choice questions in measuring student learning outcomes. The data analysis technique in the study used a different test (t-test). The results of the study showed a significant difference in student learning outcomes using the Numbered Heads Together model (0.000) compared to the Problem-Based Learning model. The NHT model prioritizes collaboration and active participation, which has been proven to improve student learning outcomes. The NHT model prioritizes collaboration and active participation, proven to improve student understanding. This is shown by the interaction between students can strengthen their understanding through explaining to each other. In addition, the NHT model also encourages students to be more confident in expressing their opinions. Thus, the results of this study confirm the interactive and collaborative NHT model in improving student learning outcomes in the future.
Perbandingan Keterampilan Menggambar AutoCAD melalui Project Based Learning Berbantuan Video Tutorial dan Direct Instruction pada Siswa SMK Azarin Nailah Nismara; Muhammad Kris Yuan Hidayatulloh; Gde Agus Yudha Prawira Adistana; Wahyu Dwi Mulyono
Jurnal Pena Karakter : Jurnal Pendidikan Anak dan Karakter Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Pena Karakter (Jurnal Pendidikan Anak dan Karakter)
Publisher : STKIP AL HIKMAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62426/jpk81448

Abstract

AutoCAD drawing skills are essential competencies for students in the Building Modeling and Information Design (DPIB) program. However, conventional teacher-centered instruction limits students’ active participation, resulting in less optimal practical skills. This study aimed to compare the AutoCAD drawing skills of students who learned through Project-Based Learning (PjBL) assisted by video tutorials and those who learned through Direct Instruction, as well as to describe students’ responses to the learning process. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental Non-equivalent Control Group Design. The participants consisted of 36 students in the experimental group and 39 students in the control group. Data were collected through performance assessments and student response questionnaires and analyzed using normality and homogeneity tests and the Mann–Whitney U test. The results showed a statistically significant difference between the experimental and control groups (p < 0.001). In addition, students showed positive responses to the learning process, with a response percentage of 85.22%. These findings indicate that students who learned through Project-Based Learning assisted by video tutorials achieved better AutoCAD drawing skills than those who learned through Direct Instruction. The study also suggests that this instructional approach has the potential to support the development of positive learning behaviors, particularly independence, responsibility, discipline, and carefulness.