Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ANALISIS RISIKO PROYEK PENGERUKAN ALUR DAN KOLAM PELABUHAN BENOA TERHADAP KETEPATAN WAKTU DENGAN METODE FMEA Agustino, Novanda Ilham; Setiono, Joko; Suhariyanto, Suhariyanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i4.3708

Abstract

Pekerjaan pengerukan kolam pelabuhan termasuk ke dalam pekerjaan dengan kategori risiko yang cukup kompleks karena seluruh kegiatan pekerjaan dilaksanakan di area perairan/laut, sehingga rentan terhadap kendala risiko ketepatan waktu pelaksanaan proyek. Penelitian ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel risiko terhadap ketepatan waktu pelaksanaan proyek. Identifikasi dan analisis risiko dominan yang dilakukan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) kemudian dilakukan tahapan pengendalian risiko. Data yang diolah dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek yang dijadikan objek penelitian serta pendekatan studi literatur melalui laporan harian proyek. Hasil penelitian menunjukkan setelah dilakukan pengujian instrumen risiko yang terjadi seluruh variabel penelitian dinyatakan lulus uji validitas dan reliabilitas kemudian uji regresi menunjukkan pada variabel risiko (X) secara simultan berpengaruh sebesar 72,2% terhadap ketepatan waktu pelaksanaan proyek (Y). Tiga peringkat teratas yang dihasilkan berdasarkan penilaian Risk Priority Number (RPN), diantaranya yaitu (X1-8) Produktivitas alat berat kerja keruk yang rendah, (X5-6) Kondisi material keruk yang keras dan sulit dijangkau, (X1-4) Kerusakan alat kerja keruk. Selanjutnya perlu dilakukan tahapan pengendalian risiko agar risiko yang telah teridentifikasi dapat diminimalisir atau bahkan dihilangkan. Pada variabel risiko X1-8 yang mengakibatkan tidak tercapainya target volume pengerukan harian perlu dilakukan tindakan respon risiko avoid, mitigate dan transfer, pada variabel risiko X5-6 yang mengakibatkan produktivitas alat kerja keruk tidak sesuai perhitungan rencana tindakan yang perlu diambil yaitu mitigate dan transfer, sedangkan pada variabel risiko X1-4 yang mengakibatkan tidak dapat beroperasinya alat kerja keruk perlu diambil tindakan mitigate dan transfer.
OPTIMASI ALAT BERAT PEKERJAAN GALIAN DAN TIMBUNAN PROYEK JALAN TOL SOLO – YOGYAKARTA PAKET 1.1 STA 3+000 – STA 6+000 Ramadhan, Alfitra; Setiono, Joko; Riskijah, Sitti Safiatus
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): EDISI MARET
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3749

Abstract

Sering dijumpai alat berat dalam keadaan aktif namun tidak terfungsikan saat pekerjaan berlangsung karena target produktifitas alat tidak tercapai atau antrian muatan. Hal ini mengakibatkan kurang efektif dan efisien yang berdampak pada pembengkakan biaya dan memperlambat waktu pengerjaan. Sehingga diperlukan kombinasi alat berat agar tidak terdapat alat berat yang tak terfungsikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengoptimasi alat berat dan menghitung biaya alat berat yang optimal. Penentuan solusi optimal menggunakan metode simpleks program linier. Hasil penelitian diperoleh: Volume pekerjaan striping 49.168,358 m3, pekerjaan galian 187.370,630 m3, dan pekerjaan timbunan 978.533,840 m3. Pekerjaan striping menggunakan alat excavator, dump truk, dan bulldozer dengan 8 alternatif kombinasi, pekerjaan galian menggunakan alat excavator, dumptruk, dan bulldozer dengan 8 alternatif kombinasi, dan pekerjaan timbunan menggunakan alat excavator, dumptruk, motor grader, vibratory roller, dan water tank truk dengan 8 alternatif kombinasi. Kombinasi alat berat yang optimal yaitu pekerjaan striping pada alternatif kombinasi tujuh dengan total biaya Rp 1,194,132,280; Pekerjaan galian pada alternatif kombinasi tujuh dengan total biaya Rp 4,716,870,141; dan Pekerjaan Timbunan pada alternatif kombinasi tiga dengan total biaya Rp 13,231,549,342. Jadi total biaya alat berat pada pekerjaan stripping, pekerjaan galian, dan pekerjaan timbunan sebesar Rp 19,142,551,762.
PROJECT PLANNING PEMBANGUNAN GEDUNG AUDITORIUM UNIVERSITAS BRAWIJAYA Irvansyah, Thedy; Setiono, Joko; Suhariyanto, Suhariyanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): EDISI MARET
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3754

Abstract

Proyek Pembangunan Gedung Auditorium ini berlokasi di Area Kampus Utama Universitas Brawijaya dan dilaksanakan pada saat pelaksanaan perkuliahan sedang aktif, maka diperlukan penyusunan project planning agar proses pembangunan berjalan sesuai rencana waktu, mutu dan biaya. Penulisan skripsi ini membutuhkan data berupa Gambar Kerja, Rencana Kerja dan Syarat, Analisa Harga Satuan, dan Bill of Quantity. Dengan data yang ada ini dapat dilakukan penyusunan Work Breakdown Structure, struktur organisasi, site layout dan traffic management dengan perhitungan safety index dan travelling distance, strategi dan metode pelaksanaan, pengendalian mutu, perencanaan K3L, selanjutnya dari data Analisa Harga Satuan, Work Breakdown Structure, strategi dan metode pelaksanaan dapat dilakukan penyusunan penjadwalan pekerjaan dan Rencana Anggaran Pelaksanaan. Hasil perencanaan ini struktur organisasi disusun menggunakan bentuk organisasi fungsional. (1) Perencanaan site layout disusun sesuai hasil perhitungan safety index serta travelling distance menggunakan alternatif 2. Penyusunan traffic management memiliki 2 akses keluar masuk, (2) Strategi dan Metode Pelaksanaan menggunakan metode zonasi, (3) Rencana mutu berdasarkan Standart Operational Procedure (SOP), (4) Perencanaan K3L berdasarkan analisis HIRARC (Hazard Identification Assasement and Risk Control), (5)  Perencanaan ini menghasilkan durasi proyek sebanyak 238 hari atau 34 minggu dengan (6) Rencana Anggaran Pelaksanaan sebesar Rp54.396.000.000.00.
STUDI KELAYAKAN TEKNIS DAN FINANSIAL PEMBANGUNAN PERUMAHAN D’GRAHA ARTHA NIRWANA MALANG Novianty, Ratna; Susapto, Susapto; Setiono, Joko
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): EDISI MARET
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3784

Abstract

Proyek Pembangunan Perumahan D’Graha Artha Nirwana Malang dibangun di lahan seluas ± 2,5 ha dengan tipe rumah yang berbeda, yaitu tipe perumahan 36/60, 45/60, dan 54/60. Pembangunan tersebut membutuhkan investasi yangsangat besar sehingga dilakukan studi kelayakan teknik dan finansial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisiskelayakan teknis berdasarkan parameter KDB (Koefisien Dasar Bangunan), KLB (Koefisien Lantai Bangunan), KDH(Koefisien Dasar Hijau), luas lahan efektif, dan Greenship Rating Tools. Selanjutnya, menganalisis site plan alternatif,menghitung kelayakan finansial berdasarkan parameter NPV (Net Present Value), BCR (Benefit Cost Ratio), IRR (InternalRate of Return), PP (Payback Period), dan menganalisis tingkat sensitivitas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatifdengan data yang digunakan adalah gambar teknis, RAB, brosur perumahan, dan spesifikasi tiap-tipe rumah. Hasil dari studikelayakan teknis parameter KDB antara 42% – 60%; KLB < 1; dan KDH > 10%; lahan efektif 49%. Tingkat pemenuhanGreenship Rating Tools mendapat poin antara 47 – 49 poin sehingga masuk peringkat Gold. Site plan alternatif dengan totalrumah sebanyak 51 unit tipe 36/60, 75 unit tipe 45/60, dan 80 unit tipe 54/60. Alternatif tipe rumah tersebut untuk pemenuhanGreenship Rating Tools menjadi kategori Platinum dengan mengubah fasilitas umum yang ada. Hasil kelayakan finansialdinyatakan layak dan menguntungkan dengan nilai NPV sebesar Rp13.006.149.003,00; BCR sebesar 1,28; IRR sebesar49,90%; dan PP selama 4 tahun 8 bulan. Hasil analisis sensitivitas menyatakan bahwa proyek investasi ini akan menjadi tidaklayak apabila terjadi pendapatan turun ≥ 25% atau pengeluaran naik ≥ 30%.
ANALISIS PENERAPAN SMK3 PADA PROYEK REHABILITASI PASAR JONGKE KOTA SURAKARTA Hasanah, Uswatun; Lydianingtias, Diah; Setiono, Joko
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5654

Abstract

Penyebab utama dari kecelakaan kerja adalah masih kurangnya kesadaran dari pihak tenaga kerja mengenai keselamatan kerja dengan mengabaikan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), kurang disiplin, tidak mematuhi arahan, dari manajer. Analisis SMK3 yang dilakukan oleh peneliti di proyek ini dikarenakan yaitu, masa kekosongan HSE selama 2 bulan sehingga dalam masa itu tidak ada pengawas K3 di lapangan yang mengakibatkan banyak pekerja yang mengabaikan APD saat bekerja di lapangan. Tujuan Skripsi ini adalah untuk mengetahui penerapan SMK3, manajemen risiko, hambatan yang dihadapi dan memberikan solusi/tindakan, serta kebutuhan biaya K3 pada Proyek Rehabilitasi Pasar Jongke Kota Surakarta. Studi ini menggunakan metode survei dengan pengamatan langsung dan penyebaran kuesioner kepada 67 orang. Analisis dan pengolahan data menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistics versi 23.0 untuk uji validitas dan reliabilitas. Perhitungan bobot dalam menentukan Indeks Kepentingan Relatif (IKR) yaitu untuk mengetahui penerapan dan perbaikan sistem yang ada. Berdasarkan hasil penelitian, Penerapan SMK3 di Proyek Rehabilitasi Pasar Jongke Kota Surakarta sudah diterapkan dengan sangat baik. Manajemen Risiko pada Proyek Rehabilitasi Pasar Jongke, Kota Surakarta telah berhasil dilaksanakan dengan sangat baik dan dapat disimpulkan bahwa proyek ini diklasifikasikan sebagai kategori tingkat kecelakaan sedang (medium accident). Terdapat 8 hambatan dalam penerapan SMK3 serta solusi dan tindakan untuk meminimalisir kecelakaan kerja di proyek konstruksi. Kebutuhan biaya K3 di Proyek Rehabilitasi Pasar Jongke Kota Surakarta yaitu sebesar Rp1.037.887.185,00 atau setara dengan 0,757% dari total biaya proyek konstruksi.
EVALUASI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PADA PROYEK APARTEMEN WESTOWN VIEW SURABAYA Firdaus, Dhiva Rizky; Setiono, Joko; Rahmawan, Fauzi Akbar
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5726

Abstract

Proyek Pembangunan Apartemen Westown View Surabaya memiliki luas bangunan 50.885 m2 dan terdiri dari 45 lantai. Luas dan tingginya area kerja membuat risiko pekerjaan proyek yang cukup tinggi sehingga dibahas tentang Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Pada Proyek Apartemen Westown View Surabaya dengan tujuan untuk mengetahui sebarapa baik penerapan SMK3 pada proyek Pembangunan Apartemen Westown View Surabaya.Metode yang digunakan yaitu penyebaran kuesioner kepada pihak yang terlibat dalam proyek lalu diolah menggunakan software SPSS 2024 dan metode scoring untuk mengetahui seberapa besar presentase penerapan SMK3. Untuk identifikasi bahaya yang terjadi berdasarkan JSA pendekatan HIRARC. Untuk pembahasan hambatan dan solusi yang terjadi berdasarkan observasi dan kondisi di lapangan. Mendesain jalur evakuasi berupa layout menggunakan software Autocad 2020 dan Photoshop. Untuk Rencana Anggaran Biaya menggunakan standart acuan SE Menteri PUPR Nomor 11 Tahun 2019.Berdasarkan hasil penelitian, penerapan SMK3 di proyek berdasarkan penilaian 42 responden didapat nilai sebesar 83,79% menunjukkan bahwa penerapan SMK3 dilakukan dengan sangat baik. Hasil identifikasi metode HIRARC pada proyek ini menempati tingkat risiko rendah. Hambatan yang mempengaruhi penerapan SMK3 pada proyek ini adalah dari pihak yang terlibat dalam proyek, lingkungan kerja, dan sarana prasarana. Disusun jalur evakuasi dengan tujuan untuk mencegah terjadinya insiden atau hal-hal yang tidak diinginkan pada proyek ini. Rencana Anggaran Biaya K3 sebesar Rp. 2.160.099.960,00.
EVALUASI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT KASIH IBU SURAKARTA meidika, Andreas danny; Setiono, Joko; Purnomo, Fadjar
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): EDISI MARET
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.5806

Abstract

Penelitian tentang “EVALUASI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT KASIH IBU SURAKARTA” bertujuan untuk Mengetahui penerapan K3, pengelolaan limbah, SOP penerapan K3 dan rencana anggaran biaya penerapan K3. Metode penyebaran kuesioner dan pengolahan data menggunakan SPSS merupakan cara penelitian pada penerapan K3. Penelitian pengelolaan limbah menggunakan kuesioner dan Peraturan Pemerintah. Perencanaan SOP konsultan pengawas menggunakan standar Work Breakdown Structure. Penyusunan rencana anggaran biaya menggunakan Harga Satuan Dasar Provinsi Jawa Tengah Tahun 2024. Hasil penelitian sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja menunjukkan hasil yang sangat baik yaitu 92,24% dan pada pengelolaan limbah mendapatkan penilaian baik yaitu 84%. SOP penerapan K3 berdasarkan WBS dengan hasil HIRADC. Nilai RAB SMK3 pada Proyek Pembangunan Rumah Sakit Kasih Ibu Surakarta sebesar Rp.4.810.410.000,-
Strengthening Polri Law Enforcement through Digital Identification Systems to Realize Domestic Security Stability (KAMDAGRI) Arifiya Zaen, Wido Dwi; Setiono, Joko; Prisgunanto, Ilham
Jurnal Greenation Sosial dan Politik Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Greenation Sosial dan Politik (Agustus - Oktober 2025)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgsp.v3i3.423

Abstract

Digital transformation is an integral part of the modernization of law enforcement institutions, including Polri, in maintaining domestic security stability (Kamdagri). The utilization of digital technologies such as the Automated Biometric Identification System (ABIS), face recognition, and integration of population data are strategic steps taken by Polri to increase the effectiveness of law enforcement. This study uses a normative juridical method by reviewing relevant legislation, such as Law Number 2 of 2002 on the Indonesian National Police, Law Number 27 of 2022 on Personal Data Protection, and Minister of Communication and Informatics Regulation Number 5 of 2020 on the Implementation of Electronic Systems in the Private Sector. The study’s findings show that digital identification systems can enhance the efficiency of crime detection and handling but pose serious legal challenges, such as privacy protection, system accuracy, and potential data misuse. There is a need for a more specific and updated internal legal basis within Polri to regulate the governance of these digital technologies. This journal proposes integrating the principles of transparency, accountability, and human rights protection at every stage of implementing identification technology to ensure synergy between security interests and the protection of civil right.
The Wajo Police Strategy in Addressing and Preventing the Misuse of Traditional Badik Weapons among the Bugis Community in Wajo Regency Setiyawan, Theodorus Echeal; Setiono, Joko; Koto, Zulkarnaen
Jurnal Greenation Sosial dan Politik Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Greenation Sosial dan Politik (Agustus - Oktober 2025)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgsp.v3i3.424

Abstract

The misuse of traditional badik knives in Wajo Regency is a complex phenomenon rooted in the badik's status as a cultural symbol of the Bugis people. Although the badik has historical value and cultural significance, social reality shows that this weapon is often misused in various criminal acts such as assault, fighting, and murder. This phenomenon poses a unique challenge for law enforcement agencies, particularly the Wajo Police Department, in maintaining public order without offending deeply rooted cultural values. This study aims to examine the strategies employed by the Wajo Police Department in addressing and preventing the misuse of the badik through a legal approach that synergizes with local social and cultural aspects. The research method used is normative juridical with a legislative approach and literature study. The results of the study show that the Wajo Police Department applies three main approaches, namely preventive, repressive, and restorative. The preventive approach is carried out through legal socialization and strengthening the role of Bhabinkamtibmas based on Perpol No. 1 of 2021 concerning Community Policing. The repressive approach is based on the provisions of Emergency Law No. 12 of 1951 and the Criminal Code. Meanwhile, the restorative approach refers to Police Regulation No. 8 of 2021, involving traditional leaders and community leaders. An evaluation of the strategy indicates the need for local regulations (Perda) that more strictly regulate the use of badik, as well as enhance the capacity of law enforcement officers in a culture-based approach. The synergy between national law and local wisdom is key to addressing the issue of traditional weapon misuse without erasing the cultural identity of the community.
National Law and Minangkabau Customary Law Disparity in Ulayat Land Disputes in the Bidar Alam Area, West Sumatra Satria, M. Yudi; Anggoro, Purwadi Wahyu; Setiono, Joko
Jurnal Greenation Sosial dan Politik Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Greenation Sosial dan Politik (Agustus - Oktober 2025)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgsp.v3i3.425

Abstract

This study critically examines the structural conflict between Indonesia’s positivist legal framework and indigenous ulayat land tenure, using the Bidar Alam case as a focal point. The criminalization of customary land defenders and the continued exploitation of ancestral land by corporations expose the state’s failure to operationalize Article 18B(2) of the 1945 Constitution. Despite formal recognition, customary law remains subordinated through weak legal pluralism, bureaucratic inertia, and epistemological misrecognition. Utilizing a normative juridical method and a conceptual framework rooted in Van Vollenhoven’s adatrecht, John Griffiths’s legal pluralism, and Romli Atmasasmita’s Integrative Legal Theory, this study interrogates the systemic marginalization of masyarakat adat. It advocates for a radical restructuring of Indonesia’s legal architecture beyond symbolic recognition toward substantive justice through dialogical legality. The goal is to harmonize state and customary law by institutionalizing adat practices, strengthening local governance, and embedding indigenous sovereignty within legal mechanisms. This integrative approach is essential for achieving plural, inclusive, and post-colonial agrarian justice.