Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Jurnal Perikanan

Frekuensi Pemberian Pakan Terhadap Pertumbuhan Berat Kepiting Bakau (Scylla serrata) Muhammad Najamuddin Sayuti; Sitti Hilyana; Alis Mukhlis
Jurnal Perikanan Unram Vol 1 No 1 (2012): Jurnal Perikanan Unram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v1i1.13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi pemberian pakan terhadap pertumbuhan berat kepiting bakau (Scylla serrata). Penelitian menggunakan Rancangaan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan yaitu pemberian pakan 2 kali sehari (FI); pemberian pakan 1 kali sehari (FII); pemberian pakan 1 kali 2 hari (FIII); pemberian pakan 1 kali 3 hari (FIV). Data dianalisis dengan menggunakan Anova (P<0,05) dan uji-t. Bahan uji yang digunakan sebanyak 24 ekor kepiting yang dipelihara dengan sistem baterai didalam keranjang plastik berukuran 46 cm x 33 cm x 16,5 cm. Keranjang plastik dibagi menjadi dua bagian dengan cara memasang plastik sekat sebagai sekat dibagian tengahnya sehingga satu keranjang berisi 2 ekor kepiting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan 1 kali sehari menghasilkan pertumbuhan optimal, pertumbuhan nisbi, dan laju pertumbuhan spesifik yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan pemberian pakan 2 kali sehari, 1 kali 2 hari, dan 1 kali 3 hari. Analisis ragam menunjukkan bahwa setiap perlakuan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan nisbi dan laju pertumbuhan spesifik kepiting bakau (p>0,05).
Pengaruh Suhu Terhadap Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla serrata) pada Bak Terkontrol Lakhsmi Dewi Paramaatman; Sitti Hilyana; Alis Mukhlis
Jurnal Perikanan Unram Vol 1 No 1 (2012): Jurnal Perikanan Unram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v1i1.14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu media terhadap pertumbuhan nisbi dan laju pertumbuhan spesifik) kepiting bakau (Scylla serrata) pada bak terkontrol. Perlakuan suhu yang digunakan yaitu suhu 30oC, suhu 33oC, suhu 36oC, dan suhu ruang sebagai kontrol. Semua hewan uji pada perlakuan kontrol diberi perlakuan pemotongan kedua capit sedangkan pada tiga perlakuan lainnya tidak dilakukan pemotongan capit. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 6 kali ulangan secara individu. Dalam penelitian ini, hewan uji pada perlakuan suhu 36oC hanya mampu bertahan hidup selama 10-14 hari. Hasil analisis statistik (uji t) diperoleh bahwa peningkatan suhu media (30oC dan 33oC) tidak diikuti oleh perbedaan pertumbuhan nisbi dan laju pertumbuhan spesifik secara signifikan (p>0,05), namun demikian suhu 30oC cenderung memberikan respon pertumbuhan optimal yang lebih cepat dibandingkan dengan suhu 33oC dan perlakuan kontrol. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh suhu di bawah 30oC atau suhu di atas 36oC untuk melihat respon pertumbuhan kepiting bakau. Walaupun penggunaan suhu tinggi tidak memberi pengaruh yang nyata secara statistik, namun untuk mempercepat pencapaian pertumbuhan optimal sebaiknya pemeliharaan kepiting bakau dilakukan pada suhu 30oC.
Pengaruh Padat Tebar terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Abalon Dihibrid (Haliotis sp.) yang Dipelihara di Rakit Apung Imam Firdaus; Sitti Hilyana; Salnida Yuniarti Lumbessy
Jurnal Perikanan Unram Vol 1 No 2 (2013): Jurnal Perikanan Unram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v1i2.21

Abstract

Abalon (Haliotis sp) dihibrid merupakan salah satu jenis biota perairan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, tetapi hasil produksinya masih belum dapat memenuhi permintaan pasar. Salah satu upaya peningkatan produksi abalon adalah dengan pembenihan secara intensif melalui peningkatan padat tebar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh padat tebar terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup (SR) abalon (Haliotis sp) dihibrid. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei hingga Juni 2012, yang berlokasi di Balai Budidaya Laut (BBL) Lombok Sekotong Barat, Dusun Gili Genting, Kabupaten Lobar, Provinsi NTB. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang menggunakan 4 perlakuan padat tebar yaitu 25, 50, 75, dan 100 ekor/m2, dengan lima kali ulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan padat tebar tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup (SR) abalon (Haliotis sp.) dihibrid, namun berpengaruh terhadap jumlah pakan yang dikonsumsi (FI). Hasil rata-rata menunjukkan bahwa padat tebar 50 ekor/m2 memberikan pertumbuhan bobot mutlak serta kelangsungan hidup (SR) yang cenderung lebih tinggi dibandingkan pada padat tebar 25, 75 dan 100 ekor/m2, meskipun secara uji statistik nilai rata-ratanya tidak berbeda nyata
EFEKTIVITAS TEMEPHOS TERHADAP PREVALENSI DAN INTENSITAS RATA-RATA EKTOPARASIT PADA IKAN MASKOKl (Carrasius auratus) One Kris Perdana Putra; Sitti Hilyana; Dewi Nuraeni Setyowati
Jurnal Perikanan Unram Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Perikanan Unram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v3i2.31

Abstract

Pcnyakit parasitik menjadi salah saru kendala dalam budidaya ikan Maskoki Carassiu auratus. Penyakit parasiti dapat menyebabkan kematian massal populasi ikan Maskoki dan berkurangnya keindahan ikan Maskoki yang berakibat pada rendahnya nilai jual atau kapasitas produksi. Temephos merupakan senyawa organofosfat yang diduga mampu membunuh ektoparasit namun belum diketahui penggunaannya pada ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas temephos terhadap prevalensi dan intensitas rata-rata ektoparasit pada ikan maskoki serta untuk mengetahui konsentrasi dan lama waktu perendaman yang efektif dalam membunuh ektoparasit pada ikan maskoki. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret tahun 2013 di Laboratorium Basah Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram. Penelitian terdiri dari dua tahap yaitu penelitian pcndahuluan untuk mengetahui jcnis ektoparasit yang menginfeksi ikan Maskoki dan penelitian lanjutan yang dilakukan dengan metode eksperimental (RAL Faktorial) untuk menguji pengaruh temepbos terhadap prevalensi dan intensitas rata-rata ektoparasit pada ikan Maskoki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temephos dengan konsentrasi 80 ppm dan lama perendaman 30 menit efektif mernbunuh oktoparasit jenis Dactylogyrus sp, dan Gyrodactylus sp. pada insang, Argulus sp., Trichodina sp., dan Gyrodactylus sp pada permukaan tubuh (prevalensi 1,65 % dan intensitas rata-rata 0.71 individu/ekor) serta tidak mcmatikan ikan Maskoki yang diujikan (SR 100 %).
PENGARUH DEBIT AIR YANG BERBEDA PADA PROSES PERGANTIAN AIR TERHADAP TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP LARVA lKAN BAWAL BINTANG Trachinotus blochii Sitti Hilyana; Anita Eka Apriani; Muhammad Marzuki
Jurnal Perikanan Unram Vol 6 No 1 (2015): Jurnal Perikanan
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v6i1.44

Abstract

Ikan bawal bintang Trachinotus blochii merupakan ikan yang tergolong baru dibudidayakan di Indonesia. Permintaan pasar untuk ikan ini cukup tinggi, mulai dari tingkat lokal, hingga intemasional dengan harga Rp 65.000-Rp 90.000 atau sekitar USD 8/kg. Dalam peningkatan produksi budidaya bawal bintang yang perlu diperhatikan adalah selain kualitas induk juga proses pemeliharaan larva sehingga dapat menurunkan tingkat mortalitas pada fase ini. Salah satu faktor penting dalam pemeliharaan larva ikan bawal adalah pengelolaan kualitas air serta besar kecilnya aliran (debit) air yang masuk kedalam bak pemeliharaan pada proses pergantian air sangat menentukan dalam keberhasilan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh debit air yang berbeda pada proses pergantian air terhadap tingkat kelangsungan hidup larva ikan bawal bintang T. blochii. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2014 di Balai Budidaya Laut Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan debit air yang digunakan yaitu 0,001 Iiter/detik (PI), 0,003liter/detik (P2), 0,005Iiter/detik (P3), 0,007Iiter/detik (P4) dan 0,009Iiter/detik (P5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan debit air pada saat pergantian air tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup ikan bawal bintang T. blochii dan kualitas air pada media pemeliharaan larva bawal bintang T. blochii masih dalam kisaran normal yakni dengan pH 8,1- 8,3, salinitas 33-35 ppt, suhu 26,6-29,7 OC, dan DO 5,1-6,9 mg/1.
PEMBERIAN KALSIUM KARBONAT (CaC03) PADA MEDIA BUDIDAYA UNTUK PERTUMBUHAN LARVA KERANG MUTIARA Pinctada maxima STADIA VELIGER-PEDIVELIGER Ahmad Zuli Asrori; Sitti Hilyana; Raismin Kotta
Jurnal Perikanan Unram Vol 6 No 1 (2015): Jurnal Perikanan
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v6i1.46

Abstract

Kerang mutiara Pinetada maxima merupakan kerang penghasil mutiara "South Sea Pearl" salah satu komoditas hasil laut Indonesia yang bemilai ekonomis dan sangat digemari di pasaran dunia. Banyaknya per­ mintaan mutiara jenis Pinetada maxima dan semakin berkembangnya budidaya mutiara saat ini menjadi pemicu meningkatnya permintaan spat dan kerang siap operasi. Kendala utama pada produksi kerang mutiara saat ini adalah pertumbuhan yang lambat dan sintasan rendah dalam pemeliharaan larva dan spat. Faktor biofisik-kim­ ia lingkungan sangat berperan dalam pertumbuhan kerang mutiara antara lain suhu perairan, salinitas, makanan dan unsur kimia dalam air laut. Unsur kimia air laut berupa mineral kalsium (Ca) merupakan makro mineral terdapat dalam tubuh yang dibutuhkan dalam jumlah yang relatif besar. Salah satu upaya yang dapat dilaku­ kan untuk mengatasi tersebut adalah dengan penambahan kapur (CaCO) dengan konsentrasi yang sesuai di dalam media budidaya saat stadia veliger-pediveliger. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pem­ berian kalsium karbonat (CaCO) terhadap tingkat pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva kerang mutiara (Pinetada maxima). Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 3-22 September 2014 di PT Autore Pearl Culture, Malaka, Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pemeliharaan dilaku­ kan pada toples plastik volume 10 L dengan kepadatan 1.000 individu/l (8.000 indi/wadah). Kalsium karbonat (CaC03) yang digunakan dari cangkang kerang (Pinctada maxima). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap(RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. A kontrol (tanpa pemberian CaCO), B (CaC03 25mg/l), C (CaC0350 mg/l) dan D(CaC0375mg/l). Hasil men­ unjukkan pertumbuhan panjang mutlak tertinggi pada perlakuan B (CaC03 25 mg/l) 189 urn ± 7,39 dan ter­ endah pada perlakuan A (kontrol tanpa pemberian CaC03) 98,5 um ± 8,02. Nilai kelangsungan hidup tertinggi pada perlakuan B (CaC03 25 mg/l) 48,75 ± 33,7 dan terendah pada perlakuan D (CaC03 75 rng/l) 4,7% ± 2,2
TINGKAT PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT Kappaphycus alvareizi MENGGUNAKAN SISTEM VERTIKULTUR DI DESA SEREWE KECAMATAN JEROWARU KABUPATEN LOMBOK TIMUR Muhammad Sahidi; Sitti Hilyana; Nurliah Buhari
Jurnal Perikanan Unram Vol 6 No 1 (2015): Jurnal Perikanan
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v6i1.51

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan rumput laut jenis K. alvarezzi yang ditanam dengan metode vertikultur di Desa Serewe Kabupaten Lombok Timur dan menguji kelayakan metode budidaya vertikultur baik seeara ekologi maupun ekonomi. Raneangan Aeak Lengkap (RAL) yang di­ gunakan pada penelitian ini terdiri dari lima perlakuan kedalaman yaitu 30 em (PI), 60 em (P2), 90 em (P3), 120 em (P4) dan 150 em (P5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya rumput laut K. alvarezzi menggunakan sistem vertikultur layak dilakukan dengan laju pertumbuhan spesifik rumput laut yang di­ ipelihara selarna 45 hari pada kedalaman 30 em, 60 em, 90 em, 120 em dan 150 em masing-masing ada­ lah 4.07%, 3.49%, 3.99%, 3.90% dan 4.72%.Hasil analisis usaha dengan menggunakan 5 tingkatan pada sistern vertikultur layak dilakukan secara ekonomi dengan hasil 5 kali lipat daripada sistem konvensional.
KELANGSUNGAN HIDUP LARVA lKAN BAWAL BINTANG Trachinotus blochii, DENGAN PENAMBAHAN KONSENTRASI VITAMIN C YANG BERBEDA DALAM PAKAN Widya Kurniati; Sitti Hilyana; Nurliah Nurliah
Jurnal Perikanan Unram Vol 7 No 2 (2015): Jurnal Perikanan
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v7i2.59

Abstract

Ikan bawal bintang Trachinotus blochii merupakan ikan air laut introduksi yang memiliki nilai ekonomis dan permintaan pasar yang tinggi. Salah satu kendala yang dihadapi dalam kegiatan budidaya adalah rendahnya kelangsungan hidup larva. Vitamin C merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan larva dan diketahui dapat meningkatkan ketahanan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi vitamin C yang berbeda dalam pakan terhadap kelangsungan hidup, abnonnalitas, pertumbuhan dan jumlah konsumsi pakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2014 di Balai Budidaya Laut Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Penambahan vitamin C yang digunakan yaitu 0 mg/100 g pakan (PI), 40 mg/100 g pakan (P2), 80 mg/100 g pakan (P3), 120 mg/100 g pakan (P4) dan 140 mg/100 g pakan (P5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa vitamin C mempengaruhi tingkat kelangsungan hidup, menekan persentase abnormalitas dan mempengaruhi pertumbuhan larva bawal bintang 019-035, tetapi tidak mempengaruhi jumlah konsumsi pakan larva bawal bintang 019-035.
PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI Psidium guajava UNTUK MENINGKATKAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN KERAPU BEBEK Cromileptes altivelis TERHADAP SERANGAN BAKTERI Vibrio parahaemolyticus Misqul Hurryah; Sitti Hilyana; Alis Mukhlis
Jurnal Perikanan Unram Vol 7 No 2 (2015): Jurnal Perikanan
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v7i2.60

Abstract

Salah satu produk perikanan air laut yang mempunyai pernintaan pasar yang luas adalah ikan kerapu bebek (Cromileptes altivelis). Untuk menunjang produksi kerapu bebek di Indonesia maka tersedianya benih sangat penting, namun banyak kendala yang harus dihadapi dalam pemeliharaan benih kerapu bebek. Salah satu masalah utama yang dihadapi dalam budidaya ikan kerapu bebek di Indonesia adalah tingginya tingkat kematian terutarna pada benih yang dapat mencapai 100%,yang disebabkan infeksi bakteri Vibrio sp. yang merupakan patogen utama penyebab vibriosis. Vibrio parahaemolyticus menjadi salah satu bakteri patogen Vibrioyang paling luas diakui sebagai spesies yang menyebabkan berbagai wabah penyakit di lingkungan laut. Salah satu upaya untuk rnenanggulangi penyakit vibriosis adalah penggunaan bahan alami seperti bagian dari tumbuhan jambu biji (Psidium guajava) yakni daun jambu biji. Daun jambu biji memiliki sifat sebagai antibakteri. Konsentrasi ekstrak daun jambu biji yang tepat menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun jambu biji yang optimal sebagai anti bakteri pada benih ikan kerapu bebek dengan tingkat kelangsungan hidup tertinggi. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Budidaya Laut Sekotong, Lombok Barat pada Bulan April 2014 dengan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan konsentrasi ekstrak daun jambu biji yakni 0% (PI), 10%(P2), 15%(P3), 20% (P4), dan 25%(P5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun jambu biji dengan konsentrasi yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata ter hadap tingkat kelangsungan hidup benih ikan kerapu bebek. Pemberian ekstrak daun jambu biji dengan konsentrasi 15% memberikan hasil tingkat kelangsungan hidup tertinggi dibandingkan empat perlakuan lainnya yakni 100%.
TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN BENIH TERIPANG (Holothuria atra) HASIL REPRODUKSI ASEKSUAL DENGAN BERAT YANG BERBEDA Yani Robiansyah; Nurliah Nurliah; Sitti Hilyana
Jurnal Perikanan Unram Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Perikanan
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v8i2.89

Abstract

Fission merupakan sistem reproduksi aseksual teripang (Holothuria atra) dengan cara pembelahan bagian tubuh yang dapat membentuk individu baru sehingga dapat digunakan sebagai alternatif perbanyakan individu teripang.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbedaan berat tubuh teripang terhadap tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan teripang hasil fission.Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan Kontrol (150-350 gram/ tanpa fission), P1 (150 gram), P2 (250 gram) dan P3 (350 gram). Data uji analisis menggunakan ANOVA dengan taraf 5% untuk mengetahui perlakuan terbaik. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan perbedaan berat tubuh teripang memberikan pengaruh terhadap tingkat kelangsungan hidup namun tidak meberikan pertumbuhan terhadap benih teripang hasl fission. Kelangsungan Hidup tertinggi didapat pada perlakuan Kontrol (100%) dan P2 (72,22%). Sedangkan untuk pengamatan morfologis dan Fisiologis teripang memberikan hasil yang berbeda setiap minggunya.