Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Penyuluhan Dan Pelatihan Osteoarthritis Dengan Infra Red, Edukasi, Home Program Dan Senam Muskuloskeletal Degeneratif Di Posyandu Lansia Melati III Desa Sendang Kabupaten Batang Prasetyo, Eko Budi; Wulandari, Irine Dwitasari; Mudhoffar, Nabil; Aini, Nila Quratul; Andriani, Silvia Fitri; Salatin, Rajwa Majid; Syarifah, Lailatus; Dwiyanto, Muhammad Ihsan; Baihaqi, Farid Rizqullah; Astuti, Novia Lutfi; Ulum, Wahdatul; Rahmayanti, Fannisa Ayunda
PENA ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/abdms.v5i1.3260

Abstract

Seiring penuaan, kekuatan otot berkurang mengakibatkan berkurangnya aktivitas atau gerakan sehingga menurunkan kualitas hidupnya. Osteoarthritis merupakan penyakit sendi yang paling banyak di jumpai dan prevalensinya semakin meningkat dengan bertambahnya usia. Penelitian menggunakan desain penelitian desktriptif analitik. Metode pengumpulan data analisis data penelitian ini dengan menggunakan metode autoanamnesis, instrument penelitian berupa pemeriksaan spesifik pada lutut. Dari hasil pemeriksaan dan anamnesis mahasiswa fisioterapi semester 6 dan dosen Prodi D-III Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pekalongan dari 23 lansia di Posyandu Melati III dukuh Sendang Ampel sebagian besar lansia perempuan mengalami nyeri lutut karena faktor usia dan aktivitas sehari-hari. Pada penuyuluhan ini modalitas yang digunakan yaitu Infra Red, Edukasi, Home Program dan senam muskuloskeletal degeneratif. Tujuan : memberikan informasi sekaligus mengenalkan melalui media brosur, serta penyuluhan yang akan memberikan penjelasan kepada lansia untuk memahami tentang cara penanganan dan cara pencegahan yang baik untuk mengurangi terjadinya permasalahan muskuloskeletal di Dukuh Sendang Ampel Desa Sendang Rt. 14 Rw.5 Kec. Wonotunggal Kab. Batang. Hasil data pre-test dan post-test menyimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan lansia yang signifikan tentang keluhan nyeri lutut (osteoarthritis ) dan penanganannya.
Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kondisi Myofascial Syndrome Upper Trapezius Dengan Modalitas Infra Red (IR), Ultrasound (US), Myofascial Release Technique Dan Contract Relax Stretching Munaya, Arini Khaira; Prasetyo, Eko Budi
Pena: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol. 37 No. 2 (2023): PENA SEPTEMBER 2023
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/jurnalpena.v37i2.2925

Abstract

Myofascial syndrome is a condition characterized by the presence of a hypersensitive region, called a trigger area of muscle or loose connective tissue, together with a specific pain reaction in the area associated with that point when the Trigger Point (Myofascial Trigger Point) is touched or palpated. This causes a localized seizure response known as the confluence sign, which is a shortening of the fibrous muscle fiber. Physiotherapy examination includes pain assessment with Visual Analogue Scale, muscle spasm with palpation, joint range of motion with goniometer, muscle weakness with Manual Muscle Testing, and functional activity with Neck Disability Index. In this case, the interventions chosen were Infra Red (IR), Ultrasound (US), Myofascial Release and Contract Relax Stretching.The purpose of this study was to determine the effect of Infra Red (IR), Ultrasound (US), Myofascial Release and Contract Relax Stretching on the condition of Myofascial Syndrome Upper Trapezius. The research design used in this research is descriptive analytic method. The subjects of this study were patients with Upper Trapezius Myofascial Syndrome at RSUD Dr. SOESELLO SLAWI. The method of collecting research data was 4 times therapy, it was found a decrease in pain at T3, a decrease in M.Upper Trapezius muscle spasm at T4, an increase in the range of motion of the joint, neck flexion at T2, neck extension at T2, lateral neck flexion at T2, neck rotation at T2, increased strength. muscles in flexors at T2, extensors at T4, latero at T3, rotators at T3.
Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kondisi Low Back Pain Myogenic Dengan Modalitas Micro Wave Diathermy (Mwd) Dan Core Stability Exercise Prasetyo, Eko Budi; Permata Kusumawati, Adinda Wira; Alfindana, Dicky
Pena: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol. 38 No. 1 (2024): PENA MARET 2024
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/jurnalpena.v38i1.4296

Abstract

Low Back Pain Myogenic is related to disorders of the muscles in the lower back, tendons, and ligaments that can arise when carrying out excessive daily activities such as sitting for long, standing for a long time or lifting weights in the wrong position, where the pain is dull and does not radiate to the chest. limbs. Problematic Low Back Pain Myogenic is pain, spasms, limited range of motion, muscle weakness and decreased functional activity. In this case, the technology chosen is Micro Wave Diathermy (MWD) and Core Stability Exercise.The purpose of the study was to determine the effect of physiotherapy management on Low Back Pain Myogenic conditions with Micro Wave Diatermy (MWD)and Core Stability Exercise as modalities. The research design used in this research is descriptive analytic method. The subjects of this study were patients at Kajen Hospital, Pekalongan Regency. The method of data collection was the analysis of this research data using the autoanamnesis method. The results of the study as many as 5 treatments were as follows: (1) there was a decrease in T1:4 to T5:2 motion pain (2) there was a decrease in spasm from T1:1 to T5:0 (3) there was an increase in ROM in all Trunk movements (4) there is an increase in muscle strength from T1:3 to 4 (5) there is an increase in daily functional activities. The conclusion of the study is that physiotherapy interventions with Micro Wave Diathermy (MWD) and Core Stability Exercise modalities can reduce problems that arise in the Myogenic Low Back Pain condition.Keywords: Micro Wave Diathermy (MWD) and Core Stability Exercise
PELAPORAN KEUANGAN UMKM DENGAN APLIKASI SIAPIK Eko Budi Prasetyo; Angelica Marcela Tana; Rhea Merryanti Silalahi; Ahmad Ramadhan; Syaikhul Falah
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 03 (2024): JUNI 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM merupakan sektor ekonomi dalam negeri yang memiliki otonomi dan potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. UMKM memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja, akan tetapi dalam pengembangannya, UMKM seringkali mengalami berbagai tantangan yang berdampak pada sulitnya UMKM untuk naik kelas. Mengatasi hal ini, pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan Ikatan Akuntan Indonesai (IAI) mengembangkan sebuah system informasi aplikasi pencatatan informasi keuangan bagi UMKM yang disingkat SIAPIK. Tujuan utama dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu pengelolaan keuangan UMKM dan meningkatkan penguatan literasi keuangan UMKM serta mendorong kemudahan akses pembiayaan UMKM di dunia perbankan. Pelaku UMKM diberikan pengetahuan tentang laporan keuangan, pengelolaan inventaris, dan arus kas.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Penanganan Mandiri Sprain Ankle pada Ekstrakurikuler PMR Disekolah Eko Budi Prasetyo; Dicky Alfindana
Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST) Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/ijst.v5i1.9853

Abstract

Cedera sprain ankle merupakan salah satu cedera muskuloskeletal yang paling sering terjadi pada remaja, khususnya siswa yang aktif dalam kegiatan olahraga di lingkungan sekolah. Kurangnya pemahaman mengenai penanganan awal cedera yang tepat dapat meningkatkan risiko komplikasi, memperlambat proses penyembuhan, serta menyebabkan ketidakstabilan sendi kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi dan praktik penanganan sprain ankle menggunakan metode TOTAPS, PRICE, dan HARM terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa PMR dan UKS. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 36 siswa PMR dan UKS yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test sebelum dan sesudah pemberian edukasi serta praktik langsung. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa yang signifikan setelah diberikan edukasi. Sebelum perlakuan, sebagian besar siswa masih memiliki pengetahuan yang terbatas terkait penanganan awal sprain ankle, sedangkan setelah edukasi sebanyak 33 siswa memperoleh nilai sempurna pada post-test. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode edukasi interaktif melalui demonstrasi, media poster, dan praktik langsung efektif meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan identifikasi dan penanganan awal cedera sprain ankle secara tepat. Dengan demikian, edukasi berbasis praktik dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan tim kesehatan sekolah terhadap penanganan cedera olahraga secara aman dan berbasis evidensi.
Rehat Dulu: Healthy youth mentoring for boarding school girls group at Muhammadiyah 2 senior high school Ardiana Priharwanti; Isrofah; Eko Budi Prasetyo
Abdimas Polsaka Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Number 2 September 2025
Publisher : LPPM Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/abdimaspolsaka.v4i2.233

Abstract

Adolescence is a colorful and dynamic period, accompanied by a series of emotional upheavals that adorn the journey of a human being about to grow up. Adolescents, the largest age group in the Indonesian population structure, are the focus of attention and a strategic intervention point for human resource development. The most important step that must be taken is to increase attention to adolescent girls, because they face greater risks and are more vulnerable to the social environment. In addition to being the largest group (23% of the total population), adolescents have never received comprehensive and consistent attention. The group of adolescents who are in Islamic boarding schools or pondok environments, also known as boarding schools, are groups that often receive less attention, especially in terms of health. Reproductive health and mental health in adolescent girls are issues in Islamic boarding schools or pondok environments. Reproductive health is a state of perfect physical, cognitive, and social health, not only in the absence of disease or disorders, but also in terms of sexual and reproductive well-being. This includes the right of every individual to have a safe, satisfying, and fulfilling sexual life, as well as the right to have the ability to reproduce and the freedom to decide their own will in terms of reproduction without discrimination, pressure, or coercion. Adolescent reproductive rights are increasingly becoming an important topic to study in the modern era. This community service program aims to provide health education on reproductive health, mental health, and PHBS through "take a break" assistance. The purpose of implementing this program is for groups of students to be independent and effective in improving their health status through increased knowledge and changes in good practices, as a result of the program in the form of improving the quality of services to the community (groups of students) and scientific publications
Edukasi Obat yang Benar Metode DAGUSIBU pada Kelompok Lansia di Bendankergon Kota Pekalongan: Health Education on Proper Medication Management Using DAGUSIBU Method for Elderly Communities in Bendan Kergon Pekalongan City Andre Kurniawan; Khafid Mahbub; Eko Budi Prasetyo; Muhammad Zakki; Mulyanti Shofaro; Salsabila Hanifatul Ariqoh; Wiranto Dwi Nugroho; Fani Jamiyatin
DARMADIKSANI Vol 5 No 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i4.8883

Abstract

Indonesia menghadapi peningkatan populasi lansia (≥60 tahun) yang rentan terhadap masalah terkait penggunaan obat (Drug Related Problems/DRPs) akibat penyakit komorbid dan polifarmasi. Selain itu, masyarakat sering keliru dalam mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Kekeliruan ini berisiko mengurangi efektivitas terapi dan menimbulkan masalah kesehatan lain. Program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) Obat yang Benar, inisiatif Ikatan Apoteker Indonesia , bertujuan meningkatkan literasi obat dan kesadaran masyarakat. Kegiatan pengabdian ini memberikan edukasi DAGUSIBU kepada 24 peserta lansia di Kelurahan Bendankergon, Kota Pekalongan, untuk meningkatkan pemahaman dan kemandirian mereka dalam mengelola obat. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi, dan pembagian buku saku. Kegiatan dilaksanakan pada 10 Oktober 2025, dan dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan gratis. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata nilai naik dari 68,66 menjadi 92,33. Partisipasi aktif peserta mengindikasikan bahwa intervensi ini berhasil dan relevan dengan kebutuhan mereka. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman lansia tentang pengelolaan obat yang aman dan bertanggung jawab sesuai prinsip DAGUSIBU.