Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

IMPLEMENTASI  TERAPI  DIAPHRAGMATIC  BREATHING EXERCISE TERHADAP PERUBAHAN RESPIRATORY RATE PADA PASIEN TB PARU DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Siregar, Endang Kristina; Susyanti, Deni; Gea, Handerman Vitu
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 11 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, November 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i11.1969

Abstract

Pumonary tuberculosis (TB) is a disease caused by Mycobacterium tuberculosis, which primarily attacks the human lungs. The main complaints in pulmonary TB patients are shortness of breath and cough caused by the bacterial infection entering the lungs. One nursing intervention that can be provided to pulmonary TB patients to address ineffective breathing patterns is diaphragmatic breathing exercise. This study used a descriptive method with a case study design. The case study applied the nursing care process with implementation in two patients with pulmonary TB at TK II Putri Hijau Hospital in Medan. After implementing diaphragmatic breathing exercises for three days, the problem of ineffective breathing patterns in both patients was resolved. The results of this study indicate that diaphragmatic breathing exercise therapy can effectively address ineffective breathing patterns in patients with pulmonary TB.
PENERAPAN TERAPI CERMIN UNTUK MELATIH KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE NON-HEMORAGIK DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Ayustin, Allisa Widyani; Susyanti, Deni; Gea , Handerman Vitu
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 11 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, November 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i11.1972

Abstract

  ABSTRACT Non-hemorrhagic stroke is a neurological condition that causes decreased motor function, particularly in the extremities, thereby impairing the patient's physical mobility. One non-pharmacological intervention that can be used to improve muscle strength is mirror therapy. This study aims to describe the application of mirror therapy in nursing care for patients with non-hemorrhagic stroke. The research method used is a descriptive case study involving two patients who experienced muscle weakness in the right extremities. The mirror therapy intervention was carried out for three consecutive days, with each session lasting 15-20 minutes. Patients were trained to move the affected extremities with visual assistance from a mirror as a stimulus to activate motor areas in the brain. The results showed an improvement in muscle strength from a scale of 3 to 4, along with the ability to perform activities without family assistance in the first patient, while the second patient demonstrated active participation in the exercises and improvement in motor ability, although no significant change from muscle scale 3 to 4 was observed. Mirror therapy proved to have a positive impact on both the physical and psychological aspects of patients.             ABSTRAK Stroke non-hemoragik merupakan salah satu kondisi neurologis yang menyebabkan penurunan fungsi motorik, terutama pada ekstremitas, sehingga mengganggu mobilitas fisik pasien. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat di gunakan untuk meningkatkan kekuatan otot adalah terapi cermin. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan terapi cermin dalam asuhan keperawatan pada pasien stroke non-hemoragik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif terhadap dua pasien yang mengalami kelemahan otot pada ekstremitas kanan. Intervensi terapi cermin dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 15-20 menit setiap sesi. Pasien dilatih menggerakkan ekstremitas yang lemah dengan bantuan visual dari cermin sebagai rangsangan untuk mengaktifkan area motorik di otak. Hasil dari penerapan terapi menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot dari skala 3 menjadi 4, serta mulai mampu melakukan aktivitas tanpa bantuan keluarga pada pasien pertama sedangkan pada pasien kedua menunjukkan partisipasi aktif dalam latihan dan peningkatan kemampuan motorik meskipun belum mencapai perubahan skala otot 3 menjadi 4 yang signifikan. Terapi cermin terbukti memberi dampak positif terhadap aspek fisik dan psikologis pasien.
IMPLEMENTASI TERAPI OKSIGEN DALAM MEMPERBAIKI PERTUKARAN GAS PADA PASIEN PNEUMONIA DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Sisilia, Sisilia; Susyanti, Deni; Gea, Handerman Vitu
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 12 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i12.2007

Abstract

ABSTRACT Pneumonia is an infection of the lungs caused by microorganisms such as pneumococeus, staphylococcus, streptococcus, and viruses that attack lung tissue. This study is entitled Implementation of Oxygen Therapy to Improve Gas Exchunge in Pneumonia Patients at TK II Putri Hijau Hospital Medan. The research method used is descriptive with a case study design. The subjects were two patients who received nursing interventions involving oxygen therapy for impaired gas exchange at TK Il Putri Hijau Hospital Medan. The results showed that after three days of providing nursing care with oxygen therapy to pneumonia patients with impaired gas exchange. both patients experienced normalized breathing. The conclusion from assessment to evaluation indicates that implementing nursing care for pneumonia patients with impaired gas exchange successfully restored normal respiration. The study suggests that future researchers explore oxygen therapy interventions for patients with impaired gas exchange in greater depth. For the community, attention and support in treatment programs, especially for pneumonia patients experiencing gas exchange disorders, are also necessary. ABSTRAK Pneumonia adalah infeksi yang menyerang pada paru-paru yang disebabkan oleh mikroorganisme pneumococcus, staphylococcus, streptococcus dan virus yang menyerang pada jaringan paru-paru. Penelitian ini berjudul Implementasi Terapi Oksigen Dalam Memperbaiki Pertukaran Gas Pada Pasien Pneumonia di Rumah Sakit TK 11 Putri Hijau Medan. Metode penelitian ini merupakan deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek yang digunakan adalah 2 pasien dengan masalah keperawatan implementasi terapi oksigen pada pasien dengan gangguan pertukaran gas di Rumah Sakit TK II Putri Hijau Medan. Hasil penelitian dari kedua responden selama dilakukan asuhan keperawatan dengan terapi oksigen pada pasien pneumonia dengan gangguan pertukaran gas selama 3 hari di dapatkan pernapasan pada pasien kembali normal. Kesimpulan pengkajian sampai evaluasi dalam melakukan asuhan keperawatan pada pasien pneumonia dengan gangguan pertukaran gas berhasil didapatkan pernapasan kembali normal. Saran penelitian ini diharapkan peneliti selanjutnya mampu membahas terkait tindakan terapi oksigenisasi pasien yang mengalami gangguan pertukaran gas lebih mendalam lagi. Kesimpulan bagi masyarakat perlu memperhatikan dan memberi support dalam program pengobatan yang dilakukan khususnya pada pasien pneumonia dengan gangguan pertukaran gas
IMPLEMENTASI TERAPI FOOT MASSAGE PADA PASIN TUBERKULOSIS PARU DENGAN MASALAH GANGGUAN TIDUR DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Wana, Citra; Susyanti, Deni; Gea, Handerman Vitu
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 12 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i12.2024

Abstract

ABSTRACT Pulmonary tuberculosis is a contagious disease directly caused by Mycobacterium tuberculosis, which is transmitted through the air (droplet nuclei). Pulmonary tuberculosis spreads from person to person through the air when coughing, sneezing, or spitting. Patients with pulmonary tuberculosis often experience sleep disturbances, which can affect the healing process and quality of life. One non-pharmacological intervention that can be used to improve sleep quality is foot massage therapy. This study aims to determine the effect of foot massage therapy on the sleep quality of pulmonary TB patients with disturbed sleep patterns. The research design used is descriptive with a case study approach. The subjects consisted of two pulmonary TB patients experiencing sleep disturbances at Tk II Putri Hijau Hospital, Medan. The foot massage intervention was administered for 15 minutes daily over three consecutive days. Data were collected through observations of sleep pattern changes before and after the intervention. The results showed that after the foot massage therapy, both patients experienced improved sleep quality. On the first day, patients still complained of difficulty sleeping and frequent awakenings. However, after the third day of intervention, the patients began to sleep more soundly, with increased sleep duration and reduced complaints such as fatigue. This therapy demonstrated a positive response as a form of non-pharmacological nursing intervention for pulmonary TB patients experiencing sleep disturbances. This study recommends that foot massage therapy be implemented independently to improve sleep disturbances in pulmonary tuberculosis patients. ABSTRAK Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang langsung disebabkan oleh mycobacterium Tuberkulosis yang ditularkan melalui udara (droplet nuclei). Tuberkulosis paru menyebar dari orang ke orang melalui udara ketika batuk, bersin, atau meludah. Tuberkulosis paru sering mengalami gangguan tidur yang berdampak pada proses penyembuhan dan kualitas hidup. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas tidur adalah terapi foot massage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi foot massage terhadap kualitas tidur pasien TB paru dengan gangguan pola tidur. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari dua pasien TB paru yang mengalami gangguan tidur di Rumah Sakit TK II Putri Hijau Medan. Intervensi foot massage diberikan selama 15 menit setiap hari selama tiga hari berturut-turut. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap perubahan pola tidur sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan bahwa setelah dilakukan terapi foot massage, kedua pasien mengalami peningkatan kualitas tidur. Pada hari pertama, pasien masih mengeluhkan sulit tidur dan sering terbangun. Namun, setelah intervensi hari ketiga, pasien mulai tidur lebih nyenyak, durasi tidur meningkat, serta keluhan seperti kelelahan berkurang. Terapi ini menunjukkan respon positif sebagai bentuk intervensi keperawatan nonfarmakologis pada pasien TB paru yang mengalami gangguan tidur. saran peneliti ini diharapkan dapat diterapkan secara mandiri dalam meningkatkan gangguan pola tidur pada pasien Tuberkulosis.
IMPLEMENTASI PURSED LIPS BREATHING TERHADAP PERUBAHAN RESPIRATORY RATE PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIS (PPOK) DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Fadillah, Lisma Ayu; Susyanti, Deni; Gea, Handerman Vitu
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 12 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i12.2040

Abstract

ABSTRACT Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a respiratory condition characterized by airflow limitation that is usually progressive and associated with an abnormal inflammatory response in the hings. Common signs and symptoms experienced by COPD patients include shortness of breath, coughing, sputum production, and limited physical activity. One simple technique that con help reduce shortness of breath is Pursed Lips Breathing. This study aims to describe the implementation of Pursed Lips Breathing at TK II Putri Hijau Hospital to help decrease respiratory rate in COPD patients. This research is descriptive in nature and was conducted on two patients who met the inclusion criteria: male or female patients diagnosed with COPD, aged 35 years and above. The Pursed Lips Breathing technique was implemented over three consecutive days for each patient. Prior to the intervention, the respiratory rates were RR: 27 breaths/minute for Patient 1 and RR: 29 breaths/minute for Patient 2, with both patients visibly using accessory respiratory muscles. After three days of implementing the Pursed Lips Breathing technique, observations showed that both patients were able to perform the breathing exercise, appeared to experience less dyspnea, and their respiratory rates decreased to RR: 22 breaths/minate for Patient 1 and RR: 24 breaths/minute for Patient 2. Additionally, neither patient showed signs of using accessory respiratory muscles. In conclusion, the three-day implementation of Pursed Lips Breathing was effective in addressing the problem of ineffective breathing patterns in COPD patients.   ABSTRAK                                              PPOK (Penyakit Paru Obstruksi Kronis) merupakan penyakit saluran napas yang ditandai dengan adanya keterbatasan aliran udara yang biasanya progresif dan berhubungan dengan respon inflamasi abnormal paru-paru. Tanda dan gejala yang biasanya dialami pasien PPOK yaitu sesak napas, batuk, adanya produksi sputum, dan keterbatasan aktivitas. Salah satu cara sederhana yang dapat membantu mengurangi sesak napas adalah teknik pernapasan Pursed Lips Breathing. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran Implementasi Pursed Lips Breathing di Rumah Sakit TK II Putri Hijau untuk membantu menurunkan frekuensi napas pada pasien PPOK. Metode penelitian ini bersifat deskriptif yang dilakukan pada 2 pasien dengan kriteria inklusi laki laki atau perempuan yang menderita PPOK, dengan usia 35 tahun keatas. Pada penelitian ini Implementasi Pursed Lips Breathing dilakukan selama 3 hari pada setiap pasien. Sebelum dilakukan Implementasi Pursed Lips Breathing terdapat hasil frekuensi napas pada pasien 1 dengan RR: 27x/i dan pasien 2 dengan RR:29x/i dan kedua pasien tampak menggunakan otot bantu napas. Hasil setelah diberikan teknik pernapasan Pursed Lips Breathing selama 3 hari pada kedua pasien terlihat dari observasi bahwa kedua pasien mampu melakukan latihan pernapasan sehingga klien tampak tidak sesak dengan frekuensi napas pada pasien 1: 22x/i dan pasien 2: 24x/i dan kedua pasien tidak menggunakan otot bantu napas. Kesimpulan implementasi Pursed Lips Breathing yang dilakukan selama 3 hari mampu mengatasi masalah pola napas tidak efektif pada pasien PPOK.
Co-Authors Afnita Khoiron Nisa Alfi, Alfi Syahri Anita Sari Harianja Ariyanti, Ika Ayustin, Allisa Widyani Baharuddin Siregar Baharuddin Siregar Baharuddin Siregar, Baharuddin Desman Samuel Simatupang Dewi Elizadiani Suza Dewi, Febri Masitah Diga Prasetia Hermawan Dinda Restiani Dinda Restiani Simamora Doni Hariansyah Doni Hariansyah Dwi Helynarti Syurandhari Endang Rosmawati Simamora Erita Gustina Erita Gustina Ezra Inawati Barus Ezra Fadillah, Lisma Ayu Fentiana, Nina Fitriani Pramita Gurning Fitriani, Enny Gea , Handerman Vitu Gea, Handerman Vitu Hakim Sadli Harianja, Anita Sari Hasanah, Putri Heri Chandra Hesti Pramudya Wardani Maha Imeldawati Rajagukguk Irma Handayani Josia Edyanta Purba Kipa Jundapri Lermiana Purba Lilis Savanna Siahaan Masdiana, Erna Mayrani Siregar , Nita Mayrani Siregar, Nita Mompang Tua Parlagutan Mompang Tua Parlagutan Monika, Agnes Muchti Yuda Pratama Muhammad Hasan Ansyari Ritonga Nadila Putri Nina Olivia Nisrina Nita Mayrani Siregar Nita Mayrani Siregar Nur Rahma Pamela, Tia Pamungkas, Pamungkas PRATAMA, M. IQBAL Purba, Josia Edyanta Purba, Lermiana Putri Fadillah Putri Hasanah Putri Hasanah Putri Hasanah Putri, Nadila Rahma, Nur Ratih Krisna Murti Ria Banjarnahor, Hotma Ruby Novitiyanto Rustam, Muh Zul Azhri Sentia Putri Br. Tarigan Setiawan, Igo Simamora, Endang Rosmawati Simamora, Endang Roswati Siregar, Endang Kristina Siregar, Nita Mayrani Sisilia, Sisilia SUHARTO Suharto Suharto Suharto Suharto Suharto Suharto Susiana Marbun Suvi Novida Syaiful Syaiful Tambunan, Ade Putri Ramadhani Ummi, Nurhasanah Vitu Gea, Handerman Vitu, Handerman Wana, Citra Wiwin Wiwin, Wiwin Wulandari, Anggy Yesi Ariani Yuda Anggara