Claim Missing Document
Check
Articles

FORMULASI DAN EVALUASI FISIK ORALLY DISINTEGRATING TABLET ZINC DENGAN MENGGUNAKAN CROSCARMELLOSE SODIUM SEBAGAI SUPERDISINTEGRAN Rika Fatmala; Nur’aini ,; Mohammad Zaky
Jurnal Farmagazine Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v4i1.72

Abstract

Orally Disintegrating Tablet (ODT) merupakan tablet yang dirancang dengan waktu hancur yang cepat pada kontak dengan air liur dan memungkinkan untuk pemberian oral tanpa air ataupun dengan mengunyah. Teknologi ini merupakan solusi bagi beberapa golongan pasien yang sulit menelan tablet dalam bentuk konvensional seperti pada pasien golongan pediatri dan geriatri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari Croscarmellose Sodium sebagai superdisintegran terhadap sifat fisik ODT Zinc. Pada penelitian ini Croscarmellose Sodium digunakan sebagai superdisintegran dengan variasi konsentrasi 1%, 2%, 3%, 4% dan 5%. Tablet dibuat dengan menggunakan metode kempa langsung. Hasil penelitian menunjukan linearitas antara konsentrasi dengan waktu hancur yang menghasilkan nilai r = -0,9971 yang artinya semakin besar konsentrasi dari Croscarmellose Sodium, dapat menurunkan waktu pembasahan dan waktu hancur ODT Zinc. Formula dengan konsentrasi Croscarmellose Sodium 5% menghasilkan ODT Zinc yang baik dengan waktu hancur 2 detik dan waktu pembasahan 3 detik. Kata Kunci : Orally Disintegrating Tablet, Zinc, Croscarmellose Sodium, Superdisintegran
FORMULASI DAN UJI EVALUASI FISIK SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL 96% BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa L) SEBAGAI PEWARNA RAMBUT ALAMI MOHAMMAD ZAKY MOHAMMAD ZAKY
Jurnal Medika Hutama Vol. 1 No. 03 April (2020): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.183 KB)

Abstract

Bunga Rosella (Hibiscuc sabdariffa L) mengandung antosianin yang menghasilkan warna merah yang dapat digunakan sebagai pewarna alami.Preparasi sampel menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dengan penambahan HCl 1% serta dilakukan freezedrying untuk mendapatkan ekstrak kering, Formula sediaan pewarna rambut terdiri dari pirogalol 0,5%, xanthan gum 1% serta ekstrak etanol 96% bunga rosella dengan konsentrasi 0%, 15%, 30% dan 40% serta puriffied water sebagai pelarut. Pengujian terhadap sediaan meliputi uji organoleptik, uji pH, uji kestabilan warna yang di hasilkan, uji iritasi, uji kestabilan warna terhadap matahari, uji kestabilan warna terhadap pencucian, uji viskositas dan uji kesukaan.Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa ekstrak bunga rosella dapat mempengaruhi warna rambut uban yang diperoleh. Sediaan berupa gel, pH sediaan kisaran 2,3-2,9 yang menyebabkan gatal pada uji iritasi dan viskositas kisaran 18632-12742 cps. Pewarnaan rambut dari rambut uban menjadi warna Luminous b’t orange terjadi pada konsentrasi ekstrak 40%. Hasil stabilitas terhadap pencucian dapat bertahan sampai 4 kali pencucian, uji stabilitas terhadap sinar matahari menunjukkan tidak terjadi perubahan warna pada rambut yang diberi perlakuan, pada uji kesukaan menunjukan bahwa formula ke-4lebih disukai oleh responden.
FORMULASI SEDIAAN SABUN PADAT EKSTRAK ETANOL 96% DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI (Staphylococcus aureus) Hilda Damayanti; Mohammad Zaky; Muhamad Fatah Nur Irman Maulana
Jurnal Farmagazine Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v9i2.629

Abstract

Ekstrak etanol 96% daun sirsak (Annona muricata L.) memiliki aktivitas sebagai antibakteri, antiparasit, antivirus dan dekongestan.Aktivitas tersebut diduga disebabkan kandungan kimia yang terdapat didalam ekstrak.Salah satu senyawa aktif yang terdapat pada ekstrak daun sirsak adalah saponin, flavonoid, tanin, dan alkaloid yang mempunyai fungsi sebagai antibakteri.Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi sabun padat ekastrak daun sirsak (Annona muricata L.), mengetahui hasil evaluasi sediaan sabun padatekastrak daun sirsak dan mengetahui diameter zona hambat sabun padat ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus.Jenis penelitian ini yaitu penelitian secara eksperimental dengan analisis secara deskriptif.Pembuatan ekstrak daun sirsak dilakukan dengan metode maserasi, yang kemudian digunakan sebagai zat aktif pada sediaan sabun padat dengan konsentrasi FI 3%, FII 4% dan FIII 5%.Hasil penelitian menunjukkan ekstrsk etanol 96% daun sirsak (Annona muricata L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan sabun padat dengan variasi konsentrasi FI 3%, FII 4% dan FIII 5%, dan hasil evaluasi fisik pada sediaan sabun padat ekstrak daun sirsak pada uji organoleptis (Bau, Bentuk dan Warna), uji pH dan uji tinggi busa memiliki hasil yang baik dan memenuhi syarat.Pada hasil pengujian antibakteri sabun padat ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.)  pada konsentrasi 3% memiliki zona hambat sebesar 13,06 mm, konsentrasi 4% memiliki zona hambat sebesar 13,8 mm, dan konsentrasi 5% memiliki zona hambat sebesar 14,4 mm. Sabun padat ekstrak etanol 96% daun sirsak (Annona muricata L.) yang paling efektif untuk menghambat bakteri Staphylococcus aureus adalah pada formulasi ke-3 dengan konsentrasi 5%.
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN PASTA GIGI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN KEJI BELING (Strobilanthes crispa L Blume) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans Mohammad Zaky; Meta Safitri; Delita Octavia
Jurnal Farmagazine Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v10i1.648

Abstract

Daun keji beling (Strobilanthes crispa L Blume) merupakan tanaman yang memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin yang berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri sediaan pasta gigi ekstrak etanol 70% daun keji beling (Strobilanthes crispa L Blume) terhadap bakteri Streptococcus mutans. Bahan yang digunakan dalam pembuatan pasta gigi adalah ekstrak etanol 70% daun keji beling dengan berbagai  konsentrasi K(-), K(+), (F1 1,5%), (F2 3%), dan (F3 4,5%). Semua formula sediaan pasta gigi diuji mutu fisikokimia (organoleptik, homogenitas, pH, tinggi busa dan viskositas) serta aktivitas antibakteri. Hasil skrining fitokimia ekstrak daun keji beling mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin yang mempunyai mekanisme sebagai antibakteri. Hasil evaluasi fisik sediaan menyatakan bahwa semua sediaan pasta gigi memenuhi persyaratan mutu fisik yaitu berwarna hijau,berbentuk semi solid,berbau khas ekstrak daun keji beling  dengan nilai pH 7-8, viskositas 75,90-89,34cPs, tinggi busa 5,3-9,6 cm . Hasil pengujian antibakteri menunjukkan bahwa sediaan pasta gigi ekstrak daun keji beling  pada formula 1 memiliki daya hambat sebesar 13,6 dengan kriteria sedang, formula 2 dengan daya hambat sebesar 12,7 dengan kriteria sedang, formula 3 memiliki daya hambat terhadap bakteri Streptococcus mutans dengan diameter hambat sebesar 19,5 mm dengan daya hambat dengan kriteria kuat.
Sosialisasi Dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Terhadap Penggunaan Bahan-Bahan Alami Yang Bermanfaat Dalam Produk Kosmetik Dan Cara Pemilihan Produk Kosmetik Yang Aman Di Pasaran Mohammad Zaky; Meta Safitri
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v4i1.3347

Abstract

Socialization In Efforts To Increase Public Knowledge About The Use Of Natural Ingredients Which Are Useful In Cosmetic Products And How To Select Safe Cosmetic Products In The MarketCosmetics circulating in the market with synthetic ingredients sometimes cause various kinds of adverse side effects. The existence of illegal cosmetics that are found without official distribution permits can also increase the risk of health problems if used continuously. The community service program aims as an effort to increase public knowledge of the use of natural ingredients as an alternative to synthetic materials that are useful in cosmetic products and also to provide knowledge about how to choose cosmetic products that are safe on the market. This activity was carried out at the Faculty of Nursing, Cendekia Abditama University, Tangerang Banten with participants being young students who have great potential as regular users of cosmetic products. The socialization method used is lectures and practice by measuring the results of activities through pre-tests and post-tests to test participants' knowledge of the material provided before and after the presentation. This activity increased my knowledge about the use of useful natural ingredients in cosmetic products and how to choose cosmetic products that are safe on the market. This activity was carried out well and received a very good response from the participants with a total of 28 participants who were dominated by women with the most vulnerable ages 18-21 years. The activities carried out experienced an increase in the knowledge of all participants from before the socialization with a pretest score of ≤ 40 and after the activity increased with a post-test score of ≥ 80.Keywords : Outreach, natural ingredients, cosmetic productsKosmetik yang beredar di pasaran dengan bahan sintetik terkadang menimbulkan berbagai macam efek samping yang merugikan. Adanya kosmetik ilegal yang ditemukan tanpa izin edar resmi juga dapat mempertinggi risiko terjadinya masalah kesehatan apabila dipakai secara terus menerus. Program pengabdian kepada masyarakat bertujuan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan bahan alami sebagai alternatif pengganti bahan sintetik yang bermanfaat dalam produk kosmetik dan juga memberikan pengetahuan tentang cara memilih produk kosmetik yang aman di pasaran. Kegiatan ini dilaksanakan di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Cendekia Abditama, Tangerang  Banten dengan peserta merupakan mahasiswa yang berusia muda yang berpotensi besar sebagai pengguna rutin produk kosmetik.  Metode sosialisasi  yang digunakan yaitu ceramah dan praktik dengan pengukuran hasil kegiatan melalui pretest dan posttest untuk menguji pengetahuan peserta mengenai materi yang diberikan sebelum dan setelah pemaparan. Kegiatan ini menghasilkan adanya peningkatan pengetahuan tentang penggunaan bahan alami yang bermanfaat dalam produk kosmetik dan cara pemilihan produk kosmetik yang aman di pasaran. Kegiatan ini telah terlaksana dengan baik dan mendapatkan respons yang sangat baik dari peserta dengan jumlah peserta keseluruhan sebanyak 28 peserta yang didominasi oleh Perempuan dengan rentan usia terbanyak 18 – 21 tahun.  Kegiatan yang dilakukan mengalami peningkatan pengetahuan seluruh peserta dari sebelum sosialisasi dengan nilai pretest ≤ 40 dan setelah kegiatan meningkat dengan nilai posttest ≥ 80.Kata kunci : Sosialisasi, bahan alami, produk kosmetik
POTENSI EKSTRAK UMBI BIT (Beta vulgaris L.) SEBAGAI PEWARNA RAMBUT DALAM FORMULASI SEDIAAN GEL Mohammad Zaky; Dina Pratiwi; Saripah Saripah
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v12i2.5122

Abstract

AbstrakBetalain yang terkandung dalam Umbi bit (Beta vulgaris L.) dapat berguna sebagai pewarna alami untuk sediaan kosmetik. Tujuan penelitian ini untuk memformulasikan ekstrak umbi bit menjadi sediaan gel pewarna rambut yang baik. Pembuatan ekstrak dilakukan metode maserasi dengan pelarut etanol 50% .Formula sediaan gel pewarna rambut terdiri dari piragalol 0.5%, xanthan gum 1% serta ekstrak umbi bit konsentrasi 0%, 15%, 20%, 25% dan purified water sebagai pelarut. Pengujian terhadap sediaan meliputi uji organoleptik, uji pH, uji viskositas, uji iritasi, uji stabilitas warna yang dihasilkan, uji stabilitas warna terhadap pencucian, uji stabilitas warna terhadap matahari dan uji kesukaan. Sediaan gel pewarna rambut yang dihasilkan berwarna merah kecoklatan dan berbau khas umbi bit serta memiliki pH berkisar 5 dengan viskositas sekitar 5035-1236 cps. Sediaan gel ini tidak mengiritasi kulit dan mempunyai stabilitas warna yang baik. Dari uji kesukaan diketahui bahwa formula yang paling disukai adalah formula 4 dibandingkan formula lain dari segi tekstur, aroma dan warna. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ekstrak umbi bit dapat digunakan sebagai pewarna rambut yang aman digunakan untuk kulit.
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL DAN SELF EFFICACY TERHADAP PERILAKU AKTIVITAS FISIK MAHASISWA Septian, Adly; Subarjah, Herman; Zaky, Mohammad
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 23, No 1 (2024): JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v23i1.57247

Abstract

This research aims to determine the influence of social support and self-efficacy on students' physical activity behavior. The design used in this research is correlational with random sampling techniques. The total sample from this research was 70 respondents from sports science students in 2022. The instruments used in this research were the Social Support Exercise Survey questionnaire, the Exercise Self-Efficacy Scale, and the International Physical Activity Questionnaire. After that, the results of the research data were analyzed using multiple linear analysis parametric tests with the IBM SPSS version 25 application because the data was normally distributed. The results of the analysis show that there is family influence on students' physical activity with a value of Sig. < 0.05 and t value > 1.998, for the influence of friend support there is no influence on students' physical activity with a value of Sig. > 0.05 and the calculated t value < 1.998, for the influence of self-efficacy there is an influence on students' physical activity with a Sig value. < 0.05 and tcount > 1.998.
Analisis Perilaku Aktivitas Fisik dan Promosi Gaya Hidup Sehat Pada Siswa Sekolah Menengah Atas Muhamad Nurul Rafli; Yati Ruhayati; Jajat, Jajat; Adang Suherman; Surdiniaty Ugelta; Imas Damayanti; Kuston Sultoni; Mohammad Zaky; Nur Indri Rahayu
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol 14 No 4 (2024): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v14i4.1614

Abstract

Gaya hidup sehat merupakan suatu kebiasaan atau perilaku yang dilakukan dengan cara menjaga dan memelihara pola makan, pikiran, kebiasaan dan juga lingkungan yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perilaku aktivitas fisik dan gaya hidup sehat pada siswa SMA Se Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional study. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 359 yang berusia 15 tahun sampai dengan 19 tahun (M = 16.62 ± SD = 0,915). Partisipan terdiri dari 197 laki-laki dan 162 perempuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Health Promoting Lifestyle Profile II. Analisis data dilakukan dengan melakukan uji descriptive statistic untuk mendeskripsikan karakteristik partisipan, independent sample T-test digunakan untuk menguji perbedaan berdasarkan gender dan status tempat tinggal, One Way ANOVA digunakan untuk menguji perbedaan berdasarkan ekstrakurikuler. Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat perbedaan aktivitas fisik dan gaya hidup sehat yang signifikan antara partisipan laki laki dan perempuan (p= 0.211), sementara itu terdapat perbedaan yang signifikan antara partisipan yang berstatus tempat tinggal dengan orang tua dan partisipan yang berstatus tempat tinggal kost (p = 0.001 < 0,05). Demikian halnya berdasarkan keterlibatan ekstrakurikuler juga terdapat perbedaan yang signifikan (p = 0,038). Status tempat tinggal dan keterlibatan dalam ekstrakurikuler mempengaruhi perilaku aktivitas fisik dan gaya hidup sehat pada siswa SMA, sementara gender tidak mempengaruhi. Perlu adanya perhatian khusus terkait dengan lingkungan individu remaja sebagai upaya meningkatkan perilaku aktivitas fisik dan gaya hidup sehat.
Formulation and test of physical properties of eyeshadow cream with natural dyes of Kasumba turate flower extract (Carthamus tinctorius L.) Lallita; Mohammad Zaky; Hilda Damayanti
Farmasains : Jurnal Farmasi dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/farmasains.v9i2.25047

Abstract

Safflower (Carthamus tinctorius L.) contains two natural pigments,, namely yellow carthamin and orange-red carthamin dye which are used as natural dyes. The research aimed to see whether safflower extract could be used as a natural coloring in eyeshadow cream and the physical properties of eyeshadow cream. The 70% ethanol extract of safflower was formulated into lip cream preparations, with varying concentrations of 0% (K-), 1% (F1), 2% (F2), and 3% (F3). Testing the physical properties of the preparation, namely the organoleptic test, homogeneity test, pH test, type of cream test, spread test, spreadability test, viscosity test, and hedonic test. The formulation of the lip cream of safflower extract showed a distinctive smell of orange essence, yellow to brownish yellow color, semi-solid form, homogeneous preparation until the 28th day, easy to apply, had a pH (4.5-7.0), type cream O/W, has a viscosity of 10,000-20,000 cPs and spreadability of 5-7 cm. This study concludes that Safflower extract can be used as a natural dye in Eyeshadow cream preparations and meets the requirements of good physical properties of Eyeshadow cream preparations.  
Analysis of Mental Health and Quality of Life of Mount Lawu : The Perspective of Elderly Climbers Sri Maryani; Mustika Fitri; Mohammad Zaky; Hilmy Apriady
Kinestetik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani Vol 8 No 3 (2024): September
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jk.v8i3.37085

Abstract

This study analyzes the mental health and quality of life of Mount Lawu climbers from the perspective of elderly climbers. Using quantitative descriptive methods, we included 17 participants who filled out the Center for Epidemiologic Studies Depression Scale (CES-D) questionnaire to measure mental health and the Older People's Quality of Life (OPQOL-35) questionnaire to measure quality of life. The results showed that the average OPQOL score was 38.66 with a standard deviation of 4.52, while the average CESDR score was 21.60 with a standard deviation of 2.22. These findings showed that there was variation in quality of life and depression levels among participants, with quality of life more varied than depression levels. These results underscore the importance of interventions that support physical and mental health to improve the well-being of the elderly. A more detailed study is needed to know more about the factors that affect mental health and quality of life in this population.