p-Index From 2021 - 2026
5.599
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika Progresiva : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies INFERENSI JURNAL AKUNTANSI UNIVERSITAS JEMBER Jurnal Ekonomi Islam Al-Iktisab: Journal of Islamic Economic Law Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) JURNAL PENELITIAN RELIGIA Journal of Islamic Monetary Economics and Finance Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Jurnal Penelitian Ekonomi Akuntansi (JENSI) Journal of Digital Marketing and Halal Industry Warta Pengabdian Andalas: Jurnal Ilmiah Pengembangan Dan Penerapan Ipteks Mabny : Journal of Sharia Management and Business Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jurnal Ekonomi dan Bisnis Journal of Islamic Economics Jurnal Pengabdian Multidisiplin Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terintegrasi Jurnal Akuntansi dan Ekonomi Bisnis Journal of International Conference Proceedings Millah: Journal of Religious Studies Jurnal Ekonomi Islam Dedikasi Saintek Jurnal Pengabdian Masyarakat Sahmiyya: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Velocity: Journal of Sharia Finance and Banking Religia : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman JIM : Journal Of International Management Jurnal Ekonomi Bisnis Manajemen dan Akuntansi (Jebisma) Jurnal Hukum Islam Jurnal Penelitian Akuntansi Journal of Islamic economics Perspectives (JIEP) IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Welfare: Jurnal Pengabdian Masyarakat DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah Journal of Noesantara Islamic Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : RELIGIA

ETIKA BISNIS KOMUNITAS TIONGHOA MUSLIM YOGYAKARTA (Kajian atas Etos Kerja Konfusianisme dalam Perspektif Islam) Shulthoni, Muhammad
RELIGIA Vol 14 No 1: April 2011
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.004 KB) | DOI: 10.28918/religia.v14i1.33

Abstract

Abstract: The success of Chinese Muslim entrepreneurs in businessis a well-known fact. On one side, there are explicit or implicitregulations in Jogjakarta (Java), discouraging the ethnic Chinese fromworking in non-commercial sectors. Their only opportunity to makea living is business. But, on the other side, their success warrantsnotice that even though the businessmen run their business withscientifical management, actually they have dependence on theirculture, ethics, and religious beliefs. This is because business is amobile activity. Business without reliable ethics can not succeedreliably. If business is a kind of human activity, business ethics can beperceived as a reflection of the actors in their behaviors.Through descriptive and interpretative approaches, this study reachedthe following conclu-sions: firstly, the Chinese Muslim entrepreneursof Jogjakarta are dependent on the constructs of business ethics whichcontain work ethos, hard work, thrift, honesty, and trust. Thosecharacteristics are then implemented in their business activities.Therefore, they have awareness in implementing business ethics inorder to engage in business as long as their life. They do their businesswith high self-discipline, self-confidence, diligence, industriousness,and hard work from the younger years in order to have highconsciousness to run their business in their maturity.Secondly, it can be said that Islamic teachings, for Chinese Muslimentrepreneurs of Jogjakarta, have a significant role in constructingtheir business ethics. These indications can be seen in their business activities and their perceptions. Its teachings are perceived as a sourceof motivation in economic behaviors. Even though their business ethicscannot be said to derive from religious teachings only, but rather thatsuch ethics progress along with the socio-cultural, socio-economicand socio-political developments of the community.Keberhasilan pengusaha muslim Cina dalam dunia bisnis merupakansebuah kenyataan yang tak terbantahkan. Di satu sisi, terdapatperaturan eksplisit ataupun implisit di Yogyakarta (Jawa) yangmengecilkan semangat mereka untuk bekerja di bidang non-komersial.Satu-satunya peluang mereka untuk memenuhi kebutuhan hidupnyaadalah bisnis. Di sisi yang lain, keberhasilan mereka ini semakinmenyatakan bahwa meskipun mereka menjalankan bisnisnya denganilmu manajemen, kenyataannya mereka memiliki ketergantungan padabudaya, etika dan kepercayaan agama mereka. Ini karena bisnismerupakan aktivitas yang mobile. Bisnis tanpa etika yang reliabletidak bisa mengantarkan pada kesuksesan. Jika bisnis merupakansebuah aktivitas manusia, etika bisnis bisa dianggap sebagai sebuahrefleksi aktor-aktornya dalam peri laku mereka.Melalui pendekatan deskriptif dan interpretatif, studi ini sampai padakesimpulan berikut: pertama, pengusaha muslim Cina Yogyakartatergantung pada konstruk etika bisnis yang mengandung etos kerja,kerja keras, sikap hemat, kejujuran dan kepercayaan. Karakteristikini kemudian diimplementasikan dalam kegiatan bisnis mereka. Karenaitu, mereka memiliki kesadaran dalam mengimplementasikan etikabisnis untuk masuk dalam dunia bisnis sepanjang hidup mereka.Mereka melakukan bisnis mereka dengan disiplin diri, percaya diri,rajin, tekun, dan kerja keras yang tinggi sejak usia muda supayamemiliki kesadaran yang tinggi dalam menjalankan bisnis merekamenurut kedewasaan mereka.Kedua, bisa dikatakan bahwa ajaran Islam, bagi pengusaha muslimCina Yogyakarta, memiliki peran yang signifikan dalam membentuketika bisnis mereka. Indikasinya bisa dilihat dalam kegiatan danpersepsi bisnis mereka. Ajaran-ajaran ini dirasakan sebagai sebuahsumber motivasi dalam peri laku ekonomi, meskipun etika bisnismereka tidak bisa dikatakan bersumber dari ajaran agama saja,namun lebih sebagai etika yang berkembang mengikuti perkembangansosio-kultural, sosio-ekonomi, dan sosio politik masyarakat.
ETIKA BISNIS KOMUNITAS TIONGHOA MUSLIM YOGYAKARTA (Kajian atas Etos Kerja Konfusianisme dalam Perspektif Islam) Muhammad Shulthoni
Religia Vol 14 No 1: April 2011
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v14i1.33

Abstract

Abstract: The success of Chinese Muslim entrepreneurs in businessis a well-known fact. On one side, there are explicit or implicitregulations in Jogjakarta (Java), discouraging the ethnic Chinese fromworking in non-commercial sectors. Their only opportunity to makea living is business. But, on the other side, their success warrantsnotice that even though the businessmen run their business withscientifical management, actually they have dependence on theirculture, ethics, and religious beliefs. This is because business is amobile activity. Business without reliable ethics can not succeedreliably. If business is a kind of human activity, business ethics can beperceived as a reflection of the actors in their behaviors.Through descriptive and interpretative approaches, this study reachedthe following conclu-sions: firstly, the Chinese Muslim entrepreneursof Jogjakarta are dependent on the constructs of business ethics whichcontain work ethos, hard work, thrift, honesty, and trust. Thosecharacteristics are then implemented in their business activities.Therefore, they have awareness in implementing business ethics inorder to engage in business as long as their life. They do their businesswith high self-discipline, self-confidence, diligence, industriousness,and hard work from the younger years in order to have highconsciousness to run their business in their maturity.Secondly, it can be said that Islamic teachings, for Chinese Muslimentrepreneurs of Jogjakarta, have a significant role in constructingtheir business ethics. These indications can be seen in their business activities and their perceptions. Its teachings are perceived as a sourceof motivation in economic behaviors. Even though their business ethicscannot be said to derive from religious teachings only, but rather thatsuch ethics progress along with the socio-cultural, socio-economicand socio-political developments of the community.Keberhasilan pengusaha muslim Cina dalam dunia bisnis merupakansebuah kenyataan yang tak terbantahkan. Di satu sisi, terdapatperaturan eksplisit ataupun implisit di Yogyakarta (Jawa) yangmengecilkan semangat mereka untuk bekerja di bidang non-komersial.Satu-satunya peluang mereka untuk memenuhi kebutuhan hidupnyaadalah bisnis. Di sisi yang lain, keberhasilan mereka ini semakinmenyatakan bahwa meskipun mereka menjalankan bisnisnya denganilmu manajemen, kenyataannya mereka memiliki ketergantungan padabudaya, etika dan kepercayaan agama mereka. Ini karena bisnismerupakan aktivitas yang mobile. Bisnis tanpa etika yang reliabletidak bisa mengantarkan pada kesuksesan. Jika bisnis merupakansebuah aktivitas manusia, etika bisnis bisa dianggap sebagai sebuahrefleksi aktor-aktornya dalam peri laku mereka.Melalui pendekatan deskriptif dan interpretatif, studi ini sampai padakesimpulan berikut: pertama, pengusaha muslim Cina Yogyakartatergantung pada konstruk etika bisnis yang mengandung etos kerja,kerja keras, sikap hemat, kejujuran dan kepercayaan. Karakteristikini kemudian diimplementasikan dalam kegiatan bisnis mereka. Karenaitu, mereka memiliki kesadaran dalam mengimplementasikan etikabisnis untuk masuk dalam dunia bisnis sepanjang hidup mereka.Mereka melakukan bisnis mereka dengan disiplin diri, percaya diri,rajin, tekun, dan kerja keras yang tinggi sejak usia muda supayamemiliki kesadaran yang tinggi dalam menjalankan bisnis merekamenurut kedewasaan mereka.Kedua, bisa dikatakan bahwa ajaran Islam, bagi pengusaha muslimCina Yogyakarta, memiliki peran yang signifikan dalam membentuketika bisnis mereka. Indikasinya bisa dilihat dalam kegiatan danpersepsi bisnis mereka. Ajaran-ajaran ini dirasakan sebagai sebuahsumber motivasi dalam peri laku ekonomi, meskipun etika bisnismereka tidak bisa dikatakan bersumber dari ajaran agama saja,namun lebih sebagai etika yang berkembang mengikuti perkembangansosio-kultural, sosio-ekonomi, dan sosio politik masyarakat.
Co-Authors . Misbakhudin . Nalim Achmad Tubagus Surur Achmad, Dliyaudin Adinugraha , Hendri Hermawan Ahmad Roziq Akhmad Arif Rifan Akhmad Arif Rifan Al-Kasyaf, Muhammad Zheeva Andrean, Rizky Anugerah, Eza Gusti Ariffin, Muhammad Irwan Asna, Naila Tamamil Auligya Asy'Ari Bahtiar Effendi Deni Lubis Desyandri Desyandri Dewi Puspitasari Dian Indah Sukma Rini Dizzy Asrinda Siswi Ramadhani Drajat Stiawan Erininda , Wafika Eza Gusti Anugerah Fahrudin Mukhlis Falikhah, Anis Nala Fitri Mukarromah Hasanah, Afifa Nur Hendri Hermawan Hendri Hermawan Adinugraha Hendri Setiyo Wibowo Hermawan Adinugraha, Hendri Hidayatul Sibyani Hidayatulloh, Miftah Khilmi Ike Aprilia Trisdianti Imani, Fathrezza Imeldalia, Vanesaa Karismatun Khasanah Khirzul Haq, Fardana Kuraniyah, Atikotul lailatullatifa Lutfi, Muhammad Imam M. Khoirul Hasbi Asiddiqi Muh. Izzat Firdausi Muhammad Irwan Ariffin Muhammad Irwan Ariffin Muhammad Khoirul Fikri Mukarromah, Fitri Mulyono Jamal Nabila, Anissa Putri Nabila, Gusthyta Putri Nida Aqbila Ningrum, Vivi Avilia Norma Md Saad Norma Md Saad Nur Hisamuddin Oktaviana, Tri Cahya Pribawa E Pantas Putri, Antika Putriningsih, Saniyah Raden Alamsyah Sutantio Rasa Putra, Augasta Eka Riduwan Riduwan Ririn Irmadariyani Risqiawati, Iiq Nahyu Rizky Darmawan, Rizky Rumiyati, Eva Saad, Norma Md Sadali, Ayatullah Safa Rizki Ananda Saim Kayadibi Saim Kayadibi, Saim Shofiahtu Adita Sibyani, Hidayatul Sigit Pramono Siti Komariyah Suci, Atsheila Syakirunni'am, Luqman Syifa Izzati Anzania Putri Yunita Wulandari