Claim Missing Document
Check
Articles

Front Matters Vol 5 No 2 Lydia Irena
Koneksi Vol 5, No 2 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Front Matters Vol 5 No 2
Front Matters Vol 5 No 1 Lydia Irena
Koneksi Vol 5, No 1 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Front Matters Vol 5 No 1
Back Matters Vol 4 No 2 Lydia Irena
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Back Matters Vol 4 No 2
Cover Vol 4 No 1 Lydia Irena
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Vol 4 No 1
KOMUNIKASI VISUAL MELALUI FOTO PRODUK UNTUK MENINGKATKAN NILAI JUAL PRODUK UMKM Wulan Purnama Sari; Lydia Irena
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i3.13271

Abstract

The condition of the COVID-19 pandemic has caused many changes that must be made in various aspects of life, including the economic sector and especially MSME business actors. In order to survive, MSME business actors must make changes, business activities that were initially carried out offline must now also be carried out online. This change requires adjustments, especially regarding the visuals of the product, therefore it is necessary to carry out PKM activities with the aim of assisting MSME players in taking product photos as part of visual communication to increase product selling value and promotional means. PKM activities are carried out with MSME partners engaged in the culinary field under the brand name Mie Ayam Marah. The PKM method is carried out through training and assistance in the implementation of product photos. The results of the product photos are used as a means of E-Marketing by utilizing social media and online delivery applications. Visual appearance is an important part of E-Marketing which aims to provide information and attract consumer attention to products. As a recommendation, the team gave suggestions to carry out further PKM activities regarding the preparation of a menu book that combines visual communication and copy writing. As well as PKM activities to provide education for partners related to E-markating and social media.ABSTRAKKondisi pandemi COVID-19 menyebabkan banyak perubahan yang harus dilakukan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk didalamnya sektor ekonomi dan khususnya pelaku usaha UMKM. Agar dapat tetap bertahan pelaku usaha UMKM harus melakukan perubahan, kegiatan usaha yang awalnya dilakukan secara offline sekarang harus dilakukan juga secara online. Perubahan ini membutuhkan penyesuaian terutama terkait visual dari produk, oleh karenanya perlu dilakukan kegiatan PKM dengan tujuan untuk membantu pelaku UMKM dalam hal melakukan foto produk sebagai bagian dari komunikasi visual untuk meningkatkan nilai jual produk dan sarana promosi. Kegiatan PKM dilakukan dengan mitra UMKM yang bergerak di bidang kuliner dengan nama merek Mie Ayam Marah. Metode PKM dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan pelaksanaan foto produk. Hasil dari foto produk tersebut digunakan sebagai sarana E-Marketing dengan memanfaatkan media sosial dan aplikasi pesan antar online. Tampilan visual merupakan bagian penting dalam E-Marketing yang berujuan untuk memberikan informasi dan menarik perhatian konsumen atas produk. Sebagai rekomendasi, tim memberikan saran untuk melakukan kegiatan PKM lanjutan mengenai penyusunan buku menu yang menggabungkan komunikasi visual dan copy writing. Serta kegiatan PKM untuk memberikan edukasi bagi mitra terkait E-marketing dan media sosial.³
KOMUNIKASI VISUAL DI ERA DIGITAL MELALUI PELATIHAN FOTOGRAFI Wulan Purnama Sari; Lydia Irena
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.9422

Abstract

The existence of educational institutions plays a very large role in educating human resources in Indonesia. Because in essence education has two main objectives, namely to help educate humans and make intelligent humans become good. Not only intellectually intelligent but also have a strong character, especially to face the times and globalization. Therefore the role of educational institutions must also pay attention to the development of students in the scope of soft skills by equipping them with practical skills. Photography is an important part of visual communication which is now an integral part of people's lives. Coupled with the trend of social media, human life is centered in it. So that this PKM activity aims to be a form of education for students regarding the function of photography in today's digital era. The method used in PKM activities is to conduct training for partners with student and female participants. PKM activities are carried out online using the Zoom application. The results of PKM activities indicate an increase in participants' understanding of photography, which can be seen through the pre and post PKM activity questionnaires. In addition, participants also have an interest in photography in the scope of social media, including photography techniques and recommendations for editing applications using smartphones. Suggestions from the team regarding this activity are to carry out further activities that focus on photography using smartphones for upload needs on social media.ABSTRAK:Keberadaan lembaga pendidikan sangat besar peranannya dalam mencerdaskan sumber daya manusia di Indonesia. Sebab pada hakikatnya pendidikan memiliki dua tujuan utama yaitu membantu mencerdaskan manusia dan menjadikan manusia cerdas tersebut menjadi baik. Tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki karakter yang kuat, terutama untuk menghadapi perkembangan zaman dan globalisasi. Oleh karenanya peran lembaga pendidikan juga harus memperhatikan pengembangan peserta didik dalam ruang lingkup soft skill dengan membekali mereka keterampilan yang bersifat praktis. Fotografi menjadi bagian penting dalam komunikasi visual yang sekarang ini menjadi salah satu bagian integral dalam kehidupan masyarakat. Ditambah juga dengan adanya tren media sosial yang menjadikan kehidupan manusia berpusat di dalamnya. Sehingga kegiatan PKM ini bertujuan untuk menjadi bentuk edukasi bagi para siswa terkait fungsi fotografi di era digital saat ini. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM adalah dengan melakukan pelatihan kepada pihak mitra dengan peserta siswa dan siswi. Kegiatan PKM dilaksanakan secara daring dengan menggunakan aplikasi Zoom. Hasil kegiatan PKM menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai fotografi, yang dapat dilihat melalui kuesioner pra dan paska kegiatan PKM. Selain itu, peserta juga memiliki ketertarikan terhadap fotografi dalam lingkup media sosial, termasuk didalamnya teknik fotografi dan juga rekomendasi aplikasi editing dengan menggunakan smartphones. Saran dari tim terkait kegiatan ini adalah dilaksanakannya kegiatan lanjutan yang berfokus pada fotografi dengan menggunakan smartphones untuk kebutuhan unggah di media sosial. 
Retorika Digital dan Social Network Analysis Generasi Milenial Tionghoa melalui Youtube Sinta Paramita; Lydia Irena
Jurnal Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v12i1.7558

Abstract

The millennial generation of ethnic Chinese is a native digital generation that contributes to technological development. With strong skills and understanding in communicating creative messages through technology, the Chinese millennial generation also contributed to the development of Indonesia's digital culture. Technological developments have resulted in new jobs such as Youtube. Youtuber is someone who creates interesting audio-visual content so that the audience is interested and makes the content as entertainment or certain recommendations. By using the theory of rhetoric put forward by Aristotle, this study will look at the crowds of information flow in one content and see the strength of content as what was created to attract the attention of the audience. By using a quantitative approach through the Social Network Analysis (SNA) method. This study aims to describe the complexity of network communication in content and find out the digital rhetoric of the Chinese millennial generation that is currently developing in creating digital content. The results of the analysis show a high centralized value approaching 1, the results obtained in this study 0.052 indicate there is an account that dominates the information in the content. A density value of 0 indicates that there are no closely related accounts in the content. Reciprocity or reciprocal values 0 indicate that there is no two-way communication. The modularity or community values in the group 0.763 indicate that in the content there is a split network that cones to a certain account. The value of the diameter or the longest distance between network accounts reaches number 4, content with the power of deliberative rhetoric is proven to be able to attract the attention of the audience Generasi milenial etnis Tionghoa adalah generasi native digital yang turut berkontribusi pada perkembangan teknologi. Dengan kecakapan dan pemahaman yang kuat dalam mengkomunikasikan pesan-pesan kreatif melalui teknologi, generasi milenial Tionghoa pun berkontribusi pada pengembangan budaya digital Indonesia. Perkembangan teknologi telah menghasilkan pekerjaan baru salah satunya seperti Youtuber. Youtuber adalah seseorang yang menciptakan konten-konten audio visual yang menarik sehingga khalayak tertarik dan menjadikan konten tersebut sebagai hiburan atau rekomendasi tertentu. Dengan menggunakan teori retorika yang dikemukakan oleh Aristoteles, penelitian ini akan melihat keramaian arus informasi dalam satu konten dan melihat kekuatan konten seperti apa yang diciptakan untuk menarik perhatian khalayak. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode Social Netwok Analysis (SNA). Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan kompleksitas komunikasi jaringan dalam sebuah konten dan mengetahui retorika digital generasi milenial Tionghoa yang berkembang saat ini dalam membuat konten digital. Hasil analisis menunjukkan Nilai sentralisasi tinggi mendekati 1, hasil yang diperoleh dalam penelitian ini 0.052 menunjukkan terdapat akun yang mendominasi informasi dalam konten tersebut. Nilai density atau kepadatan 0 menunjukkan tidak ada akun yang terhubung secara erat dalam konten tersebut. Nilai reciprocity atau timbal balik 0 menunjukkan tidak ada yang menunjukkan komunikasi dua arah. Nilai modulitas atau komunitas di dalam kelompok 0.763 menunjukkan bahwa di dalam konten tersebut terjadi perpecahan jaringan yang mengerucut kepada akun akun tertentu. Nilai diameter atau jarak terpanjang antara akun jaringan mencapai angka 4, Konten dengan kekuatan retorika deliberative terbukti dapat menarik perhatian khalayak.
Cultural Participatory in Tourism Digital Marketing Communication Channel Riris Loisa; Diah Ayu Candraningrum; Lusia Savitri Setyo Utami; Lydia Irena
Jurnal Komunikasi Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v13i2.13411

Abstract

Tourism is one of Indonesia's leading sectors that has been seriously affected by the pandemic. This study aims to describe participatory culture in digital tourism marketing communication channels during the pandemic, through Instagram social media channels from micro-influencers, that focus on three priority tourism destinations that have been set by the government. By using the Participatory Media Culture Theory from Henry Jenkins, it is further studied how consumers and producers create cultural artifacts with commodity value. The research applied a netnographic method, the data were gathered and analyzed by the social media analysis application Analysis.io. The subject of research is the influencers and followers in 3 (three) Instagram accounts: @explorejogja, @indraseptianazhari, and @travelwithgerie, while the object of the research was the forms of participation as cultural artifacts in these accounts This study concludes that the participants build a participatory culture by the power of visual and narrative artifacts, as well as their spreadability. Further this research shows that (1) cultural artifacts in each account have their own characteristics, with similarities in the prosumer participation, where reposting becomes a cultural artifact that has its own power to form virtual relationships; (2) attractive visuals and informal guides in the form of narratives are also cultural artifacts that invite further involvement of participants, in the form of likes, comments, reposts, etc.; and (3) the presence of micro-influencers who are inherently intertwined with these accounts jointly contributing to the dissemination of content and their respective accounts, which in turn becomes a force for the spread of tourism marketing, especially during the pandemic. Pariwisata adalah salah satu sektor unggulan Indonesia yang terkena dampak serius dari pandemi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan budaya partisipatif dalam saluran komunikasi pemasaran pariwisata digital selama pandemi, melalui saluran media sosial Instagram dari mikro-influencer, yang berfokus pada tiga destinasi wisata prioritas yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dengan menggunakan Teori Budaya Media Partisipatif dari Henry Jenkins, lebih lanjut dipelajari bagaimana konsumen dan produsen menciptakan artefak budaya dengan nilai komoditas. Penelitian ini menggunakan metode netnografi, data dikumpulkan dan dianalisis dengan aplikasi analisis media sosial Analysis.io. Subjek penelitian adalah influencer dan followers di 3 (tiga) akun Instagram: @explorejogja, @indraseptianazhari, dan @travelwithgerie, sedangkan objek penelitian adalah bentuk partisipasi sebagai artefak budaya dalam akun tersebut. Penelitian ini menyimpulkan budaya partisipatori dibangun dengan kekuatan artefak visual dan naratif, serta daya sebarnya. Lebih lanjut, penelitian ini menunjukkan bahwa (1) artefak budaya di setiap akun memiliki ciri khas tersendiri, dengan kesamaan berupa partisipasi prosumer, dimana reposting menjadi artefak budaya yang memiliki kekuatan untuk membentuk hubungan virtual; (2) visual yang menarik dan panduan informal berupa narasi juga merupakan artefak budaya yang mengundang keterlibatan peserta lebih lanjut, dalam bentuk ekspresi rasa suka, komentar, repost, dll; dan (3) kehadiran micro-influencer yang secara inheren terjalin dengan akun-akun tersebut secara bersama-sama berkontribusi dalam penyebaran konten dan akunnya masing-masing, yang pada akhirnya menjadi kekuatan bagi penyebaran pemasaran pariwisata, khususnya di masa pandemi.
Front Matters Kiwari Vol 1 No 1 Lydia Irena
Kiwari Vol. 1 No. 1 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v1i1.17747

Abstract

Front Matters Kiwari Vol 1 No 1
Back Matters Kiwari Vol 1 No 1 Lydia Irena
Kiwari Vol. 1 No. 1 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v1i1.17748

Abstract

Back Matters Kiwari Vol 1 No 1