Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

TINGKAT EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE PENYULUHAN PENGEMBANGAN TERNAK SAPI POTONG DI KABUPATEN BURU PROVINSI MALUKU Isbandi, Sriyanto Dwidjatmiko, Juwaher Makatita,
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 32, Nomor 2 September 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPeran penyuluh sangat penting dalam pembangunan peternakan, salah satunya dalam menyampaikan informasi kepada peternak. Pengembangan sapi potong di Kabupaten Buru memiliki peran penting bagi masyarakat maupun pemerintah terkait kebijakan pemerintah dalam mendukung program pemerintah untuk percepatan program swasembada daging 2014. Penelitian ini bertjuan untuk mengetahui tingkat efektivitas penggunaan metode penyuluhan pengembangan ternak sapi potong di Kabupaten Buru. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan agustus sampai september 2013 di Kabupaten Buru, yang meliputi tiga kacamatan yaitu Kecamatan Waeapo, Lolong Guba, dan Waelata.  Penelitian dilakukan dengan metode survei. Penentuan sampel berdasarkan Purposive Sampling. Penentuan sampel berdasarkan Purposive Sampling. Penentuan responden dilakukan terhadap peternak sapi potong perdesa sampel. Penentuan sampel peternak sebagai responden sebanyak 98 responden dengan menggunakan metode stratified random sampling, berdasarkan skala kepemilikan ternak. Hasil penelitian menunjukkan tingkat efektivitas metode penyuluhan yang ditunjukkan pada kemampuan penyuluh, keadaan alat bantu penyuluhan, kesesuaian dengan waktu dan tempat penyuluhan, materi penyuluhan, kesesuaian dengan kondisi dan tingkat adopsi sasaran, kesesuaian dengan tujuan yang ingin dicapai, menunjukkan ciri-ciri yang baik. Tingkat efektivitas penggunaan metode penyuluhan termasuk dalam kategori tinggi dengan persesnse yang ditunjukkan sebesar 76,53%. Hal ini menunjukkan metode penyuluhan yang digunakan telah menunjukkan hasil yang baik terhadap peningkatan kemampuan beternak oleh peternak, juga terhadap pengembangan peternakan sapi potong di Kabupaten Buru. Kata Kunci : Efektivitas Metode Penyuluhan, Pengembangan Sapi Potong.
PENGARUH KARAKTERISTIK PETERNAK TERHADAP PERILAKU DALAM USAHA PETERNAKAN SAPI POTONG DI KABUPATEN BURU Juwaher Makatita
Jago Tolis : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 1, No 2 (2021): Mei
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis pengaruh karakteristik peternak terhadap perilaku dalam usaha peternakan sapi potong di Kabupaten Buru. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan September 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Survei. Lokasi penelitian adalah Kabupaten Buru yang meliputi Kecamatan waeapo, Kecamatan lolong guba, dan Kecamatan Waelata dipilih dengan metode purposive. Sehingga jumlah Responden 98 peternak yaitu 30 peternak dari Kecamatan Waeapo, 36 peternak dari Kecamatan Lolong Guba dan dan 32 peternak dari Kecamatan Waelata. Variabel yang diamati adalah umur peternak, tingkat pendidikan, pengalaman beternak dan jumlah kepemilikan ternak serta perilaku peternak. Secara simultan karakteristik peternak berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap perilaku dalam usaha peternakan sapi potong. Secara parsial menunjukkan bahwa pendidikan peternak, dan jumlah kepemilikan ternak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap perilaku. Sedangkan umur peternak dan pengalaman beternak tidak berpengaruh nyata ( P>0,05) terhadap perilaku dalam usaha peternakan sapi potong di Kabupaten Buru. Kata kunci : Karakteristik, Perilaku peternak, sapi potong
Tingkat Pengetahuan Peternak Tentang Manajemen Reproduksi Kambing Lakor di Desa Lolotuara Kecamatan Lakor Kabupaten Maluku Barat Daya Risart Lewan Dolewikou; Isak Piter Siwa; Harmoko Harmoko; Juwaher Makatita; Jecklin Marlen Lainsamputty
Indonesia Berdaya Vol 3, No 2: February-April 2022
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022217

Abstract

The purpose of this service is to increase the knowledge and skills of breeders regarding reproductive management of goats in general and measure the ability of farmers to detect estrus and determine mating time before and after parturition through pre-test and post-test evaluations. The method used is the method of socialization (sexual maturity, lust, marriage, pregnancy, birth and weaning, lust and remarriage after parturition); demonstration method (showing and making your own pictures of the cattle mating calendar); Evaluation method (Pre-test and post-test related to the ability to detect lust and determine the right time to mate after parturition). The delivery of material and questions and answers starts from the understanding of reproductive management in its environment including sexual maturity, estrus detection, marriage, pregnancy, birth and weaning and remarriage after giving birth. After that, it was continued with training/practice in which the breeder made and studied the calendar of cattle mating times. This session received a good response because it was seen from the participation and activity of the participants during the process of this activity, both in the delivery of materials and discussions as well as training/practice. Based on the results of the evaluation of the knowledge of farmers about determining estrus detection and determining the timing of remarriage after giving birth before (pre-test) the delivery of material and practice shows that the average knowledge of farmers is in the less category, namely 100%, can only mention 1 answer point. Meanwhile, after the delivery of the material, there was an increase in knowledge of breeders about lust detection, which was in the medium category (57%), the determination of mating time was also in the medium category (60%) which could mention 2-3 points of answers. From the overall evaluation, there was an increase in the knowledge of farmers before and after the delivery of materials and practices so it can be said that this service was achieved according to the expected results.  Abstrak: Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak tentang manajemen reproduksi ternak kambing secara umum dan mengukur tingkat pengetahuan peternak dalam mendeteksi estrus dan penentuan waktu kawin sebelum dan sesudah partus melalui evaluasi pre test dan post test. Metode yang digunakan adalah metode sosialisasi (dewasa kelamin, birahi, perkawinan, kebuntingan, kelahiran dan penyapihan, birah dan kawin kembali setela partus) ; metode demonstrasi (menunjukan serta membuat sendiri gambar kalender perkawinan ternak); metode Evaluasi (Pre test dan post test terkait kemampuan deteksi birahi dan penentuan waktu kawain yang tepat setelah partus). Penyampaian materi dan tanya jawab dimulai dari pengertian manajemen reproduksi ruang lingkungnya meliputi umur dewasa kelamin, deteksi estrus, perkawinan, kebuntingan, kelahiran dan penyapihan serta kawin kembali setelah beranak. Setelah itu,dilanjutkan dengan pelatihan/praktek yakni peternak membuat dan mempelajari kalender waktu perkawinan ternak. Sesi ini mendapatkan respon yang baik karena dilihat dari keikutsertaan dan keaktifan peserta selama proses kegiatan ini berlangsung, baik dalam penyampaian materi dan diskusi maupun pelatihan/praktek. Berdasarkan hasil evaluasi pengetahuan peternak tentang penentuan deteksi estrus dan penentuan waktu kawin kembali setelah beranak sebelum (pre test) penyampaian materi dan praktek menunjukan bahwa rata - rata pengetahuan peternak berada pada kategori kurang yakni (100%), hanya bisa menyebutkan 1 poin jawaban. Sedangkan setelah penyampaian materi adanya peningkatan pengetahuan peternak tentang deteksi birahi yakni berada pada kategori sedang (57%), penentuan waktu kawin juga berada pada kategori sedang (60 %) yakni dapat menyebutkan 2-3 poit jawaban. Dari keseluruhan Evaluasi, adanya peningkatan pengetahuan peternak sesudah penyampaian materi dan praktek sehingga dapat dikatakan pengabdian ini tercapai sesuai hasil yang diharapkan.
Pemberdayaan Masyarakat Pulau-Pulau Kecil Perbatasan Indonesia Melalui Pelatihan Pembuatan Nugget Daging Ayam Fortifikasi Daun Kelor Sebagai Bahan Pangan Tinggi Protein Jecklin Marlen Lainsamputty; Harmoko Harmoko; Juwaher Makatita
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 1, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v1i3.384

Abstract

Kegiatan pendampingan pengolahan produk nugget ayam kelor bagi masyarakat di Desa Moain Pulau Moa Kabupaten Maluku Barat Daya dengan harapan dapat mendukung program pemerintah dalam memperbaiki kesejahteraan masyarakat dan mendapatkan olahan pangan sehat, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pengolahan nugget kelor sebagai bahan makanan sehat. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan tiga tahapan; tahap satu yaitu observasi lokasi kegiatan, tahap dua merupakan tahap pelaksanaan kegiatan PKM, dan tahap tiga merupakan tahap akhir kegiatan, dalam tahap ini dilakukan evaluasi. Kegiatan ini diikuti oleh 57 peserta. Setelah mengikuti kegiatan ini masyarakat khususnya ibu-ibu PKK desa Moain telah mamahami dengan baik cara pengolahan nugget ayam fortifikasi daun kelor
Pelatihan Pembuatan Pakan UnggasBerbahan Pakan Lokal Sari Buah Koli untuk Menekan Biaya Pakan Ayam Petelur di Desa Patti Juwaher Makatita; Thimotina Killay
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/js.v2i2.146

Abstract

Melonjaknya harga dan ketersediaan bahan pakan dipasaransering menjadi masalah yang selalu dihadapi oleh peternak khususnya peternak ayam petelur. sehingga alternartif penggunaan bahan pakan lokal manjadi solusi dalam menekan biaya pakan.Namun tetap memperhatikan kualitas dan kuantitas dari bahan pakan lokal yang digunakan. Penggunaan sari buah koli maupun jagung kuning yang merupakan bahan pakan lokal dalam pengolahan pembuatan pakan ayam petelur sangat tersedia dalam jumlah banyak, serta mudah didapat oleh peternak ayam petelur yang ada di Desa Patti. Pengabdian masyarakat dalam bentuk pelatihan pembuatan pakan unggas berbahan lokal sari buah koli untuk menekan biaya pakan dilaksanakan di Desa Patti Pulau Moa kabupaten Maluku Barat Daya. Metode Pelaksaan kegiatan PkM dilakukan dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, serta pelatihan praktek pembuatan pakan lokal sari buah koli sebagi pengganti EM4. Hasil dari kegiatan pelatihan menunjukkan respon positif serta antusiamse yang tinggi dalam mengikuti kegiatan berlangsung. Hasil diskusi dan tanya jawab kuesioner sebagian besar peternak belum mengatahui kandungan nutrisi yang terdapat dalam sari buah koli sebagai pakan subtitusi. akan tetapi penggunaan air perasan buah koli maupun pati hasil fermentasi sering digunakan peternak dalam pencampuran bahan pakan.sari buah koli yang sering digunakan peternak dalam pencampuran pakan tidak mengganggu kesehatan pencernaan. Selain itu dapat menambah sistem kekebalan tubuh pada ternak.
PENGARUH PENDIDIKAN PETERNAK TERHADAP ZOOTEKNIS SAPTA USAHA PETERNAKAN KAMBING LAKOR DI DESA WERWAWAN KECAMATAN LAKOR KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA Juwaher, Makatita
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 2 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i2.13338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan peternak terhadap zooteknis sapta usaha beternak kambing di Desa Werwawan. Penelitian ini menggunakan metode survey yaitu dengan melakukan wawancara secara langsung dengan peternak yang berpedoman pada kuesioner. penentuan Desa sampel menggunakan purposive sampling berdasarkan jumlah ternak terbanyak. Sebanyak 30 responden dilibatkan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode acak sederhana. Data dianalisis menggunakan analisis  deskriptif kuantitatif dan regresi linier berganda. Pengaruh pendidikan berpengaruh nyata terhadap bibit (X1)dan pakan (X2). Sedangkan perkandangan (X3), reproduksi (X4),  pengendalian penyakit  (X5), dan pemasaran (X6),  tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pendidikan peternak.  Koefisien determinasi (R2) berfungsi untuk melihat berapa besar pengaruh semua variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y) (Sugiyono, 2008). Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,222 atau 22,2% menunjukkan bahwa besarnya pengaruh bibit (X1),pakan (X2), perkandangan (X3), reproduksi (X4), penyakit (X5)  dan pemasara (X6), terhadap pendidikan peternak (Y) secara simultan adalah  22,2% dan sisanya 77,8%  dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model persamaan
Suplementary Reading Materials Based on Tourism Spot for Junior High School Students in Southwestern Maluku Fredi Meyer; Febryanto Umpenawany; Juwaher Makatita
Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia Vol 1 No 4 (2023): November: Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jubpi.v1i4.2920

Abstract

The objective of the study was to find out how supplementary Reading Materials Based on Tourism Place For Junior High School Students in Southwestern Maluku. The Literature study was carried out Lack of students’ understanding affect their activities for reading materials in classroom activity. Based on the researcher did observation at Junior High School Students, as result, the problem to the students’ in learning reading material. Lack of reading Materials made their students lowest in reading. When the teacher supplementary reading Materials Based on Tourism Place. The result of reading material has developed into three units which enable the students consisting of new vocabulary, and exercises. Meanwhile the result reading Materials Based on Tourism Place got positive input for students.
Pemberdayaan Masyarakat Lokal Melalui Produksi Virgin Coconut Oil Di Dusun Nyama : Indonesia Rumtutuly, Fransheine; Daniel Keipau; Nikolas Ngilamele; Rahel Louk; Angganita Perasoa; Rode Koupun; Vina Tetiwar; Jean Kelmaskosu; Ridolvina Unawekla; Windya Sairdola; Ismo Lellola; Asmirani Alam; Sigit Sugiarto; Juwaher Makatita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 3 (2023): September : Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58169/jpmsaintek.v2i3.175

Abstract

Geographically, Nyama Yang Hamlet is located on Moa Island, Southwest Maluku Regency, which has very rich natural resource potential, with the potential for coconut plantations. The right skills training can help increase productivity and create jobs. Answering these problems, the main purpose of this community service activity is to provide education and knowledge to the public about the benefits and process of making VCO. This service activity uses a descriptive method whose implementation begins with a preliminary study, mentoring and guidance, processing and production training, marketing, promotion, and evaluation using pretest and posttest to assess program effectiveness. The results of the questionnaire showed that 20 Nyama hamlet residents who participated in the training activities did not know how to process VCO. 3 people or 15% of residents do not know the benefits of VCO. However, after the activity ended, the results of the questionnaire showed that 100% of the residents of Nyama Hamlet were skilled in processing VCO and understood the various benefits of VCO both in daily life and having a high selling value.
Pemberian Makanan Bergizi Berupa Olahan Daging Sapi kepada Anak-Anak Dusun Toinaman Pulau Moa Asmirani Alam; Ratnah Kurniati MA; Sitti Fatimah Kamaruddin; Lestari Lestari; Edy Sony; Sigit Sugiarto; Dian Rubiana Suherman; Juwaher Makatita; Arnold I. Kewilaa; Inggrid Welerubun; Jecklin M. Lainsamputty; Micael Ririhena
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 3 (2024): September : Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58169/jpmsaintek.v3i3.539

Abstract

Toinaman Hamlet is located on Moa Island, the condition of the hamlet is remote, limited infrastructure, minimal access to basic services and is an isolated hamlet.  Most of the residents in this hamlet are very dependent on the weather and natural products to survive. When natural conditions are unfavorable, such as storms, drought or rough seas, their source of livelihood is significantly disrupted. This of course greatly affects the ability of local hamlet communities to be able to meet their nutritional food needs, especially to fulfill their children's nutrition. Fulfilling nutrition for children in rural areas often faces its own challenges, especially related to access to a variety of nutritious foods. Some common problems include limited food ingredients, traditional diets that may lack diversity, and limited knowledge about nutrition. One source of nutritious food that is important for health is beef.  Beef is a good source of protein for children because it contains many important nutrients such as iron, zinc and vitamin B12, all of which support their growth and development. The PKM activity carried out is in the form of providing nutritious food in the form of processed beef to the children of Toinaman Hamlet, Moa Island. The aim is to improve the nutrition of the hamlet children, prevent malnutrition and nutritional deficiencies and support the growth and development of the children of Toinaman Hamlet, Moa Island. The food products provided are food products made from beef, namely rendang products
Sosialisasi Tingkat Pengetahuan Remaja Terkait Kecukupan Gizi Harian Anak Usia Remaja Harmoko Harmoko; Heryanus Jesajas; Asmirani Alam; Inggrid Welerubun; Juwaher Makatita; Jecklin Lainsamputy; Barnabas Gairtua; Albertus Sairudy; Risart L. Dolewikou; Arnold Ismael Kewilaa; Agnes Serpiela; Sarah Tersia Sarak
Jurnal Kabar Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2023): November : JURNAL KABAR MASYARAKAT
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jkb.v1i4.1749

Abstract

Indonesia, as a developing country, generally has more people who are active or work primarily as farmers with middle to lower family economic status and low levels of knowledge. In particular, knowledge of the importance of daily nutritional needs is not very good. Increasing knowledge of daily nutritional needs is very necessary in order to make people aware of the importance of adequate nutrition for the development of the next generation. Various nutritional sources that can be used to increase nutritional intake, and have relatively cheap prices and can be reached by all groups. It is common knowledge that livestock products have complete nutritional content and high levels of nutrition. Among the livestock products that have quite high quality at affordable prices are eggs. Eggs can be used as a complementary source of nutrition, because eggs are an animal product that is rich in nutrients and easily digested by the human body. This community service is carried out in high school with the target of students so that they gain knowledge regarding the importance of nutritional needs for their physical and non-physical development. The results of implementing community service at SMK N 7 Southwest Maluku school went well in accordance with the strategy that had been prepared by the service team. The implementation of community service is generally divided into four sessions, namely the pretest session, the session providing service materials, the posttest session, and the awarding session.