Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Sosialisasi dan Pendekatan Program Studi Peternakan PSDKU UNPATTI Maluku Barat Daya pada Sekolah SMK.N 7 Maluku Barat Daya Heryanus Jesajas; Asmirani Alam; Inggrid Welerubun; Juwaher Makatita; Jecklin Lainsamputy; Barnabas Gairtua; Albertus Sairudy; Risart L. Dolewikou; Arnold Ismael Kewilaa
Jurnal Kabar Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2023): November : JURNAL KABAR MASYARAKAT
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jkb.v1i4.1751

Abstract

The socialization process is an effort by the livestock study program to introduce and get closer to the community outside. Implementation of community service for the PSDKU UNPATTI Animal Husbandry Study Program, Southwest Maluku Regency was carried out at the SMK. The service approach is carried out by coming directly to the target school and having the theme of the school principal then discussing the purpose of the activities of the PSDKU UNPATTI Animal Husbandry Study Program, Southwest Maluku Regency. Meanwhile, the second stage was implementing community service by presenting socialization material for the PSDKU UNPATTI Animal Husbandry Study Program, Southwest Maluku Regency. This process of community service is specifically for students of SMK.N 7 Southwest Maluku who are in grade 3 so that the aim of introducing the Animal Husbandry Study Program can be clearer and is expected to become a benchmark for them to be able to continue their studies in the PSDKU UNPATTI Animal Husbandry Study Program Southwest Maluku Regency. Results of the implementation of socialization in vocational schools. N 7 Southwest Maluku is running well according to what has been designed together with the livestock study program service team.
Pelatihan Pembuatan Ramuan Herbal Pada Kelompok Peternak Ayam Kampung di Desa Werwaru, Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya Juwaher Makatita
Bumi : Jurnal Hasil Kegiatan Sosialisasi Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Bumi: Jurnal Hasil Kegiatan Sosialisasi Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/bumi.v2i2.448

Abstract

Community service activities aim to provide training for local chicken farmers about herbal concoctions in the form of a mixture of lemongrass stalks, ginger, turmeric, galangal, garlic and brown sugar to improve the health of local chickens which will later support the growth and maintain the immunity of the local chickens. The method of implementing community service carried out to the local chicken farmer group in Werwaru Village, Southwest Maluku Regency is by using lecture methods, discussions and direct practice on making and using herbal concoctions that are given directly to local chickens. The results of the implementation of this community service are able to increase the knowledge of farmers, especially in making herbal concoctions to maintain the stamina and immunity of local chicken health. The conclusion of this community service is that training in making herbal concoctions in the form of a mixture of lemongrass stalks, galangal, ginger, brown sugar, garlic for local chickens is very interesting and of interest to farmers and increases farmers' understanding of the importance of using herbal ingredients that are around the farmer's environment to support the health of livestock, both local chickens and other livestock that are kept.
Efektivitas Penggunaan Media Farmquest dalam Pembelajaran Mata Kuliah Produksi Ternak Sapi Perah Alam, Asmirani; Sairudy, Albertus; Gairtua, Barnabas; Makatita, Juwaher; MA, Ratnah Kurniati; Inuhan, Michael; Meikudy, Piterson
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.28781

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan media pembelajaran FarmQuest, sebuah board game edukatif berbasis simulasi dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa pada mata kuliah Produksi Ternak Sapi Perah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experiment) yaitu one group pretest-posttest design tanpa kelompok kontrol. Subjek penelitian adalah sembilan orang mahasiswa aktif Program Studi Peternakan PSDKU Universitas Pattimura di Kabupaten Maluku Barat Daya. Instrumen pengumpulan data meliputi tes tertulis untuk mengukur aspek kognitif, kuesioner persepsi berbasis skala Likert untuk menilai respons afektif mahasiswa, serta lembar observasi untuk menilai partisipasi selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan rata-rata nilai pretest ke posttest dari 62,5 menjadi 83,2, dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 (p < 0,05). Data kuesioner menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa merasa pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, interaktif serta membantu pemahaman konsep-konsep teknis. Observasi lapangan juga mencatat peningkatan partisipasi aktif mahasiswa dalam diskusi, pemecahan masalah dan pengambilan keputusan selama penggunaan media FarmQuest. Media ini terbukti mampu mengintegrasikan aspek kognitif, afektif dan sosial dalam pembelajaran serta menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik. Oleh karena itu, FarmQuest merupakan alternatif media yang potensial untuk diterapkan dalam kurikulum pembelajaran praktis di bidang peternakan, terutama untuk meningkatkan pemahaman konseptual, keterampilan berpikir kritis dan kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan di dunia kerja.
Permasalahan Pemasaran Ternak Sapi Potong di Kecamatan Letti Kabupaten Maluku Barat Daya Alam, Asmirani; Makatita, Juwaher; Dolewikou, Risart Lewan
Kalwedo Sains (KASA) Vol 6 No 1 (2025): Kalwedo Sains (KASA), Maret 2025
Publisher : Program Studi Di Luar Kampus Utama Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/kasav6i1p8-18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai permasalahan pemasaran ternak sapi potong di Kecamatan Letti Kabupaten Maluku Barat Daya. Desa yang dipilih sebagai lokasi penelitian yaitu Desa Tutuwaru, Desa Luhuleli dan Desa Laitutun. Jumlah responden peternak sapi potong yang diambil sebanyak 10 peternak pada masing-masing desa sampel, sehingga diperoleh 30 peternak. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif berupa analisis deskriptif untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan pemasaran ternak sapi potong di Kecamatan Letti Kabupaten Maluku Barat Daya. Berdasarkan hasil wawancara dengan peternak sapi potong bahwa sebanyak 25 orang (83,33%) dari total responden menghadapi kendala dalam menjual ternaknya karena keterbatasan akses pasar, terutama karena pedagang pengumpul (PP) yang berasal dari Sulawesi tidak dapat menjangkau wilayah mereka. Hanya sebagian kecil peternak yaitu sebanyak 5 orang (16,67%) yang dapat menjual ternaknya ke pembeli lokal. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar peternak mengalami kesulitan dalam akses pasar. Adapun pokok permasalahan yang dihadapi peternak antara lain sebagai berikut: minimnya kunjungan pedagang pengumpul (PP), adanya pembatasan jumlah ternak dan kesulitan menjangkau pasar baru. Jika kondisi ini terus berlanjut maka peternak akan mengalami kesulitan dalam memperoleh keuntungan dan mengembangkan usaha mereka.
Motif Sosial Budaya Pemeliharaan Ternak Kerbau di Pulau Moa Kabupaten Maluku Barat Daya Mehnuta, Marleni; Makatita, Juwaher; Jesayas, Heryanus
Kalwedo Sains (KASA) Vol 6 No 1 (2025): Kalwedo Sains (KASA), Maret 2025
Publisher : Program Studi Di Luar Kampus Utama Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/kasav6i1p27-32

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif sosial budaya pemeliharaan ternak kerbau di Kabupaten Maluku Barat Daya. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, sampel dalam penelitian ini dilakukan secara purposive sampling. Dengan menggunakan teknik bola salju (snowball sampling ) untuk melacak petani peternak. Bentuk analisis deskriptif, data primer yang dikumpulkan melalui wawacara dan observasi. Observasi dilakukan terhadap aktivittas sosial budaya yang menggunakan ternak kerbau. Selama observasi ini sejumlah foto dan catatan lapangan. wawancara dilakukan menggunakan koisioner berupa pertanyaan terbuka (memerlukan penjelasan) dan pertanyaan tertutup (memilih pilihan jawaban). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif sosial budaya pemeliharaan ternak kerbau dalam penelitian ini adalah ternak kerbau digunakan sebagai alat pembayaran (sangsi) adat dalam penyelesaian konflik sosial dan mahar dalam perkawinan. kriteria kerbau yang digunakan untuk penyelesaian konflik sosial dan mahar dalam perkawinan yang memiliki nilai jual yang tinggi yang dilahat berdasarkan ukuran tubuh, jenis kelamin dan jenis tanduk.
Peningkatan Nilai Ekonomis Jagung Pipil Menjadi Kerupuk Melalui Pengolahan dan Perhitungan Biaya Produksi Killay, Thimotina; Makatita, Juwaher; Tiwery, Dian Sartin; Rayani, Aprisianus A.; Tunay, Dance Edison; Kowa, Marlin; Mauday, Hetti K; Blukora, Nickho; Wiaratraur, Yospina W; Pakolay, Dien Fambora; Sulimaly, Grace E; Lewier, Theopilus; Malau, Penina
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 2 No. 4 (2023): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/js.v2i4.172

Abstract

Di Indonesia, jagung merupakan bahan makanan pokok kedua setelah beras. Sedangkan berdasarkan urutan bahan makanan pokok di dunia, jagung menduduki urutan ketiga setelah gandum dan beras. Dusun weet yang merupakan salah satu anak dusun dari desa tonwawan yang ada di Kabupaten Maluku Barat Daya merupakan salah satu dusun yang sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani, peternak dan nelayan dan menjadikan pekerjaan tersebut sebagai pekerjaaan utama untuk meningkatkan pendapatan dan pangan di masyarakat. Masyarakat dusun Weet belum begitu antusias membudidaya jagung untuk dijual, karena tujuan utama masyarakat menanam jagung hanya untuk dikonsumsi sendiri. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman bagi masyarakat dusun weet tentang bagaimana meningkatkan nilai ekonomis pada jagung dengan diversifikasi bahan baku jagung, menghitung biaya produksi yang dikeluarkan dan mengukur keuntungang dari aktivitas produksi. Hasil yang didapat, masyarakat mampu memanfaatkan dan mengolah jagung pipil menjadi kerupuk jagung. Selain itu dalam pengelolaan jagung, mereka juga dapat menghitung setiap keuntungan yang diharapkan jika terjual.