Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Deteksi Dini Gejala Dengue Shock Syndrome Pada Masyarakat Awam di Lingkungan Banjar Buana Desa Kelurahan Padangsambian I Nyoman Asdiwinata; Ni Luh Putu Dewi Puspawati; Anak Agung Istri Dalem Hana Yundari; Ni Luh Nova Dilisca Dwi Putri; Didik Prasetya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7327

Abstract

ABSTRAK Demam berdarah merupakan salah satu endemic yang teerjadi di Indonesia hampir setiap tahunnya. Kasus tahun 2021 mencapai 2.185 menderita demam berdarah hingga bulan Agustus 2021. Selain menghadapi pandemic COVID-19, masyarakat Kota Denpasar juga menghadapi permasalah Demam berdarah dengan jumlah kasus 35 sampai 45 orang setiap bulannya. Permasalahan bagi masyarakat awam yang paling ditakutkan adalah kondisi renjatan demam dengue atau Dengue Shock Syndrome. Kegiatan ini berupaya untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran terkait dengue shock syndrome agar mampu menjadi penolong dalam keluarga dengan cara mengindetifikasi gejala dengue shock syndrome dengan tepat. Pengadian Kepada Masyarakat ini menggunakan tiga metode yaitu survey lapangan untuk mengobservasi kondisi lingkungan dan kebiasaan masyarakat terkait Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), memberikan ceramah dan diskusi terkait dengue shock syndrome, dan melakukan demostrasi penggunaan bubuk abate. Survey lapangan ditemukan terdapat 29 Kepala Keluarga (KK) yang berada dilingkungan tersebut dan 58,6% menggunakan ember sebagai bak mandi. Setelah diberikannya penyuluhah dengue shock syndrome 85,3% masyarakat memiliki pengetahuan sedang dan masyarakat mampu melakukan demonstrasi penggunaan bubuk abate dengan benar. Pengetahuan dan keterampilan masyarakat terkait deteksi dini gejala dengue shock syndrome Sebagian besar memiliki pengetahuan sedang dan pemberian informasi dan peningkatan pengetahuan harus tetap digalakkan dengan teratur agar kesadaran masyarakat akan bahaya dengue shock syndrome tetap baik. Kata Kunci: Dengue Shock Syndrome, Deteksi Dini, Masyarakat Awam  ABSTRACT Dengue fever is one of the endemics that occurs in Indonesia almost every year. Cases in 2021 reached 2,185 suffering from dengue fever until August 2021. In addition to facing the COVID-19 pandemic, the people of Denpasar City are also facing the problem of dengue fever with 35 to 45 cases every month. The most feared problem for ordinary people is the condition of dengue fever shock or Dengue Shock Syndrome. This activity seeks to provide knowledge and awareness regarding dengue shock syndrome in order to be able to be a helper in the family by correctly identifying the symptoms of dengue shock syndrome. This Community Service uses three methods, namely field surveys to observe environmental conditions and community habits related to the Eradication of Mosquito Nests (PSN), giving lectures and discussions related to dengue shock syndrome, and demonstrating the use of abate powder. The field survey found that there were 29 households (KK) in the neighborhood and 58.6% used a bucket as a bath. After being given dengue shock syndrome counseling, 85.3% of the community had moderate knowledge and the community was able to demonstrate the use of abate powder correctly. Community knowledge and skills related to early detection of symptoms of dengue shock syndrome Most of them have moderate knowledge and the provision of information and knowledge improvement must be encouraged regularly so that public awareness of the dangers of dengue shock syndrome remains good. Keywords: Common People, Dengue Shock Syndrome, Early Detection
Hubungan Pengetahuan dan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Pembatasan Asupan Cairan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis di Rsud Sanjiwani Gianyar: The Correlation between Knowledge and Family Support with Adherence to Fluid Intake Restriction in Chronic Renal Failure Patients Undergoing Hemodialysis at Sanjiwani Gianyar Regional Hospital Ni Nyoman Yudani; Ni Luh Putu Dewi Puspawati; Ketut Lisnawati Lisnawati
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 1 No. 3 (2022): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Yayasan Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/nrpm.v1i3.22

Abstract

Latar Belakang: Kepatuhan terhadap pembatasan asupan cairan merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan tingkat kesehatan pasien Gagal Ginjal Kronis yang menjalani hemodialisis. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga dengan kepatuhan pembatasan asupan cairan pasien Gagal Ginjal Kronis yang menjalani hemodialisis. Metode: Deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel menggunakan teknik purposive sampling sejumlah 110 dari 150 populasi. Data diolah menggunakan analisis univariat dan bivariat. Korelasi antar variabel diuji dengan uji Rank Spearman. Hasil: Penelitian mayoritas responden memiliki pengetahuan baik 47 (42,7%), mayoritas memiliki dukungan keluarga baik 40 (36,4%), mayoritas 51 (46,4%) memiliki tingkat kepatuhan baik. Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan nilai p= 0,000 (α<0,05) dengan arah korelasi positif r=0,580 serta hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan nilai p = 0,000 (α<0,05) dengan arah korelasi positif r = 0,487. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan dukungan keluarga dengan kepatuhan pembatasan asupan cairan pasien Gagal Ginjal Kronis yang menjalani hemodialisis di RSUD Sanjiwani Gianyar
Hubungan Efikasi Diri dengan Aktivitas Fisik Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner: The Correlation Between Self-efficacy and Physical Activity in Patients with Coronary Heart Disease Dinda Putri Marichi Ni Kadek; Ni Luh Putu Dewi Puspawati; Ketut Lisnawati
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 2 No. 1 (2023): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Yayasan Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/nrpm.v2i1.26

Abstract

Latar Belakang: Pasien penyakit jantung koroner memerlukan terapi medikamentosa dalam jangka waktu yang panjang. Penyakit jantung koroner juga membatasi ruang gerak fisik penderitanya dan mengharuskan untuk berkutat dengan pengobatan hal tersebut membuat pasien merasa malas untuk melakukan aktivitas fisik. Efikasi diri dapat meningkatkan motivasi penderita jantung koroner. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan efikasi diri dengan aktivitas fisik pasien dengan penyakit jantung koroner. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di ruang Poliklinik Jantung RSUD Sanjiwani Gianyar menggunakan kuisioner cardiac self-efficacy dan global physical activity questionnaire. Dengan populasi 277 penderita PJK dengan jumlah sampel sebanyak 164 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan uji Spearman-Ranks. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki efikasi diri sedang dengan aktivitas ringan sebanyak 85 orang (41,3%). Berdasarkan hasil uji korelasi spearman-rank, dapat diketahui bahwa nilai p = 0,000 <0,05. Kekuatan hubungan dinyatakan dengan nilai R = 0,477, yang berarti hubungan moderate. Kesimpulan: Kesimpulan pada penelitian ini yaitu secara statistik ada hubungan signifikan antara efikasi diri dengan aktivitas fisik dengan kekuatan hubungan moderate.
Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Masyarakat dalam Adaptasi Kebiasaan Baru Masa Pandemi Covid-19 di Tempat Kerja Ni Kadek Muliawati; Ni Luh Putu Dewi Puspawati; Putri Sukma Maha Dewi
Jurnal Keperawatan Vol 14 No S1 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.401 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v14iS1.3

Abstract

Pandemi covid-19 yang menghantam dunia selama dua tahun terakhir dan membawa pengaruh yang signifikan terhadap sektor perekonomian. Kebijakan tatanan kehidupan normal baru muncul sebagai kalkulasi rasional terhadap prakiraan kondisi ekonomi nasional sehingga masyarakat harus hidup berdampingan secara damai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan masyarakat dalam adaptasi kebiasaan baru masa pandemi covid-19 di tempat kerja. Studi cross sectional dilaksanakan di Kelurahan Tonja Denpasar Utara Bali dari bulan September 2020 sampai Agustus 2021. Sampel sebanyak 91 dengan teknik consecutive sampling dengan kriteria masyarakat yang sudah bekerja sedangkan masyarakat usia dibawah 18 tahun tidak dijadikan sampel. Data demografi, pengetahuan dan kepatuhan responden diperoleh dengan menyebar kuesioner dalam bentuk google form yang berisi inform consent. Analisis bivariat dengan uji spearman rho. p value sebesar 0,899: secara statistik tidak ada hubungan pengetahuan masyarakat dengan kepatuhan masyarakat dalam adaptasi kebiasaan baru masa pandemi covid-19 di tempat kerja.. Diharapkan tempat kerja menyediakan fasilitas yang sesuai sehingga mendukung pengetahuan dan dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam menerapkan adaptasi kebiasaan baru masa pandemic covid-19.
Penyuluhan pencegahan peningkatan penyalahgunaan napza di masa pandemi covid-19 pada remaja sekaa teruna teruni banjar padang sumbu kelod denpasar: Counceling on the prevention of drugs abuse during the covid-19 pandemic on adolescent in denpasar Ni Luh Nova Dilisca Dwi Putri; A.A.Istri Dalem Hana Yundari; Ni Luh Putu Dewi Puspawati; I Nyoman Asdiwinata
Bhakti Community Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Bhakti Community Journal
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.486 KB) | DOI: 10.36376/bcj.v1i1.9

Abstract

Pandemi Covid 19 sangat rentan memicu stres. Kondisi ini dikhawatirkan dengan mudah mempengaruhi seseorang untuk terjerumus menggunakan dan bahkan mengedarkan NAPZA. Pada masa pandemi seluruh pelajar melaksanakan pembelajaran secara daring, tidak sedikit dari pelajar yang menggunakan waktunya untuk keluar rumah untuk berbagai kegiatan. Hal tersebut tentunya sangat rawan dimanfaatkannya menjadi pengedar atau kurir narkoba. Pencegahan terhadap penyalahgunaan NAPZA di kalangan remaja sangat penting untuk dilakukan melalui kegiatan penyuluhan. Pengetahuan yang di dapat oleh remaja diharapkan dapat memperkuat keyakinan dan mental remaja dan masyarakat untuk dapat dengan tegas menolak penyalahgunaan NAPZA. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja terhadap bahaya penyalahgunaan NAPZA. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan terjadinya peningkatan pengatahuan remaja sekaa teruna-teruni Banjar Padangsumbu Kelod Denpasar terhadap bahaya penyalahgunaan NAPZA.
Edukasi pencegahan penyakit infeksi saluran kencing pada pedagang pasar agung peninjoan denpasar : Education for the prevention of urinary tract infections in traders of market agung, peninjoan denpasar Didik Prasetya; Ni Luh Nova Dilisca Dwi Putri; A.A. Istri Dalem Hana Yundari; Ni Luh Putu Dewi Puspawati; I Nyoman Asdiwinata
Bhakti Community Journal Vol. 1 No. 2 (2022): Bhakti Community Journal
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.058 KB) | DOI: 10.36376/bcj.v1i2.10

Abstract

Indonesia sedang menggalakkan program   peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hidup sehat. Kesuksesan suatu pembangunan yang dijalankan bergantung dari kualitas sumber daya manusia. Kesehatan merupakan unsur penting dalam menjadikan sumber daya manusia yang berkualitas dan produktif. Depkes RI (2019) menyebutkan bahwa prevalensi Infeksi saluran kemih (ISK) di Indonesia masih cukup tinggi dan diperkirankan jumlah penderita ISK di Indonesia adalah 90-100 kasus per 100.000 penduduk pertahunnya atau sekitar 180.000 kasus baru pertahun. Pedagang pasar termasuk kategori rawan terkena infeksi saluran kemih dikarenakan banyak pedagang cenderung menahan ketika terasa buang air kecil (BAK) dikarenakan lapak masih ramai oleh pembeli, disamping itu juga kebersihan toilet pasar yang kurang terjaga dan penggunaannya secara bergantian oleh para warga pasar. Metode Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan ceramah, diskusi, pengisisan kuisioner, serta pembagian paket hygiene. Melalui kegiatan ini terlihat bahwa terjadi peningkatan pengetahuan kader pedagang pasar terhadap penyakit ISK setelah dilakukannya edukasi, hasil kuesioner menunjukkan pada kategori baik sebanyak 80%, cukup 15% dan kurang 5%. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan kader pedagang tentang penyakit ISK, cara pencegahan, dan pemeriksaan secara medis. Harapannya informasi yang didapat bisa diteruskan kepada para pedagang pasar dan keluarga.   Indonesia is promoting a program to improve the quality of human resources (HR) and increasing public awareness about the importance of healthy living. The success of a development that is carried out depends on the quality of human resources. Health is an important element in making quality and productive human resources. The Indonesian Ministry of Health (2019) states that the prevalence of Urinary Tract Infections (UTI) in Indonesia is still quite high and it is estimated that the number of UTI sufferers in Indonesia is 90-100 cases per 100,000 population per year or around 180,000 new cases per year. Market traders are categorized as prone to urinary tract infections because many traders tend to hold back when they feel they urinate, because the stalls are still crowded by buyers, besides that the cleanliness of market toilets is not maintained and they are used alternately by market residents. This community service method is carried out through lectures, discussions, filling out questionnaires, and distributing hygiene packages. Through this activity, it was seen that there was an increase in the knowledge of market traders cadres about UTI disease after education, the results of the questionnaire showed that in the good category as much as 80%, 15% enough and 5% less. The purpose of the activity is to increase the knowledge of merchant cadres about UTIs, prevention methods, and medical examinations. It is hoped that the information obtained can be passed on to market traders and their families.
PENYULUHAN BAHAYA LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) SERTA PENGENALAN PENGELOLAAN SPESIMEN URINE DALAM PEMERIKSAAN TIMBAL KEPADA SISWA-SISWI SMK KESEHATAN BALI MEDIKA DENPASAR Ni Luh Nova Dilisca Dwi Putri; Anak Agung Istri Dalem Hana Yundari; Ni Luh Putu Dewi Puspawati; I Nyoman Asdiwinata; Didik Prasetya
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 7: Juli 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polusi logam berat timbal (Pb) berkaitan dengan asap kendaraan. Organ tubuh yang menjadi sasaran keracunan timbal adalah sistem peredaran darah, sistem saraf, sistem saluran kemih, sistem reproduksi, sistem endokrin, dan jantung. Ekskresi timbal melalui urin sebanyak 75-80%. Urine merupakan sisa metabolisme tubuh yang dapat memberikan gambaran keadaan kesehatan tubuh kita. Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan yang paling dianjurkan sebagai screening test keracunan timbal. Tujuan dilakukan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar terhadap bahaya logam berta timbal serta memberikan pengenalan pengetahuan pada siswa terhadap pengelolaan spesimen urine dalam pemeriksaan logam berat timbal. Metode Pengabdian masyarakat dilakukan dengan ceramah, diskusi, dan percobaan pemeriksaan. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan siswa terhadap bahaya logam berat timbal setelah dilakukannya penyuluhan, diketahui hasil kuesioner pada kategori baik sebanyak 94%, dan juga terjadi peningkatan pengetahuan siswa terhadap tahapan pengelolaan spesimen urine dalam pemeriksaan logam berat timbal setelah dilakukannya percobaan, dimana hasil kuesioner pada kategori baik mencapai 89%.
Pencegahan Anemia Dengan Edukasi Konsumsi Tablet Tambah Darah Dan Infused Water Prasetya, Didik; Putri, Ni Luh Nova Dilisca Dwi; Yundari, A.A Istri Dalem Hana; Puspawati, Ni Luh Putu Dewi; Asdiwinata, I Nyoman
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v2i2.477

Abstract

Permasalahan di bidang kesehatan merupakan masalah yang kompleks dan melibatkan masalah lain. Cara mengatasi masalah kesehatan tersebut tidak hanya berfokus pada kesehatan itu sendiri, akan tetapi pada semua aspek yang mempengaruhi kesehatan. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan salah satu usaha untuk mencapai derajat kesehatan yang baik. Peningkatan PHBS sangat diperlukan pada lingkungan pondok pesantren. Pondok pesantren yang sudah membiasakan pola PHBS memiliki beberapa indikator antara lain terjaganya kebersihan individu, tempat wudhu, air bersih, jamban sehat, kebersihan asrama, ruang belajar serta kepadatan penghuni asrama. Kegiatan ini dilakukan di pondok pesantren Hidayatullah Kota Denpasar yang bertujuan untuk memberikan tambahan pengetahuan tentang penyakit kulit dan pencegahannya serta PHBS melalui edukasi. Tahapan yang dilakukan adalah ceramah, diskusi, pembagian paket PHBS, dan pengisian pre test dan post test. Hasil Pos test dari 40 santri menunjukkan peningkatan pengetahuan pada kategori baik sebanyak 65%, cukup 35% dan kurang 2%. Setelah dilakukan kegiatan ini para santri mempunyai tambahan pengetahuan tentang penyakit kulit dan pencegahannya serta menerapkan kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pondok pesantren.   Kata Kunci: Kebersihan lingkungan, kesehatan lingkungan, remaja sehat    
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Waktu Pulih Sadar pada Pasien Post Operasi dengan General Anesthesia : Correlation Between Body Mass Index and Recovery Time in Post General Anesthesia Patients Widiasih, Ni Luh; Puspawati, Ni Luh Putu Dewi; Azis, Abdul
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 2 No. 3 (2023): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/nrpm.v2i3.43

Abstract

Latar Belakang: Waktu pulih sadar merupakan indikator penting dalam penilaian kesehatan pasien pasca tindakan pembedahan. Faktor individu seperti berat badan berlebih diduga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi waktu pulih sadar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Waktu Pulih Sadar pada Pasien Post Operasi General Anesthesia. Metode: Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional yang melibatkan 47 responden yang direkrut berdasarkan teknik purposive sampling. Data IMT, waktu pulih sadar dan Aldrete Score dikumpulkan dengan lembar observasi. Data kemudian dianalisis dengan uji Rank Spearman.  Hasil: Rata-rata indeks massa tubuh adalah sebesar 24 dengan rata-rata waktu pulih sadar adalah 58 menit. Hasil analisis bivariat dengan Rank Spearman menunjukkan ada hubungan indeks massa tubuh dengan waktu pulih sadar pada pasien paska operasi general anesthesia di Instalasi Bedah Sentral RSUP Sanglah dengan nilai p = 0,013 dan r = 0,359 yang mengindikasikan kekuatan hubungan lemah dengan arah hubungan positif. Kesimpulan: Semakin tinggi nilai IMT, semakin lama waktu pulih sadar. Indeks massa tubuh yang tinggi menghambat proses eliminasi sisa obat anestesi, sehingga waktu pulih sadar dapat mengalami keterlambatan.
PEMBERDAYAAN PETUGAS KEBERSIHAN DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR DI TEMPAT PEMBUANGAN SEMENTARA LUMINTANG DENPASAR : Empowerment of Janitor in Preventing Infectious Diseases at Temporary Disposal Site Lumintang Denpasar Puspawati, Ni Luh Putu Dewi; Asdiwinata, I Nyoman; Yundari, A.A Istri Dalem Hana; Dilisca, Ni Luh Putu Nova
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v1i2.12

Abstract

Latar Belakang: Tempat pembuangan Sementara (TPS) Lumintang Kota Denpasar merupakan tempat yang menampung sampah dari kota Denpasar. Jumlah penduduk yang padat di kota Denpasar menghasilkan limbah atau sampah yang sangat banyak dan memenuhi TPS tersebut. Petugas kebersihan yang bertugas untuk mengelola sampah berisiko tertular penyakit dari sampah dan pembusukannya. Petugas kebersihan tidak selalu disiplin menggunakan alat pelindung diri dan mencuci tangan dengan benar. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendidikan dan pelatihan untuk pengurangan risiko penularan penyakit melalui sampah di TPS. Tujuan: Pelaksanaan pengabdian ini bertujuan memberdayakan dan mengedukasi petugas kebersihan dalam mencegah penyakit menular. Metode: Kegiatan ini meliputi survei lapangan, wawancara, edukasi, pelatihan dan demonstrasi, serta pendistribusian Alat Pelindung Diri bagi para petugas kebersihan. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan melakukan edukasi tentang risiko penularan penyakit melalui sampah, pelatihan cuci tangan dan demonstrasi penggunaan APD di tempat kerja, serta pendistribusian Alat Pelindung Diri bagi para petugas kebersihan. Kegiatan dilaksanakan dengan melakukan edukasi secara per orangan dan kelompok kecil menyesuaikan kondisi PPKM. Jumlah peserta adalah 30 orang. Hasil: Sebagian besar 10 orang (33,3%) mampu mendemonstrasikan cuci tangan 6 langkah dengan dibimbing/diawasi, 20 orang (66,7 %) mampu memcuci tangan 6 langkah dengan mandiri. Kesimpulan: Kegiatan ini mampu memberikan pengetahuan yang baik tentang cuci tangan 6 langkah pada petugas kebersihan untuk mencegah penyebaran penyakit menular.