Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Gambaran Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Tuberkulosis Paru Fitria Dewi, Ni Luh Kadek; Dewi Puspawati, Ni Luh Putu; Sumberartawan, I Made
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 3 No 1 (2019): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v3i1.118

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi menular yang upaya pengendaliannya menjadi salah satu target dunia yaitu Sustainable Development Goals (SDGs). Kepatuhan minum obat pada pasien TB paru merupakan kendala yang sering dihadapi oleh pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan minum obat pada penderita Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas I dan III Denpasar Utara. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Jumlah sampel sebesar 42 orang dengan teknik sampling purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan sebagian besar responden memiliki kepatuhan tinggi yaitu sebanyak 29 orang (69%). Jumlah penderita yang memiliki PMO di rumah yaitu sebanyak 28 orang (66,7%). Tingginya kepatuhan minum obat pada penelitian ini karena adanya keinginan untuk sembuh dari diri sendiri dan dukungan keluarga serta informasi yang lengkap dari petugas kesehatan. Hal ini juga dikarenakan puskesmas memiliki program khusus untuk menanggulangi TB yaitu P2TB yang melakukan kunjungan rumah setiap seminggu dua kali. Ada beberapa responden dengan kepatuhan yang rendah disebabkan karena rendahnya motivasi yang dimiliki oleh responden. Saran kepada pihak puskesmas diharapkan program Puskesmas terkait TB yaitu P2TB ditingkatkan.
Pengalaman Keluarga Dalam Merawat Anggota Keluarga Dengan Penyakit Jantung Koroner Putu Visakha Damayanti; Ni Luh Putu Dewi Puspawati; Ni Made Nopita Wati
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 4 No 2 (2020): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v4i2.179

Abstract

PJK adalah penyakit yang terjadi sebagai manifestasi dari penurunan suplai oksigen ke otot jantung sebagai akibat penyempitan atau penyumbatan aliran darah arteri koronaria yang manifestasi kliniknya, tergantung pada berat ringannya penyumbatan arteri koronaria. ada beberapa gejala yang timbul pada pasien penyakit jantung koroner yaitu nyeri dada, sesak nafas, infark miokard. PJK dikenal juga dengan “Silence Killer” karena terkadang tidak menimbulkan gejala-gejalanya. Keberhasilan terapi untuk pasien PJK dipengaruhi oleh pengetahuan responden tentang PJK. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplor pengalaman keluarga dalam merawat anggota keluarga yang mengalami PJK di RSUD Wangaya Denpasar. Metode penelitian yaitu deskriftif kualitatif, dengan jumblahl 4 orang partisipan. Pengumpulan data menggunakan panduan wawancara dan didapatkan selama 2 minggu. Hasil analisa berdasarkan tema pemahaman keluarga tentang anggota keluarga dengan PJK kurang baik, reaksi psikologis keluarga tentang anggota keluarga dengan PJK masih belum dapat menerima kenyataan, reaksi psikologis keluarga terhadap penerimaan keluarga pada anggota keluarganya masih dalam tahap mulai menerima, hambatan keluarga dalam merawat cukup banyak, upaya mengatasi hambatan sudah bisa dengan baik diatasi oleh keluarga, dan harapan keluarga ingin mempertahankan keadaan klien dan mengurangi kekambuhan. Kesimpulanya bahwa pengalaman keluarga dalam merawat pasien dengan PJK masih kurang, sehingga perlu di kembangkan edukasi manajemen yang berkelanjutan dalam pelayanan kesehatan.
Kelelahan Mata pada Mahasiswa Keperawatan Selama Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19 Dewi Puspawati, Ni Luh Putu; Muliawati, Ni Kadek
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 6 No 1 (2022): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v6i1.240

Abstract

Latar Belakang: Proses belajar mengajar secara daring selama Pandemi COVID-19 telah berlangsung lebih dari 1 tahun. Pembelajaran daring ini meningkatkan durasi penggunaan perangkat digital. Peningkatan durasi ini dapat menimbulkan dampak pada kesehatan mata peserta didik khususnya mahasiswa. Tujuan Penelitian: Riset ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keluhan kelelahan mata serta upaya yang dilakukan oleh mahasiswa STIKes Wira medika untuk mencegah dan mengatasi kelelahan mata. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan kuesioner visual fatigue index yang disebarkan secara online ke seluruh mahasiswa keperawatan STIKes Wira Medika Bali dengan responden berjumlah 165 mahasiswa. Hasil: Sebanyak 119 mahasiswa mengalami kelelahan mata (72,1 %). Upaya yang dilakukan oleh mahasiswa adalah dengan menjauh sejenak dari layar monitor, memejamkan mata dan tidur Kesimpulan: Sebagian besar mahasiswa mengalami kelelahan mata selama pembelajaran daring. Upaya pencegahan kelelahan mata yang diketahui oleh mahasiswa masih terbatas sehingga perlu sosialisasi tindakan preventif pencegahan kelelahan mata pada pembelajaran daring.
Foot Care Practices as Determinants of Diabetic Foot Ulcer Risk in Rural Populations Ni Luh Putu Dewi Puspawati; Ni Kadek Muliawati
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 11 No. 4 (2025): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v11i4.936

Abstract

Background: Diabetic foot ulcers (DFUs) represent a major chronic complication of diabetes mellitus and are associated with infection, extended hospital stays, and an increased likelihood of lower-limb amputation. Individuals with diabetes remain at lifelong risk of DFUs, with recurrence frequently reported. Consistent and appropriate foot self-care is therefore considered a key preventive measure, particularly in community settings with limited access to specialized care. Objective: This study aimed to examine the relationship between foot self-care behaviour (FSCB) and the risk of developing diabetic foot ulcers among adults with type II diabetes living in rural communities. Methods: A cross-sectional study was conducted involving 100 adult outpatients with type II diabetes attending the Sukawati II Primary Health Care Centre, Gianyar, Bali. Participants were recruited using consecutive sampling. Data were collected through structured questionnaires that included demographic characteristics and foot self-care behaviour assessed using the Nottingham Assessment of Functional Foot Care (NAFF). The risk of diabetic foot ulcers was evaluated using Inlow’s 60-second diabetic foot screening tool, incorporating a 10 g monofilament test. Data analysis employed the Gamma correlation test to determine the association between variables. Results: The findings showed that 62% of participants demonstrated poor foot self-care behaviour. Additionally, 50% of respondents were identified as being at risk of developing DFUs. Statistical analysis revealed a strong and significant inverse relationship between foot self-care behaviour and DFU risk (p = 0.001; r = −0.613). Conclusion: Poor foot self-care behaviour is strongly associated with an increased risk of diabetic foot ulcers among individuals with type II diabetes in rural settings. These findings highlight the importance of strengthening foot care education and preventive interventions at the primary health care level
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Berobat Pada Penderita Hipertensi Di UPTD Puskesmas Rendang Pande Kadek Intan Dwi Pratiwi; Ni Luh Putu Dewi Puspawati; Ketut Lisnawati
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 1 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i1.965

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan berobat yang konsisten untuk mencegah komplikasi. Salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan kepatuhan berobat adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan berobat pada penderita hipertensi di UPTD Puskesmas Rendang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 72 responden penderita hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Family Support Questionnaire dan Adherence to Refills and Medications Scale (ARMS). Analisis data dilakukan dengan uji Spearman rho pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga tidak baik sebanyak 68 responden (94,4%), sedangkan dukungan keluarga baik sebanyak 4 responden (5,6%). Kepatuhan berobat penderita hipertensi sebagian besar berada pada kategori cukup, yaitu 52 responden (72,2%), dan kepatuhan baik sebanyak 20 responden (27,8%). Hasil uji Spearman rho menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi ρ = 0,878, yang menandakan adanya hubungan positif dengan kekuatan hubungan sangat kuat antara dukungan keluarga dan kepatuhan berobat. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan berobat pada penderita hipertensi di UPTD Puskesmas Rendang. Dukungan keluarga yang baik berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan berobat penderita hipertensi.
Kepatuhan Diet dan Minum Obat pada Pasien Gagal Jantung yang Mengalami Rehospitalisasi Ni Luh Wiwik Widyasari; Ni Luh Putu Dewi Puspawati; Abdul Azis; Ni Kadek Muliawati
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 7 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v7i2.342

Abstract

Latar Belakang: Gagal jantung merupakan salah satu penyakit yang memiliki kompleksitas kasus yang cukup tinggi sehingga beresiko terjadinya rehospitalisasi dan meningkatkan angka mortalitas. Rehospitalisasi dipengaruhi oleh ketaatan dalam melaksanakan diet dan pengobatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kepatuhan diet dan minum obat pasien gagal jantung yang mengalami rehospitalisasi. Metode: Penelitian dilaksanakan di Instalasi PJT RSUP Prof.Dr.I.G.N.G Ngoerah Denpasar Bali menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif dengan menggunakan kuisioner DSR-SCB Scale dan MARS-10. Jumlah sampel penelitian 86 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan diet pasien gagal jantung yang mengalami rehospitalisasi berada pada kategori tidak patuh sebanyak 64 responden (74,4%) dan kategori patuh sebanyak 22 orang (25,6%). Tingkat kepatuhan minum obat pasien gagal jantung yang mengalami rehospitalisasi berada pada kategori tidak patuh sebanyak 50 orang (58,1%) dan kategori patuh sebanyak 36 orang (41,9%). Kesimpulan: Sebagian besar pasien yang mengalami rehospitalisasi tidak patuh dalam diet dan pengobatan. Ketidakpatuhan ini dapat berkaitan oleh karakteristik responden (usia, jenis kelamin, jenjang pendidikan), kurangnya pemahaman tentang penyakit dan dukungan keluarga yang tidak adekuat. Perlu adanya penyusunan discharge planning yang tepat dan edukasi yang adekuat kepada pasien dan keluarga untuk mengurangi kejadian rehospitalisasi.