Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengaruh metode problem based learning dengan teknik mind-mapping terhadap kemampuan penalaran klinis Gede Arya Bagus Arisudhana; Ni Luh Putu Dewi Puspawati
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 5, No 2 (2019): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.5.2.32-37

Abstract

Pendahuluan: Keberagaman kebutuhan perawatan pasien dan kompleksitas intervensi menuntut mahasiswa keperawatan mahir dalam keterampilan keperawatan dan clinical reasoninguntuk mengatasimasalah keperawatan pasien secaraefektif.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metodeproblem based learning dengan mind mapping terhadap kemampuan penalaran klinis mahasiswa keperawatan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimen dengan pendekatan one group pretest posttes design, teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah sampel 62 orang. Data diperoleh menggunakan instrument nursing clinical reasoning assessment tools,analisa data menggunakkan uji Wilcoxon signed rank test.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan nilai zhitung6,274 dan nilai p=0,000. Simpulan:Terdapat pengaruh pemanfaatan metode problem based learning dengan mind mapping terhadap kemampuan penalaran klinismahasiswa keperawatan. Pemanfaatan metode belajar ini dapat digunakan untuk membantu mahasiswa keperawatan memahami masalah keperawatan pasien secara komprehensif.
The Correlation of Organizational Role Stressors with Stress Level of ICU Nurses Nursalam Nursalam; Ferry Efendi; Ni Luh Putu Dewi Puspawati
Jurnal Ners Vol. 4 No. 1 (2009): April 2009 - September 2009
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.629 KB) | DOI: 10.20473/jn.v4i1.5020

Abstract

Introduction : Work stress which is often experienced by ICU nurses may affects nurse’s performance, nurse’s health and wealth so that the factors which may affect work stress such as organizational role stressors must be noticed. This study was aimed to explain the correlation between organizational role stressors and work stress level in ICU Nurses.Methods : This study used cross-sectional design  involved 13 respondents, taken by purposive sampling. The independent variable was organizational role stressors  and the dependent variable was work stress. Data were collected by using questionnaires and analyzed using Spearman’s rho with level of significance α ≤ 0.05.Results : Results showed that there was no significant correlation between organizational role stressors and work stress level in ICU nurses with significance value p ≤ 0.139.Conclusion :It can be concluded that the organizational role stressors had no correlation with work stress level because there are so many factors that may affect work stress in ICU nurses. Discussion : Role overload however was experienced by ICU nurses as a mild stressors. This indicates the importance of increasing nurse’s quality and quantity by training and recruiting new nursing staffs.
Factors Associated With Contraceptive Use In Reproductive Age Couples Desak Nyoman Suryaningrat; Ni Wayan Suniyadewi; Ni Luh Putu Dewi Puspawati
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 7, No 1 (2019): MARET
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.345 KB) | DOI: 10.21927/jnki.2019.7(1).47-53

Abstract

Mothers are family members who play an important role in family life. Maternal deaths that occur in every minute at every day are mostly caused by complications related to pregnancy, childbirth, and puerperal. Contraceptive use in reproductive age couples is one of the strategies of the family planning to reduce maternal mortality. This study aimed to investigate the factors associated with contraceptive use in reproductive age couples. This study used a correlational design with a cross-sectional approach. The samples were 56 people selected using a non-probability sampling technique, i.e., purposive sampling.  Data were analyzed using Rank Spearman test and contingency coefficient test. The results showed that there was a correlation between contraceptive use and factors of age, education, employment, customs / culture and quality of family planning services with a p-value of <0.05. This study recommends that Mengwi Public Health Center I provide a counseling room for family planning acceptors and increase the schedule of family planning services as well as improve the quality of health workers especially in giving counseling about contraceptive use.
PENGETAHUAN BERHUBUNGAN DENGAN STIGMA PADA ORANG TERKONFIRMASI POSITIP CORONA VIRUS DISEASE -19 Ni Kadek Muliawati; Ni Luh Putu Dewi Puspawati; Ni Kadek Kembar Dani Sintaningsih
Jurnal Surya Muda Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Surya Muda
Publisher : LPPM STIKES Muhammadiyah Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38102/jsm.v3i2.91

Abstract

People who are confirmed to have Corona Virus Disease 19 (covid 19) in the community cause a stigma that can lead to discrimination. This study was conducted to determine the relationship between knowledge and stigma in people who were confirmed to be positive for corona virus disease -19 in Banjar Tegal, Bebalang Village, Bangli, Bali Province. Descriptive correlation is a type of research used with a quantitative research design. The sample is 89 people with simple random sampling technique. The instrument uses a questionnaire which is distributed online via google form. Data collection using google form with 10 questions related to knowledge and 30 questions related to stigma. Data analysis using Spearman rank with the result that the majority of knowledge in the sufficient category is 65 people (73.0%), most of the stigma is in the moderate category, namely 54 people (60.7%). Bivariate analysis obtained p value of 0.000 and r value of -0.548. There is a relationship between knowledge and stigma in people who are confirmed to be positive for corona virus disease -19 in Banjar Tegal, Bebalang Village, Bangli, Bali Province. The better the level of knowledge, the lower the stigma against people who are confirmed positive for COVID-19. The results of the study can be used as a reference for implementing health promotion programs to reduce stigma in people who are confirmed positive for the corona virus disease -19.
Gambaran Prevalensi Silent Hypoxia Pada Pasien Terkonfirmasi COVID-19: Prevalence of Silent Hypoxia in Confirmed COVID-19 Patients Ni Luh Suryaningsih; Ni Luh Putu Dewi Puspawati; Ni Komang Ayu Resiyanthi
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 1 No. 2 (2022): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Yayasan Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1431.109 KB) | DOI: 10.55887/nrpm.v1i2.19

Abstract

Latar Belakang: COVID-19 adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Fenomena yang sering dijumpai pada pasien terkonfirmasi COVID-19 yaitu sangat susah mendeteksi hipoksia karena pasien tidak menggambarkan kesulitan bernafas sehingga disebut dengan “Silent hypoxia”. Cara yang paling mudah untuk mendeteksi silent hypoxia adalah dengan menggunakan pulse oximetry. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran prevalensi silent hypoxia pada pasien terkonfirmasi COVID-19 di IRNA D RSUP Sanglah Denpasar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif studi dokumentasi terhadap rekam medis pasien yang terkonfimasi positif COVID-19 antara 1 November 2020 - 31 Januari 2021. Teknik sampling menggunakan total sampling. Hasil: Karakteristik responden terbanyak berdasarkan usia meliputi usia 41-60 tahun sebanyak 213 orang (47,4%). Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki sebesar 261 orang (58,1%). Karakteristik responden berdasarkan komorbid terbanyak adalah tanpa adanya komorbid sebanyak 247 orang (55%), Dari 449 orang responden 237 orang (52,8%) yang mengalami silent hypoxia. Kesimpulan: Sebagian besar pasien COVID 19 yang dirawat  mengalami silent hypoxia. Silent hypoxia ini disebabkan oleh invasi virus COVID-19 yang merusak persarafan pada sistem pernapasan.
PENYULUHAN BAHAYA PENYALAHGUNAAN NAPZA SERTA PENGENALAN PENGELOLAAN SPESIMEN PEMERIKSAAN NAPZA PADA KELOMPOK SISWA PEDULI AIDS DAN NARKOBA DI SMAN 7 DENPASAR Ni Luh Nova Dilisca Dwi Putri; Anak Agung Istri Dalem Hana Yundari; Ni Luh Putu Dewi Puspawati; I Nyoman Asdiwinata; Didik Prasetya
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 8: Agustus 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.502 KB)

Abstract

Badan Narkotika Nasional (2019) menyebutkan bahwa prevalensi penyalahgunaan NAPZA pada tahun 2019 mengalami kenaikan 0,03% jadi 3,6 juta orang di Indonesia. Bahkan saat masa pandemi covid 19 mengalami peningkatan kasus pengguna NAPZA yang cukup besar. Jumlah kasus NAPZA di Bali mengalami peningkatan selama tahun 2020. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMAN 7 Denpasar terhadap bahaya penyalahgunaan NAPZA, serta memberikan pengenalan pengetahuan pada siswa terhadap pengelolaan spesimen dalam pemeriksaan NAPZA. Metode Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan ceramah, diskusi, dan percobaan pemeriksaan. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan siswa terhadap bahaya penyalahgunaan NAPZA setelah dilakukannya penyuluhan, diketahui hasil kuesioner pada kategori baik sebanyak 90%, dan juga terjadi peningkatan pengetahuan siswa terhadap tahapan pengelolaan spesimen pemeriksaan NAPZA setelah dilakukannya penyuluhan, dimana hasil kuesioner pada kategori baik mencapai 15 orang (75%).
Gambaran Minat Mahasiswa Keperawatan Untuk Melanjutkan ke Jenjang Profesi Ners di STIKES WIRA MEDIKA BALI Ni Komang Tri Padma Canti; Ni Luh Putu Dewi Puspawati; Ni Made Nopita Wati
Bali Health Published Journal Vol. 3 No. 1 (2021): Juni : Bali Health Published Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.993 KB) | DOI: 10.47859/bhpj.v3i1.2

Abstract

Background : The professional nursing education is part of national education whose education pattern consist of 2 stages such as academic education and profession education. The professional nursing practice can be done by nurses which has taken a bachelor’s degree in nursing and profession along obtained STR. This is a challenge for collage student so the choice appears for continue to the profession or not. Consideration for continuing to the profession stage is one of which is influenced by the interest. Interest is a basic things for direct someone to something that they liked and done so that someone can be excited. Interest consist of 2 factors there are intrinsic interest factor and extrinsic interest factor. Intrinsic interest factor is a interest factor that arise in individuals while extrinsic interest factor is a interest factor that arise by influence from outside the individual. Objective : This research aims to know the description of interest nursing collage student for continue to stage Ners profession at STIKes Wira Medika Bali. This research uses a Total Sampling technique. Data collection using the likert scale questionnaire. Results : The research result showing most of the collage student have a high intrinsic interest factor and extrinsic interest factor. Intrinsic interest factor of 66,7% and extrinsic interest factor of 72%. Conclusion : Nursing collage student at STIKes Wira Medika Bali generation IX semester VIII most of the have hight interest for continue to stage Ners profession.
Deteksi Dini Gejala Dengue Shock Syndrome Pada Masyarakat Awam di Lingkungan Banjar Buana Desa Kelurahan Padangsambian I Nyoman Asdiwinata; Ni Luh Putu Dewi Puspawati; Anak Agung Istri Dalem Hana Yundari; Ni Luh Nova Dilisca Dwi Putri; Didik Prasetya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7327

Abstract

ABSTRAK Demam berdarah merupakan salah satu endemic yang teerjadi di Indonesia hampir setiap tahunnya. Kasus tahun 2021 mencapai 2.185 menderita demam berdarah hingga bulan Agustus 2021. Selain menghadapi pandemic COVID-19, masyarakat Kota Denpasar juga menghadapi permasalah Demam berdarah dengan jumlah kasus 35 sampai 45 orang setiap bulannya. Permasalahan bagi masyarakat awam yang paling ditakutkan adalah kondisi renjatan demam dengue atau Dengue Shock Syndrome. Kegiatan ini berupaya untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran terkait dengue shock syndrome agar mampu menjadi penolong dalam keluarga dengan cara mengindetifikasi gejala dengue shock syndrome dengan tepat. Pengadian Kepada Masyarakat ini menggunakan tiga metode yaitu survey lapangan untuk mengobservasi kondisi lingkungan dan kebiasaan masyarakat terkait Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), memberikan ceramah dan diskusi terkait dengue shock syndrome, dan melakukan demostrasi penggunaan bubuk abate. Survey lapangan ditemukan terdapat 29 Kepala Keluarga (KK) yang berada dilingkungan tersebut dan 58,6% menggunakan ember sebagai bak mandi. Setelah diberikannya penyuluhah dengue shock syndrome 85,3% masyarakat memiliki pengetahuan sedang dan masyarakat mampu melakukan demonstrasi penggunaan bubuk abate dengan benar. Pengetahuan dan keterampilan masyarakat terkait deteksi dini gejala dengue shock syndrome Sebagian besar memiliki pengetahuan sedang dan pemberian informasi dan peningkatan pengetahuan harus tetap digalakkan dengan teratur agar kesadaran masyarakat akan bahaya dengue shock syndrome tetap baik. Kata Kunci: Dengue Shock Syndrome, Deteksi Dini, Masyarakat Awam  ABSTRACT Dengue fever is one of the endemics that occurs in Indonesia almost every year. Cases in 2021 reached 2,185 suffering from dengue fever until August 2021. In addition to facing the COVID-19 pandemic, the people of Denpasar City are also facing the problem of dengue fever with 35 to 45 cases every month. The most feared problem for ordinary people is the condition of dengue fever shock or Dengue Shock Syndrome. This activity seeks to provide knowledge and awareness regarding dengue shock syndrome in order to be able to be a helper in the family by correctly identifying the symptoms of dengue shock syndrome. This Community Service uses three methods, namely field surveys to observe environmental conditions and community habits related to the Eradication of Mosquito Nests (PSN), giving lectures and discussions related to dengue shock syndrome, and demonstrating the use of abate powder. The field survey found that there were 29 households (KK) in the neighborhood and 58.6% used a bucket as a bath. After being given dengue shock syndrome counseling, 85.3% of the community had moderate knowledge and the community was able to demonstrate the use of abate powder correctly. Community knowledge and skills related to early detection of symptoms of dengue shock syndrome Most of them have moderate knowledge and the provision of information and knowledge improvement must be encouraged regularly so that public awareness of the dangers of dengue shock syndrome remains good. Keywords: Common People, Dengue Shock Syndrome, Early Detection
Hubungan Pengetahuan dan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Pembatasan Asupan Cairan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis di Rsud Sanjiwani Gianyar: The Correlation between Knowledge and Family Support with Adherence to Fluid Intake Restriction in Chronic Renal Failure Patients Undergoing Hemodialysis at Sanjiwani Gianyar Regional Hospital Ni Nyoman Yudani; Ni Luh Putu Dewi Puspawati; Ketut Lisnawati Lisnawati
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 1 No. 3 (2022): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Yayasan Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/nrpm.v1i3.22

Abstract

Latar Belakang: Kepatuhan terhadap pembatasan asupan cairan merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan tingkat kesehatan pasien Gagal Ginjal Kronis yang menjalani hemodialisis. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga dengan kepatuhan pembatasan asupan cairan pasien Gagal Ginjal Kronis yang menjalani hemodialisis. Metode: Deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel menggunakan teknik purposive sampling sejumlah 110 dari 150 populasi. Data diolah menggunakan analisis univariat dan bivariat. Korelasi antar variabel diuji dengan uji Rank Spearman. Hasil: Penelitian mayoritas responden memiliki pengetahuan baik 47 (42,7%), mayoritas memiliki dukungan keluarga baik 40 (36,4%), mayoritas 51 (46,4%) memiliki tingkat kepatuhan baik. Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan nilai p= 0,000 (α<0,05) dengan arah korelasi positif r=0,580 serta hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan nilai p = 0,000 (α<0,05) dengan arah korelasi positif r = 0,487. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan dukungan keluarga dengan kepatuhan pembatasan asupan cairan pasien Gagal Ginjal Kronis yang menjalani hemodialisis di RSUD Sanjiwani Gianyar
Hubungan Efikasi Diri dengan Aktivitas Fisik Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner: The Correlation Between Self-efficacy and Physical Activity in Patients with Coronary Heart Disease Dinda Putri Marichi Ni Kadek; Ni Luh Putu Dewi Puspawati; Ketut Lisnawati
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 2 No. 1 (2023): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Yayasan Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/nrpm.v2i1.26

Abstract

Latar Belakang: Pasien penyakit jantung koroner memerlukan terapi medikamentosa dalam jangka waktu yang panjang. Penyakit jantung koroner juga membatasi ruang gerak fisik penderitanya dan mengharuskan untuk berkutat dengan pengobatan hal tersebut membuat pasien merasa malas untuk melakukan aktivitas fisik. Efikasi diri dapat meningkatkan motivasi penderita jantung koroner. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan efikasi diri dengan aktivitas fisik pasien dengan penyakit jantung koroner. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di ruang Poliklinik Jantung RSUD Sanjiwani Gianyar menggunakan kuisioner cardiac self-efficacy dan global physical activity questionnaire. Dengan populasi 277 penderita PJK dengan jumlah sampel sebanyak 164 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan uji Spearman-Ranks. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki efikasi diri sedang dengan aktivitas ringan sebanyak 85 orang (41,3%). Berdasarkan hasil uji korelasi spearman-rank, dapat diketahui bahwa nilai p = 0,000 <0,05. Kekuatan hubungan dinyatakan dengan nilai R = 0,477, yang berarti hubungan moderate. Kesimpulan: Kesimpulan pada penelitian ini yaitu secara statistik ada hubungan signifikan antara efikasi diri dengan aktivitas fisik dengan kekuatan hubungan moderate.