Frits O. P. Siregar
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi, Manado

Published : 49 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

BITUNG SHOPPING CENTER. Morphogenesis in Architecture Basaen, Jordi P.; Siregar, Frits O. P.; Lakat, Ricky S. M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19217

Abstract

            Kota Bitung adalah salah satu kota yang sangat pesat perkembangannya, mulai dari sektor industri, perdagangan, pariwisata dan jasa serta pembangunannya yang semakin maju, hal ini juga didukung oleh faktor letak geografis  berada pada lingkaran pasifik yang strategis sebagai pintu masuk ke ekonomi global. Selain itu usaha Pemerintah Kota Bitung untuk memperkenalkan  Kota Bitung sebagai Kota tujuan industri, pariwisata dan bisnis mulai dari penyempurnaan perizinan investasi bagi para investor lokal maupun asing untuk dapat berinvestasi didalamnya. Melihat peluang dan potensi yang dimiliki Kota Bitung sangat besar maka hadirlah konsep perencanaan Bitung Shopping Center atau Pusat Perbelanjaan berlokasi dipusat Kota Bitung, yang mengacu dari  kebutuhan akan jasa akomodasi sebagai penunjung dan penyediaan kebutuhan pokok maupun pusat rekreasi di Sulawesi Utara. Dalam perancangan objek Bitung Shopping Center ini, dengan tema “Morphogenesis In Architecture” konsep ini mencakup perubahan  evolusi pada konsep desain bangunan diharapkan dapat mampu beradaptasi dengan penekanan trasformasi bentuk gubahan dengan mempertimbangkan faktor-faktor lingkungan sekitar berdasarkan analisa tapak serta permodelan dalam bentuk bangunan yang dinamis, sehingga desain yang dihasilkan tidak hanya menjadi desain yang kaku dan monoton tapi juga dapat menjadi desain yang sangat baik dan ramah terhadap lingkungan. Kehadiran Bitung Shopping Center ini diharapkan dapat memberikan fasilitas penyediaan kebutuhan berbelanja yang legkap, aman dan nyaman bagi para pemakai dengan berbagai kebutuhan yang berbeda-beda.          Kata kunci       : Kota Bitung, Shopping Center, Morphogenesis
PASAR 45 PEDESTRIAN MALL. Arsitektur Kolonial Belanda Bella, Kyoto M.; Siregar, Frits O. P.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19305

Abstract

Pasar 45 merupakan salah satu pusat perbelanjaan di Kota Manado yang telah ada sejak tahun 1830. Pasar tersebut menjadi pusat kegiatan komersial yang dilakukan tidak hanya oleh masyarakat seputar Kota Manado, tapi juga dari seluruh distrik di Minahasa, Gorontalo, dan daerah-daerah lain di sekitarnya. Transaksi dagang antara masyarakat lokal dan para pedagang dari Eropa (seperti Spanyol, Portugis, dan Belanda) pernah terjadi pada distrik ini. Sedangkan masyarakat keturunan Cina dan Arab adalah para pedagang yang menetap dan bertransaksi langsung dengan masyarakat lokal dalam hal menyediakan kebutuhan sandang dan pangan. Pasar 45 merupakan titik awal pertumbuhan ekonomi saat itu.             Penerapan pedestrian mall akan menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi kawasan perdagangan Pasar 45 di Kota Manado dengan pertimbangan Kota Manado sebagai kota ekowisata yang merupakan bagian dari misi Kota Manado dan misi membangun kota yang memiliki “daya saing” dengan berorientasi pada peningkatan daya tarik investasi. Kawasan Pasar 45 di Kota Manado akan menjadi lebih baik dengan penerapan pedestrian mall sehingga para wisatawan lokal maupun mancanegara akan merasa nyaman berbelanja di kawasan.            Pemilihan tema disesuaikan dengan objek rancangan. Tema yang diangkat pada rancangan berupa tema Kolonial Belanda. Latar belakang pemilihan tema rancangan dikarenakan agar bangunan dapat mengankat kembali kesan kota tua yang berada di Kota Manado, yang dahulu merupakan kota dengan jajahan Kolonial Belanda.Kata Kunci : Pasar 45, Pedestrian Mall, Kolonial Belanda
MANADO EXHIBITION CENTER. Arsitektur Futurustik Sugiharto, Gradiyanto V.; ., Surjono; Siregar, Frits O. P.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.20696

Abstract

Kota Manado sebagai Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara menjadi salah satu pusat perkembangan ekonomi dan bisnis di daerah Sulawesi khususnya Sulawesi Utara. Apalagi dalam sektor pariwisata kota Manado menawarkan banyak destinasi wisata yang menarik. Perkembangan ini menyebabkan banyak perusahaan yang ingin berinvestasi di kota Manado, baik perusahaan yang bergerak dibidang ekonomi dan bisnis maupun perusahaan yang bergerak dibidang pariwisata. Oleh karena itu, banyak item yang ditawarkan oleh suatu perusahaan, maka dibutuhkan wadah yang mampu menampung seluruh kegiatan penawaran oleh perusahaan maupun instansi tertentu.Maka wadah yang dibutuhkan untuk menampung segala jenis kegiatan tersebut adalah Exhibition Center sebagai sarana penunjang berbagai macam kegiatan seperti pameran dan pagelaran seni di kota Manado. Exhibition Center sendiri merupakan suatu tempat untuk menampung kegiatan pameran yang diadakan sehingga hasil-hasil dari industri tertentu seperti produk-produk dan layanan terbaru mereka dapat dipamerkan dan didemonstrasikan ke depan publik. Selain itu juga wadah tersebut dapat menjadi tempat saling mempelajari aktivitas pesaing juga dapat mengikuti tren dan mendapat kesempatan baru.Perencanaan Exhibition Center ini  menggunakan tema Arsitektur Futuristik  yang menitik beratkan pada desain yang mengarah pada masa depan. Tema tersebut diharapkan dapat menghasilkan desain yang mempu menarik perhatian banyak orang sehingga dapat menjadi daya jual yang tinggi serta nantinya dapat mendukung setiap kegiatan yang akan dilaksanakan.
ARENA OLAHRAGA REKREATIF DI MANADO. Analogi Mekanik Lempoy, Wailan K.; Siregar, Frits O. P.; Kapugu, Herry
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20841

Abstract

Kota Manado sebagai salah satu kota yang mulai berkembang di provensi Sulawesi Utara. Seiring dengan perkembangannya masyrakat kota Manado yang semakin hari semakin sibuk dengan pekerjaan meraka pun hanya memiliki waktu yang relatif sedikit untuk berolahraga maupun untuk berrekeasi, dan dilihat dari segi lainnya perkembangan dari masyarakat yang hobi akan olahraga pun semakin hari semakin bertambah. Di kota Manado sendiri sudah terdapat beberapa tempat olahraga namun dalam segi fasilitas yang belum memadai.            Melihat kurangnya fasilitas akomodasi di kota Manado maka penulis tertarik untuk merencanakan pembangunan Arena Olahraga Rekreatif di Manado. Perancangan Arena Olahraga Rekreatif ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyrakat kota Manado.            Dalam perancangan Arena Olahraga Rekreatif ini menggunakan konsep “Analogi Mekanik” dimana bentuk bangunan ini menganalogikan bentuk dari mesin motor sebagai bentukan dasarnya dan mengalami beberapa transformasi  Kata Kunci: Arena Olahraga Rekreatif, Kota Manado, Analogi Mekanik  
HOTEL RESORT DI KOTABUNAN KAB. BOLAANG MONGONDOW TIMUR. Aquascape Arsitektur Bakari, Sanjeksen; Siregar, Frits O. P.; Punuh, Claudia S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23667

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan nasional. Peranan pariwisata di Indonesia sangat dirasakan manfaatnya, karena pembangunan dalam sektor pariwisata serta pendayagunaan sumber potensi kepariwisataan menjadi kegiatan ekonomi yang dapat diandalkan.Hotel Resort merupakan salah satu sarana pokok dalam menyediakan penginapan, sarana rekreasi pendukung lain dan terletak di lokasi pariwisata. Kabupaten Bolaang Mongondow Timur adalah sebuah kabupaten di provinsi Sulawesi utara. “Aqua” merupakan Kata yang berasal dari bahasa Latin yang berarti Air.“Scape” merupakan Bentang, yang dimaksud disini Landscape yaitu Bentang darat/ laut.Jadi, Aquascape adalah Bentang air/ elemen air yang digunakan  pada perancangan ruangluar (landscape) yang lebih dominan dengan memanfaatkan unsur-unsur  penting pada air seperti bentuk, transparansi, pantulan, warna, gerak, suara, dan pencahayaan dengan memadukan unsure ruang luar. Kata Kunci :Pariwisata, Hotel Resort, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Aquascape Arsitektur. 
CONVENTION CENTER DI MANADO. Green Building Gosal, Priscillia N.; Siregar, Frits O. P.; Makarau, Vicky H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23827

Abstract

Kota Manado adalah ibukota dari provinsi Sulawesi Utara yang dikenal memiliki banyak potensi dalam pengembangan pembangunan fasilitas umum. Salah satunya menyimpan potensi sebagai destinasi MICE. Pada dasarnya dikota Manado memiliki potensi yang sangat baik untuk kegiatan konvensi bertaraf nasional maupun internasional. Pesatnya perkembangan globalisasi yang merambah sampai diseluruh pelosok kota Manado, memberikan dampak positif peningkatan permintaan yang tajam dari waktu ke waktu, terhadap penyediaan fasilitas Convention Center, namun sayangnya lonjakan permintaan penyediaan fasilitas berbasis Konvensi dikota Manado minimnya sarana dan prasarana yang memadai. Berdasarkan uraian diatas yaitu rancangan objek bangunan Convention Center ini suatu motivasi untuk dapat mengangkat kota Manado sebagai kota yang dipercayai untuk mengadakan event-event yang besar. Berbagai strategi dilakukan dalam persaingan global seperti kegiatan kepariwisataan perdagangan dan investasi serta terlebih khusus dalam hai ini yaitu peran dan ikut serta MICE (Meeting, Incentives, Conferences, Exhibition) sebagai sektor usaha yang memfasilitasi wadah objek Convention Center. Kurangnya kesadaran akan lingkungan yang patut dijaga dan untuk ikut membantu menjaga kelestarian lingkungan. Tema yang akan diimplementasikan pada objek Convention Center yaitu Green Building. Menciptakan objek bangunan Convention Center dengan penerapan Green Building yang ramah lingkungan serta memperhatikan aspek lingkungan yang bernuansa alam dan memberikan dampak positif disekitar lingkungan. Kata Kunci: Manado, Convention Center, MICE, Green Building
TAMAN EDUKASI DI MANADO. Arsitektur Organik Maasawet, Bayu; Siregar, Frits O. P.; Sela, Rieneke L. E.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23958

Abstract

Manado merupakan ibukota provinsi Sulawesi Utara dengan penduduk yang cukup banyak yang menjadikan kota Manado sebagai pusat kegiatan dan  juga sebagai tolak ukur atas kemajuan provinsi Sulawesi Utara dan negara Indonesia baik di bidang ekonomi, fasilitas, kekayaan alam, pendidikan dan sebagainya. Dalam tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, dan menghadirkan suatu fasilitas edukasi yang menarik, rekreatif, yang dapat memberikan pengalaman edukasi dengan hubungan langsung dengan alam. Maka suatu fasilitas wahana wisata edukasi dengan tema organik yang mengoptimalkan hubungan serta keharmonisan antara manusia, bangunan, dan alam, merupakan suatu cara untuk menarik masyarakat untuk dapat menikmati edukasi non formal dengan cara berbeda dan lebih menarik. Metode yang digunakan merupakan metode perancangan dengan pendekatan Arsitektur Organik untuk dapat mengoptimalkan hubungan objek rancangan dengan  alam yang berada disekitar objek rancangan tersebut. Tujuan dari perancangan ini adalah agar dapat menghadirkan suatu fasilitas edukasi yang memiliki daya tarik bagi masyarakat luas dan secara tidak langsung dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan terlebih khusus di daerah yang akan dibangun fasilitas tersebut yaitu kota Manado.  Kata Kunci: Taman Edukasi, Arsitektur Organik, Manado
AGROWISATA RESORT DI TOMOHON: Arsitektur Biomimesis Siallagan, Anvina Allisa; Siregar, Frits O. P.; Lakat, Ricky S. M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v14i3.66241

Abstract

Bidang pariwisata yang ditujukan sebagai kegiatan perekonomian sudah menjadi andalan untuk pengembangan bagi sejumlah negara, terlebih bagi negara yang memiliki daya tarik wisata yang cukup besar, seperti banyaknya keindahan alam, aneka warisan sejarah, budaya dan kehidupan masyarakat. Dalam UU No. 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan dijelaskan bahwa pariwisata ialah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung oleh berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh pengusaha, masyarakat dan pemerintah. Berada di ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut dan diapit oleh dua gunung berapi aktif membuat lokasi Tomohon memiliki suhu dan kondisi tanah yang sangat baik. Lahan yang banyak digunakan sebagai tempat untuk bercocok tanam dengan hasil tanaman sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat. Puncak Wawo yang berada di Kelurahan Matani Dua, Tomohon Tengah memiliki potensi alam yang baik untuk dikembangangkan. Suhu udara yang sangat baik untuk digunakan sebagai lahan bercocok tanam, juga letak daerah yang cukup jauh dari pusat kota membuat daerah ini memiki tingkat kebisingan yang sangat rendah. Hal ini sangat baik untuk dikembangkan di bidang pariwisata. Dengan adanya perancangan Agrowisata Resort di Tomohon, maka keberlanjutan teknis dan ekologis lingkungan dapat dimaksimalkan. Dengan menggunakan pendekatan arsitektur biomimesis, perancangan akan tepat sasaran dalam menghasilkan sebuah agrowisata resort. Desain resort yang berkonsep menyatu dengan alam dan menciptakan bangunan dengan tema arsitektur biomimesis sangat tepat untuk daerah Tomohon Tengah. Kata Kunci: Agrowisata, Resort, Arsitektur Biomimesis.
Kajian Hubungan Ketertarikan Pengunjung dengan Atmosphere Ruang Pusat Perbelanjaan (Studi Kasus : Manado Town Square) Siregar, Frits O. P.; Rondonuwu, Dwight M.; Poli, Hanny
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 3 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.6.3.156

Abstract

Fenomena menjamurnya pembangunan pusat perbelanjaan di Indonesia, lebih khususnya yang ada di kota Manado akan meningkatkan daya saing antar pusat perbelanjaan yang ada untuk menarik pengunjungnya. Manado Town Square Mal adalah salah satu pusat perbelanjaan yang sangat diminati oleh masyarakat kota Manado dan telah menjadi salah satu icon tujuan wisata belanja bagi turis local maupun domestic yang berkunjung ke Manado merupakan fenomena lain yang terbentuk di kota Manado. Atmosphere ruang pusat perbelanjaan Manado Town Square memiliki cirri khas dengan layout koridor tunggal yang memanjang yang diiringi dengan deretan retail sepanjang koridor tersebut serta atrium dengan plafond berupa awan buatan. Dari fenomena-fenomena tersebut maka diadakan suatu penelitian yang mengeksplorasi atmosphere ruang pusat perbelanjaan Manado Town Square di Manadountuk menganalisis hubungan ketertarikan pengunjung dengan atmosphere ruangnya untuk mengetahui faktor atmosphere ruang apa saja yang berhubungan dalam mempengaruhi ketertarikan pengunjung terhadap atmosphere ruang yang tercipta dan dirasakan oleh pengunjung. Pendekatan yang digunakan untuk memecahkan permasalahan penelitian adalah pendekatan rasionalistik. Teori utama yang digunakan adalah Teori Atribut Lingkungan dari Gerald D. Weisman (1981) dan Teori Dimensi Store Atmosphere dari Mary Jo Bitner (1992). Teknik analisis untuk obyek-spesifik menggunakan teknik analisis kuantitatif menggunakan filsafat rasionalisme (upaya mencari yang esensial) dan teknik analisis kuantitatif statistik yang menganalisis rerata. Hasil penelitian diharapkan akan menggambarkan pengaruh faktor penataan ruang pada pusat perbelanjaan terhadap karakteristik atmosphere-nya yang akan mempengaruhi reaksi yang dirasakan pengunjung pada saat datang dan berbelanja. Reaksi pengunjung terhadap karakteristik store atmosphere ini akan mempengaruhi pada ketertarikan pengunjung untuk mengunjungi ruang tersebut serta tingkat kepuasannya yang berdampak pada pembelian produk-produk yang ditawarkan. Urgensi hasil penelitian ini adalah untuk meningkatkan daya saing pusat-pusat perbelanjaan yang lain berupa masukan bagi para desainer pusat perbelanjaan dalam mendesain pusat perbelanjaan agar supaya tercipta suatu atmosphere ruang yang dapat meningkatkan ketertarikan pengunjungnya.