Claim Missing Document
Check
Articles

KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT PADA PENGELOLAAN AGROFORESTRI DI DESA BATU NINDAN KABUPATEN KAPUAS Cahyani Hanifah; Hafizianor Hafizianor; Asysyifa Asysyifa
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i6.11016

Abstract

Local wisdom is a form of behavior or mindset of the people of an area that is applied in the environment where they live. The purpose of this study was to examine the local wisdom of the community in managing agroforestry land in Batu Nindan Village. This research method is interviewing key respondent (such as village heads, community leaders, and agroforestry farmers) who have information related to the problem under study regarding forms of local community wisdom in managing agroforestry land. The interview method used is in-depth interviews to key respondent. The data were obtained from direct observations in the field. The results of the observation of this study are that there are three components, namely Ideological Superstructure (relating to the carrying out of a traditional ritual during land clearing called the ritual "Ala Ayuning or Dewase Ayu"), Social Structure (absence of customary institutions related to agroforestry land management) and Material Infrastructure (in processing the land is carried out with special treatments, such as making mounds, boiling and applying lime. This treatment is carried out because the condition of the land in Batu Nindan Village is including wetlands).Kearifan lokal adalah bentuk perilaku atau pola pikir dari masyarakat suatu daerah yang diterapkan di lingkungan tempat tinggalnya. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kearifan lokal masyarakat dalam pengelolaan lahan agroforestri di Desa Batu Nindan. Metode penelitian ini adalah wawancara kepada responden kunci (seperti Kepala Desa, Tokoh Masyarakat, dan Petani Agroforestri) yang mengetahui informasi terkait dengan masalah yang diteliti ini tentang bentuk kearifan lokal masyarakat dalam mengelola lahan agroforestri. Metode wawancara yang digunakan ialah wawancara secara mendalam (Indept Interview) kepada responden kunci. Data-data yang didapatkan dalam penelitian diperoleh dari hasil observasi secara langsung di lapangan. Hasil dari penelitian ini terbagi menjadi tiga komponen yaitu Supesrtruktur Ideologis (Struktur Sosial (tidak adanya kelembagaan secara adat yang berkaitan dengan pengelolaan lahan agroforestri) dan Infrastruktur Material (dalam pengolahan lahannya dilakukan dengan perlakuan khusus, seperti pembuatan guludan tanah, pendangiran dan pemberian kapur. Perlakuan tersebut dilakukan karena kondisi lahan di Desa Batu Nindan termasuk lahan basah).
Bimbingan Teknis Budidaya Lebah Madu Kelulut Di Desa Kiram Kabupaten Banjar Damaris Payung; Normela Rachmawati; Susilawati Susilawati; Yazid Busthami; Mufidah Asyari; Eny Dwi Pujawati; Hafizianor Hafizianor; Arfa Agustina Rezekiah; Abdi Fithria; Trisnu Satriadi; Muhammad Hasbi
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 3, No 1 (2024): June
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v3i1.7936

Abstract

Kelompok Tani Harapan Maju Desa Kiram membudidayakan lebah madu kelulut sejak tahun 2020, namun dalam perjalanannya banyak menemui kendala antara lain (1) Toping banyak berjamur, kurang terjaga kebersihannya,sehingga lebah madu kelulut kurang produktif, lebah enggan membuat bejana atau kantong madu dalam toping (2) koloni lebah melarikan diri dari stup.  Terkait hal tersebut maka tim pengabdi ULM melaksanakan kegiatan pengabdian berupa (1) bimbingan teknis budidaya lebah madu kelulut terutama tentang pemeliharaan stup lebah madu kelulut, hama penyakit yang menyerang sarang lebah madu kelulut (2) bimbingan teknis pembuatan demplot tanaman pakan lebah madu kelulut. Kegiatan pengabdian yang dilakukan meliputi kegiatan sosialisasi atau penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Selama pelatihan, tim pengabdi diterima dengan baik oleh aparat desa dan mitra serta mereka sangat antusias untuk mengikuti kegiatan pengabdian ini. Kegiatan sosialisasi dilakukan tim pengabdi bersama mahasiswa fakultas Kehutanan ULM dan berjalan dengan baik. Pelatihan yang diberikan kepada mitra meliputi budidaya lebah madu kelulut yaitu manajemen budidaya lebah madu kelulut. Dari hasil kegiatan pengabdian terdapat masalah yaitu koloni lebah, lebah yang tidak berkembang karena terserang jamur, jarak stup kelulut yang terlalu rapat sehingga antar koloni terjadi persaingan, jarak stup dari tanah yang terlalu tinggi sehingga menyulitkan pemanenen madu. Untuk mengatasi masalah ini, tim pengabdi melakukan sosialisasi dan pelatihan mengenai pemecahan koloni lebah kelulut serta perawatan agar koloni berkembang dengan baik dan cara penanaman tanaman pakan. Selain itu, tim juga memberikan motivasi agar semangat dalam membudidayakan lebah madu kelulut.
Analisis Program Hutan Kemasyarakatan Di KTH Batu Kura dan KTH Pinang Muda Kabupaten Tanah Laut Muhammad Adieb Rasyadi; Muhammad Naparin; Hafizianor Hafizianor
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i4.9631

Abstract

The social forestry program has been running since 2014 until now. The social forestry program has 5 schemes, one of which is community forestry which invites the community to intervene in implementing the social forestry program. The purpose of this research is to analyze the implementation of community forestry programs through institutional, technical, economic and ecological aspects. The respondents of this study were members of the Batu Kura and Pinang Muda forest farmer groups. The results obtained were tested through SPSS with an unpaired t test. The results of the analysis obtained sig 0.091 which has a not significant different meaningProgram perhutanan sosial berjalan semenjak tahun 2014 hingga sekarang. Program perhutanan sosial memiliki 5 skema salah satunya adalah hutan kemasyarakatan yang mengajak masyarakat untuk ikut campur tangan dalam melaksanakan program perhutanan sosial. Tujuan penelitian ini ada untuk menganalisa pelaksanaan program hutan kemasyarakatan melalui aspek kelembagaan, teknis, ekonomi dan ekologi. Responden dari penelitian ini merupakan anggota kelompok tani hutan Batu Kura dan Pinang Muda. Hasil yang didapatkan dilakukan pengujian melalui SPSS dengan pengujian uji t tidak berpasangan. Hasil Analisa didapatkan sig 0.091 yang memiliki arti berbeda tidak signifikan
Analisis pengelolaan kebun hutan (forest garden) oleh masyarakat Dayak Deah di Desa Pangelak Kabupaten Tabalong Kharmaini Mubarak; Hafizianor Hafizianor; Ahmad Yamani
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i3.8258

Abstract

ABSTRACT. The Forest Garden for the Dayak Deah community is a symbol of their survival where the results can provide additional income. The management of the gardens uses an intercropping system, which means a mixed cropping form involving two or more types of plants in one area of planting land at the same time or somewhat simultaneously, some forest villagers use a monoculture or mixed system. This research aims to analyze the management and vegetation of the Dayak Deah community forest garden in Pangelak Village. Data analysis used is the descriptive analysis of its management and data analysis of vegetation found in community forest gardens. The results obtained are that the majority of the Dayak Deah people work as rubber farmers in supporting their daily lives, rubber is sold to collectors once a week where some of it can be stored, and the produce from forest garden fruits as additional income for the Dayak Deah people with forest garden management modern and traditional, modern in nature, namely using chemical drugs in the management of forest gardens and traditionally by logging, planting, slashing, as well as the IVI at the tree level, it can be seen that for the tree level on community land, the highest IVI was for the Durian type of 115%, followed by Cempedak with a value of 35% and Langsat of 32%, for the lowest IVI at the tree level is Jengkol which is 19%, Rubber with a value of 20% and Papaken with a value of 23% where based on the results of analysis of plant vegetation IKSMP is obtained by 0.8743 (high) and evenness index Simpson of 0.5304 (moderately or somewhat evenly)..
EDUKASI CERDAS GO GREEN CONCEPT UNTUK GENERASI YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN DI SMPN 2 BATI BATI Susilawati Susilawati; Eny Dwi Pujawati; Hafizianor Hafizianor; Nova Purwanti; Muhammad Rizky Arisandi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6503

Abstract

Pada hakikatnya sumberdaya alam diamanatkan pengelolaannya, pemanfatannya dan pelestariannya kepada manusia.  Pemanfaatan sampah organik dan demplot TOGA untuk mewujudkan Go Green Concept di sekolah diharapkan dapat melestarian lingkungan, menumbuhkan partisipasi dan peran serta masyarakat khususnya siswa generasi muda untuk menjaga lingkungan. Kecamatan Bati-Bati memiliki jumlah penduduk cukup banyak. Pesatnya pertumbuhan permukiman dan penduduk di Bati-Bati berdampak terhadap tingginya produksi sampah rumah tangga, namun tidak didukung oleh ketersediaan armada pengangkut sampah. SMPN 2 Bati-Bati merupakan salah satu sekolah yang berkeinginan mendukung lingkungan hijau dan sehat, namun belum memiliki pengetahuan dan keterampilan mengolah dan memanfaatkan sampah organik. Solusi yang ditawarkan yaitu melalui pelatihan pengolahan sampah organik menjadi kompos dan pemanfaatan sudut halaman sekolah dengan demplot TOGA sehingga dapat mengurangi volume sampah, meningkatkan nilai ekonomi dari sampah, dan mewujudnya go green concept di sekolah. Diharapkan dari pengabdian ini dapat memberikan edukasi tentang lingkungan hidup kepada peserta didik seperti edukasi tentang solusi menjaga kestabilan alam. Kegiatan berwawasan lingkungan pada program pengabdian ini dikemas dalam suatu metode pembelajaran dengan Go Green Concept yang mengajak peserta didik untuk memahami lingkungan dan menjaga kelestariannya dengan beberapa cara seperti pengenalan jenis sampah, pembuatan kompos serta demplot TOGA
Community-Based Nutrition Intervention by PT Borneo Indo Bara: A CSR Case Study Zainal Arifin; Hafizianor Hafizianor
Indonesian Journal for Social Responsibility Vol. 8 No. 01 (2026): June 2026
Publisher : LPkM Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/ijsr.v8i01.502

Abstract

Stunting continues to be a major public health concern in Indonesia, especially in rural and impoverished areas.  According to the 2024 Indonesian Nutritional Status Survey, the frequency of stunting has dropped to 22.9% in South Kalimantan and 19.8% nationwide. To address this persistent issue, PT Borneo Indo Bara (PT BIB) started the CERIA (Cegah Stunting Raih Impian Anak) Cooking Class as a component of its CSR initiative to promote nutritional enhancement in the community. In this study, the CERIA Cooking Class in Teluk Kepayang District, Tanah Bumbu Regency, South Kalimantan, is implemented and its effects on the community are examined. Targeting five ring-1 areas that encircle the working region of PT BIB, the initiative involves 30 participants per district, including local nutritionists, PKK members, and community health workers. The program emphasizes maternal and child nutrition using locally sourced ingredients, in keeping with the national B2SA (Diverse, Nutritious, Balanced, and Safe) food movement. It includes culinary demonstrations and nutrition education created in partnership with Chef Agus Sasirangan and public health experts. In-depth interviews with local government representatives, program organizers, and community members who participated were used to collect qualitative data.  The initiative successfully encouraged the use of local food resources, increased knowledge of stunting prevention, and developed multi-sectoral collaboration, according to the results. The study emphasizes how community-driven and culturally appropriate CSR programs can support national nutrition goals.
Respon Pertumbuhan Anakan Pulai Rawa (Alstonia spatulata) terhadap Pemberian Kapur Dolomit dan Abu Cangkang Kelapa Sawit pada Tanah Gambut Zahroh Kumalasari; Basir Achmad; Hafizianor Hafizianor
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i1.9838

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis respon pertumbuhan serta perlakuan terbaik pada pertumbuhan anakan pulai rawa (Alstonia spatulata) terhadap pemberian kapur dolomit dan abu boiler pada tanah gambut. Metode penelitian menggunakan eksperimen dengan analisis rancangan acak lengkap. Bibit yang diteliti sebanyak 60 dengan Perlakuan terdiri dari topsoil, tanah gambut, tanah gambut yang dicampurkan kapur dolomit dan tanah gambut yang dicampurkan abu cangkang kelapa sawit. Berdasarkan ANOVA, peningkatan tinggi, diameter, dan jumlah daun bibit menunjukkan respons yang sangat nyata terhadap perlakuan yang dilakukan. Pertambahan inggi bibit dari media tanah gabut yang dicampurkan kabur dolomit yaitu 16,11 cm, bibit dari media tanah gambut yang dicampurkan abu cangkang kelapa sawit bertambah tinggi 9,95 cm, tanah gambut bertambah tinggi 8,43 cm dan topsoil dengan pertambahan tinggi 4,09 cm. Berdasarkan uji Duncan, pertambahan tinggi pada perlakuan tanah gambut yang dicampurkan kapur dolomit berbeda sangat nyata terhadap perlakuan lainnya.
ANALISIS PROFITABILITAS AGROFORESTRI DUKUH DI KABUPATEN BANJAR Putri Laniari; Hafizianor Hafizianor; Basir Basir
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 3 Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i3.15926

Abstract

The existence of dukuh (traditional agroforestry plots) in Banjar Regency represents a form of natural resource utilization, particularly land, with the expectation of providing maximum benefits. Dukuh has become a distinctive feature in Banjar Regency, especially those that have been sustained until the present time, found in Kertak Empat Village, Pengaron Sub-District, and Biih Village, Karang Intan Sub-District. The purpose of this research is to analyze the profitability of agroforestry dukuh in Biih Village, Karang Intan Sub-District, Banjar Regency, and Kertak Empat Village, Pengaron Sub-District, Banjar Regency. This study employs interview methods with the communities who have agroforestry dukuh in Biih Village and Kertak Empat Village. The research findings on profitability analysis reveal that the communities in Biih Village and Kertak Empat Village, Banjar Regency, have implemented agroforestry systems, which have been inherited from their ancestors. Agroforestry provides a solution to the problem of converting forest land into combined agricultural land. Based on this, optimal land management practices are necessary to achieve maximum yields to meet increasing demands. One effective method for optimal land utilization is through agroforestryAdanya keberadaan dukuh di Kabupaten Banjar merupakan bentuk pemanfaatan sumber daya alam berupa tanah sehingga diharapkan memberikan manfaat secara maksimal. Dukuh ini menjadi ciri khas di Kabupaten banjar khususnya yang masih lestari sampai saat ini berada di Desa Kertak Empat Kecamatan Pengaron dan juga di Desa Biih Kecamatan Karang Intan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis Profitability agroforestri dukuh di Desa Bi’ih Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar dan Desa Kertak Empat Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan metode wawancara kepada masyarakat yang memiliki agroforestri dukuh di Desa Bi’ih dan Desa Kertak Empat. Hasil penelitian ini mengenai analisis Profitabilitas oleh masyarakat di Desa Bi’ih dan Desa Kertak Empat Kabupaten Banjar yang telah menggunakan sistem tumpang sari (agroforestri) yang diturunkan dari nenek moyang terdahulu. Manfaat dari agroforestri adalah solusi untuk masalah konversi lahan dari hutan menjadi lahan kombinasi pertanian. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan kegiatan pengolahan lahan yang optimal untuk mendapatkan hasil yang maksimal agar dapat memenuhi kebutuhan yang makin meningkat, salah satu cara yang dapat digunakan untuk pemanfaatan lahan secara optimal adalah melalui agroforestri
Tantangan Implementasi Rencana Aksi Integrated Area Development (IAD) Perhutanan Sosial di Kabupaten Kotabaru Hafizianor Hafizianor; Baharuddin Baharuddin; Ismar Hamid; Susilawati Susilawati; Rizky Ircham Muzaki; Ahmad Ramadhan; Fajar Baihakki
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 8, No 03 (2026): PADARINGAN : Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/pn.v8i03.19721

Abstract

Kotabaru Regency in South Kalimantan Province possesses substantial natural resource potential in rural areas surrounding forest zones, which has the potential to support sustainable regional development. However, the optimal utilization of these resources still faces various challenges, including limited infrastructure, poor connectivity, weak institutional capacity, and ineffective governance. In response to these conditions, the government has implemented a social forestry program reinforced through a business-cluster-based Integrated Area Development (IAD) approach. This study aims to analyze the current state of social forestry enterprises within the core clusters of the Integrated Area Development (IAD) program in Kotabaru Regency using a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and document analysis. The analysis was conducted using a pentagonal asset framework encompassing natural capital, human capital, social capital, economic capital, and infrastructure capital. Research findings indicate that natural capital is relatively sound and has the potential to support the development of agroforestry, non-timber forest products, and ecosystem services. However, its utilization remains suboptimal due to limited human resource capacity, restricted access to financing, inadequate production and distribution infrastructure, and weak institutional frameworks. Therefore, the development of Integrated Area Development (IAD) must prioritize institutional capacity building, business diversification, improved access to capital, and integrated infrastructure development as key strategies to support the sustainable development of social forestry.
ANALISIS OPTIMALISASI POLA TANAM AGROFORESTRI DUKUH DENGAN APLIKASI SExI-FS DI KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR Sebastian Arta Kesuma; Hafizianor Hafizianor; Mahrus Aryadi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 4 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 4 Edisi Agustus 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i4.18841

Abstract

ABSTRACT. This study aimed to evaluate spatial modeling and optimize planting patterns in dukuh agroforestry systems using the Spatially Explicit Individual-Based Forest Simulator (SExI-FS). Field data consisting of tree species, diameter, height, and spatial coordinates were used as input to simulate horizontal and vertical stand structures. The model generated crown map, root map, and light map to assess canopy distribution, root interaction, and light availability as key indicators of spatial efficiency. The results showed that both Dukuh Rumah and Dukuh Gunung exhibited adaptive spatial configurations, with light intensity ranging from 67–89.4% and 65–85%, respectively, and root density indicating low to moderate competition. More complex vertical stratification contributed to a more even distribution of light without significantly increasing competition. The optimization analysis revealed that planting arrangement based on spatial configuration and canopy stratification improves resource use efficiency and reduces interspecific competition. These findings demonstrate that SExI-FS provides a quantitative approach for designing more adaptive and sustainable planting patterns in dukuh agroforestry systems. Keywords: spatial modeling; planting optimization; SExI-FS; agroforestry; spatial structure ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pemodelan spasial dan mengoptimalkan pola tanam pada sistem agroforestri dukuh menggunakan aplikasi Spatially Explicit Individual-Based Forest Simulator (SExI-FS). Data lapangan berupa jenis, diameter, tinggi, dan koordinat spasial pohon digunakan sebagai input untuk mensimulasikan struktur tegakan secara horizontal dan vertikal. Model menghasilkan crown map, root map, dan light map yang digunakan untuk menganalisis distribusi tajuk, interaksi perakaran, serta ketersediaan cahaya sebagai indikator efisiensi ruang tumbuh. Hasil simulasi menunjukkan bahwa Dukuh Rumah dan Dukuh Gunung memiliki konfigurasi spasial yang adaptif, dengan intensitas cahaya masing-masing berkisar 67–89,4% dan 65–85%, serta kepadatan akar yang mencerminkan tingkat kompetisi rendah hingga sedang. Stratifikasi vertikal yang lebih kompleks berkontribusi terhadap distribusi cahaya yang lebih merata tanpa meningkatkan kompetisi secara signifikan. Analisis optimalisasi menunjukkan bahwa pengaturan pola tanam berbasis konfigurasi spasial dan stratifikasi tajuk mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya dan menekan kompetisi antarjenis. Hasil ini menegaskan bahwa SExI-FS dapat digunakan sebagai pendekatan kuantitatif dalam merancang pola tanam agroforestri dukuh yang lebih adaptif dan berkelanjutan.Kata kunci: pemodelan spasial; optimalisasi pola tanam; SExI-FS; agroforestri; struktur spasial
Co-Authors - Asysyifa Abdi Fithria Abdul Haris Adi Rahmadi Ahmad Jauhari Ahmad Ramadhan Ahmad Yamani Ahmad Yunani Alma Rohana Alpianor Alpianor Arfa Agustina Rezekiah Astri Belinda Nur Asrifa Athaillan Mursyid Azizatun Tazkia Badaruddin Badaruddin Baharuddin Baharuddin Bakti Dwi Prasojo Basir Achmad Basir Basir Boyke Wijaya Budi Sutiya Cahyani Hanifah Candra Candra Damaris Payung Danang Biyatmoko Daniel Itta Dewi Wulansari Emmy Sri Mahreda Eny Dwi Pujawati Erika Septiani Theresia Eva Prihatiningtyas Fajar Baihakki Fonny Rianawati Gt.Syeransyah Rudi Gusti Yudha Grifaldrin Hamdani Fauzi Hamdani Fauzi Hapijuddin Noor Heni Meliani Herry Iswahyudi Ilma Hadryanti Irawati Samosir Isabella Andiani Ismar Hamid Kartika Rakhmawati Khairunisa Khairunisa Kharmaini Mubarak Kissinger Kissinger Kristian Hadinata Lilis Sandari Agustina Mahrus Aryadi Mardiah Mardiah Miftahul Anwar Mufidah Asy’ari Muhamad Hamidi Muhamad Nurrahman Abdi Muhammad Adieb Rasyadi Muhammad Halim Mulkarim Muhammad Hasbi Muhammad Helmi Muhammad Husaini Muhammad Muhammad Muhammad Rasid Rida Muhammad Rifa’i Muhammad Rizky Arisandi Muhammad Ruslan Muhammad Syamsudin Noor Naparin, Muhammad Noor Arida Fauzana Normaulida Normaulida Normela Rachmawati Nova Purwanti Nur Weda Wani Nurhidayati Nurhidayati Patar Perdinand Ariokta Putri Laniari Rahmawati Rahmawati Raudhah Raudhah Restu Rimbawan Rika Noor Aprilianida Rina Muhayah Noor Pitri Rizain Noor Fikri Rizal Anshari Rizky Ircham Muzaki Rizqi Puteri Mahyudin Sebastian Arta Kesuma Selimi Guspianor Setia Budi Peran Siti Raihanah Siti Zakiah Sukma Widhiningtyas Sunardi, Ph.D., Sunardi Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati Suyanto - Trisnu Satriadi Udiansyah Udiansyah, Udiansyah Vennireza Salsabella Wildani Nugraha Wiwin Tyas Istikowati Yazid Busthami Yusuf Efendi Zahroh Kumalasari Zainal Abidin Zainal Arifin