Claim Missing Document
Check
Articles

MANAGEMEN PEMELIHARAAN AYAM PEDAGING POLA KEMITRAAN DI CV ALKEA NARATAS FARM Shodiq, Ilham; Perwitasari, Fitri Dian; Widyani, Retno; Nilamcaya, Mus; Arisandi, Bayu
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 16 No. 2 (2024): Edisi Juli - Desember 2024
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v16i2.6591

Abstract

Manajemen pemeliharaan ayam broiler yang berkaitan dengan produktivitas terdiri dari tiga aspek yaitu feeding, breading dan managemen. Pakan (Feeding) adalah salah satu komponen yang sangat penting untuk keberhasilan, biaya pakan yang dikeluarkan sebesar 77% dari total biaya produksi. Praktik Kerja Lapangan (PKL) di CV.Alkea Naratas Farm berlangsung selama satu bulan, mulai dari 8 Agustus 2022 hingga 8 September 2022. Kegiatan PKL mencakup manajemen pakan terdiri dari jenis pakan yang diberikan, umur ayam broiler, FCR, IP. Kapasitan awal pemeliharaan DOC sebesar 45.000 ekor per kandang menggunakan jenis DOC Strain Lohman (MB 202) dari PT.Japfa Comfeed Indonesia hasil panen akhir sebesar 43.375 ekor dalam satu periode , maka ayam afkir sebesar 3,61% dengan FCR = 1,45 dan IP = 400. Karena kandang close house sendiri suatu kandang yang sudah modern dan sudah menggunakan teknologi untuk membantu pemeliharaan, dan kemanan dan kenyamanan dalam kandang close house lebih baik, selain itu manajemen pemeliharaan juga harus memperhatikan pakan, kesehatan, dan juga kenyamanan dan kesejahteraan pada hewan ternak. Supaya hasil dari pemeliharaan bisa maksimal.
MANAGEMEN PERKANDANG USAHA PETERNAKAN SAPI POTING CV JALU FARM Fadlun, Muhammad; Perwitasari, Fitri Dian; Bastoni, Bastoni
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 17 No. 1 (2025): Edisi Januari - Juni Tahun 2025
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v17i1.7070

Abstract

Perkandangan yang baik sangat penting untuk peternakan karena berdampak pada kesehatan, produktivitas, dan kesejahteraan ternak. CV Jalu Farm merupakan salah satu peternakan yang menggunakan sistem manajemen perkandangan untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan ternak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui managemen perkandangan di CV Jalu Farm. Waktu dan tempat pelaksanan mulai tanggal 6 November 2024 hingga 6 Desember 2024 di CV Jalu Farm Farm. Data dikumpulkan melalui dokumentasi manajemen peternakan, wawancara dengan pemilik dan pekerja peternakan, dan observasi langsung. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan studi kasus deskriptif. Desain kandang, sistem sanitasi dan ventilasi, manajemen pakan, dan strategi pencegahan penyakit adalah elemen-elemen yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CV Jalu Farm menggunakan sistem kandang semi terbuka dengan ventilasi yang baik untuk meningkatkan sirkulasi udara dan mengurangi risiko penyakit pernafasan pada ternak. Untuk mengurangi penumpukan kotoran, sistem Untuk menghentikan penyebaran penyakit, CV Jalu Farm juga melakukan vaksinasi dan memantau kesehatan ternak. Namun, masih ada beberapa kendala yang belum terselesaikan. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan lahan yang menyebabkan banyaknya ternak di dalam kandang, dan sistem biosekuriti yang lebih baik untuk menghentikan penyakit menular. Hasil penelitian ini menemukan bahwa manajemen perkandangan CV Jalu Farm secara efektif membantu kesehatan dan produktivitas ternak. Namun, ada beberapa elemen yang masih perlu ditingkatkan, terutama terkait penerapan biosekuriti yang lebih ketat dan manajemen kepadatan ternak. Peningkatan kapasitas kandang, fasilitas sanitasi yang lebih baik, dan edukasi pencegahan penyakit yang lebih baik bagi para pekerja adalah beberapa rekomendasi yang diberikan.
KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT “RUMAH BELAJAR” DI DESA TEGALWANGI KECAMATAN WERU Nurfallah Nurfallah; Sofyan Mar’i; Nurfallah; Fitri Dian Perwitasari; Ali Jufri
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v2i2.371

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat “Rumah Belajar” ini membahas tentang pentingnya metode mengajar sebagai strategi dalam mencapai tujuan belajar mengajar. Kegiatan belajar mengajar tidak akan dapat tercapai secara efektif dan efisien tanpa strategi belajar mengajar menggunakan bantuan alat peraga dalam metode pengajaran. Pemilihan dan penentu metode mengajar yang tepat akan tercapainya tujuan belajar mengajar secara efektif dan efisien. Rumah belajar merupakan kegiatan belajar mengajar dengan metode tatap muka dengan cara dibagi kelompok belajar seperti pemisahan kelas. Rumah belajar juga bisa diartikan sebagai Portal pembelajaran yang menyediakan bahan belajar serta fasilitas komunikasi yang mendukung interaksi antar komunitas. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat Rumah Belajar 1) untuk membantu anak-anak SD yang mengalami kendala dan kekurangan dari proses belajar melalui system daring. 2) untuk anak SMP mengedukasi tentang Sexs (Batas Mana Tidak Boleh Disentuh). Strategi pembelajaran yang dipilih, disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran, materi pelajaran, dan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Hasil pelaksanaan Program Rumah Belajar Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon dari tanggal 30 Agustus sampai 02 September 2021 dapat terlaksana dengan baik dan penuh antusia anak-anak PAUD, SD terutama kelas 1 – 3 dan anak-anak SMP. Kendala dalam persiapan awal metode pembelajaran, hal ini bisa di atasi dengan menggunakan metode pemisahan kelas dan alat bantu peraga, serta semangat dan kerjasama anggota Kuliah Kerja Masyarakat (KKM) dan masyarakat di Desa Tegalwangi. Kegiatan akhir pelaksanaan Rumah Belajar yaitu mengadakan beberapa lomba untuk peserta Rumah Belajar dan pemberian pojok baca berupa rak dan beberapa Buku bacaan kepada Masyarakat Desa Tegalwangi. Kesimpulan kegiatan ini adanya partisipasi dan antusia anak-anak PAUD, SD dan SMP untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di rumah pojok dari awal sampai akhir. Kata kunci : rumah belajar, metode pembelajaran, alat peraga, mengajar, permainan
Jo KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT PELATIHAN DAN PEDAMPINGAN UP2K PKK “HARAPAN MANIK” DESA GUNUNGMANIK KABUPATEN KUNINGAN: COMMUNITY SERVICE ACTIVITIES TRAINING AND ASSISTANCE FOR UP2K PKK "HARAPAN MANIK" GUNUNGMANIK VILLAGE, KUNINGAN REGENCY Arie Susetio Utami; Johan; Norma; Bastian; Dewi Nurdianti; Fitri Dian Perwitasari; Aan Kunaedi
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v3i1.653

Abstract

UP2K PKK adalah kegiatan pemberdayan ibu-ibu PKK untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Anggota Pkk desa Gunung Manik ini memiliki kendala dalam pengolahan Pala dan pemasarannya, kemudian meminta tim Universitas Muhammadiyah Cirebon untuk melakukan Pedampingan pada program UP2K PKK. Kegiatan pengabdian pada masyarakat berupa penyuluhan dan pedampingan pembuatan produk olahan pala. Adapun kegiatan tersebut sebagai berikut: 1. Memberikan pemaparan dan berdiskusi dengan para peserta, 2. Melakukan pratek secara langsung pembuatan inovasi olahan produk pala. Sasaran dalam kegiatan PPM ini adalah anggota PKK Harapan Manik yang dilaksanakan pada hari selasa tanggal 15 Juni 2021 pukul 10.00 – 16.00. Manfaat yang dapat diperoleh peserta kegiatan PPM ini antara lain 1) inovasi pengolahan buah pala menjadi selai, sirup, bolu pala, permen pala. 2) persiapan pembuatan produk untuk lomba UP2K PKK di Kabupaten Kuningan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK MENJADI ECOBRICK DI DUSUN CIRAHARJA Fitri Dian Perwitasari; Arie Susetio Utami; Tri Budi Prasetyo; Johan; Aan Kunaedi; Agust Isa Martinus
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v4i1.1197

Abstract

Sampah dapat didefinisikan sebagai sisa dari produksi rumah tangga dan industri serta semua barang yang sudah tidak digunakan lagi oleh makhluk hidup. Apabila sampah tidak digunakan, akan mencemari lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Dusun Ciharja Desa Gunungmanik tentang cara membuat ecobricks dari sampah plastik. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan tiga cara dalam pelaksanan kegiatan yaitu: 1. persiapan, 2. Metode pelaksanan ini ada tiga tahap yaitu: (sosialisasi, penyuluhan dan monitoring), 3 tahap akhir. Ecobricks bermanfaat bagi masyarakat karena mereka mengurangi sampah dan menciptakan peluang kerja baru serta menambah pendapatan keluarga. Untuk memberi tahu orang tentang cara memanfaatkan sampah plastik untuk membuat mereka terbiasa menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, seminar dan demonstrasi digunakan. Dengan demikian, masyarakat bertambah pengetahuan dan ketrampilan dalam mengolah sampah plastik menjadi ecobriks. Produk ecobrick yang dapat menambah pendapatan keluarga atau nilai manfaat suatu produk yang berasal dari sampah plastik. Kata Kunci : Sampah plastik, ecobrick, masyarakat
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK MENJADI ECOBRICK DI DUSUN CIRAHARJA Fitri Dian Perwitasari; Arie Susetio Utami; Tri Budi Prasetyo; Johan; Aan Kunaedi; Agust Isa Martinus
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v4i1.1197

Abstract

Sampah dapat didefinisikan sebagai sisa dari produksi rumah tangga dan industri serta semua barang yang sudah tidak digunakan lagi oleh makhluk hidup. Apabila sampah tidak digunakan, akan mencemari lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Dusun Ciharja Desa Gunungmanik tentang cara membuat ecobricks dari sampah plastik. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan tiga cara dalam pelaksanan kegiatan yaitu: 1. persiapan, 2. Metode pelaksanan ini ada tiga tahap yaitu: (sosialisasi, penyuluhan dan monitoring), 3 tahap akhir. Ecobricks bermanfaat bagi masyarakat karena mereka mengurangi sampah dan menciptakan peluang kerja baru serta menambah pendapatan keluarga. Untuk memberi tahu orang tentang cara memanfaatkan sampah plastik untuk membuat mereka terbiasa menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, seminar dan demonstrasi digunakan. Dengan demikian, masyarakat bertambah pengetahuan dan ketrampilan dalam mengolah sampah plastik menjadi ecobriks. Produk ecobrick yang dapat menambah pendapatan keluarga atau nilai manfaat suatu produk yang berasal dari sampah plastik. Kata Kunci : Sampah plastik, ecobrick, masyarakat
Edukasi Teknologi Silase Wrap sebagai Solusi Penyimpanan Pakan Ternak Berkelanjutan Daning, Dewi Ratih Ayu; Perwitasari, Fitri Dian; Agustine, Restyana; Al Kurnia, Dyanovita
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i2.13904

Abstract

Program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peternak dalam mengelola pakan ternak secara berkelanjutan melalui teknologi silase wrap. Peternak ruminansia di desa tersebut menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pakan hijauan terutama pada musim kemarau. Silase wrap, sebagai inovasi pengawetan pakan dengan metode fermentasi anaerobik menggunakan plastik stretch film, diperkenalkan melalui serangkaian kegiatan yang meliputi survei awal, sosialisasi, demonstrasi langsung, serta evaluasi dan pendampingan. Evaluasi peningkatan pengetahuan peserta dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test dengan 15 responden. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dari rata-rata nilai pre-test (24,13) ke post-test (40,40), dengan N-gain rata-rata sebesar 0,62 (kategori Medium). Sebanyak 8 responden masuk kategori Medium, 5 responden High, dan hanya 2 responden yang berada dalam kategori Low. Peningkatan tertinggi terjadi pada responden dengan skor awal rendah, sedangkan beberapa responden dengan skor awal tinggi tidak menunjukkan perubahan signifikan. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa pelatihan pembuatan silase wrap efektif meningkatkan pemahaman dan keterampilan peternak secara umum. Teknologi silase wrap dinilai praktis, ekonomis, dan mudah diterapkan oleh peternak rakyat. Program ini juga membuka peluang untuk replikasi di wilayah lain yang menghadapi masalah serupa
Pelatihan Dan Pedampingan Pembuatan Pupuk Kompos BumDes Manik Mandiri Desa Gunungmanik Trisolvena, Muhammad Nana; Johan; Bastian, Norman; Nurdianti, Dewi; Perwitasari, Fitri Dian; Utami, Arie Susetio; Kunaedi, Aan
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i1.10525

Abstract

Background: BUMDes is a rural economic empowerment platform that cultivates various village potentials. Under the coordination of BUMDes, it is expected that all economic empowerment will be carried out following the needs of rural communities to increase the economy and income of the community and village. This mentoring activity aims to enable farmers to utilize cow dung in compost as organic fertilizer for agricultural commodity crops in Gunungmanik Village. Method: The exercises provided are counseling and assistance in making compost. The target of this activity is members of BumDes Manik Mandiri Desa Gunungmanik. Results: The activities carried out are as follows: 1) Giving presentations and discussing with the participants, 2) Conduct field practice of making compost. The action will be held on Friday and Saturday, September 25-26, 2021, at 10.00 - 16.00 WIB. Conclusion: The benefits of this PPM activity are that participants know and understand how to make and use compost and make plans to make compost as a BUMDES business unit.
Analysis of Morbidity Rate, Handling, and Mitigation of Lumpy Skin Disease (LSD) in Cirebon Regency Widyani, Retno; Perwitasari, Fitri Dian; Wahyuni, Lilis
Jurnal Agrosci Vol 3 No 4 (2026): Vol 3 No 4 March 2026
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/agrosci.v3i4.1067

Abstract

Background. Lumpy Skin Disease (LSD) is a strategic infectious animal disease that has a significant impact on the health of cattle and economic losses for farmers. Cirebon Regency has been one of the areas affected by the LSD outbreak since the beginning of 2023. Aims. This study aims to analyze the morbidity rate, form of treatment, and mitigation strategies of LSD disease in Cirebon Regency. Method. The research method used is a descriptive approach with quantitative and qualitative components (mixed methods). Quantitative data were obtained from LSD case reports in the iSIKHNAS system for the 2023–2025 period to calculate morbidity rates, while qualitative data were collected through interviews with farmers, animal health workers, and the Department of Agriculture related to LSD handling and mitigation. Results. The results of the study show that the LSD morbidity rate in Cirebon Regency has decreased significantly from 7.86% in 2023 to 0.23% in 2024, and slightly increased to 0.75% in 2025. The decrease in morbidity is related to increased control efforts, especially vaccination, handling sick livestock, and the active involvement of animal health workers. LSD management is carried out through supportive therapy, isolation of sick livestock, cage sanitation, and vector control, while mitigation is focused on vaccination, livestock traffic restrictions, biosecurity, and livestock education. The FMEA analysis shows that livestock traffic control, vaccination coverage, and vector control are the top priorities for mitigation, with the highest risk. Conclusion. This study concludes that LSD control in Cirebon Regency has shown positive results, but it is necessary to strengthen mitigation in an integrated and sustainable manner to prevent the re-emergence of LSD disease in the future. Implications. The policy implications of this study emphasize the need for an integrated, data-driven, and sustainable LSD control strategy. Synergy between local governments, animal health workers, and breeders is a key factor in reducing the risk of LSD transmission and minimizing the economic impact and health of livestock in Cirebon Regency.
Socialization of Sacrificial Animal Slaughter in accordance with Islamic Sharia Bastoni; Fitri Dian Perwitasari; Retno Widyani; Devi Yuliananda
Jurnal Abdisci Vol 1 No 3 (2024): Vol 1 No 3 Tahun 2024
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/abdisci.v1i3.123

Abstract

 The purpose of community service activities is to know the Islamic law on qurban, choose good sacrificial animals, take care of sacrificial animals according to sharia, and maintain sacrificial meat that is SAHUT (Healthy, Safe, Halal, Intact, and Thoyiban). The results of the resume material presented on how to slaughter sacrificial animals by Islamic law and public health of the Animal Husbandry Study Program: 1. Read thamid sentences; 2. A sharp knife is used for slaughter on the ventral part of the neck approximately 8-10 cm behind the arch of the lower jaw so that it is cut at once the trachea, jugular vein - arteria communis, and esophagus. Ante mortem (physical examination of animals before slaughter) and post-mortem (examination of carcasses, meat, and offal of animals that have been slaughtered). Both of these checks are carried out before being distributed to the public. The examination process is carried out by a medical officer or veterinary paramedic under the supervision of an authorized veterinarian. The questions asked showed the enthusiasm of the participants. The recommendation of participants is that this activity involves hands-on practice rather than just the delivery of material.