Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Environmental Science and Engineering Conference Proceeding

PENYISIHAN LOGAM TERLARUT Cr PADA LIMBAH BATIK SECARA FITOREMEDIASI DENGAN MENGGUNAKAN TANAMAN KANGKUNG AIR Farah Andina Fauziyah; Firra Rosariawari
Prosiding ESEC Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional (ESEC) 2020
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.726 KB)

Abstract

Limbah buangan umumnya terkandung senyawa organik maupun anorganik yang bersifat toksik bagi manusia. Pada penelitian ini bertujuan menyisihkan kandungan logam terlarut Cr pada limbah batik menggunakan kangkung air (Ipomoea aquatica).Pada penelitian ini memvariasikan komposisi media tanam (limbah batik : air isi ulang) yaitu 30:70, 70:30, dan 100:0 dan (limbah batik : aquades) dengan waktu kontak 15 hari dan waktu sampling setiap 10, 13,16, 19, dan 22 hari untuk mendapatkan hasil yang optimum. Tahapan penelitian ini yaitu pengambilan tanaman, aklimatisasi, RFT, lalu proses fitoremediasi.Hasil dari penelitian didapatkan bahwa kangkung air (Ipomoea aquatica) menurunkan logam Cr sebesar 67,5% pada komposisi (limbah batik : air isi ulang) 30 70 pada waktu sampling 10 hari setelah melewati RFT sebesar 66,8% dan pada komposisi media tanam (limbah batik : aquades) 30 70 pada waktu sampling 10 hari setelah RFT. Tanaman kangkung air merupakan tanaman hiperkumulator yang dapat membantu menyisihkan logam berat pada air limbah.
PENYISIHAN TDS DAN KEKERUHAN MENGGUNAKAN PNEUMATIC RAPID MIXING DAN BAFFLE CHANNEL PADA AIR SUNGAI DAN LIMBAH LAUNDRY Firra Rosariawari; Farras Naufal Zingga
Prosiding ESEC Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional (ESEC) 2020
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.588 KB)

Abstract

Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan seluruh makhluk hidup. Dewasa ini pencemaran badan air oleh limbah domestik sampai pada tahap yang mengkhawatirkan. Limbah domestik yang langsung dibuang ke badan air dapat mencemari badan air, untuk itu perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Salah satu unit pengolahan yang terdapat pada proses pengolahan air adalah koagulasi dan flokulasi. Koagulasi pneumatik dan flokulasi menggunakan saluran bersekat dapat dijadikan alternatif pada sistem pengolahan air dimana dapat menyisihkan kandungan terlarut total dan kekeruhan pada cairan. Variasi pada penelitian ini yaitu diameter pipa (0,056 m, 0,031 m, dan 0,021 m), gradien kecepatan (700 detik-1, 850 detik-1, dan 1000 detik-1) dan juga perbedaan viskositas yang didapat dari bahan baku air sungai dan limbah laundry. Hasil penelitian menunjukkan koagulasi pneumatik dan flokulasi menggunakan saluran bersekat optimum pada variasi diameter pipa koagulasi 0,021 m dan gradien kecepatan koagulasi sebesar 1000 detik-1, dimana mampu menyisihkan TDS hingga 78,9% dan kekeruhan 90% pada air sungai, serta 79,9% TDS dan 93,4% kekeruhan pada air limbah laundry.
EFEKTIV ITAS BIOKOAGULAN (Samanea saman) DALAM MENYISIHKAN PADATAN TERSUSPENSI PADA AIR LIMBAH DOMESTIK Zilda Diandra Zuraida; Firra Rosariawari
Prosiding ESEC Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional (ESEC) 2020
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.724 KB)

Abstract

Air sebagai sumberdaya alam yang sangat penting, dibutuhkan di berbagai kegiatan masyarakat, pertumbuhan penduduk di Indonesia yang pesat khususnya di kota-kota besar telah mendorong peningkatan kebutuhan akan lingkungan. Hal tersebut mengakibatkan timbulnya permasalahan pada sistem sanitasi lingkungan, penelitian ini menggunakan koagulan biji trembesi sebagai biokoagulan, tawas dan FeCl3 sebagai koagulan kimia, Dari penelitian ini didapatkan hasil variasi pH (rentang asam, basa dan netral) dan dosis koagulan 32mg/l, 40mg/l, 56mg/l, 64mg/l dan 72mg/l berpengaruh pada penelitian ini, terjadi penyisihan TSS hingga 79,51% menggunakan biokoagulan, sedangkan pada Alumunium Sulfat penyisihan terjadi 88,68% dan Ferri Klorida 92,02%. Perbandingan koagulan dilakukan agar mengetahui efektifitas biokoagulannetral) dan dosis koagulan 32mg/l, 40mg/l, 56mg/l, 64mg/l dan 72mg/lberpengaruh pada penelitian ini, terjadi penyisihan TSS hingga 79,51%menggunakan biokoagulan, sedangkan pada Alumunium Sulfat penyisihanterjadi 88,68% dan Ferri Klorida 92,02%. Perbandingan koagulandilakukan agar mengetahui efektifitas biokoagulan
PENGARUH TEMPERATUR DAN WAKTU PADA PROSES PEMANFAATAN CANGKANG KEPITING MENJADI KITOSAN DALAM MENYISIHKAN LOGAM BERAT TERLARUT (Cu2+) Firra Rosariawari; Getlin Ainur Hana
Prosiding ESEC Vol. 2 No. 1 (2021): Seminar Nasional (ESEC) 2021
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.902 KB)

Abstract

Industri elektroplating merupakan salah satu penghasil limbah berupa logam berat. Metode yang dapat digunakan untuk meurunkan kandungan logam berat terlarut (Cu2+) salah satunya adalah proses adsorpsi dengan memanfaatkan limbah cangkang kepiting menjadi kitosan sebagai adsorben dengan melalui proses deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi dengan variasi massa adsorben 1, 2, 4 dan 8 gr, serta waktu pengadukan selama 5, 15, 30 dan 45 menit. hasil penelitian pada deasetilasi menunjukkan bahwa temperatur 120 derajat C selama 2 jam menghasilkan derajat deasetilasi tertinggi yaitu 89,01%. Massa kitosan sebesar 8 gram pada proses adsorpsi secara batch dengan lama pengadukan 45 menit merupakan yang paling optimum dalam menyisihkan logam berat terlarut (Cu2+) sebesar 97%.
POTENSI PEMANFAATAN SAMPAH TPS DI KABUPATEN GRESIK SEBAGAI BAHAN BAKAR REFUSED DERIVED FUEL (STUDI KASUS TPS PEGANDEN) Firra Rosariawari; Mochammad Qidham Arrizal Aninuddin
Prosiding ESEC Vol. 2 No. 1 (2021): Seminar Nasional (ESEC) 2021
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.391 KB)

Abstract

Kabupaten Gresik merupakan salah satu wilayah di Provinsi Jawa Timur dengan jumlah penduduk yang besar yaitu mencapai 1.298.184 jiwa. Sesuai laporan Kebijakan dan Strategi Daerah (Jakstrada) Pengelolaan Sampah Kabupaten Gresik Tahun 2020, data potensi timbulan sampah telah mencapai 140 ton/hari. Indikator Keberhasilan Pengelolaan sampah Kabupaten Gresik baru mencapai 38% dan sebesar 62% dari timbulan sampah belum terkelola. Perlu adanya penerapan konsep Waste to Energy (WTE) dalam pengelolaan sampah skala perkotaan. Refused Derived Fuel (RDF) merupakan salah satu bentuk implementasi dari konsep Waste to Energy (WTE) yang memanfaatkan sampah menjadi bahan bakar alternatif. Dalam pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar RDF, dibutuhkan nilai kadar air, kadar volatil, kadar abu dan nilai kalori yang memenuhi standar dari Kementerian Perindustrian.
EFEKTIFITAS KOMBINASI KOAGULASI-FLOKULASI PIPA CIRCULAR DAN BAFFLE CHANNEL TERHADAP AIR SUNGAI Firra Rosariawari; Syafina Ramadhini Estie Rahayu
Prosiding ESEC Vol. 2 No. 1 (2021): Seminar Nasional (ESEC) 2021
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.135 KB)

Abstract

Air sungai masih mengandung banyak partikel tersuspensi (TSS) ataupun koloid. Hal ini bisa menyebabkan air sungai menjadi keruh, sehingga baku mutunya tidak terpenuhi dan tidak layak digunakan untuk air bersih. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk proses pengolahan air bersih yaitu koagulasi-flokulasi dengan sistem hidrolis. Adapun pengadukan hidrolis yang digunakan yakni Pipa Circular untuk pengadukan cepat dan Baffle Channel sebagai pengadukan lambat. pada penelitian kali ini variasi yang digunakan yaitu dosis koagulan (65,75,85, dan 95 mg/L), waktu pengendapan (30,60, dan 90 menit), debit aliran (8, 10, dan 12 L/menit), dan diameter linkar selan (20, 30, dan 40 cm) guna mengetahui adanya pengaruh penyisihan TSS maupun kekeruhan. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa pengadukan hidrolis mampu meremoval kadar TSS sebesar 82,54% dan kekeruhan sebesar 80,89% pada dosis optimum 85mg/L dengan diameter lingkar selang 20 cm.
Potensi Pemanfaatan Refuse Derived Fuel (RDF) Sampah Domestik di TPST Desa Taman, Sidoarjo sebagai Briket Firra Rosariawari; Annisa Pita Safira
Prosiding ESEC Vol. 3 No. 1 (2022): Seminar Nasional (ESEC) 2022
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The average waste generated by the city of Sidoarjo is 1224 tons per day. The composition of plastic waste is 11% and food waste is 70.3%. The production of fuel derived from waste (Refused Derived Fuel / RDF) aims to convert some of the combustible waste in municipal solid waste into fuel. This research is an experimental study to determine the composition and type of the best adhesive made from a mixture of organic and inorganic waste with molasses (molasses), paraffin, and starch adhesives and compared with the existing briquette quality standards. This study analyzed the value of water content, volatile content, ash content, calorific value, and the rate of burning of briquettes using a descriptive method. From the research results, it is known that paraffin has a higher calorific value when compared to starch and molasses. The best calorific value in V3 is a mixture of 40 grams of inorganic waste and 80 grams of organic waste with paraffin adhesive. This composition produces a calorific value of 5218 kcal/kg, 1.04% water content, 17.34% ash content, 7.4% volatile content, and 0.138 gr/sec combustion rate. The value of water content, volatile content, and calorific value meet SNI 01-6235-2000. However, the value of the ash content not fulfilled
Efektivitas Eco – Enzyme dalam Menurunkan TSS, TDS, Surfaktan pada Limbah Domestik dengan Variasi Proses Anaerob dan Koagulasi - Flokulasi Firra Rosariawari; Ana Mauidatul Khasanah
Prosiding ESEC Vol. 3 No. 1 (2022): Seminar Nasional (ESEC) 2022
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rivers water resources have characteristics and properties different from other resources, where humans still need water to survive. The rapid growth of the population, especially in urban areas, has a serious impact on the decline in the carrying capacity of the environment. Eco-enzyme produced from simple fermentation of fresh vegetable or fruit waste, brown sugar, and water in a ratio of 1 : 3 : 10 is useful in reducing the level of pollution. Thus, the purpose of this study is to determine the effectiveness of eco-enzyme against the elimination of TSS, TDS, and Surfactant levels in domestic waste. In this study, we used variations in anaerobic processes and coagulation-flocculation with a concentration of eco-enzymes of 7,5% ; 5,0% ; 2,5%. Anaerobic processes take a residence time of 5, 10, 15 days. While the coagulation process – flocculation with 150 rpm on fast stirring for 1 minute, 60 rpm slow stirring for 15 minutes. Eco-fruit enzymes were more effective, the anaerobic process concentration of 5.0% was able to reduce the most optimal pollutant parameters by 8.70% for TSS, 62.42% for TDS, and 7.5% concentration by 98.87% at a stay of 15 days. While the coagulation – flocculation process with a concentration of 2.5% is able to set aside TSS by 7.33%, TDS by 42.07%, and concentration of 7,5% is able to set aside Surfactants by 96.29%.
Kombinasi Elektrokoagulasi dan Adsorbsi dalam Mengolah Air Limbah Industri Batik Firra Rosariawari; Hermawan Finistyanto
Prosiding ESEC Vol. 3 No. 1 (2022): Seminar Nasional (ESEC) 2022
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik liquid waste has a high dye content and TSS content. This can affect the photosynthetic process of plants and can affect air quality. So that this study aims for the color dissolved in the waste can be adsorbed. The method used in this study is a combination of electrocoagulation and adsorption methods designed to treat and/or reduce pollutant levels, especially TSS and colors contained in batik waste so that it can be disposed of into water bodies. The results of the preliminary test of batik liquid waste on TSS parameters of 460 mg/l, turbidity 151.2 NTU, and color 1245 PTCo. The fixed variables used were contact time for 90 minutes, voltage 12 volts, and size of activated carbon 30 mesh. The result of the electrocoagulation process is that the greater the voltage and the longer the contact time, the higher the percent removal produced. Parameters of TSS message removal were 87.39%, turbidity 71.56%, and color 81.93%. Meanwhile, in the adsorption process, the best results were at 30 mesh size with 39% TSS removal, 69.77% turbidity, and 61.78% color.
Waktu Efektif dalam Dekomposisi Sampah Organik Rumah Tangga dengan Larva Lalat Tentara Hitam Firra Rosariawari; Anatasia Wira Harianti
Prosiding ESEC Vol. 3 No. 1 (2022): Seminar Nasional (ESEC) 2022
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Management and utilization of organic waste has not given significant results. The lack of community participation and the high cost of waste processing technology are the reasons for which there are no significant results. One way to degrade organic waste is by using microorganisms that can act as bioconversion agents of organic waste by using black soldierlarvae (Hermetia illucens). This study aims to determine the effevtive time in the process to be able to decompose organic waste that can be carried out by black soldier larvae. Larvae have reached the highest level to decompose waste.
Co-Authors Achmad Afandi Oktavianto Adila Putri Anindya Ahmad Iqbal Addzikri Ahmad Iqbal Addzikri Alfredo Paelongan Ali, Munawar Amanda Cornelia Prastiwi Ana Mauidatul Khasanah Ananda Iqbal Ibrahim Anatasia Wira Harianti Anidah H Triwulandari Anisa Nurrahma Annisa Pita Safira Aprilia Permata Sari Aprilia Putri Ningrum Arini Sayyidah Achmad Atikah Margi Utami Aulia Ulfah Faradiba Aulia Ulfah Farahdiba Aussie Amalia Bunga Cinta Kasih Dea Kirana Nurlaili Debora Rousyella Saulina Tampubolon Della Lusiana Fitri Dheas Rizqi Ameilia Dila Rahmayanti Dila Rahmayanti Dila Rahmayanti Dila Rahmayanti Dwi Agus Novianto Emeralda Rieke Wibowo Erdio Maulana Wijayanto Erdio Maulana Wijayanto Eva Oktavia Fabian Pascalis Serenai Farah Andina Fauziyah Farah Eka Putri Ramadaniati Farras Naufal Zingga Fikry Ardianto Fitri Alya Tampubolon Getlin Ainur Hana Gita Fitriani Hermawan Finistyanto Himmatul Aliyah Rosydi Iwan Wahjudianto Iwan Wahjudijanto Kabul Fadilah Laila Wahyu Susanti M. Faisal Fadhil Moch Altof Maulana Mochammad Qidham Arrizal Aninuddin Mohamad Mirwan Mohamad Mirwan Mohamad Mirwan Mohamad Mirwan Mohammad Pranoto S Muhammad Almadhany Muhammad Fathin Taqiyuddin Muhammad Taufik Albanjari Murti, Restu Hikmah Ayu Novembrianto, Rizka Novirina Hendrasarie Novirina Hendrasarie Novirina Hendrasarie Nuriadin Kazal Nurvita Cundaningsih Okik Hendriyanto Okik Hendriyanto Cahyonugroho Olla Kemala Dyani Pandu Wicaksono Praditya Sigit Ardisty Sitogasa Putri Dwi Yanti Rahmat Aditya Reynaldi Restu Hikmah Ayu M Reyhan Adista Ramadhani Risma Indah Salsabila Sherly Galuh Puspita Shinta Esharikha Sumaidi Sumaidi Syafina Ramadhini Estie Rahayu Syahrul Munir Syahrul Romadon Tiara Mohamad Mirwan Tuhu Agung Rachmanto Tuhu Agung Rachmanto William Steviano Lesa Zilda Diandra Zuraida