Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

OPTIMALISASI MANAJEMEN DALAM UPAYA MENURUNKAN ANGKA PENDING KLAIM PASIEN BPJS RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT Utami, Yeni Tri; Maryati, Warsi; Ahmad, Hudzaifah
Jurnal Infokes Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v15i1.4185

Abstract

Permasalahan pending klaim di Rumah Sakit sebagian besar disebabkan adanya ketidaklengkapan berkas, dan ketidaksesuaian ketepatan kode diagnosis. Rumah Sakit UNS Surakarta diketahui setiap bulan ditemukan sekitar 50-300 berkas klaim BPJS Rawat Inap mengalami pending. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen dalam upaya menurunkan angka pending klaim pasien BPJS rawat inap di rumah sakit. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini meliputi koordinator klaim, petugas koder, petugas verifikasi internal dan komite medik (dokter). Objek penelitian yaitu berkas klaim pada Tribulan 1 dan 2 tahun 2024. Instrumen yang digunakan pedoman wawancara, pedoman observasi, Cheklist. Hasil penelitian menunjukan dari 4213 berkas klaim yang diajukan terdapat 758 berkas klaim (17,99%) mengalami pending, yang dibagi menjadi 3 klasifikasi faktor yaitu Aspek Medis sebanyak 391 berkas (51,58%), kemudian Aspek Koding sebanyak 259 berkas (34,17%) dan Aspek Administrasi sebanyak 108 berkas (14,25%). Proses penanganan pending klaim berdasarkan aspek planning, organizing, actuating, dan controlling masih belum berjalan optimal. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pembagian deskripsi pekerjaan yang jelas dan belum adanya SOP terkait dengan penanganan pending klaim hanya diwujudkan dalam nota dinas, dalam evaluasi masih secara general dilakukan berdasarkan kasus tetapi belum berdasarkan user yang menyebabkan sehingga belum adanya reward dan punishment bagi petugas yang tidak patuh. Sebaiknya, Rumah Sakit menyusun SOP untuk pengisian berkas persyaratan klaim BPJS, dan membuat pembagian jobdesk yang jelas terutama bagian koding BPJS, serta penerapan RME Rawat Inap segera direalisasikan.
Peningkatan Kompetensi Tenaga Kesehatan dalam Implementasi Rekam Medis Elektronik di Fasilitas Kesehatan Primer Maryati, Warsi; Susanto, Anton
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Mei 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i3.6644

Abstract

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menerbitkan regulasi yang mewajibkan seluruh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) menyelenggarakan Rekam Medis Elektronik (RME) paling lambat 31 Desember 2023. Meskipun demikian, level kematangan digital tahun 2023 di fasilitas pelayanan kesehatan primer paling banyak masih berada pada level 2. Hal tersebut salah satunya dipengaruhi oleh faktor kesiapan dan penerimaan tenaga kesehatan. Berdasarkan hal tersebut, kesiapan dan penerimaan tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan primer dalam mengelola layanan kesehatan berbasis digital perlu ditingkatkan. Tujuan kegiatan PkM ini adalah untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam implementasi RME di Faskes primer. Solusi yang ditawarkan yaitu melalui kegiatan pelatihan dengan menggunakan media digital agar capaian kompetensi lebih maksimal. Metode pelaksanaan dimulai dengan tiga tahapan yaitu; (1) Persiapan yaitu melakukan koordinasi dengan stakeholders yang terlibat dalam PkM dan menyusun rencana program pelatihan yang akan dilaksanakan, (2) Pelaksanaan yaitu melakukan pelatihan kepada 25 peserta tenaga kesehatan melalui media online, (3) Evaluasi dan Pelaporan yaitu mengukur indicator capaian program dengan membandingkan sikap, pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dari sebelum dan sesudah pelaksanaan program. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kompetensi tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan primer yang meliputi sikap (sikap positif mulai membiasakan dari 75,86% menjadi 79,31% dan sikap menerima dari 6,9% menjadi 17,24%), pengetahuan (dari rata-rata nilai 65 menjadi 83,) dan keterampilan (5dari rata-rata nilai 61,88 menjadi 83,13).
The Sociodemographic Factors Associated With Multimorbidity In Patients With Diabetes Mellitus Type 2 In District Hospital Sukoharjo Central Java. Oktaviano Rahayuningrum, Indriyati; Maryati, Warsi; Cahya Faiza, Meilia
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2024: Proceeding of the 5th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/icohetech.v5i1.4140

Abstract

Background: Multiple chronic diseases known as multimorbidity are one of the global public health challenges. Multimorbidity among older adults was more than 50% in different countries. This study aimed to analyze the sociodemographic factors associated with multimorbidity in patients with diabetes mellitus type 2 in District Hospital Sukoharjo Central Java. Methods: This study used a cross-sectional approach utilizing medical record data of diabetes mellitus patients. Consecutive sampling was conducted, and 75 samples were included. A descriptive analysis was performed by reporting percentages. Bivariate analysis was conducted using Chi-square. Logistic regression with a 5% significance level was used to analyze the multivariable. Results: The prevalence of multimorbidity was 33 (44%). The sociodemographic factors associated with multimorbidity were age (p=0.039), gender (p=0.032), education (p=0.028), status of employment (p=0.020), and length of stay (p=0.011). Logistic regression showed an association between length of stay (OR=3.93;95%CI=1.29-11,92; p=0.016) and multimorbidity. Conclusion: Based on these findings, the sociodemographic factors associated with multimorbidity in patients with diabetes mellitus type 2 were: age, gender, education, status of employment, and length of stay. The programs to prevent multimorbidity should be formulated. Early detection and health promotion can be managed to decrease multimorbidity in patients with diabetes mellitus type 2.
Implementation Of Poac Management (Planning, Organizing, Actuating And Controlling) In An Effort To Reduce The Number Of Pending Claims For Inpatient Bpjs In The Hospital Tri Utami, Yeni; Maryati, Warsi; Sri Rahayuningsih, Lilik Anggar
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2024: Proceeding of the 5th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/icohetech.v5i1.4207

Abstract

Problems with pending claims in hospitals are mostly caused by incomplete files and discrepancies in the accuracy of diagnosis codes. UNS Surakarta Hospital is known to find around 50-300 BPJS Inpatient claim files pending every month. This study aims to determine management in an effort to reduce the number of pending claims for inpatient BPJS patients in hospitals. This type of research is descriptive qualitative, with a cross sectional approach. The subjects of this research include claims coordinators, coders, internal verification officers and medical committee members (doctors). The research object is the claim file for Trimonths 4 of 2023. The instruments used are interview guidelines, observation guidelines, checklists. The research results showed that of the 2289 claim files submitted, 168 files (7.34%) were pending, which were divided into 3 factor classifications, namely Medical Aspects 62 files (36.90%), Administrative Aspects 57 files (33.93%) and Coding Aspect 49 files (29.17%). The process of handling pending claims based on planning, organizing, actuating and controlling aspects is still not running optimally. This is caused by the lack of clear division of job descriptions and the absence of SOPs related to handling pending claims which are only manifested in official notes, in general evaluations are still carried out based on cases but not based on users which causes there to be no rewards and punishments for officers who do not comply. It would be better for hospitals to prepare SOPs for filling out BPJS claim requirements files, and make clear job desk divisions, especially the BPJS coding section, and implement Inpatient RME immediately.
Quality and Efficiency of Health Services in The Implementation of Electronic Medical Records: Bibliometric Analysis Maryati, Warsi; Hartono, Hartono; Puspita Febrinasari, Ratih
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2024: Proceeding of the 5th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/icohetech.v5i1.4252

Abstract

Background: Electronic medical records (EMR) were growing rapidly because they were believed to improve the quality and efficiency of health services. Literature studies related to EMR have been carried out, but the bibliometric analysis was not yet known. This study aimed to analyze the bibliometrics of research related to EMR and its impact on quality and patient care. Methods: We have carried out bibliometric analysis using VOS viewer and Mendeley on articles from the Scopus database for 2014-2023. Articles have been filtered based on the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) diagram. We used the keywords electronic medical records, quality and efficiency to search for articles. Articles that were not in English, could not be downloaded in full text and were not related to quality or efficiency were excluded. Articles that met the criteria were analyzed. Results: We obtained 24 articles from the screening results. Most articles in 2020 (6), there was a significant increase in 2019 (4). Most articles have been published in Journal of Medical Internet Research (3). The International Journal of Medical Informatics received the most citations (160 from 2 articles). There were 8 research articles from the United States. The most frequently used keywords were electronic medical record(s). Meanwhile, the issues most commonly associated with the implementation of EMR include; quality improvement, health care quality, patient satisfaction, and cost. Conclusion: Bibliometric analysis was important to carry out in future research to map the characteristics of research with wider data sources.
DAMPAK COVID-19 TERHADAP PENGGUNAAN TEMPAT TIDUR BERDASARKAN GRAFIK BARBER JHONSON DI RUMAH SAKIT PANTI WALUYO SURAKARTA TAHUN 2018-2021 Anisa Nurjanah; Warsi Maryati; Nurhayati
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.84 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2097

Abstract

Pandemi Covid-19 mempengaruhi mutu pelayanan rumah sakit, dimana situasi ini terjadipenerapan peraturan tentang pembatasan kunjungan pasien. Hal ini dapat menyebabkanperubahan pelayanan rawat inap terkait pengelolaan tempat tidur yaitu BOR, LOS, TOI, dan BTO.Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta yang merupakan rumah sakit rujukan Covid-19. Penelitianini bertujuan untuk menganalisis dampak Covid-19 terhadap tingkat efisiensi tempat tidurberdasarkan indikator Barber Jhonson di Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta pada tahun 2018-2021. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan retrospektif.Populasi dalam penelitian rekapitulasi SHRI tahun 2018-2021. Hasil penelitian menunjukan bahwadampak Covid-19 mempengaruhi nilai ideal indikator rumah sakit seperti BOR (Bed OccupancyRate) tahun 2018 (7,08%), tahun 2019 (81%), tahun 2020 (19,43%), tahun 2021 (30,6%). Nilai LOS(Length Of Stay) tahun 2018 (4,26 Hari), tahun 2019 (4 Hari), tahun 2020 (4,4 Hari), tahun 2021(5,3 Hari). TOI (Turn Over Interval) tahun 2018 (56 Hari), tahun 2019 (4 Hari), tahun 2020 (18Hari), tahun 2021 (12 Hari). BTO (Bed Turn Over) tahun 2018 (6,05 kali), tahun 2019 (75 kali),tahun 2020 (16 kali), tahun 2021 (21 kali). Perbandingan sebelum adanya Covid-19 yaitu 2018-2019 dan sesudah adanya Covid-19 yaitu tahun 2020-2021 diketahui bahwa kasus pandemi Covid-19 mempengaruhi nilai efisiensi terhadap penggunaan tempat tidur. Tetapi tidak sepenuhnyamempengaruhi karena untuk tahun 2018 sebelum adanya pandemi Covid-19 nilai indikator masihbelum mencapai standar ideal. Ketidakefisien penggunaan tempat tidur pada saat pandemi Covid-19 disebabkan oleh kunjungan pasien yang sedikit yang mengakibatkan jumlah hariperawatanrendah dan pada tahun 2020-2021 rumah sakit belum bekerja sama kembali dengan BPJS.
KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS COVID-19 MEMPENGARUHI KESESUAIAN KLAIM BPJS Septi Rahayu; Warsi Maryati; Agus Trijono
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.799 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2100

Abstract

Kode diagnosis merupakan petunjuk dan bahan untuk menetapkan pembiayaan dalampelayanan kesehatan pada sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ketidakakuratan kodediagnosis dapat berdampak pada jumlah pembayaran klaim. Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di RST Slamet Riyadi Surakatra merupakan diagnosis urutan pertama terbanyak pada pasienrawat inap pada tahun 2021 dengan hasil survei pendahuluan 40% kode diagnosis tidak akuratdan 20% kode yang terinput dalam software INA-CBGs tidak sesuai, akan tetapi penelitiantentang kesesuaian kode klaim berdasarkan kode diagnosis covid-19 belum pernah dilakukan.Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menguji hubungan antara keakuratan kodediagnosis Covid-19 dengan kesesuaian kode klaim BPJS pasien rawat inap. Metode pengumpulandata yang digunakan yaitu observasi dengan menggunakan instrumen lembar analisis keakuratankode diagnosis dan lembar analisis kesesuaian kode klaim. Analisis data kuantitatif menggunakanuji chi-square. Hasil penelitian menunjukan ketidakakuratan kode diagnosis Covid-19 adalahsebesar 12,38% dan ketidaksesuaian kode klaim INA-CBGs sebesar 5,24%. Dari hasilperhitungan yaitu p<0,001 dinyatakan ada hubungan antara keakuratan kode diagnosis Covid-19dengan kesesuaian klaim INACBGs. Kesimpulan dalam penelitian ada hubungan antarakeakuratan kode diagnosis Covid-19 dengan kesesuaian kode klaim. Ketidakakuratan kodedisebakan oleh petugas kurang teliti saat melakukan koding, sehingga akibat dari ketidakakuratankode tersebut berpengaruh pada hasil pengelompokan kode CMG INA-CBGs,
PREDIKSI INDIKATOR PELAYANAN KEBIDANAN DENGAN METODE SINGLE EXPONENTIAL SMOOTHING DI KLINIK BERSALIN ANNISA BOYOLALI TAHUN 2023-2027 Saputri, Ungin Agus; Maryati, Warsi; Nurhayati, Nurhayati
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2023 : SIKesNas 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2885

Abstract

Perhitungan prediksi kunjungan pelayanan kebidanan bertujuan untuk mengantisipasi kelonjakan dan penurunan kunjungan pelayanan kebidanan guna meningkatkan mutu pelayanan serta mengetahui jumlah kasus kebidanan dari tahun ke tahun dan meningkatkan kualitas bidan dan tenaga kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian ini adalah jumlah seluruh kunjungan persalinan tahun 2018-2022.Metode penelitian yaitu dekriptif, jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan retrospektif. Hasil Penelitian ini diperoleh dari perhitungan prediksi dengan metode single exponential smoothing. Data prediksi yang mengalami peningkatan yaitu pada kunjungan persalinan normal, kasus perdarahan sesudah persalinan dan kasus abortus dengan nilai MAPE dibawah 50%. Data prediksi yang mengalami penurunan yaitu pada kunjungan persalinan sectio caesaria, kasus perdarahan sebelum persalinan, kasus preeklamsia, kasus eklamsia dan komplikasi lain dengan nilai MAPE dibawah 85%. Prediksi Nilai prediksi rasio sectio caesaria 0,994 kasus, perdarahan sebelum persalinan 0,028 kasus, preeklamsia 0,008 kasus, eklamsia 0,002 kasus mengalami penurunan tahun 2023-2027 dan nilai rasio persalinan normal 0,995 kasus, persalinan dengan komplikasi 1,471 kasus, abortus 0,421 kasus, perdarahan sesudah persalinan 1,270 kasus mengalami peningkatan tahun 2023-2027. Kesimpulan penelitian ini adalah Prediksi rasio sectio caesaria, perdarahan sebelum persalinan, preeklamsia, eklamsia mengalami penurunan tahun 2023-2027 dan nilai rasio persalinan normal, persalinan dengan komplikasi, abortus, perdarahan sesudah persalinan mengalami peningkatan tahun 2023-2027. Saran dari penulis sebaiknya dibuatkan grafik trend pelayanan kebidanan dan prediksi kebidanan setiap tahun sebagai bahan evaluasi.
Alert Features for Healthcare in Increasing Hospital Revenue from DRG Reimbursement: A Systematic Literature Review Maryati, Warsi; Utami, Yeni Tri; Muhtarom, Moch
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2025: Proceeding of the 6th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/3am59z25

Abstract

The inadequate quality of medical records and theelevated rate of insurance claim denials worldwide havenecessitated the incorporation of alert functionalities intoElectronic Health Record (EHR) systems to enhancedocumentation precision and reimbursementeffectiveness. This research seeks to evaluate the impactof alerts on healthcare professionals&#39; ability to enhancethe quality of medical records (completeness, accuracy,timeliness) and insurance claim results through aSystematic Literature Review (SLR) following PRISMA 2020guidelines. Out of 538 studies sourced from PubMed,Scopus, and Web of Science, 14 were selected based onstrict inclusion criteria. The synthesis of results reveals thatalerts—particularly those integrated with clinical decisionsupport—substantially enhance documentation qualityand decrease claim rejections. The successful execution ofthis integration relies on EHR compatibility, managementbacking, user education, and the alleviation of alertfatigue. These results offer an empirical foundation foroptimizing hospital revenue by improving the quality ofmedical records and the efficiency of claims, althoughadditional research is required in the contexts ofdeveloping countries and for evaluating cost-effectiveness.
Quality of Medical Record Documentation Affects Accuracy of Diagnosis Codes in Ina-CBGs Claims in Hospitals Yuliani, Novita; Noor, Hesty Latifa; Maryati, Warsi
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i5.4453

Abstract

Indonesia in financing its health services has implemented a casemix system in the National Health Insurance (JKN) program organized by the Social Security Administering Agency (BPJS). The Indonesian Case Based Groups (INA-CBGs) tariff is determined based on the diagnosis code, so its inaccuracy can lead to a decrease in claim results. The quality of clinical documentation as the basis for determining the diagnosis code in INA-CBGs claims. The purpose of this study was to empirically prove whether there is a relationship between the quality of medical record documentation and the accuracy of diagnosis codes in INA-CBGs claims.The researcher used a cross-sectional design, to analyze the completeness of medical information and the accuracy of diagnosis codes in 100 INA-CBGs pending claim documents. Sampling was carried out using a simple random technique at two private hospitals in Central Java, Indonesia. The data obtained were analyzed using the Chi-Square test. Claim documents with complete medical information were 55 (55%) and incomplete were 45 (45%). Completeness of medical information can increase the accuracy of the diagnosis code by 10.286 times better than incomplete medical information (b = 10.286; 95%CI = 3.813 to 27.743; p <0.001) and statistically both have a significant relationship. Completeness of medical information is an important thing that determines accurate diagnosis codes, so it will indirectly impact hospital income from INA-CBGs claims. Hospitals need to make efforts to improve the quality of medical record documentation, one of which can be achieved by utilizing electronic medical records.