Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Buletin KKN Pendidikan

Pemanfaatan Media Audio Visual dalam Pembelajaran Daring Materi IPA Siswa SD Kelas Rendah Nurhidayat, Nurhidayat; Katoningsih, Sri; Utami, Ratnasari Diah; Maryana, Windri; Ishartono, Naufal; Sidiq, Yasir; Irfadhila, Dwega; Siswanto, Heri
Buletin KKN Pendidikan Vol. 3, No. 1, Juli 2021
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bkkndik.v3i1.14832

Abstract

Mitra dalam pengabdian ini adalah masyarakat, namun terfokus pada edukasi berupa bimbingan belajar untuk siswa Sekolah Dasar di daerah Karang Anyar RT 05, Karang Anyar, Plupuh, Sragen. Metode pelaksanaan pengabdian ini diawali dengan mengadakan sosialisasi kepada orang tua siswa melalui kelompok kecil. untuk menyampaikan informasi mengenai adanya kegiatan bimbingan belajar. Selalin itu juga kami memberi gambaran mengenai konsep orangtua dalam mendampingi anak ketika pembelajaran daring. Dalam pelaksanaannya bimbingan belajar dilakukan setiap hari mulai jam 09.00-11.00 WIB. Diikuti oleh dua belas siswa, yang terdiri dari tujuh siswa laki-laki dan lima siswa perempuan. Bertepat di Masjid Baiturrahim. Proses belajar sebelum adanya “bimbingan belajar” terkesan monoton dan siswa kurang memahami materi karena tidak adanya tempat bertanya dan praktik. Namun dengan adanya bimbingan belajar yang memanfaatkan media audio visual ini siswa menjadi lebih mudah memahami materi dan kembali aktif bertanya tidak monoton dengan cara belajar sebelum mengikuti bimbingan belajar ini. Hal ini menunjukkan pentingnya pemberian pengalaman pada siswa pada saat proses pembelajaran. Pentingnya pengabdian ini dilaksanakan sebagai upaya membantu orang tua dalam mendampingi proses pembelajaran siswa dan sebagai fasilitator siswa dalam membantu siswa memahami materi.
Peningkatan Literasi Digital Anggota Karang Taruna Tunas Harapan sebagai Pembentuk Pendidikan Karakter Bangsa Ayupradani, Niken Thalia; Sofiyana, Laely Nor; Huda, Miftakhul; Nasucha, Yakub; Siswanto, Heri
Buletin KKN Pendidikan Vol. 3, No. 2, Desember 2021
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bkkndik.v3i2.15696

Abstract

Menghadirkan pendidikan literasi digital bagi anggota karang taruna men-jadi trobosan pembelajaran di tengah pandemi. Pengetahuan umum yang dirasa wajib diketahui oleh pengguna media sosial usia remaja. Tujuan adanya sosialisasi literasi digital ini agar tahu bagaimana mengelola me-dia sosial dan sebagai usaha membentuk karakter remaja yang matang. Fokus subjek kegiatan adalah anggota karang taruna di Desa Ngelosari yang masih berusia pelajar jenjang SMP-SMA. Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuknya karakter seperti religius, toleransi, cinta tanah air, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial, dan tanggung jawab.
Penguatan Karakter Keindonesiaan Berpendekatan Pembelajaran Holistik Bagi Guru & Fasilitor Sanggar Belajar SIKL Ikaba Imaba 1 Malaysia pada Era Komunikasi Global Prayitno, Harun Joko; Wulandari, Murfiah Dewi; Utami, Ratnasari Diah; Siswanto, Heri; Syaadah, Himatus; Purnomo, Eko; Muhajir, Mochammad; Vitayala, Nikita; Saputri, Pratiwi Yulia; Ulayya, Putri Itsna; Silvia, Misya; Rahayu, Nunik
Buletin KKN Pendidikan Vol. 5, No. 2, Desember 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bkkndik.v5i2.23321

Abstract

ru menjadi salah satu ujung tombak pendidikan dan memiliki peran sentral dalam rekayasa kelas. Kemampuan guru dalam melakukan rekayasa pembelajaraan sesuai dengan kebutuhan abad 21 sangat diperlukan. Hasil observasi yang dilakukan di 4 Sanggar Belajar Indonesia dari sebanyak 23 Sanggar Belajar di bawah koordinasi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur se-Kuala Lumpur Malaysia menunjukan Guru-guru dan atau instrukturnya pada Sanggar Belajar Indonesia di bawah koordinasi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur tersebut masih memiliki kompetensi dalam hal pengembangan pembelajaran yang rendah serta pembelajaran yang dilakukan juga kurang menarik dan kurang inovatif. Kondisi anak didiknya sangat beragam karena dari semua kelas, sejak dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 dijadikan 1 kelas. Observasi tersebut juga menemukan bahwa guru kurang memiliki variasi dalam menggunakan metode pembelajaran serta penguasaan kelas kurang maksimal. Berdasarkan hal tersebut, sangat diperlukan adanya penguataan bagi guru-guru Sanggar Belajar Indonesia di bawah koordinasi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur se-Kuala Lumpur Malaysia dalam hal rekayasa pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan abad 21. Dengan pemberian penguatan tersebut, diharapkan guru-guru dan atau instrukturnya pada Sanggar Belajar Indonesia di bawah koordinasi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur se-Kuala Lumpur Malaysia memiliki kompetensi yang baik dalam mempersiapkan anak didiknya dalam persaingan dalam pembelajaran abad 21, era komunikasi dan komputasi global. Metode pelaksanaan pengabdian melalui enam tahap yaitu, (1) Pemetaan dan pendataan kondisi awal mitra, (2) Sosialisasi dilaksanakan untuk mendiskusikan dengan mitra terkait pelaksanaan pengabdian, (3) Pelatihan pada guru dalam pembelajaran yang holistik, (4) Pendampingan pada guru dalam melaksanakan pembelajaran yang holistic, (5) Monitoring dan evaluasi pembelajaran holistic yang telah dilakukan guru, dan (6) Penyusunan laporan dan publikasi. Hasil kegiatan PkM ini adalah dapat menumbuhkan karakter cinta tanah air yang rendah yang dimiliki oleh para anak imigran dengan berbagai faktor pendukung dan penghambat yang menyertai penyebabnya. Oleh karena itu peran Program PkM kemitraan Internasional Terintegrasi dengan dengan Program KKN Kemitraan Internasional yang dialsanakan oleh mahasiswa dari berbagai PTMA seluruh Indonesia di sejumlah Sanggar Bimbingan Belajar, khususnya IKABA IMABA 1 sangat diperlukan dalam membimbing dan menumbuhkan sikap karakter cinta tanah air (nasionalisme) pada diri anak-anak imigran di Selangor, Malaysia. Antara lain upaya yang dilakukan adalah dengan menyisipkan nilai-nilai kebangsaan atau karakter ke-Indonesianan ini melalui lomba perayaan kemerdekaan HUT RI. Sikap yang diharapkan setelah adanya lomba kegiatan perayaan kemerdekaan ini anak-anak imigran dapat memiliki sikap atau profil pelajar pancasila: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, kebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif.
Pemanfaatan Media Audio Visual dalam Pembelajaran Daring Materi IPA Siswa SD Kelas Rendah Nurhidayat, Nurhidayat; Katoningsih, Sri; Utami, Ratnasari Diah; Maryana, Windri; Ishartono, Naufal; Sidiq, Yasir; Irfadhila, Dwega; Siswanto, Heri
Buletin KKN Pendidikan Vol. 3, No. 1, Juli 2021
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bkkndik.v3i1.14832

Abstract

Mitra dalam pengabdian ini adalah masyarakat, namun terfokus pada edukasi berupa bimbingan belajar untuk siswa Sekolah Dasar di daerah Karang Anyar RT 05, Karang Anyar, Plupuh, Sragen. Metode pelaksanaan pengabdian ini diawali dengan mengadakan sosialisasi kepada orang tua siswa melalui kelompok kecil. untuk menyampaikan informasi mengenai adanya kegiatan bimbingan belajar. Selalin itu juga kami memberi gambaran mengenai konsep orangtua dalam mendampingi anak ketika pembelajaran daring. Dalam pelaksanaannya bimbingan belajar dilakukan setiap hari mulai jam 09.00-11.00 WIB. Diikuti oleh dua belas siswa, yang terdiri dari tujuh siswa laki-laki dan lima siswa perempuan. Bertepat di Masjid Baiturrahim. Proses belajar sebelum adanya “bimbingan belajar” terkesan monoton dan siswa kurang memahami materi karena tidak adanya tempat bertanya dan praktik. Namun dengan adanya bimbingan belajar yang memanfaatkan media audio visual ini siswa menjadi lebih mudah memahami materi dan kembali aktif bertanya tidak monoton dengan cara belajar sebelum mengikuti bimbingan belajar ini. Hal ini menunjukkan pentingnya pemberian pengalaman pada siswa pada saat proses pembelajaran. Pentingnya pengabdian ini dilaksanakan sebagai upaya membantu orang tua dalam mendampingi proses pembelajaran siswa dan sebagai fasilitator siswa dalam membantu siswa memahami materi.
Peningkatan Literasi Digital Anggota Karang Taruna Tunas Harapan sebagai Pembentuk Pendidikan Karakter Bangsa Ayupradani, Niken Thalia; Sofiyana, Laely Nor; Huda, Miftakhul; Nasucha, Yakub; Siswanto, Heri
Buletin KKN Pendidikan Vol. 3, No. 2, Desember 2021
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bkkndik.v3i2.15696

Abstract

Menghadirkan pendidikan literasi digital bagi anggota karang taruna men-jadi trobosan pembelajaran di tengah pandemi. Pengetahuan umum yang dirasa wajib diketahui oleh pengguna media sosial usia remaja. Tujuan adanya sosialisasi literasi digital ini agar tahu bagaimana mengelola me-dia sosial dan sebagai usaha membentuk karakter remaja yang matang. Fokus subjek kegiatan adalah anggota karang taruna di Desa Ngelosari yang masih berusia pelajar jenjang SMP-SMA. Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuknya karakter seperti religius, toleransi, cinta tanah air, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial, dan tanggung jawab.
Penguatan Karakter Keindonesiaan Berpendekatan Pembelajaran Holistik Bagi Guru & Fasilitor Sanggar Belajar SIKL Ikaba Imaba 1 Malaysia pada Era Komunikasi Global Prayitno, Harun Joko; Wulandari, Murfiah Dewi; Utami, Ratnasari Diah; Siswanto, Heri; Syaadah, Himatus; Purnomo, Eko; Muhajir, Mochammad; Vitayala, Nikita; Saputri, Pratiwi Yulia; Ulayya, Putri Itsna; Silvia, Misya; Rahayu, Nunik
Buletin KKN Pendidikan Vol. 5, No. 2, Desember 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bkkndik.v5i2.23321

Abstract

ru menjadi salah satu ujung tombak pendidikan dan memiliki peran sentral dalam rekayasa kelas. Kemampuan guru dalam melakukan rekayasa pembelajaraan sesuai dengan kebutuhan abad 21 sangat diperlukan. Hasil observasi yang dilakukan di 4 Sanggar Belajar Indonesia dari sebanyak 23 Sanggar Belajar di bawah koordinasi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur se-Kuala Lumpur Malaysia menunjukan Guru-guru dan atau instrukturnya pada Sanggar Belajar Indonesia di bawah koordinasi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur tersebut masih memiliki kompetensi dalam hal pengembangan pembelajaran yang rendah serta pembelajaran yang dilakukan juga kurang menarik dan kurang inovatif. Kondisi anak didiknya sangat beragam karena dari semua kelas, sejak dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 dijadikan 1 kelas. Observasi tersebut juga menemukan bahwa guru kurang memiliki variasi dalam menggunakan metode pembelajaran serta penguasaan kelas kurang maksimal. Berdasarkan hal tersebut, sangat diperlukan adanya penguataan bagi guru-guru Sanggar Belajar Indonesia di bawah koordinasi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur se-Kuala Lumpur Malaysia dalam hal rekayasa pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan abad 21. Dengan pemberian penguatan tersebut, diharapkan guru-guru dan atau instrukturnya pada Sanggar Belajar Indonesia di bawah koordinasi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur se-Kuala Lumpur Malaysia memiliki kompetensi yang baik dalam mempersiapkan anak didiknya dalam persaingan dalam pembelajaran abad 21, era komunikasi dan komputasi global. Metode pelaksanaan pengabdian melalui enam tahap yaitu, (1) Pemetaan dan pendataan kondisi awal mitra, (2) Sosialisasi dilaksanakan untuk mendiskusikan dengan mitra terkait pelaksanaan pengabdian, (3) Pelatihan pada guru dalam pembelajaran yang holistik, (4) Pendampingan pada guru dalam melaksanakan pembelajaran yang holistic, (5) Monitoring dan evaluasi pembelajaran holistic yang telah dilakukan guru, dan (6) Penyusunan laporan dan publikasi. Hasil kegiatan PkM ini adalah dapat menumbuhkan karakter cinta tanah air yang rendah yang dimiliki oleh para anak imigran dengan berbagai faktor pendukung dan penghambat yang menyertai penyebabnya. Oleh karena itu peran Program PkM kemitraan Internasional Terintegrasi dengan dengan Program KKN Kemitraan Internasional yang dialsanakan oleh mahasiswa dari berbagai PTMA seluruh Indonesia di sejumlah Sanggar Bimbingan Belajar, khususnya IKABA IMABA 1 sangat diperlukan dalam membimbing dan menumbuhkan sikap karakter cinta tanah air (nasionalisme) pada diri anak-anak imigran di Selangor, Malaysia. Antara lain upaya yang dilakukan adalah dengan menyisipkan nilai-nilai kebangsaan atau karakter ke-Indonesianan ini melalui lomba perayaan kemerdekaan HUT RI. Sikap yang diharapkan setelah adanya lomba kegiatan perayaan kemerdekaan ini anak-anak imigran dapat memiliki sikap atau profil pelajar pancasila: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, kebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif.