Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENERAPAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS DRAMA KELAS XI-5 SMAN 2 PURWOKERTO Nur Khabibah; Siti Fathonah; Setyanto Hery Purmandoko
Dialektologi Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Dialektologi
Publisher : Universitas Islam Ogan Komering Ilir Kayuagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan menulis drama kelas XI-5 SMA Negeri 2 Purwokerto masih rendah. Hal ini disebabkan karena kegiatan menulis merupakan suatu hal yang sulit dilakukan oleh peserta didik di kelas tersebut. Mereka masih kesulitan menulis drama yang sesuai dengan struktur, unsur pembangun, dan kaidah kepenulisan yang tepat. Maka dari itu, tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah penerapan pembelajaran berdiferensiasi dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan keterampilan menulis drama kelas XI-5 SMA Negeri 2 Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes dan non tes (observasi dan dokumentasi). Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas XI-5 SMA Negeri 2 Purwokerto. Objek penelitian yaitu hasil belajar keterampilan menulis drama kelas XI-5 SMA Negeri 2 Purwokerto. Hasil prasiklus, rata-rata kelas yaitu 67,9 dengan presentase ketuntasan 25%. Siklus I rata-rata kelas meningkat menjadi 82 yaitu sebesar 14,1% dengan presentase ketuntasan 77,77%. Hasil siklus II rata-rata kelas juga meningkat menjadi 88,16 yaitu sebesar 6,16% dengan presentase ketuntasan 100%. Berdasarkan hasil tersebut, keterampilan menulis drama kelas XI-5 SMA Negeri 2 Purwokerto dapat ditingkatkan melalui pembelajaran berdiferensiasi dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning
Families at Risk of Stunting and the Prevalence of Stunting in Indonesia: An Ecological Study Rico Kurniawan; Lina Widyastuti; Sudibyo Alimoeso; Siti Fathonah; Diaini, Meindy; Muhammad Kodir; Welcy Fine; Okky Assetya Pratiwi; Fadhilah, Hafsah Farah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 21 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang in collaboration with Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI Tingkat Pusat) and Jejaring Nasional Pendidikan Kesehatan (JNPK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v21i1.20978

Abstract

Stunting remains a critical public health challenge in Indonesia, impacting child growth, cognitive development, and long-term productivity. The government has prioritized interventions targeting families at risk of stunting to reduce its prevalence. This study examines the relationship between families at risk of stunting and stunting prevalence in Indonesia by an ecological study design. Data were analyzed at the district/city level using correlation analysis to assess key risk factors. The findings indicate that inadequate access to safe drinking water, poor sanitation, substandard housing, and reproductive health risks among women of reproductive age are significantly correlated with higher stunting prevalence (p<0.05). The correlation coefficients for these factors are 0.14, 0.19, 0.17, and 0.33, respectively. Furthermore, a one percent reduction in families at risk of stunting is associated with a 0.19 percent decrease in stunting prevalence (R² = 16%). These results highlight the need for comprehensive interventions addressing environmental, socio-economic, and maternal health factors. Strengthening policies that improve access to clean water, sanitation, and maternal health services is crucial to accelerating stunting reduction efforts in Indonesia. Prioritizing families at risk can enhance the effectiveness of government strategies in achieving national stunting decrease targets.
Mutu Inderawi, Kesukaan Masyarakat dan Kadar Protein Kulit Panada Komposit Telur Bebek dengan Telur Ayam Refika Adinda Inka; Muhammad Ansori; Rosidah; Siti Fathonah
Food Science and Culinary Education Journal Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/fsce.v13i2.1614

Abstract

Penelitian ini menggunakan komposit telur bebek dalam pembuatan kulit panada. Penggunaan telur bebek diharapkan dapat meningkatkan kandungan protein dan mutu kulit panada. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui perbedaan kadar protein, tingkat kesukaan masyarakat dan mutu inderawi pada kulit panada. Objek penelitian adalah kulit panada komposit telur bebek dengan telur ayam dengan presentase : 0% : 100%, 60% : 40%, 80% : 20% dan 100% : 0%. Teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui kadar protein adalah uji laboratorium dengan uji kjehdahl. Uji kesukaan menggunakan teknik analisis data yaitu analisis deskriptif. Teknik analisis data untuk mutu inderawi menggunakan analisis klasifikasi tunggal (Anova) dan dilanjut uji tukey. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pada kadar protein, kesukaan masyarakat dan mutu inderawi kulit panada. Kandungan protein paling tinggi diperoleh sampel dengan penggunaan telur bebek 100% yaitu sebesar 24,32%. Sampel yang paling disukai masyarakat yaitu dengan penggunaan telur bebek 100% dengan rerata keseluruhan 5,41. Hasil Anova pada mutu inderawi aspek rasa, aroma, warna dan tekstur terdapat perbedaan sehingga dilanjutkan uji tukey. Hasil uji tukey terdapat sampel yang memiliki perbedaan signifikan pada aspek rasa, aroma, warna dan tekstur.
Cornflake ikan teri nasi substitusi tepung kacang koro pedang (canavalia ensiformis) ditinjau dari segi kesukaan, karakteristik fisik, dan kandungan gizi Afita Rachim; Siti Fathonah
Jurnal Sains Boga Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Sains Boga, Volume 9 Nomor 1, Mei Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSB.009.1.01

Abstract

Stunting, as a child development problem, can be addressed by providing protein-rich foods. One well-known example is cornflake. Cornflake anchovy substitute for jackbean flour is an innovation and modification that was researched with the aim of determining the level of public preference, the physical characteristics, and the nutritional content of peroxide value, protein, and water content. The research method used was a completely randomized design, The data analysis technique used was a preference test using the Kruskal-Wallis test followed by the Mann-Whitney test, and a physical characteristic test using colorimeter and penetrometer, and peroxide value tests, protein content test, and water content test. The results of the study show that cornflake anchovy substitute for jackbean flour STKP 0%, STKP 5%, STKP 15%, and STKP 25% have significant difference with p value = 0.000. STKP 15% is the preffered one with a nutritional content of peroxide value, protein, and water content of 2.05 mEq O2/kg, 14.62%, and 9.65%, respectively. STKP 15% was further studied in meeting protein needs snack and the results obtained show that all categories have their needs met with a value above 10% in 30g. Based on the results of this study, it can be concluded that cornflake anchovies substituted for jackbean flour can be a protein-rich snack. It is recommended that further research be conducted to evaluate the agar formula cornflake anchovy substitute for jackbean flour can meet SNI requirements.  
ANALISIS WACANA KRITIS MENYOAL KEPEMIMPINAN MUSLIM PADA MEDIA BULETIN DAKWAH KAFFAH TEORI TEUN A.VAN DIJK Hasnawati; Rita Kumala Sari; Siti Fathonah
Jurnal Imbaya Vol. 6 No. 2 (2024): IMBAYA
Publisher : Pendidikan Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui struktur teks, kognisi sosial dan konteks sosial menyoal kepemimpinan muslim edisi 327 dan 329 pada media Buletin Dakwah Kaffah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data primer yakni dari dalam teks itu sendiri dan diperoleh dari informan. Penelitian ini meliputi uraian struktur makro yang mengungkap tema atau topik wacana yakni terciptanya pemimpin yang wajib ditaati ketika menggunakan aqidah islamiah, superstruktur mengungkap skema atau alur dari wacana yakni ide pokok secara umum dan gambaran dari wacana yang disampaikan tentang kepemimpinan muslim, struktur mikro mengungkap elemen-elemen teks wacana yang mengupas secara detail gagasan dalam wacana, kognisi sosial mengungkap ideologi redaktur dan konteks sosial mengungkap pandangan masyarakat dari kalangan yang berbeda-beda berdasarkan karakteristik informan yang digunakan. Sumber data penelitian berupa media buletin dakwah kaffah edisi 327 dan 329. Penelitian ini menggunakan teknik SLC (simak libat cakap) dengan bantuan PUP (pilah unsur penentu) melalui metode pilah unsur penentu yang terbagi atasi metode agih untuk menentukan struktur yang ada dalam wacana dan metode padan untuk menemukan kognisi sosial dan konteks sosial. yakni dengan proses; menyimak, menandai, mencatat dan wawancara sesuai data yang di butuhkan. Adapun hasil penelitian yang dicapai sejumlah 54 data yang terdiri dari struktur teks, kognisi sosial dan konteks sosial dari teks wacana dan informan. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa struktur teks wacana merupakan gagasan yang dibangun oleh jurnalis menyampaikan idenya berdasarkan latar belakang jurnalis menggunakan kaca mata Islam sementara masyarakat memiliki representasi berbeda terhadap pemimpin dalam ranah yang luas dan menganggap bahwa ideologi jurnalis tidak dapat di terapkan begitu saja.
MAKNA YANG TERKANDUNG DALAM RUMAH ADAT SUKU DAYAK LUNDAYEH DI DESA PULAU SAPI KECAMATAN MENTARANG KABUPATEN MALINAU (KAJIAN SEMIOTIKA) May Susi; Siti Fathonah; Erna Wahyuni
Jurnal Imbaya Vol. 7 No. 2 (2025): IMBAYA
Publisher : Pendidikan Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Makna yang Terkandung dalam Adat Suku Dayak Lundayeh di Desa Pulau Sapi Kecamatan Mentarang Kabupaten Malinau (Kajian Semiotika). Penelitian kualitatif ini dengan subjek pada penelitian ini diperoleh dari masyarakat suku Dayak Lundayeh ini dengan. Adapun teknik pengumpulan data yaitu teknik observasi, wawancara, dokumentasi, mencatat. Teknik analisis data yang dilakukan dengan mengumpulkan data yang telah dicatat dan di dokumentasi, kemudian mendeskripsikan makna yang terdapat di dalam rumah adat suku Dayak Lundayeh, dan membuat kesimpulan dari data yang sudah dikumpulkan. Berdasarkan data yang diperoleh dari keseluruhan data yang terkumpul pada penelitian ini yaitu sebanyak 25, data penelitian terdiri atas 1 data yang berupa ukiran, 2 data berupa pahatan, 10 data berupa benda, 6 data berupa warna, 6 data arsitektur. Dari hasil makna secara semiotika dengan menggunakan teori segitiga makna, maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa terdapat data yang berada di dalam rumah adat suku Dayak Lundayeh tersebut memiliki makna yang berbeda-beda. Arit linawa memiliki makna melambangkan kekuatan seseorang dengan lun do dari suku Dayak. Buaye tana, Diri ulung memiliki makna melambangkan sifat sangat keras, keberanian dan ketangguhan serta rasa persatuan masyarakat suku Dayak Lundayeh. Gong, Keratung, Sape, Felefet, Efut, Busu dan warna merah memiliki makna dapat memanggil roh nenek moyang yang memiliki kekuatan. Rong, Bakad telun decur, Tekip telun decur, Bakad telun delai memiliki makna status sosial masyarakat. Warna kuning, biru, putih, hitam, hijau memiliki makna religius sebagai tanda terima kasih masyarakat suku Dayak Lundayeh kepada tuhan telah memberikan mereka kehidupan serta alam yang berperan menjadi sumber kehidupan mereka. Atap, diri, jendela, buduk, lantai, bawa kolong Arsitektur yang memiliki makna memberikan perlindungan setiap masyarakat memasuki rumah adat suku Dayak Lundayeh.
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS PIDATO DI KELAS VIII B SMP NEGERI 18 KOTA JAMBI Siti Fathonah; Andiopenta Purba; Agus Setyonegoro
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i2.11614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model project based learning dalam pembelajaran menulis teks pidato. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 18 Kota Jambi. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan peserta didik kelas VIII B dan proses pembelajaran menggunakan model project based learning yang terekam dalam vidio. Teknik pengumpulan data ini menggunakan observasi, wawancara, tes, dan angket. Berdasarkan hasil penelitian modul ajar yang dibuat oleh guru memuat semua komponen modul ajar yang sesuai dengan kurikulum merdeka. Selain itu, kegiatan pembelajaran telah terlaksana dengan baik sesuai dengan modul ajar dan langkah-langkah penerapan model project based learning dimulai dari pertanyaan mendasar, mendesain perencanaan proyek, menyusun jadwal, memonitor peserta didik dan kemajuan proyek, menguji hasil, dan mengevaluasi pengalaman. Kata kunci: project based learning, menulis teks pidato 
PRONOMINA PERSONA SEBAGAI PENANDA SIKAP DALAM PRAKTEK KEBAHASAAN DI AKUN SOSIAL MEDIA INTENS INVESTIGASI Nurul Hasana; Siti Fathonah; Rita Kumala Sari
Jurnal Imbaya Vol. 8 No. 1 (2026): IMBAYA
Publisher : Pendidikan Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35344/84qpxd70

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan pronomina persona sebagai penanda sikap dalam komentar TikTok pada akun Intens Investigasi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penggunaan pronomina persona yang digunakan netizen untuk mengekspresikan sikap terhadap isu yang dibahas di media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa 30 komentar TikTok yang mengandung pronomina persona pertama, kedua, dan ketiga, yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan simak-catat. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 39 penggunaan pronomina persona yang terdiri atas pronomina persona pertama (46,15%), pronomina persona ketiga (30,77%), dan pronomina persona kedua (23,08%). Pronomina persona pertama dominan digunakan untuk mengungkapkan pengalaman pribadi dan empati, pronomina persona kedua untuk menyampaikan dukungan dan kritik, sedangkan pronomina persona ketiga digunakan untuk menyampaikan penilaian dan pengamatan terhadap pihak lain. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pronomina persona tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk referen gramatikal, tetapi juga sebagai penanda sikap dalam komunikasi digital