Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Sosialisasi Revolusi Industri 4.0 Bagi Siswa SMA Negeri 1 Panga Nurhaslita Sari; Marlizar, Desi; Macella, Agatha Debby Reiza; Kesha, Cut Nabilla; Mardhatillah, Muntaha; Handayani, Sri Wahyu
Nawadeepa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2, No 2 (2023): June
Publisher : Pencerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58835/nawadeepa.v2i2.192

Abstract

In facing the era of the industrial revolution 4.0, education is needed to form a creative, innovative generation. This can be achieved one way by optimizing the use of technology as an educational aid that is expected to be able to produce outputs that can follow or change the times for the better. The purpose of the socialization of the association of the industrial revolution 4.0 with education among students of Panga I Public High School is so that among students understand the connection of the 4.0 revolution with education, students can utilize technology for ease of learning. The process of conducting this socialization was carried out using the lecture and discussion method of the material presented. The lecture was conducted to explain the understanding of the industrial revolution 4.0, the benefits of technology, the impact of changes from the industrial revolution 4.0. The lecture method is combined with utilizing laptop and LCD media to display power point material regarding the role of students in facing the industrial revolution 4.0. The results of the socialization link between the 4.0 revolution and education where students were very enthusiastic in listening to the socialization so that participants from among the students understood the connection of the 4.0 revolution with education, so they could utilize technology as supporting education. Besides that the target participants of the socialization activities of the role of students in facing the industrial revolution 4.0 almost met the target of 30 students. This number shows that almost all students of the school participated in this socialization activity. Submission of material can be delivered properly through the use of LCD. Overall the objectives of the socialization can be achieved well.
STRATEGI MANAJEMEN KLUB SEPAK BOLA Nurhaslita Sari; Sri Wahyu Handayani; Desi Marlizar; Cut Asmaul Husna; Najamuddin; Zulfikar
Jurnal Ilmiah Spirit Vol 26 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v26i1.5954

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen klub sepak bola dalam mendukung pengembangan olahraga nasional di Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui studi literatur, analisis dokumen kebijakan, dan wawancara mendalam dengan informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pemerintah telah merumuskan kebijakan strategis seperti Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan dan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain ketimpangan distribusi infrastruktur, keterbatasan anggaran daerah, rendahnya kualitas pembinaan atlet, dan minimnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga. Diperlukan penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, pemerataan fasilitas olahraga, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan sistem olahraga nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap perumusan strategi kebijakan yang lebih responsif dan berbasis kebutuhan lokal dalam rangka memajukan olahraga nasional.
DISTRIBUSI DONASI BANTUAN BAGI KORBAN BANJIR DI KECAMATAN PANTE CERMIN KABUPATEN ACEH BARAT PROVINSI ACEH Desi Marlizar; Sri Wahyu Handayani; Cut Asmaul Husna; Nurhaslita Sari; Ilham Mirza Saputra; Najamudin
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.6037

Abstract

Bencana banjir yang terjadi di Kecamatan Pante Cermin, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, menimbulkan dampak signifikan terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar. Masyarakat terdampak banjir membutuhkan bantuan yang cepat dan tepat guna untuk mengurangi beban yang dialami pada masa darurat pascabencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendistribusikan donasi bantuan secara terencana, tepat sasaran, dan merata kepada korban banjir. Metode pengabdian yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan masyarakat terdampak, pengumpulan dan pengemasan donasi, pendistribusian bantuan secara langsung dengan melibatkan perangkat desa dan tokoh masyarakat, serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa distribusi donasi bantuan mampu membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat serta memperkuat solidaritas sosial antara tim pengabdian dan masyarakat setempat. Meskipun terdapat kendala dalam aksesibilitas dan pendataan awal, kegiatan ini secara umum berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat terdampak banjir. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model pelaksanaan distribusi bantuan yang lebih terkoordinasi dan responsif pada penanganan bencana di masa mendatang.
KUALITAS PELAYANAN PELANGGAN KAFÉ DI ERA PIALA DUNIA 2026 Nurhaslita Sari; Sri Wahyu Handayani; Desi Marlizar; Aduwina; Najamudin; Syafrizal
Jurnal Ilmiah Spirit Vol 26 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v26i2.6824

Abstract

Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan pelanggan di kafe pada era Piala Dunia serta pengaruhnya terhadap kepuasan pelanggan. Penyelenggaraan Piala Dunia menjadi momentum yang meningkatkan jumlah pengunjung kafe karena banyak masyarakat memilih menyaksikan pertandingan bersama di tempat yang menyediakan fasilitas pendukung. Kondisi tersebut menuntut pengelola kafe untuk memberikan pelayanan yang cepat, ramah, responsif, dan didukung oleh fasilitas yang memadai agar mampu memenuhi harapan pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada pelanggan kafe yang berkunjung selama periode penyelenggaraan Piala Dunia. Analisis dilakukan berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan, yaitu keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), dan bukti fisik (tangibles). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan pelanggan berada pada kategori baik, dengan dimensi bukti fisik dan keramahan karyawan memperoleh penilaian tertinggi. Sementara itu, aspek kecepatan pelayanan masih memerlukan peningkatan, terutama pada saat jumlah pengunjung meningkat selama pertandingan berlangsung. Secara keseluruhan, kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan. Semakin baik kualitas pelayanan yang diberikan, semakin tinggi tingkat kepuasan pelanggan, yang pada akhirnya mendorong loyalitas pelanggan dan meningkatkan daya saing kafe. Berdasarkan hasil penelitian, pengelola kafe disarankan untuk meningkatkan kualitas pelayanan melalui penambahan tenaga kerja pada jam-jam sibuk, pelatihan pelayanan prima bagi karyawan, serta peningkatan fasilitas pendukung agar pengalaman pelanggan selama menyaksikan Piala Dunia menjadi lebih nyaman dan memuaskan. Kata kunci: kualitas pelayanan, kepuasan pelanggan, kafe, Piala Dunia
FASILITASI PEMERINTAH DAERAH PADA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH Nurhaslita Sari; Sri Wahyu Handayani; Aduwina; Desi Marlizar; Najamudin; Reza Fahlevi
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6828

Abstract

Fasilitasi pemerintah daerah dalam penyusunan rencana pembangunan daerah merupakan salah satu instrumen pembinaan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dokumen perencanaan, mewujudkan sinkronisasi kebijakan pembangunan, serta memastikan kesesuaian dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan fasilitasi pemerintah daerah dalam penyusunan rencana pembangunan daerah, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta mengkaji upaya yang dilakukan untuk meningkatkan efektivitas proses perencanaan pembangunan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai peraturan perundang-undangan, literatur ilmiah, dan dokumen kebijakan yang berkaitan dengan perencanaan pembangunan daerah. Analisis dilakukan terhadap proses fasilitasi yang meliputi pendampingan, konsultasi, koordinasi, evaluasi, dan penyelarasan dokumen perencanaan dengan kebijakan pembangunan nasional dan daerah. Hasil kajian menunjukkan bahwa fasilitasi pemerintah daerah berperan penting dalam meningkatkan kualitas dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Fasilitasi juga mendukung sinkronisasi antara kebijakan pusat dan daerah, memperkuat kapasitas aparatur perencana, serta meningkatkan kualitas indikator kinerja dan program pembangunan. Namun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan kualitas data, koordinasi antarperangkat daerah yang belum optimal, keterbatasan sumber daya manusia, serta dinamika perubahan regulasi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi, peningkatan kapasitas aparatur, pemanfaatan sistem informasi pembangunan, dan pembinaan yang berkelanjutan agar proses penyusunan dokumen perencanaan menjadi lebih efektif, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pendampingan Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh Kota Lhokseumawe Nurhaslita Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 1, No 1 (2019): Juli-Desember
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.739 KB) | DOI: 10.35308/baktiku.v1i1.1406

Abstract

Regional Regulation (Perda) concerning Prevention and Improvement of Quality of Slums and Slums is an instrument to prevent the growth and development of slums in livable housing and settlements and to improve the quality of housing and settlements that are indicated as slums to become livable. Regional regulations on the Prevention and Improvement of Quality of Slum Housing and Slum Settlements are expected to contain regulations as regulated in national legislation and are equipped with specific local content for each region and to assist the Regional Government in the drafting process of the Regulation on Prevention and Quality Improvement of Slums and Slum Settlements, the Government (in this case the Directorate of Settlement Development, Directorate General of Human Settlements, Ministry of Public Works) has prepared a Regional Regulation Model on the Prevention and Quality Improvement of Slums and Slums. The purpose of the drafting of this Perda Model is to provide references and examples of regulations on prevention and improvement of the quality of slums and slums that have accommodated various provisions in national legislation.
Pengenalan Napza dan Dampaknya Bagi Siswa di SMA Negeri 3 Meulaboh Agus Pratama; Al Zuhri; Ilka Sandela; Nurasma Aripin; Siti Jahria Sitompul; Nellis Mardhiah; Sri Wahyu Handayani; Agatha Debby Reiza Macella; Nurhaslita Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 3, No 2 (2021): Juli-Desember
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v3i2.3614

Abstract

Penyalahgunaan dan peredaran Napza di masyarakat meningkat setiap tahun. Korban terbesar yang berasal dari pelajar dan mahasiswa yang merupakan generasi muda harapan Bangsa. Banyak kalangan generasi muda terjerumus ke dalam kasus Napza disebabkan oleh ketidaktahuan atau kurangnya informasi tentang bahaya dan dampak dari Napza. Proses edukasi kepada generasi muda terkait bahaya Napza sangat penting dilakukan oleh semua pihak, termasuk para akademisi. Pengabdian ini dilakukan dengan memberikan sosialisasi bahaya Napza terhadap generasi muda di SMA Negeri 3 Meulaboh yang diikuti oleh siswa kelas 11 dan kelas guru. Sosialisasi ini terdiri dari ceramah dan diskusi mengenai, faktor, hukum, stigma sosial, dan dampak buruk dari Napza.
Co-creation Nilai dan Pengalaman Wisata pada Ritual Seumeuleung Raja: Strategi Meningkatkan Kesejahteraan Komunitas Lokal Muntaha Mardhatillah; Ikhwan Rahmatika Latif; Sudarman Sudarman; Nurhaslita Sari
REFORMASI Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v16i1.8796

Abstract

Intangible cultural heritage plays a crucial role in strengthening local identity and serves as a strategic resource for community-based tourism development. In Aceh Jaya, the Seumeuleung Raja ritual, which has been preserved since the 15th century, holds deep symbolic and spiritual meaning while functioning as a social consolidation event that brings together local communities, traditional leaders, and government officials. Despite attracting thousands of visitors annually, its economic benefits remain sporadic and have not yet formed a sustainable tourism ecosystem. This study adopts a qualitative descriptive approach to explore how the co-creation of cultural values and tourism experiences within the Seumeuleung Raja ritual can enhance local community welfare. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, document analysis, and focus group discussions involving customary institutions, local government, and community representatives. The findings reveal that co-creation occurs through four interrelated processes: co-planning, co-production, co-experience, and co-reflection. These processes foster meaningful interactions between stakeholders, resulting in authentic cultural experiences while maintaining the ritual’s spiritual essence. Moreover, co-creation contributes significantly to social cohesion, economic circulation through seasonal markets and local enterprises, and environmental awareness, thereby supporting multiple dimensions of sustainable development. By applying a co-creation framework to a traditional Acehnese context, this study extends the cultural tourism literature and offers practical insights for inclusive, community-based tourism strategies. Ultimately, the Seumeuleung Raja ritual exemplifies how cultural heritage can be transformed into a sustainable tourism ecosystem that strengthens identity, generates economic opportunities, and empowers local communitiesWarisan budaya takbenda memainkan peran penting dalam memperkuat identitas lokal dan berfungsi sebagai sumber daya strategis bagi pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Di Aceh Jaya, upacara Seumeuleung Raja, yang telah dilestarikan sejak abad ke-15, memiliki makna simbolis dan spiritual yang mendalam sekaligus berfungsi sebagai ajang pemersatu sosial yang mempertemukan masyarakat setempat, para pemimpin adat, dan pejabat pemerintah. Meskipun menarik ribuan pengunjung setiap tahun, manfaat ekonominya masih sporadis dan belum membentuk ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Studi ini mengadopsi pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengeksplorasi bagaimana penciptaan bersama nilai-nilai budaya dan pengalaman pariwisata dalam ritual Seumeuleung Raja dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, analisis dokumen, dan diskusi kelompok terfokus yang melibatkan lembaga adat, pemerintah daerah, dan perwakilan masyarakat. Temuan menunjukkan bahwa kolaborasi terjadi melalui empat proses yang saling terkait: perencanaan bersama, produksi bersama, pengalaman bersama, dan refleksi bersama. Proses-proses ini memfasilitasi interaksi yang bermakna di antara pemangku kepentingan, menghasilkan pengalaman budaya yang autentik sambil mempertahankan esensi spiritual upacara. Selain itu, kolaborasi berkontribusi signifikan terhadap kohesi sosial, sirkulasi ekonomi melalui pasar musiman dan usaha lokal, serta kesadaran lingkungan, sehingga mendukung berbagai dimensi keberlanjutan. Dengan menerapkan kerangka kerja kolaborasi dalam konteks tradisional Aceh, penelitian ini memperkaya literatur pariwisata budaya dan memberikan wawasan praktis bagi strategi pariwisata inklusif berbasis masyarakat. Pada akhirnya, upacara Seumeuleung Raja menjadi contoh bagaimana warisan budaya dapat diubah menjadi ekosistem pariwisata berkelanjutan yang memperkuat identitas, menciptakan peluang ekonomi, dan memberdayakan masyarakat setempat.
Dari Ritual Adat ke Destinasi Wisata: Transformasi Kelembagaan Seumeuleung Raja dalam Tata Kelola Pariwisata Budaya Berkelanjutan Muntaha Mardhatillah; Ikhwan Rahmatika Latif; Sudarman Sudarman; Nurhaslita Sari
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 4 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v4i1.1231

Abstract

Tradisi Seumeuleung Raja di Lamno, Kabupaten Aceh Jaya, merupakan warisan budaya yang tidak hanya memiliki nilai historis, spiritual, dan sosial, tetapi juga menunjukkan potensi sebagai daya tarik wisata budaya. Perkembangan tersebut menghadirkan tantangan tata kelola, terutama dalam mempertahankan otoritas kelembagaan adat di tengah meningkatnya keterlibatan pemerintah, masyarakat, dan kepentingan pariwisata. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi kelembagaan Seumeuleung Raja dari ritual adat menuju wisata budaya serta menjelaskan mekanisme tata kelola yang mendukung keberlanjutannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan yang dipilih secara purposive, meliputi pemangku lembaga adat, pemerintah daerah, pemerintahan gampong, dan anggota rumpun Kerajaan Daya Poteumeureuhom. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, Focus Group Discussion (FGD), dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Seumeuleung Raja memiliki hierarki kelembagaan yang jelas, dengan Sultan atau keluarga pewaris sebagai sumber legitimasi adat, didukung pejabat adat, pemerintahan gampong, dan pemerintah daerah. Transformasi menuju wisata budaya tidak menghilangkan otoritas adat, tetapi mendorong reposisi fungsi kelembagaan melalui pembagian kewenangan antara aspek sakral yang dipertahankan berdasarkan amanat adat dan aspek operasional yang dikelola melalui musyawarah serta koordinasi lintas aktor. Temuan ini menunjukkan terbentuknya tata kelola yang adaptif dan kolaboratif, di mana kelembagaan adat berperan sebagai indigenous intermediary antara pelestarian budaya, pemerintahan formal, partisipasi masyarakat, dan pengembangan pariwisata. Penelitian berkontribusi pada kajian heritage tourism governance dengan menunjukkan bahwa keberlanjutan wisata budaya tidak semata ditentukan oleh pengembangan destinasi, tetapi oleh kemampuan kelembagaan adat beradaptasi tanpa kehilangan legitimasi dan otoritas budayanya.