Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA DIMENSI DAN KADAR AIR TERHADAP PENYUSUTAN VENEER SENGON LAUT MENGGUNAKAN MESIN PRESS DRYER Misbahul Munir; Tulus Subagyo

Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jmmt.v4i2.4423

Abstract

Alam Kayu Abadi merupakan suatu perusahaan industri yang memproduksi kayu lapis sengon untuk lapangan pekerjaan masyarakat yang sedang membutuhkannya dan pengolahan kayu balok untuk dijadikan plywood.Pada kayu lapis sengon mempunyai sifat, dimensi, jenis dan bukan hanya berapa banyak yang dihasilkan, melainkan bagaimana mengatur waktu pengepresan terhadap dimensi pada kayu lapis, mengurangi kadar air yang ada, dan juga bagaimana mutu yang akan menghasilkan plywood yang sempurna. Adapun tujuan peneliti ini untuk mengetahui pengaruh perubahan dimensi kayu lapis terhadap penyusutan veneer sengon laut menggunakan mesin press dryer. Dan hasil dimensi dan kadar air kayu lapis terhadap penyusutan panjang, lebar, tebal, dan kadar air terhadap variasi waktu 2menit, 3menit, 4menit, dengan tekanan temperatur150°, tekanan press 5mpa. Sebagaimana hasil pada penelitian pada waktu 2menit, 3menit, 4menit. Selisih 0,4% pada penyusutan panjang, selisih lebar 0,8%, selisih tebal 0,4%, selisih kadar air 0,2%.
PENYULUHAN PENGGUNAAN BUKU KAS DIGITAL DALAM PROSES ADMINISTRASI UMKM DESA NOGOSARI KECAMATAN PANDAAN KABUPATEN PASURUAN Abdul Wahid; Wisma Soedarmadji; Nuriyanto Nuriyanto; Achmad Misbah; Ayik Pusakaningwati; M. Hermansyah; Subchan Asy’ari; Misbach Munir; Khafizh Rosyidi; Khoirotur Mursyidah; M. Imron Mas’ud
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2: Mei 2022
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v2i2.1560

Abstract

Digitalisasi merupakan suatu proses peralihan media dari segala bentuk tercetak menjadi kedalam bentuk penyajian digital. Penerapan digitalisasi ini digunakan agar penyusunan laporan keuangan UMKM Desa Nogosari dapat berjalan dengan baik. Dengan menggukana metode pelatihan terhadap pelaku UMKM yang mana 90% masih menggunakan pelaporan manual, dengan hasil pelatihan ini ditujukan agar masyarakat Desa Nogosari memiliki pengetahuan tentang bagaimana cara menjalankan aplikasi buku kas yang notabennya dapat membantu proses masuk dan keluarnya data, informasi, dan juga keuangan yang awalnya dengan cara manual dalam pembukuan. Dengan adanya pembukuan digital ini warga Desa Nogosari dapat membantu proses pembukuan Usaha tersebut menjadi lebih efektif dan efisien dengan mencapai 60%. Dengan adanya penyuluhan serta pelatihan sejenis ini, masyarakat mampu memahami fungsi dan pemanfaatan khusus yang dihasilkan oleh Gadget yang biasa digunakan sehari-hari.
Perancangan Program Penjualan Berbasis Web Pada CV. Buana Jaya Utama Jakarta Yani, Ahmad; Munir, M.Sirozul
Akasia: Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi Vol 3 No 2 (2023): Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) - Oktober 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/akasia.v3i2.2905

Abstract

Abstract-Currently, business development can no longer only rely on conventional systems, but must also use systems that already utilise information technology that can provide online sales services. So that business development will be faster, more efficient and effective. Therefore, in this study the authors discuss the design of a web-based sales programme at CV.Buana Jaya Utama Jakarta. The aim is to expand the company's marketing reach, collect and analyse customer data, and facilitate the management of stock items. Some of the problems faced by the company include limited marketing reach, sales process efficiency, stock management, limited data analysis, and system integration. The research methods used include observation, interviews, and literature studies, using a spiral system development model. The scope of this research is limited to stock management, buying and selling transactions, and point of sale system. The web-based sales programme to be designed will use the PHP programming language with the Laravel framework. The programme's access rights will be divided into user and admin to facilitate purchasing, reviewing item data, managing stock items, and confirming purchases. Keywords: Web-based sales program design, CV Buana Jaya Utama Jakarta, Stock management
Pelatihan Pembuatan Website Toko OnlineBagi Pelaku Umkmdesa Pungging Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan Muhammad Imron Rosadi; Misbach Munir; Jennifer Farihatul Bait; Abdul Majid; Guruh Marhaenis Handoko Putro; Sri Yaumi
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 2 No. 1 (2023): Februari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v2i1.1158

Abstract

Tumbuh kembang UKM di Indonesia perlu mendapatkan perhatian khusus dari seluruh kalangan masyarakat. Perhatian tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk dukungan dan pelatihan keterampilan. Terdapat banyak pelaku bisnis UKM yang belum mengenal cara pemasaran melalui platform digital, salah satunya Kelompok UKM Desa Pungging, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Meski telah diketahui secara luas bahwa UKM yang menggunakan platform digital sebagai media pemasarannya diketahui meningkatkan penjualannya dan meluaskan jangkauan pasarnya. Oleh karena itu Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas Yudharta Pasuruan, Universitas Muhammadiyah Lamongan, dan ITB Ahmad Dahlan Lamongan melakukan Pelatihan Pembuatan Website Toko Online pada para pelaku UKM di Desa Pungging tersebut. Pelatihan dilaksanakan dalam beberapa tahap berikut. Mulai dari persiapan, sosialiasi, kemudian pelatihan dan pemberian pemahaman pemasaran digital.
IPTEK PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK MENJADI BIOKOMPOSER PADA KELOMPOK TANI PADI SRI SUKOREJO PASURUAN SWASONO, MUH. ANIAR HARI; MUNIR, MISBACH
Jurnal Terapan Abdimas Vol 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.646 KB) | DOI: 10.25273/jta.v2i0.977

Abstract

AbstractProgram IbM aims to 1) Establishing independent farmers in meeting the needs of fertilizer in rice farming, 2) create a technology organic waste treatment based on local resources, 3) Improving the knowledge and ability of farmer groups in production management manufacture bio composer, 4) Increasing awareness group peasants in farming that takes into account the principles of sustainable agriculture, 5) Establish new entrepreneurs that can increase farmers’ income. Target in the program IbM among others: 1) each farmer group has insight and knowledge of manufacturing technology bio composer, 2) each farmer group capable of processing organic waste (livestock manure, hump-banana stems, household organic waste), 3 ) each farmer group is able to manage the business bio composer well, managing of raw material supplies, scheduling, and organizing production capacity, 4) any farmer groups have treatment plants bio composer and its place, 5) any farmer groups can utilize thrasher organic materials, making it easier to cutting-banana stem weevil, vegetables or fruit. The method used in this activity are: 1) Training processing organic wastes into bio composer, 2) demo and facilitation manufacture bio composer together with farmer groups, 3) training and development of production management, 4) Training in the management of the finance, 5) leadership training (leadership) for the management, 6) Develop business into new profitable venture and 7) Making the MOL bio composer installation together with all members of the farmer group partners. The result is 1) Most members of farmer groups (Partner) can range from 90% in the manufacturing process bio composer, 2) Most of the members of farmer groups (Partner) around 85% could be in the process of production management (scheduling, setting raw materials and cooperation in the process of making bio composer, 3) Preparation of installation bio composer in farmers’ groups (partners) have completed 100% and readily used by farmer groups, 4) the Chairman of the farmers’ group has adopted the division of tasks according to their respective division and started making administrative performance reports and financial statements, although still modest. AbstrakProgram IbM ini bertujuan untuk 1) Membentuk petani mandiri dalam pemenuhan kebutuhan pupuk pada usahatani padi, 2) menciptakan teknologi pengolahan limbah organik berbasis sumberdaya lokal, 3) Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kelompok tani dalam manajemen produksi pembuatan biokomposer, 4) Meningkatkan kepedulian kelompok tani dalam berusahatani yang memperhatikan prinsip-prinsip pertanian berkelanjutan, 5) Membentuk wirausaha baru yang dapat menambah pendapatan petani. Target dalam program IbM ini antara lain: 1) setiap kelompok tani memiliki wawasan dan pengetahuan tentang teknologi pembuatan biokomposer, 2) setiap kelompok tani mampu mengolah limbah organik (kotoran ternak, bonggol- batang pisang, limbah organik rumah tangga), 3) setiap kelompok tani mampu mengelola usahabiokomposer dengan baik, mengelola dari kebutuhan bahan baku, penjadwalan, dan mengatur kapasitas produksi, 4) setiap kelompok tani memiliki unit instalasi pengolahan biokomposer beserta tempatnya, 5) setiap kelompok tani dapat memanfaatkan mesin pencacah bahan organik, sehingga lebih mudah dalam pemotongan bonggol-batang pisang, sayur atau buah. Metode pendekatan yang dipakai dalam kegiatan ini adalah: 1) Pelatihan pengolahan limbah organik menjadi biokomposer, 2) demo dan pendampingan pembuatan biokomposer bersama-sama dengan kelompok tani, 3) Pelatihan dan pembinaan manajemen produksi, 4) Pelatihan dalam pengelolaan manajemen keuangan, 5) Pelatihan leadership(kepemimpinan) bagi pengurus, 6) Mengembangkan usaha menjadi usaha baru yang menguntungkan dan 7) Pembuatan instalasi biokomposer MOL bersama- sama dengan seluruh anggota kelompok tani mitra. Hasilnya adalah 1) Sebagian besar anggota kelompok tani (Mitra) berkisar 90% bisa dalam proses pembuatan biokomposer, 2) Sebagian besar anggota kelompok tani (Mitra) berkisar 85% bisa dalam proses manajemen produksi (penjadwalan, pengaturan bahan baku dan kerjasama dalam proses pembuatan biokomposer, 3) Pembuatan instalasi biokomposer di kelompok tani (mitra) sudah selesai 100% dan siap digunakan oleh kelompok tani, 4) Ketua kelompok tani sudah menerapkan pembagian tugas sesuai devisi masing- masing dan mulai membuat administrasi laporan kinerja dan laporan keuangan meskipun masih sederhana.
Pelatihan Digital Marketing Pada Umkm Dikelurahan Tembokrejo Kota Pasuruan Jawa Timur Faris, Faris; Munir, Misbach; Nuriyanto, Nuriyanto; Wahid, Abdul
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i1.5466

Abstract

Maju dan tidaknya UMKM yang terdapat pada suatu desa atau kelurahan merupakan indikator dari tingkat kesejahteraan dari masyarakat tersebut, dengan adanya perkembangan teknologi internet yang berarti dimulainya era revolusi industri 4.0, hal ini menjadi permaslahan tersendiri bagi pelaku UMKM yang berada diperkotaan, terlebih lagi mereka  masih canggung dalam dunia digital.  Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk melakukan pengembangan pemasaran UMKM batik dan makanan minuman diKelurahan Tembokrejo berbasis Digital Marketing melalui workshop yang diikuti pelaku UMKM serta pembuatan dan pengelolaan website Kelurahan Tembokrejo. Adanya kompetitor yang ketat dalam pemasaran serta tren produk yang begitu kom petitif, beragamnya media digital dalam pemasaran membuat pelaku UMKM diTembokrejo Kota Pasuruan menjadi kesulitan untuk bersaing dalam memperluas pemasaran produk. Metode pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini melalui pendekatan Asset Based Communities Development (ABCD), pendekatan ini berbasis aset, kekuatan serta potensi yang ada, dengan melakukan observasi ke beberapa UMKM dimulai dengan wawancara untuk mengidentifikasi informasi yang berkaitan dengan UMKM secara rinci. Hasil yang didapatkan dengan pendekatan ABCD adalah terdapat banyak UMKM yang belum memahami bagaimana caranya memanfaat media-media digital untuk digunakan dalam pemasaran, sepertihalnya  WhatsApp Business,belum memahami teknik- foto profil produk yang menjual. Setelah serangkain pelatihan kami lakukan dapat terlihat pelaku UMKM sudah mulai merubah model pemasarannya melalui media-media digital serta juga uda mulai melakukan integrasi pemasaran yang tidak hanya pada satu  media digital, 3 dari 6 UMKM sudah memanfaatkan  model digital marketing.
MODIFIKASI ASSEMBLY JIG DENGAN PENDEKATAN POKA-YOKE GUNA MENINGKATKAN EFISIENSI PERAKITAN KOMPONEN INTERIOR OTOMOTIF (STUDI KASUS DI PT. AMJ) Wahid, Abdul; Munir, Misbah; Nuriyanto

Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jmmt.v6i1.6570

Abstract

Industri komponen otomotif dituntut untuk memenuhi standar kualitas dan efisiensi yang sangat tinggi untuk menjaga daya saing. PT. Astra Mandiri Jaya (AMJ), sebagai pemasok komponen interior, menghadapi tantangan berupa bottleneck pada salah satu lini perakitan manual. Masalah utama teridentifikasi pada stasiun kerja perakitan panel pintu, di mana proses pemasangan klip dan sekrup secara manual memakan waktu lama dan rentan terhadap kesalahan, seperti komponen yang hilang atau tidak terpasang sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan modifikasi pada assembly jig (alat bantu perakitan) dengan pendekatan Poka-Yoke untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan proses. Metode penelitian yang digunakan adalah DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi jig dengan penambahan sensor deteksi dan aktuator pneumatik berhasil menurunkan waktu baku perakitan secara drastis. Waktu baku sebelum perbaikan adalah 5,54 detik/komponen, dan setelah perbaikan turun menjadi 2,57 detik/komponen. Hal ini menghasilkan peningkatan efisiensi waktu sebesar 53,61% serta eliminasi potensi cacat produk lolos ke proses selanjutnya.
ANALISA PERFORMANCE ATRIBUT KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN (Studi kasus: PT HP Spintex Sengonagung Purwosari Pasuruan) Munir, Misbach
SKeTsa Bisnis (e-jurnal) Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jsb.v1i1.26

Abstract

Kenyataan bahwa karyawan sebagai aset utama dalam perusahaan dan harus mendapatkan perhatian serius dan dikelola dengan baik. Hal ini dimaksudkan agar karyawan yang dimiliki perusahaan mampu memberikan kontribusi yang optimal. Keselamatan dan perlindungan tenaga kerja di Indonesia ternyata masih minim. Ini terlihat dari banyaknya jumlah kecelakaan kerja tahun 2012 dengan jumlah 117.949 kecelakaan. Dari 117.949 kecelakaan kerja yang terjadi, sebanyak 29.544 diantaranya tercatat meninggal dunia, 39.074 diantaranya luka berat dan 128.312 lainnya luka ringan. Data badan pusat statistic indonesia (BPSI) menghasilkan kesimpulan bahwa dalam rentan waktu rata-rata per tahun terdapat 77.468 kasus kecelakaan kerja dan 65% di antaranya berakibat fatal yaitu kematian dan cacat seumur hidup( Badan pusat statistik 2013).Atas dasar fenomena tersebut maka tujuan penelitian adalah :1)untuk mengkaji program keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan.2)Untuk mengetahui hubungan keselamatan dan kesehatan kerja dengan kinerja karyawan di perusahaan.3) Mengetahui seberapa besar pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja terhadap kinerja karyawan di perusahaan. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan teknik analisis regresi linear sederhana dibantu dengan program SPSS 15.Pendekatan tersebut digunakan untuk mengetahui pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja terhadap kinerja karyawan. Hasil dari uji regresi dihasilkan persamaan :Y = -15,462+0,624+0,590+0,749+0,789+1,237+e, Nilai koefisien regresi untuk X1 adalah positif sebesar 0,624, dapat diartikan bahwa variabel kondisi kerja mempengaruhi kinerja karyawan sebesar 62,4 % atau berpengaruh positif yang artinya jika kondisi kerja dapat ditingkatkan 1 % saja maka produktivitas kerja karyawan akan meningkat sebesar 62,4 %.Kemudian Nilai koefisien regresi untuk X2 adalah positif sebesar 0,590, dapat diartikan bahwa variabel pendidikan dan pelatihan k3 mempengaruhi kinerja karyawan sebesar 59,0 % atau berpengaruh positif yang artinya jika pendidikan dan pelatihan k3 dapat ditingkatkan 1 % saja maka kinerja karyawan akan meningkat sebesar 59,0 %.Untuk Nilai koefisien regresi untuk X3 adalah positif sebesar 0,749, dapat diartikan bahwa variabel lingkungan kerja mempengaruhi kinerja karyawan sebesar 74,9 % atau berpengaruh positif yang artinya jika lingkungan kerja dapat ditingkatkan 1 % saja maka kinerja karyawan akan meningkat sebesar 59,0 %.Nilai koefisien regresi untuk X4 adalah positif sebesar 0,789, dapat diartikan bahwa variabel pelayanan karywanmempengaruhi kinerja karyawan sebesar 78,9 % atau berpengaruh positif yang artinya jika pelayanan karyawan dapat ditingkatkan 1 % saja maka kinerja karyawan akan meningkat sebesar 78,9 %. Nilai koefisien regresi untuk X5 adalah positif sebesar 1,237, dapat diartikan bahwa variabel pelayanan kesehatan sangat mempengaruhi kinerja karyawan mencapai sebesar 123,7 % atau berpengaruh positif yang artinya jika pelayan kesehatan dapat ditingkatkan 1 % saja maka kinerja karyawan akan meningkat sebesar 123,7 %. Dari penelitian dapat disimpulkan sesuai tujuan penelitian adalah:1) Secara umum penerapan K3 di PT Hp Spintex kategori baik, dapat dilihat total rataan skor sebesar 3,91.2)Hubungan antara keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan kinerja karyawan adalah positif, sangat nyata dan berkorelasi kuat hal ini dapat dilihat dari nilai korelasi yang positif sebesar 0,764 menunjukkan bahwa factor ini memiliki hubungan yang kuat dengan kinerja karyawan dibandingkan dengan indikator-indikatornya, yaitu kondisi kerja dengan nilai korelasi sebesar 0,450, pendidikan dan pelatihan K3 sebesar 0,480, lingkungan kerja sebesar 0,532 dan pelayanan kesehatan memiliki nilai sebesar 0,562. 3a)Dari uji t (parsial) dapat dilihat bahwa berdasrkan hasil analisis data terbukti bahwa dari semua indicator K3 terapat pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan, diantaranya yaitu kondisi kerja (X1), pendidikan dan pelatihan K3 (X2), lingkungan kerja (X3) dan pelayanan kesehatan mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan.3b)Dari uji F (serentak) ada pengaruh yang signifikan antara kondisi kerja, pendidikan dan pelatihan K3, lingkungan kerja dan pelayanan kesehatan terhadap kinerja karyawan sehingga diketahui bahwa pelaksanaan K3 yang baik akan membawa pengaruh terhadap kinerja karyawan.3c)Faktor keselamatan dan kesehatan kerja yang paling dominan adalah pelayanan kesehatan (X4) dengan kontribusi sebesar 30,03%, dibandingkan dengan pendidkan dan pelatihan K3 (X2) memiliki kontribusi sebesar 9,06%, kemudian lingkungan kerja(X3) memiliki kontribusi sebesar 5,10%, dan kemudin kondisi kerja (X1) memiliki kontribusi sebesar 0,29%. Secara bersama-sama kondisi kerja, pendidikan dan pelatihan K3, lingkungan kerja dan pelayanan kesehatan bepengaruh tehadap kinerja karyawan.
ANALISA KRITERIA TERHADAP PEMILIHAN SUPPLIER BAHAN BAKU DENGAN PENDEKATAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) (STUDI KASUS : PT XX PANDAAN PASURUAN) Khusairi, Achmad; Munir, Misbach
SKeTsa Bisnis (e-jurnal) Vol 2 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jsb.v2i1.668

Abstract

Alternatif strategi yang bisa digunakan untuk mencapai keunggulan bersaing adalah dengan memperbaiki manajemen rantai pasokan. Salah satu tahapan dalam manajemen rantai pasokan adalah memilih pemasok. Pemasok adalah komponen yang  penting untuk dipertimbangkan dalam manajemen rantai pasokan. Pemillihan pemasok yang akan digunakan perusahaan merupakan hal yang penting untuk mencapai keunggulan bersaing, karena berkaitan dengan kemampuan memasok dan menyediakan pengiriman yang singkat, dan kontinuitas produksi. Pemilihan pemasok yang tepat sangat diperlukan karena menyangkut keberlanjutan usaha yang dijalankan. Dalam merancang sistem rantai pasokan, beberapa hal yang dipertimbangkan dalam memilih pemasok, diantaranya kualitas barang yang ditawarkan, harga barang, dan ketepatan waktu pengiriman. Dari hal tersebut diatas maka rumusan masalahnya adalah  bagaimana mengidentifikasi Kriteria-kriteria dalam menentukan suppliyer yang baik buat pemilihan pemasok bahan baku di PT. XX , sehingga tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui kriteria dalam menentukan suppliyer yang baik sebagai pemasok bahan baku di perusahaan PT.XX.Dalam prosesnya strategi manajemen rantai pasok memiliki tiga tujuan, yaitu :1).Menurunkan biaya, strategi manajemen rantai pasok yang diterapkan harus mampu menurunkan biaya logistik yang terjadi.2).Menurunkan modal, strategi ditujukan untuk meminimalisasi tingkat investasi dalam strategi logistik.3).Meningkatkan pelayanan, startegi manajemen rantai pasok harus secara proaktif dijalankan salah satunya yaitu perbaikan pelayanan. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam pemilihan pemasok, yaitu :Kualitas, Biaya, Ketepatan Pengiriman dan Fleksibilitas. Pengolahan dan analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analytic hierarchy process (AHP). Analisis deskriptif merupakan gambaran perkembangan karakteristik ekonomi sosial suatu daerah atau perusahaan. Analisis deskriptif  digunakan untuk memperoleh gambaran kondisi rantai pasokan di perusahaan, dan kriteria-kriteria yang digunakan untuk memilih pemasok Sedangkan AHP  digunakan untuk menemukan kriteria pemasok yang terbaik yaitu kriteria pemasok yang memiliki rata-rata skor paling tinggi dengan mempertimbangkan tingkat kepentingan kriteria-kriteria yang dianggap mempengaruhi keputusan. Dalam AHP, proses untuk mendapatkan skor tersebut diawali dengan perbandingan berpasangan (pairwise comparison) antar kriteria yang nantinya akan digunakan untuk mendapatkan tingkat kepentingan relatif tiap kriteria.Selanjutnya dilakukan perbandingan berpasangan antar alternatif keputusan pada masing masing faktor untuk mendapatkan kepentingan relative antar alternatif pada setiap kriteria (criteria evaluation). Data yang diperoleh dengan menggunakan AHP diolah dengan menggunakan rancangan penilaian dengan menggunakan model Quality, Quantity, Cost, dan Delivery (QQCD).Dari hasil perhitungan dengan keputusan penilaian kerja supplier dapat dihasilkan ada keputusan yang mana supplier A dengan dengan total nilai 10 dengan keputusan menjadi supplier unggulan, supplier B degan total nilai 8,3 dengan keputusan tetap menjadu supplier, supplier C dengan total nilai 7,25 dengan keputusan tetap menjadi supplier, supplier D dengan total nilai dengan nilai 6 dengan keputusan surat protes (complain), dan supplier E dengan total nilai 5 dengan keputusan di eliminasi dari daftar supplier terpilih.
RANCANGAN KESEIMBANGAN LINTASAN STASIUN KERJA GUNA MENINGKATKAN EFISIENSI WAKTU SIKLUS OPERASI PRODUK ES BALOK (STUDI KASUS: PERUSAHAAN ES BALOK, PT.X PANDAAN PASURUAN) Fudianto, Dupi; Munir, Misbach
Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) Vol 4 No 3 (2017): Available online
Publisher : Department of Industrial Engineering - Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jkie.v4i3.857

Abstract

PT. X Pandaan adalah suatu perusahaan yang memproduksi atau menghasilkan es balok. Di lingkungan PT. X Pandaan ini memang terletak di daerah yang banyak mengandung air atau dekat dengan sumber air. Sehingga air sebagai bahan baku utama untuk pembuatan es tidaklah sulit untuk didapatkan. PT. X Pandaan mengambil bahan baku air dari sumber air sungai yang terletak di lingkungan pabrik dengan kedalaman ± 80 m. Selain itu proses produksi es balok yang terdapat di PT. X  Pandaan tergolong pada proses produksi yang continue. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan di perusahaan, diketahui terjadi kemacetan untuk proses produksinya dalam 30 hari selama 4090 menit, sehingga perusahaan tidak mampu memenuhi kebutuhan sesuai dengan yang diinginkan. Hal ini diakibatkan oleh perencanaan dan pengendalian yang kurang akurat. Selain itu, terjadi pula kemacetan antar stasiun produksinya, sehingga produksi sering terlambat, melebihi batas waktu yang seharusnya, yang berakibat pada penundaan pengiriman barang produksi. Line Balancing merupakan suatu konsep yang bertujuan untuk meminimalkan waktu tunggu dalam proses produksi. Dalam konsep ini, elemen-elemen operasi akan digabungkan menjadi beberapa stasiun kerja. Mengingat proses produksi es balok tergolong pada proses produksi yang continue melainkan antara proses yang satu dengan yang lain saling berkaitan, oleh karena itu dibutuhkan pengukuran waktu dalam proses produksi untuk mengurangi waktu tunggu yang ada di setiap proses pembuatan es balok. Metode Renked Positional Weight (RPW) merupakan metode gabungan antara metode Large Candidate Ruler dengan metode region approach. Nilai RPW merupakan perhitungan antara elemen kerja tersebut dengan posisi masing-masing elemen kerja dalam precedence diagram. .Tujuan dari penelitian ini penerapan line balancing dengan pendekatan metode Ranked Positional Weight (RPW) untuk mengurangi waktu tunggu proses produksi es balok dan menyeimbangkan beban kerja pada proses produksi. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa metode tersebut menghasilkan rancangan keseimbangan lintasan yang lebih baik, dengan tingkat efisiensi lintasan 72%, balance delay 28%, smoothing index 726 menit, dan stasiun kerja berjumlah 3 stasiun kerja.