Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

ANALISA PRODUK REJECT PADA PRODUK 600 ML DENGAN METODE SEVEN TOOLS DI PT. TIRTA INVESTAMA PANDAAN Asmoro, Retno Any; Munir, Misbach
Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) Vol 4 No 1 (2017): JKIE (Journal Knowledge Industrial Engineering)
Publisher : Department of Industrial Engineering - Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jkie.v4i1.862

Abstract

PT. Tirta Investama Pandaan adalah perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)PT. Tirta Investama juga tidak luput dari masalah, produk cacat harian yang dihasilkan melebihi target yang ditetapkan perusahaan. Hal ini akan meningkatkan Quality Cost dan juga berpotensi  terjadinya complaint dari pelanggan.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa faktor-faktor penyebab terjadinya cacat, mengetahui upaya-upaya yang dilakukan untuk perbaikan dan membandingkan hasil sebelum dan sesudah perbaikan.Hasil analisa dapat diketahui sebagai berikut: Tiga terbesar kategori cacat produk 600 ml line 5 adalah tutup putus sebesar 0,126% , tutup kurang rapat sebesar 0,125% dan tutup miring sebesar 0,026%. Dengan persen rata-rata untuk ketiga kategori reject tersebut sebesar 0,028%. Penyebab utama cacat adalah material screw cap cacat dari supplier. Tindakan perbaikan yang dilakukan supplier adalah dengan perbaikan unit Cooling pada mesin pembuat screw cap dan seting torque pada caper. Untuk meminimalisir jumlah cacat juga dibuatkan Standart Operational Procedure (SOP) apa yang harus dilakukan untuk menangani material cacat. Hasil perbaikan didapatkan penurunan cacat produk 600 ml dari 0,28% turun menjadi 0,08%.  Dengan rincian sebagai berikut: Cacat tutup putus turun dari 0,126% menjadi 0,055%. Cacat tutup miring turun dari 0,026% menjadi 0,019%.Cacat tutup kurang rapat turun dari 0,125% menjadi 0,008%. Dari ketiga kategori cacat semuanya mengalami penurunan, penurunan yang paling signifikan terjadi pada tutup kurang rapat dari 0,0125% menjadi 0,008%.
IMPLEMENTASI 5R+1S SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EFEKTIVITAS PRODUKSI DENGAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DI PT. COCA-COLA BOTTLING INDONESIA Huda, Samsul; Munir, Misbach
Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) Vol 3 No 3 (2016): Available online
Publisher : Department of Industrial Engineering - Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jkie.v3i3.870

Abstract

PT.Coca-Cola Bottling Indonesia, Jawa Timur adalah salah satu manufaktur yang bergerak di sektor makanan dan minuman yang ada di Indonesia.Permasalahan yang masih ada di PT. Coca-Cola Bottling Indonesia, Jawa Timur adalah belum tercapainya efektivitas mesin sesuai standard perusahaan kelas dunia.Hal tersebut berpengaruh terhadap jumlah produk yang dihasilkan.Oleh karena itu diperlukan langkah-langkah nyata untuk dapat mengurangi dan menanggulangi permasalahan tersebut.Pada prosesnya, digunakan sumberdaya baik berupa mesin maupun manusia yang menjalankan mesin. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai masukan untuk peningkatan efektivitas mesin dan peralatan produksi dengan metode OEE (Overall Equipment Effectivenes) yang didapat melalui perhitungan availability, performance rate dan quality rate.Penelitian ini menghitung nilai OEE berkisar antara 43,83% - 55,98%. Nilai efektivitas ini termasuk rendah karena standar ideal untuk perusahaan kelas dunia adalah sebesar 85%.Untuk meningkatkan nilai OEE, diimplementasikan 5R+1S yang terdiri dari Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin dan Safety.
PENERAPAN METODE DYNAMIC PROGRAMMING UNTUK PERENCANAAN JADWAL INDUK PRODUKSI (JIP) DI PT.XYZ Sanjaya, Rosi Leo; Munir, Misbach; Bashori, Hasan
Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) Vol 3 No 2 (2016): JKIE (Journal Knowledge Industrial Engineering)
Publisher : Department of Industrial Engineering - Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jkie.v3i2.877

Abstract

Persaingan bisnis yang semakin ketat menuntut industri di bidang manufaktur maupun jasa untuk meningkatkan kreatifitas strategi bisnisnya. Strategi bisnis yang sama belum tentu memberikan hasil yang sama bila tetap diterapkan sehingga perlu dikaji kinerjanya. Untuk itu perusahaan-perusahaan diharapkan mampu menerapkan system perencanaan produksi yang baik dan mampu untuk terus meni ngkatkan efisiensi serta kemampuan untuk menghasilkan produk yang bermutu guna memenuhi permintaan konsumen. PT. “XYZ” merupakan perusahaan yang bergerak dalam air minum dalam kemasan (AMDK) mengalami masalah yang berkaitan dengan penentuan jumlah produk yang diproduksi oleh perusahaan pada setiap bulan. Hal ini menyebabkan pada setiap periode, perusahaan mengalami kelebihan produksi sehingga perolehan keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan tidak optimal dan mengakibatkan besarnya biaya simpan. Keadaan demikian terjadi karena perusahaan selama ini dalam melaksanakan perencanaan dan penjadwalan produksi berdasarkan intuisi. Metode yang dilakukan sebagai solusi adalah metode dynamic programming. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui cara menyusun jadwal induk produksi yang baik dan terencana dalam setiap periode sehingga meningkatkan profit perusahaan. Untuk meramalkan jumlah produksi yang harus diproduksi pada periode mendatang digunakan metode moving average dan single exponential smoothing, data produksi pada periode sebelumnya. Pada metode moving average menggunakan rata-rata bergerak 2,3,4 dan 5. Sedangkan single exponential smoothing α = 0,1-0,9. Adapun metode peramalan yang digunakan adalah single exponential smoothing dengan α = 0,9 menghasilkan MAD terkecil sebesar 175766. Hasil perencanaan penjadwalan produksi untuk 12 periode mendatang (Januari–Desember 2015) adalah 805610, 1437382, 1331709, 1501543, 1541016, 1603168, 1253870, 1228228, 921185, 801005, 1005354 pcs. Sehingga dengan menggunakan metode dynamic programming menghasilkan optimalisasi keuntungan bagi perusahaan sebesar Rp. 41.760.855.470,-. Sementara total baiaya produksi actual perusahaan tahun 2014 sebesar Rp. 41.510.488.990,- dari hail perbandingan antara metode dynamic programming memberikan hasil laba sebesar Rp. 250.366.480 atau sebesar 0.006%.
IMPLEMENTASI SIX SIGMA DENGAN PENDEKATAN POKA YOKE GUNA REDUKSI BAGIAN CASE PACKER PADA PT. X Ulum, Roudlotul; Munir, Misbach
Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) Vol 6 No 1 (2019): JKIE (Journal Knowledge Industrial Engineering)
Publisher : Department of Industrial Engineering - Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jkie.v6i1.2046

Abstract

X is one of the companies engaged in the manufacturing industry that produces cigarettes with the type of Machine-made Clove Cigarettes (SKM), or commonly known as clove cigarettes. known at the time of the packaging process (packaging) there are often problems that cause the appearance of the resulting product is not good. In order to achieve this condition continuous improvement must be made. To avoid high defects in the packaging process, one of the ways to do this is to apply six sigma with a poka yoke approach, starting from identifying problems or defects, improving steps, and establishing standards to maintain these qualities, which aim to achieve product quality which can meet the desired specifications of the company. Based on the results of the analysis conducted a comparison of the results of the number of defects before and after experiencing improvement based on the percentage of the average number of defects from 0,00066342% to 5.70032% so that after improvements have increased 5.7%.
UPAYA MENURUNKAN TINGKAT KECACATAN PRODUK PSST SLICE MUSHROOMS 4 OZ DENGAN METODE FMEA (FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS) DI PT. ETR PURWODADI Masfufah; Munir, Misbach
Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) Vol 6 No 2 (2019): JKIE (Journal Knowledge Industrial Engineering)
Publisher : Department of Industrial Engineering - Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jkie.v6i2.2056

Abstract

ETR is an agroindustrial company that manufactures button mushrooms (champignon) in cans with a production capacity of 25 kg of fresh button mushrooms every day in a variety of styles and sizes in cans or glass. The Company experienced a product defect by 70.13% on products PSST Slice Mushrooms 4 Oz, so it requires prevention efforts to reduce the level of product defects that occur. This study used descriptive qualitative method for mendeskriptifkan results of the analysis method FMEA (Failure Mode and Effect Analysis). FMEA is a method of systematic and structured manner can analyze and identify the result or consequence of a failure of the system or process, and reduce or analyze the probability of failure. The results showed three types of product defects PSST Slice Mushrooms 4 Oz namely defect labeling, defect secondary packaging, defect products and primary packaging defects of the most influential is the defect label (fumble, labels upside down, torn, engaged, gross, the label does not fit, loose ). The results of the analysis using FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) showed a decrease in the value of the RPN (Risk Priority Number) after an improvement by fishbone diagram, where the value of RPN before repair of 378-20 and after repair value of the RPN fell to 120-2 with sense the results showed a decrease in the level of disability products PSST Slice Mushrooms 4 Oz.
Analysis of the Defect Level of Paving Stone DC 06 Products Using Six Sigma and FMEA Methods at PT. Duta Beton Mandiri Pasuruan Kusniah, Qonita; Munir, Misbach
Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) Vol 11 No 3 (2024): JKIE (Journal Knowledge Industrial Engineering)
Publisher : Department of Industrial Engineering - Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jkie.v11i3.6168

Abstract

The rapid development of the industry requires companies to improve the quality of products to maintain competitiveness. PT. Duta Beton Mandiri Pasuruan faces the problem of the high defect rate of DC 06 paving stone products, reaching 30.75% in March 2020, which has an impact on financial losses and customer satisfaction. This study aims to identify the type and cause of defects, calculate sigma levels, and provide recommendations for improvement using Six Sigma and FMEA methods. A quantitative approach is used to calculate DPMO and sigma levels, while a qualitative approach is applied to analyze the causes of defects through observation and interviews. The results showed a sigma level value of 2.52 and a DPMO of 178,827, indicating low process performance. FMEA analysis identified gopel defects as the main problem with the highest RPN (245). Improvement recommendations include employee training, machine calibration, material supervision, and SOP refinement. The implementation of this proposal is expected to reduce the defect rate and increase production efficiency. This research makes a practical contribution to the application of Six Sigma and FMEA for quality improvement in the manufacturing industry
Pendampingan Desain Mesin Tempa Bagi UKM Pande Besi Desa Suwoyuwo Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan Soedarmadji, Wisma; Wahid, Abdul; Munir, Misbach
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v4i1.784

Abstract

Pande besi merupakan industri informal (home industri), umumnya dikerjakan disekitar rumah dan merupakan industri keluarga. Usaha pande besi biasanya bersifat turun temurun dan hanya berdasarkan pengalaman di lapangan. Industri pande besi merupakan usaha yang dikerjakan secara manual yaitu dengan menggunakan bara api untuk memanggang besi dan produk jadi yang dihasilkan berupa pisau, cangkul, sekop, sabit parang dan lain-lain. Permasalahan yang dihadapi pelaku pande besi ini adalah keterbatasan teknologi yang dikuasai, dikarenakan kemampuan sumber daya manusia yang ada. Mengingat bahwa dalam proses pengerjaannya pande besi masih banyak menggunakan tenaga tradisional yaitu dengan cara memukul benda kerja secara terus menerus. Hasil pengabdian ini bahwa penggunaan mesin tempa dapat mengurangi tingkat kelelahan, fokus penempaan berkurang, keluarnya keringat yang berlebihan serta dapat meningkatkan proses produksi, meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga. Berdasarkan hasil monitoring menunjukkan bahwa lamanya waktu produksi untuk 1 buah produk 30 menit yang dikerjakan 2 orang, setelah menggunakan Mesin Tempa lama penyelesaian 1 produk hanya 15 menit dan bisa dikerjakan hanya 1 orang.
Perluasan Pasar UKM Sandal Alkopini melalui Strategi Branding dan Packaging di Pasuruan Wahid, Abdul; Nuriyanto, Nuriyanto; Munir, Misbach; Sucipto, Sucipto; Mas’ud, Imron; Hermansyah, Hermansyah
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v5i1.1296

Abstract

Alkopini merupakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berlokasi di Dusun Nampes, Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, yang berspesialisasi dalam produksi sandal buatan tangan. Bahan baku utama yang digunakan adalah kulit sintetis, dipadukan dengan berbagai bahan pelengkap lainnya, sehingga mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi yang kompetitif di pasar. Meskipun demikian, merek Alkopini saat ini memiliki keterbatasan pengenalan di luar wilayah lokalnya dan hanya menggunakan kemasan sederhana berupa kantong plastik, yang disebabkan oleh kekhawatiran akan berkurangnya margin keuntungan jika menggunakan opsi kemasan yang lebih representatif. Inisiatif pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pasar sandal Alkopini melalui pengembangan dan implementasi identitas merek yang khas serta perbaikan kemasan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan daya tarik konsumen, mendorong adopsi produk, dan konsekuensinya meningkatkan nilai jual yang dirasakan dari setiap item yang dihasilkan. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan awal untuk mengkaji praktik yang berjalan, dilanjutkan dengan sesi desain kolaboratif untuk perancangan merek dan kemasan baru, serta demonstrasi presentasi produk yang telah disempurnakan. Diharapkan bahwa keberhasilan perluasan pasar ini akan memberikan dampak positif, termasuk peningkatan visibilitas merek di tengah masyarakat luas dan peningkatan pendapatan yang vital, terutama relevan di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi yang sedang berlangsung, yang telah berdampak signifikan terhadap pendapatan rumah tangga.
EFISIENSI MESIN EXTRUDER MENGGUNAKAN PENDEKATAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS DAN IDENTIFIKASI SIX BIG LOSSES Mudakkirin, Farizal; Bashori, Hasan; Munir, Misbach
JMMT Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jmmt.v4i2.4425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi gaya tambahan yang ditimbulkan oleh etos OEE bagian depan bidang ekstruder dan elemen-elemen yang menimbulkan kehancuran bidang ekstruder dan gerakan pengendapannya. Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman dan pembahasan yang lebih mendalam tentang penyebab terjadinya standar penyebab terjadinya gempa. Penelitian ini menggunakan kustomisasi kuantitatif. mendeteksi penyebab kecelakaan pesawat dan mencari solusi dari masalah kecelakaan menggunakan efektivitas peralatan umum (OEE) digunakan untuk keberhasilan etos ketersediaan, efisiensi kinerja dan tingkat kualitas. Pengukuran tingkat efektivitas peran pesawat extruder ditambahkan OEE PT. X ditambah hasil yang didapat adalah pesawat reservoir-3 terjadwal ditemukan tidak memiliki etos parameter kelas dunia sebesar 85%. Reservoir line menambahkan etos OEE 72,02%, Line ban menambahkan etos OEE 69,80% Etos tersembunyi terendah di depan Mesin Line 3 Dengan etos OEE 65,74%. Dalam perkiraan enam kerugian utama untuk pesawat Line 3 yang memiliki terendah, elemen kehilangan kecepatan mengatasi kerugian tertinggi ditambah etos 16,97%. Untuk meningkatkan efisiensi bagian depan pesawat harus diubah jadwal perawatannya, yang lebih tepat bila alasan pemusnahan peralatan/bagian dari racun kempes dan selalu mencegah pesawat incompressible dari naiknya elemen mekanik/elektrik. Dan operator perlu mendapatkan persepsi tentang perawatan dan pembuangan pesawat secara rutin.
USULAN PERBAIKAN EFEKTIFITAS MESIN MAKER DAN MESIN PACKER PADA PT. TRI SAKTI PURWOSARI MAKMUR BERDASARKAN RPN Munir, Misbach; Soedarmadji, Wisma
JMMT Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jmmt.v5i1.5022

Abstract

Dunia industri saat ini sangat pesat dan industri harus mampu bersaing terutama kualitas produk yang dihasilkan. Untuk memastikan bahwa setiap perusahaan bahwa alat atau mesin produksinya dapat berfungsi optimal tanpa gangguan, sehingga target jumlah produksi dan kualitas produk dapat memenuhi target. PT. Tri Sakti Purwosari Makmur mengalami penurunan performa mesin pada proses produksi rokok sigaretnya. Permasalahan lain adanya produk yang mengalami reject sehingga produk yang diproduksi memiliki kualitas yang kurang atau tidak layak untuk dipasarkan. Hal ini berpengaruh pada jumlah target produksi yang telah ditentukan dan dapat merugikan bagi perusahaan karena target produksi tidak tercapai. Penelitian ini menggunakan metode failure and mode effect analysis dengan pendekatan risk priority number. Hasilnya merupakan suatu rekomendasi bahwa Nilai OEE yang dicapai oleh mesin belum dapat diterima karena nilainya masih berada dibawah kondisi ideal efektivitas mesin yaitu 85%. Hasil FMEA dan nilai RPN kritis menunjukan kegagalan yang menjadi prioritas perbaikan adalah reciprocrating pocket tidak center, folding turret tidak center, trimmer disk tidak presisi, needle roller tidak presisi dan glue jet tersumbat, sehingga perlu dilakukan pengecekan ulang sebelum mesin digunakan.