Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik Tempat Perindukan Nyamuk Culex Sp. di Sekitar Tempat Tinggal Penderita Filariasis Limfatik di Kabupaten Brebes Tahun 2020 Oktafian, Mita; Siwiendrayanti, Arum
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 1 No 1 (2021): Regular Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v1i1.45337

Abstract

Brebes Regency, Central Java Province, Indonesia, has experienced an increase in lymphatic filariasis cases every year. There are three districts with the highest cases, namely Ketanggungan Subdistrict, Bantarkawung Subdistrict and Paguyangan Subdistrict. Culex sp. mosquitoes is one of the vectors of lymphatic filariasis in Java, Indonesia. This study was conducted to obtain information about the characteristics of the breeding places for Culex sp. in the area where people with lymphatic filariasis live. The design of this research was descriptive quantitative research with a survey method. The population and samples were all lymphatic filariasis patients in the three districts that had the highest cases with a total of 15 patients. The research instrument used were observation sheets. The observed breeding places around the residence of lymphatic filariasis patients were puddles or stagnant water, river, and sewers with mostly on 0-200 meters from patient’s house. Puddle/stagnant water and sewers whose animal water absent were observed had larvae presence. The most preferred breeding place for mosquitoes in the research sites was uncovered sewers.
Faktor Lingkungan Fisik dan Biologi Serta Upaya Manajemen Lingkungan di Sekitar Penderita Filariasis Utami, Palupi Wahyu; Siwiendrayanti, Arum
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 1 No 2 (2021): Regular Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v1i2.46399

Abstract

Latar Belakang: Kabupaten Brebes salah satu wilayah endemis filariasis di Jawa Tengah , daerah dengan jumlah paling banyak kasus baru filariasis (2019). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis gambaran aspek lingkungan fisik dan biologi serta upaya manajemen lingkungan yang terdapat di sekitar penderita filariasis. Metode: Jenis dan rancangan penelitian analitik observasional, pendekatan cross-sectional. Observasi dilakukan di sekitar rumah penderita dengan 15 penderita ditemukan di 12 desa di Kabupaten Brebes dari bulan Agustus-September 2020. Instrumen berupa lembar observasi, aspirator, kassa dan karet, papper cup, (GPS), lembar kuesioner, kamera, dan alat tulis. Analisis menggunakan analisis univariat, dilakukan terhadap setiap variabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 4 variabel (selokan, genangan air, kandang ternak, dan semak-semak) berpotensi dalam penularan filariasis, sebanyak 5 variabel (sawah, sungai, tanaman phytotelmata, tanaman air dan hewan predator) tidak berpotensi dalam penularan filariasis. Nyamuk Cx. Quenquifasciatus spesies terbanyak yang ditangkap. Serta ditemukan adanya 2 desa yang belum menerapkan upaya manajemen lingkungan. Kesimpulan: Simpulan penelitian ini adalah faktor fisik dan biologi yang ditemukan, dapat berpotensi dalam penularan filariasis yang didukung dengan adanya desa yang belum menerapkan kegiatan manajemen lingkungan. Saran yang dapat diberikan antara lain dengan rutin membersihkan lingkungan rumah dan sekitarnya.
Kontribusi Kondisi Fisik Lingkungan Rumah dengan Kejadian Diare dan Hubungannya terhadap Kejadian Stunting Lestari, Marliana Eka Puji; Siwiendrayanti, Arum
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 1 No 3 (2021): Special Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v1i3.47482

Abstract

Background: Stunting is a priority problem in the working area Puskesmas Pecangaan, Jepara. Based on data of August 2020, 183 toddlers with severely stunted cases, and 536 toddlers with stunted cases. The factors stunting can be seen from the aspect environmental hygiene, so that it can increase the risk of diarrhea. The purpose of this study was to determine the contribution physical condition of the home environment to diarrhea and its relationship to stunting. Methods: Observational analytic with case control design. The samples needed was 68 toddlers. The instrument used a questionnaire and observation sheet. Data analysis using chi-square statistical test. Results: There is relationship between the condition of drinking water sources and diarrhea (p=0.007), there is no relationship between physical water quality and diarrhea (p=0.090), there is relationship between latrine conditions and diarrhea (p=0.032), there is relationship between type of house floor and diarrhea (p=0.014), and there is relationship between diarrhea and stunting (p=0.007). Conclusion: There is a contribution of condition of drinking water sources, latrine conditions, and type of house floor to diarrhea. Diarrhea is related to stunting. And there is no contribution of physical water quality to diarrhea.
Analisis Risiko Penularan Covid-19 di Pasar Bangsri Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara Ramadhani, Dewi Ratih; Siwiendrayanti, Arum
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 1 No 3 (2021): Supplement Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v1i3.47898

Abstract

Latar Belakang: Kabupaten Jepara menempati urutan ke-2 tertinggi di Jawa Tengah dari 35 Kota/Kabupaten pada bulan Agustus 2020. Banyaknya kasus tersebut salah satunya diakibatkan karena adanya kluster baru yaitu kluster pasar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui risiko penularan Covid-19 di Pasar Bangsri, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik deskriptif menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakasanakan pada bulan November 2020. Dalam penelitian ini cara pemilihan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Instrument penelitian meliputi meteran gulung, lembar observasi dan kuesioner dan alat dokumentasi. Teknik analisa data pada penelitian ini meggunakan teknik analisis univariat dan analisis risiko. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan subyek yang paling berpengaruh dalam penularan Covid-19 di Pasar Bangsri adalah luas ventilasi udara pasar, jarak penjual dengan penjual, jarak penjual dengan pembeli, jarak pembeli dengan pembeli, serta tingkat pengetahuan durasi waktu operasional pasar pada pembeli. Berdasarkan perhitungan menggunakan rumus Sturgess didapatkan hasil rata-rata (Mean) untuk variabel penelitian adalah 2,5. Dimana angka tersebut menunjukkan bahwa tingkat risiko penularan Covid-19 di Pasar Bangsri termasuk dalam kategori Tinggi. Kesimpulan: Tingginya risiko penularan Covid-19 di Pasar Bangsri dipengaruhi oleh banyaknya variabel yang diteliti memiliki tingkat risiko penularan yang tinggi. Sehingga mempengaruhi hasil dalam penelitian tersebut.
Kondisi Lingkungan Fisik Rumah dengan Kejadian Transmisi Tuberkulosis Satu Rumah di Kota Semarang Mubarok, M. Nur Alvin; Siwiendrayanti, Arum
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 1 No 3 (2021): Supplement Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v1i3.48078

Abstract

Succes Rate Kota Semarang selama kurun waktu 5 tahun terakhir tidak pernah mencapai target nasional sebesar 90%, pada tahun 2018 hanya mencapai 74,7% dan tertinggi pada tahun 2016 sebesar 86%, maka penyakit tuberkulosis telah ditetapkan untuk menjadi tujuan dan sasaran yang akan dicapai oleh Dinas Kesehatan sampai pada akhir tahun 2021. Kondisilingkungan fisik rumah merupakan salah satu faktor risiko terhadap kejadian transmisi tuberkulosis satu rumah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kondisi lingkungan fisik rumah dengan kejadian transmisi tuberkulosis satu rumah di Kota Semarang.
Analisis Aspek Makanan, Vektor, dan CTPS pada Kejadian Diare Balita di Wilayah ODF Maulidah, Inda Zumalat Dawil; Siwiendrayanti, Arum
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 2 No 3 (2022): Special Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v2i3.56403

Abstract

Latar Belakang: Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus tahun 2020 melaporkan bahwa kasus diare masih menjadi penyebab utama kematian post neonatal dan anak balita di Kabupaten Kudus dengan kasus tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Gondosari sebesar 22,9% meskipun Kabupaten Kudus telah resmi menjadi Kabupaten Open Defecation Free (ODF). Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor kejadian diare pada balita pasca deklarasi ODF di wilayah kerja Puskesmas Gondosari Kabupaten Kudus. Metode: Jenis penelitian merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebesar 71 sampel dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuisioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji statistik Chi Square dan Fisher. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (RP=7,2 dan p=0,000), Pengelolaan Makanan Rumah Tangga (RP=1,5 dan p=0,399), Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (RP=2,2 dan p=0,045), perlindungan makanan dari vektor penyakit (RP=1,1 dan p=1,000), dan kepadatan lalat (RP=2,6 dan p=0,015). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara perilaku CTPS, PSRT, dan kepadatan lalat dengan kejadian diare pada balita pasca deklarasi ODF di wilayah kerja Puskesmas Gondosari. Sementara tidak terdapat hubungan antara PMRT dan perlindungan makanan dari vektor penyakit dengan kejadian diare pada balita pasca deklarasi ODF di wilayah kerja Puskesmas Gondosari.
Penerapan Higiene Sanitasi Makanan pada Rumah Makan di Tempat Wisata Rahmawati, Kurnia; Siwiendrayanti, Arum
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 3 No 3 (2023): Special Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v3i3.59845

Abstract

Background: According to Kendal Regency health profile data in 2018, the number of Food Processing Places (TPM) examined as many as 2,538 places, and 63.40% who have met the health requirements. The purpose of this study was to determine the factors associated with the application of food sanitation hygiene in restaurants in Ngebum Beach, Kaliwungu District, Kendal Regency. Methods: This research is an observational study with a cross-sectional approach. The data collection technique was carried out by observing and interviewing 30 samples of food handlers at Ngebum Beach. Sampling was done by total sampling technique, then the data were analyzed by univariate and bivariate. Furthermore, the data is presented in tabular form and concluded. Results: There is a relationship between the attitudes of food handlers (p-value = 0.003), and participation in training (p-value = 0.033) with the application of food sanitation hygiene. And there is no relationship between the level of knowledge ( p value = 0,04), number of visitors (p-value = 0.328) and years of service (p-value = 1,000) with the application of food sanitation hygiene. Conclusion: To increase supervision and guidance both by restaurant owners, health centers, and local related agencies.
Studi Komparasi Jumlah Kasus Stunting Berdasarkan Status Penerapan STBM Fatimah, Siti; Siwiendrayanti, Arum
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 3 No 3 (2023): Special Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v3i3.60528

Abstract

Background: Poor sanitation conditions have a negative impact on many aspects of life, such as decreasing of environmental quality, polluted drinking water sources and the emergence of diseases such as stunting nutrition problems. The purpose of this study was to determine the comparative difference in the number of stunting cases based on the status of the implementation of Community-Led Total Sanitation in Tegal Regency. Methods: This type of research uses a quantitative approach with a comparative method. The research subjects were 212 villages in Tegal Regency. Research variables include the status of CLTS implementation, access to sanitation and access to clean water. The instruments used are secondary data recapitulation forms and computers. The sampling technique used simple random sampling. Data were analyzed using the Mann Whitney test with = 0.05. Results: The average number of stunting cases is 67.85 cases based on STBM application status, 93.50 cases based on access to sanitation, and 83.43 cases based on access to clean water. Conclusion: There is a significant difference between the status of CLTS implementation (p=0.000), access to sanitation (p=0.000), access to clean water (p=0.000) and the number of stunting cases.
Faktor yang Berhubungan dengan Kepadatan Jentik Aedes Aegypti Iriani, Agnes Intan; Siwiendrayanti, Arum
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 3 No 3 (2023): Special Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v3i3.62047

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a health problem that has the potential to spread disease. Based on data from the Semarang City Health Office, it has been found that the number of DHF cases in the Tembalang Sub-district Elementary School Area with an age group <15 years is 22 cases in 2021, and 28 cases in July 2022. The purpose of this study was to determine the factors associated with larval density. Aedes aegypti in Elementary Schools Tembalang Sub-District, Semarang City. Methods: This type of research is analytic observational through a cross sectional approach. The research sample was 48 elementary schools with a total sampling technique. Research instrument using a questionnaire and observation sheet. Data were analyzed using the Chi-Square test. Results: Statistical tests showed that the variable color of the container (p=0.031), level of knowledge of cleaning staff (p=0.007), type of container (p=0.683), and population density (p=0.765). Conclusion: This study shows that there is a relationship between the color of the container and the level of knowledge of the cleaning staff, and there is no relationship between the type of container and population density and the density of Aedes aegypti larvae in Elementary Schools Tembalang Sub-District, Semarang City.
HUBUNGAN CUCI TANGAN, TEMPAT SAMPAH, KEPEMILIKAN SPAL, SANITASI MAKANAN DENGAN DEMAM 34 TIFOID Maghfiroh, Aziz Etikawati; Siwiendrayanti, Arum
Pena Medika Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2016): PENA MEDIKA JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v6i1.376

Abstract

Latar Belakang. Demam  Tifoid  adalah  penyakit  yang  disebabkan  oleh  infeksi bakteri  Salmonella typhi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Praktik Cuci Tangan, Kondisi Tempat Pembuangan Sampah, Kepemilikan Saluran Pembuangan Air Limbah, dan Sanitasi Makanan dengan Kejadian Demam Tifoid di Kelurahan Mlatibaru Kecamatan Semarang Timur. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kasus kontrol. Instrumen penelitian ini adalah Kuesioner dan lembar observasi. Data dianalisis dengan rumus uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara praktik cuci tangan sebelum makan (p=0,003), praktik cuci tangan setelah buang air besar (p=0,032), kondisi tempat pembuangan sampah (p=0,032), dan pengolahan makanan (p=0,001), dan tidak ada hubungan antara kepemilikan sarana pembuangan air limbah (p=0,752), pemilihan bahan makanan (p=0,639), penyimpanan bahan makanan (p=0,737), penyimpanan makanan masak (p=0,313), dan sanitasi dapur (p=0,584) dengan kejadian Demam Tifoid. Saran yang dapat diambil dari penelitian ini ialah masyarakat diharapkan meningkatkan praktik cuci tangan, kebersihan lingkungan dan sanitasi pengolahan makanan untuk mencegah Demam Tifoid.Kata Kunci: Cuci Tangan; Tempat Sampah; Sanitasi.