Claim Missing Document
Check
Articles

Utilization of Black Soldier Fly Larvae in Processing Expired Food Waste with Various Composition Yunita, Silma Maya; Siwiendrayanti, Arum; Nurjanah, Nurjanah
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 21, No 3 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v21i3.712-721

Abstract

The study aimed to evaluate the effectiveness of Black Soldier Fly (BSF) larvae in processing expired food waste with different compositions, including expired instant noodles, bread, and milk, compared to a cassava pulp control. A true experimental design using a Posttest Only Control Group and Complete Random Design  was employed. Over 15 days, temperature, pH, moisture, and waste reduction were measured. The results indicated that BSF larvae were most effective in reducing waste when fed expired instant noodles, with a Waste Reduction Index (WRI) of 5.68%, followed by bread (5.61%) and milk (5.47%). The lowest WRI was observed in the cassava pulp control group (5.28%). Statistical analysis using One Way ANOVA showed significant differences in WRI values among the waste compositions, confirming that BSF larvae efficiently reduce organic waste, particularly expired food, offering a sustainable solution for waste management.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN FREKUENSI TERJADINYA ISPA PADA PEDAGANG KAKI LIMA DI PASAR PROJO AMBARAWA Inayah, Ashri; Siwiendrayanti, Arum
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i1.1924

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit menular yang berasal dari saluran pernapasan atas atau bawah yang dapat menimbulkan berbagai spektrum penyakit mulai dari yang teringan hingga penyakit yang parah dan mematikan, tergantung pada patogen penyebabnya, faktor penjamu dan faktor lingkungan. Berdasarkan kunjungan pasien di Balkesmas Wilayah Ambarawa Tahun 2024 pada Triwulan 2, ISPA masuk ke dalam 10 besar penyakit dengan jumlah kunjungan sebanyak 483 kasus. Di samping itu, Kecamatan Ambarawa memiliki pasar dengan banyak pedagang yang berjualan di pinggir jalan, sehingga konsentrasi zat pencemar yang ada di udara dapat menimbulkan isiko kesehatan pada pedagang tersebut, salah satunya adalah ISPA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan frekuensi terjadinya ISPA pada pedagang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian kausal komparatif dan studi penelitian Cross-sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 43 responden dengan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan wawancara dan observasi dengan menggunakan jenis instrument lembar kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah uji Chi-square. Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia (p-value=0,048), pendidikan (p-value=0,015), masa berjualan (p-value=0,016), sumber polutan (p-value=0,033), dan penggunaan masker (p-value=0,021) dengan frekuensi ISPA pada pedagang pinggir jalan. Sedangkan riwayat penyakit (p-value=1,00) menunjukkan tidak ada hubungan dengan frekuensi ISPA pada pedagang pinggir jalan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara usia, pendidikan, masa berjualan, sumber polutan, dan penggunaan masker dengan frekuensi terjadinya ISPA. Sedangkan tidak ada hubungan antara riwayat penyakit dengan frekuensi terjadinya ISPA.
Biosand Filter Sebagai Upaya Konservasi Air Bersih di Kelurahan Sekaran Kota Semarang Wijayanti, Yuni; Siwiendrayanti, Arum; Pawenang, Eram Tunggul; Kusumaningtyas, Diyan Argani; Windraswara, Rudatin
Patria : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2: September 2025
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/patria.v7i2.13707

Abstract

Kualitas air bersih masih menjadi tantangan di RT 07 RW 05 Kelurahan Sekaran Kota Semarang. Kondisi air yang keruh dengan kandungan besi (Fe) yang tinggi menjadi masalah utama. Situasi ini berpotensi menimbulkan masalah kesehatan seperti disentri, iritasi kulit, penyumbatan pembuluh darah dan gangguan ginjal. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan masyarakat dalam meningkatkan kualitas air bersih melalui aplikasi biosand filter (BSF) sekaligus mendorong upaya konservasi air. Metode pelaksanaan menggunakan ceramah dan praktik langsung dengan pendekatan berbasis lingkungan dan sosial yang melibatkan 27 warga sebagai peserta aktif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta. Rata-rata nilai pre-test sebesar 60,19 meningkat menjadi 79,26 pada post-test. Uji t berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test (p=0,000; t = -7,597). Pemasangan alat BSF di tempat penampungan air Masjid Al-Barokah dan pelatihan pembuatan BSF sederhana berhasil mendorong partisipasi aktif warga dalam konservasi air bersih.
ANALISIS RISIKO PENULARAN DBD BERDASARKAN LINGKUNGAN FISIK, PERILAKU MENGURAS TPA, DAN HOUSE INDEX DI KELURAHAN TANJUNG MAS Mardiyanti, Dinna; Siwiendrayanti, Arum
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23644

Abstract

Demam Berdarah Dengue masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Pada bulan Januari-September 2022 Kelurahan Tanjung Mas tercatat memiliki kasus DBD tertinggi sebanyak 21 kasus di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran risiko penularan DBD berdasarkan lingkungan fisik, perilaku menguras TPA, dan house index di RW 05 Kelurahan Tanjung Mas. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah warga RW 05 Kelurahan Tanjung Mas berjumlah 873 KK dengan jumlah sampel 96 KK. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, kuesioner, thermohygrometer, senter, dan walking measure. Analisa data menggunakan analisis univariat dengan menyajikan tabel distribusi frekuensi dan kategori risiko. Hasil penelitian ini diperoleh variabel lingkungan fisik yang berkategori berisiko penularan DBD adalah variabel keberadaan kawat kasa dengan  responden yang tidak memilki kawat kasa pada ventilasi rumahnya sebanyak (74,0%) dan variabel keberadaan TPA terbuka dengan responden yang memiliki TPA terbuka sebanyak (71,9%). Perilaku menguras TPA dikategorikan berisiko penularan DBD karena mayoritas responden menerapkan perilaku menguras TPA <1 kali/minggu (71,9%),  house index (HI) dikategorikan berisiko penularan DBD karena nilai HI di RW 05 Kelurahan Tanjung Mas ?5%, dan jarak rumah antar penderita lain terdekat dikategorikan berisiko penularan DBD karena jarak rumah antar penderita di RW 05 Kelurahan Tanjung Mas seluruhnya masih dalam jangkauan jarak terbang nyamuk Aedes sp ?100 meter. Berdasarkan penelitian ini diharapkan dapat memberikan perhatian khusus pada variabel yang berisiko penularan DBD serta dapat dijadikan acuan untuk penelitian lebih lanjut.
Disaster Preparedness in Special Elementary Schools: An Analysis of Safety Education in Learning Materials Widowati, Evi; Wahyuningsih, Anik Setyo; Siwiendrayanti, Arum; Putri, Risa Anggita; Febriananda, Hanif Satria; Anisa, Aza Putri; Wahid, Ayu Fadilah; Subroto, Laura Marulia
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 41 No. 2 (2024): October 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/3gskgb23

Abstract

Safety is a human right, on the other hand, many schools in Indonesia are located in disaster-prone areas. Children are the most vulnerable group during disasters or emergencies, especially children with special needs, so the role of the government through schools is very important to protect them and provide them with basic skills to be able to survive in emergencies. The purpose of this study was to determine the description of the safety education content in teaching materials at Special Elementary Schools (SD LB) as an effort to improve the knowledge and abilities of children with special needs in dealing with emergencies. The research method used is descriptive qualitative. The unit of analysis in this study is all teaching materials at SD LB. Data collection techniques in this study were carried out by means of observation, document studies and semi-structured interviews with representatives of the principals of SD LB. Data analysis was carried out qualitatively and quantitatively to describe the percentage of the distribution of safety education content in teaching materials at SD LB. The results of this study show that the content of safety education for children is already included in the teaching materials for special education from grades 1 to 6 in special elementary schools for the blind, deaf, mentally retarded, physically disabled and autism.
Karakteristik Habitat Perkembangbiakan Nyamuk Anopheles SP di Dusun Babahan Umulia, Wahidatul; Siwiendrayanti, Arum
Jurnal sosial dan sains Vol. 4 No. 10 (2024): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v4i10.27105

Abstract

Latar Belakang: Malaria merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia. Dusun Babahan dinyatakan sebagai daerah dengan KLB (Kejadian Luar Biasa) malaria, setelah 25 warganya terkonfirmasi positif malaria pada bulan Agustus 2022. Berdasarkan data Penyelidikan Epidemiologi (PE), di Dusun Babahan terdapat 10 titik habitat perkembangbiakan nyamuk. Habitat tersebut memiliki karakteristik-karakteristik yang dapat menunjang kehidupan larva nyamuk Anopheles sp seperti suhu air, keberadaan sinar matahari, kedalaman air, kekeruhan, jenis aliran, pH air, keberadaan vegetasi air dan hewan air. Tujuan: Tujuan dari dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik habitat perkembangbiakan nyamuk Anopheles sp yang berada di Dusun Babahan untuk kemudian dibandingkan dengan kriteria perairan sebagai habitat vektor malaria berdasarkan literatur dari penelitian sebelumnya yang terkait. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan selama bulan September–Oktober 2022 di Dusun Babahan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik habitat perkembangbiakan nyamuk di Dusun Babahan, yaitu suhu air, kedalaman, kekeruhan, pH air, keberadaan vegetasi air memenuhi kriteria perairan yang dapat menjadi habitat vektor malaria. Kesimpulan: Perbedaan utama antara habitat perkembangbiakan nyamuk dengan larva Anopheles sp dan yang tanpa larva Anopheles sp adalah pada karakteristik fisik yaitu jenis aliran air.
TRAINING MANAJEMEN PENGELOLA AIR BERSIH MELALUI EDUKASI INOVATIF PADA DOKTER KECIL DI SDN 02 SEKARAN KOTA SEMARANG Pawenang, Eram Tunggul; wijayanti , Yuni; Siwiendrayanti, Arum; Apriyani , Weni; Setiawan, Reza Adi; Al Huda , Salma
Jurnal LINK Vol 21 No 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v21i2.14093

Abstract

Knowledge about clean water is crucial to instill in elementary school students from an early age. Elementary school students at Sekaran 02 Elementary School in Semarang City still lack understanding and knowledge about clean water and clean water management. There have been no outreach activities about clean water and clean water management at the school. The purpose of this community service activity is to improve elementary school students' understanding of clean water, as well as equip them with practical skills in managing and checking water quality simply. The solution offered by this community service activity is in the form of outreach about clean water and clean water management training. The methods used are lectures, demonstrations, and direct practice of clean water management. Instruments used include modules, leaflets, and short videos. The target and expected output is an increase in the knowledge and skills of students at Sekaran 02 Elementary School in Semarang City about clean water and how to manage clean water simply.