Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Potensi Penularan Tuberkulosis Paru di RW 10 Desa Kedung Waringin, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor Maharani, Annisa; Siwiendrayanti, Arum
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 5 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkm.v11i5.37692

Abstract

The Case Notification Rate at 2019 in Bogor Regency is 274 per 100,000 population. The Success Rate in 2019 was 89,29%, this figure was close to the target of 90%. The condition of the physical environment of the house is one of the factors that can cause the transmission of pulmonary tuberculosis. This objective is to analyze the potential for pulmonary tuberculosis transmission in RW 10 Kedung Waringin Village, Bojonggede District, Bogor Regency. This type of research is quantitative descriptive analytic research. The sampling technique uses accidental sampling. The number of samples is 100 houses. Data analysis in this study used univariate analysis techniques and potential analysis. The results of this study indicate that the most influential variables in the transmission of pulmonary tuberculosis in RW 10 Kedung Waringn Village are ventilation area, humidity, and lighting. Based on the calculation, the average result (mean) for the research variable is 2,5. Where this figure shows that the potential level of pulmonary tuberculosis transmission in RW 10 Kedung Waringin Village is included in the high category. The suggestions from this research are being able to improve the condition of the physical environment of the house so that it fits the criteria for a healthy house, increasing counseling efforts related to tuberculosis and healthy homes, and fostering the community to increase awareness of the surrounding environment if there are pulmonary tuberculosis sufferers.
Penerimaan Konsep Green Hospital di Rumah Sakit Pemerintah (Studi Kasus RSUD Tugurejo Provinsi Jawa Tengah) Nisa, Ghinan Khairun; Siwiendrayanti, Arum
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 6 No 4 (2022): October 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v6i4.56958

Abstract

Pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020 IR DBD wilayah kerja Puskesmas Kramat sebesar 59,1/100.000 penduduk berada di posisi tertinggi di Kabupaten Tegal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan keaktifan kunjungan Jumantik dan pengendalian vektor dengan kejadian DBD. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2022. Jenis penelitian yang dipakai ialah analitik observasional dengan rancangan case control. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel 31 kasus dan 31 kontrol. Analisis data menggunakan uji Chi-Square, didapatkan hasil kebiasaan menguras TPA (p-value=1,000), kebiasaan menutup TPA (p-value=0,401), kebiasaan mendaur ulang/menyingkirkan barang bekas (p-value=0,038), kebiasaan menggantung pakaian (p-value=0,028), kebiasaan menggunakan lotion anti nyamuk (p-value=0,010), pemeliharaan ikan pemakan jentik (p-value=1,000), kebiasaan menggunakan kelambu (p-value=0,780), keaktifan kunjungan Jumantik (p-value=1,000), dan pemasangan kawat kasa (p-value=0,042). Simpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara kebiasaan mendaur ulang/menyingkirkan barang bekas, kebiasaan menggantung pakaian, kebiasaan menggunakan lotion anti nyamuk, dan pemasangan kawat kasa dengan kejadian DBD.
Fasilitas Sanitasi Lingkungan dan Penerapan Protokol Kesehatan COVID-19 pada Sekolah Dasar Ulya, Chofifatul; Siwiendrayanti, Arum
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 1 (2023): January 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i1.60888

Abstract

COVID-19 di Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang pada 25 November 2021 sebanyak 482 kasus dengan 33 kasus kematian. Pemberlakuan kembali pembelajaran tatap muka menyebabkan kasus COVID-19 meningkat dan menimbulkan klaster baru yaitu klaster sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran kondisi fasilitas sanitasi lingkungan dan penerapan protokol kesehatan COVID-19 pada sekolah dasar di Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang. Jenis penelitian adalah observasional dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan bulan Mei-Juni 2022. Jumlah sampel sebanyak 35 sekolah dasar yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi. Data dianalisis secara univariat menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang tidak memenuhi syarat yaitu kondisi sarana air bersih (17,1%), kondisi toilet (88,6%), kondisi saluran pembuangan air limbah (85,7%), kondisi sarana pembuangan sampah (88,6%), kondisi sarana cuci tangan (100%), dan penerapan protokol kesehatan (100%). Sekolah dasar harus memiliki fasilitas sanitasi lingkungan sesuai syarat kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran COVID-19 di sekolah.
Hubungan antara Higiene dan Sanitasi Sentra Pangan Jajanan dengan Keberadaan Bakteri Eschericia coli Sadomo, Resafina Melinda; Siwiendrayanti, Arum
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 1 (2023): January 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i1.63213

Abstract

Hasil laporan pemeriksaan mikrobiologi yang dilakukan oleh Puskesmas Genuk Kota Semarang diperoleh bahwa 10% sampel pangan yang diuji pada 30 sentra pangan jajanan/kantin positif bakteri Escherichia coli (E. coli). Adanya E. coli dalam pangan menunjukkan praktik higiene dan sanitasi yang buruk. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh gambaran terkait higiene dan sanitasi sentra pangan jajanan/kantin dan hubungannya dengan keberadaan bakteri E. coli di instansi pendidikan di wilayah kerja Puskesmas Genuk Kota Semarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Genuk yang dilaksanakan pada bulan September 2022 pada sentra pangan jajanan/kantin di institusi pendidikan. Jumlah sampel adalah 30 diambil dengan teknik total sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara sanitasi bangunan dan fasilitas sanitasi dengan keberadaan bakteri E. coli (p=1.0) dan ada hubungan antara sanitasi peralatan (p=0.014), higiene penjamah (p=0.021) dan higiene pangan (p=0.005) dengan keberadaan bakteri E. coli. Seluruh kantin perlu meningkatkan higiene dan sanitasi sebagai upaya pencegahan kontaminasi bakteri E. coli.
Analisis Parameter Kunci Kualitas Air Sungai Kaligarang Menggunakan Metode Water Pollution Index Rahmawati, Shanti Dwi; Siwiendrayanti, Arum
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i2.64299

Abstract

Abstrak Sungai Kaligarang merupakan salah satu sungai terbesar yang melintasi Kota Semarang dan masuk kelas I, sebagai sumber baku air minum. Industri di DAS Kaligarang berpotensi mencemari dan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, sehingga analisis kualitas air Sungai Kaligarang penting dilakukan. Tujuan penulisan artikel untuk mengetahui status kualitas air Sungai Kaligarang menggunakan indeks pencemaran air dan memilih parameter kunci dengan analisis diskriminan. Jenis penelitian ini studi observasional dengan rancangan deskriptif retrospektif untuk mengetahui kualitas air Sungai Kaligarang secara time series, dari 2018- 2021, periode musim penghujan. Penelitian menggunakan data sekunder dari DLHK Provinsi Jawa Tengah dengan variabel 14 parameter kualitas air. Analisis data dengan menghitung IPj dan Uji diskriminan. Pengolahan dan analisis data menggunakan program excel dan SPSS. Hasil penelitian status mutu Sungai Kaligarang selama 2018-2021 untuk periode musim penghujan menunjukkan tercemar ringan hingga sedang. Terdapat tiga parameter kunci kualitas air Sungai Kaligarang yaitu TDS, COD dan Nitrat. Penelitian ini dapat membantu pemerintah dalam membuat kebijakan pengelolaan Sungai Kaligarang dan adanya parameter kunci akan memudahkan pemantauan kualitas Sungai Kaligarang karena menghemat biaya dan waktu pemantuan. Abstract The Kaligarang River is one of the largest rivers that crosses the city of Semarang and is included in class I, as a source of drinking water. Industries in the drainage basin of Kaligarang potentially pollute and cause various health problems, so the analysis of the water quality of Kaligarang River is crucial. The article aims to analyze the status of water quality using a water pollution index and to select key water quality parameters using discriminant analysis. This type of research is an observational study with a retrospective descriptive design to determine the water quality of the Kaligarang River in a time series, from 2018-2021, the rainy season period. This study uses secondary data from DLHK Central Java Province with 14 water quality parameters as a variable. Data were analyzed by calculating IPj and discriminant test. Processing and analysis of data using excel and SPSS programs. The results of the study show the quality status of the Kaligarang River during 2018-2021 for the rainy season period with mild to moderate pollution. There are three key parameters of Kaligarang River water quality are TDS, COD and Nitrate. This research can assist the government in making policies for the management of the Kaligarang River and the existence of key parameters will facilitate monitoring of the quality of the Kaligarang River because it saves monitoring costs and time.
Kondisi Sanitasi Dasar dengan Kejadian Diare Fauziyah, Zidni; Siwiendrayanti, Arum
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 3 (2023): July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i3.65317

Abstract

Abstrak Kabupaten Demak menempati urutan kedua sebagai daerah dengan prevalensi diare tertinggi di Jawa Tengah, yaitu sebesar 11,69%. Desa Tridonorejo menjadi desa dengan kasus diare terbanyak di wilayah kerja Puskesmas Bonang 1 dengan 2,18% kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi sanitasi dasar dengan kejadian diare di Desa Tridonorejo Kabupaten Demak. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan September - Oktober 2022. Jumlah sampel sebanyak 96 yang diambil dengan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Hasil analisis menggunakan uji chi-square dan uji fisher menunjukkan nilai p-value kondisi jamban (p=0,008; PR=4,5; CI 95%=1,573-12,913), kondisi sarana air bersih (p=0,081; PR=2,9; CI 95%=1,010-8,325), kondisi sarana pembuangan sampah (p=0,175; PR=2,60; CI 95%=0,776-9,065), dan kondisi saluran pembuangan air limbah (p=0,039; PR=3,7; CI 95%=1,159-11,937). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kondisi jamban dan saluran pembuangan air limbah terhadap kejadian diare di Desa Tridonorejo. Abstract Demak Regency ranks second as the area with the highest prevalence of diarrhea in Central Java, which is 11.69%. Tridonorejo Village is the village with the most diarrhea cases in the working area of ​​the Bonang 1 Health Center with 2,18% cases. This study aims to determine the relationship between basic sanitation conditions and the incidence of diarrhea in Tridonorejo Village, Demak Regency. The type of this research is observational analytic with cross sectional design. The research was conducted in September - October 2022. A total of 96 samples were taken using proportional random sampling technique.The data were collected using questionnaires and observation sheets. Analysis results using chi-square and fisher test showed p-value of the latrine conditions (p=0,008; PR= 4,5; CI 95%=1,573-12,913), clean water (p=0,081; PR=2,9; CI 95%=1,010-8,325), garbage disposal (p=0,175; PR=2,60; CI 95%=0,776-9,065), and wastewater disposal (p=0,039; PR=3,7; CI 95%=1,159-11,937). It can be concluded that there is a relationship between latrine and wastewater disposal conditions on the incidence of diarrhea in Tridonorejo Village.diarrhea, basic sanitation
Hubungan Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dengan Kejadian Diare Karantika, Agyta; Siwiendrayanti, Arum
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i1.67520

Abstract

Abstrak Desa Gebang merupakan desa yang telah terdeklarasi sebagai Desa ODF dalam program Sanitasi total berbasis masyarakat. Program ini untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat, mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan, meningkatkan akses sanitasi. Outcome dari program ini adalah penurunan penyakit diare. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pilar sanitasi total berbasis masyarakat dengan kejadian diare di Desa Gebang. Metode penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian 1.526 KK dan 63 sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proporsional Random Sampling menggunakan kuesioner dan lembar observasional. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan cuci tangan pakai sabun (0,034), dan pengelolaan air minum dan makanan (0,014) dengan kejadian diare. Variabel yang tidak berhubungan adalah pengelolaan sampah (0,678) dan pengelolaan limbah cair (0,057). Abstract Gebang Village is a village that has been declared an ODF Village in the community-based total sanitation program. This program is aimed at cultivating clean and healthy living habits, preventing the spread of environment-based diseases, increasing access to sanitation. The outcome of this program is a reduction in diarrheal diseases. This study aimed to determine the relationship between the pillars of community-based total sanitation and the incidence of diarrhea in Gebang Village. This research method uses analytic observational with a cross-sectional approach. The study population was 1,526 families and 63 samples. The sampling technique used proporsional random sampling using questionnaires and observational sheets. Data analysis used the chi-square test. The results showed that there was a relationship between washing hands with soap (0.034), and management of drinking water and food (0.014) with the incidence of diarrhea. Variables that are not related are waste management (0.678) and liquid waste management (0.057).
Higiene dan Sanitasi dengan Total Bakteri Coliform pada Depot Air Minum Pertiwi, Linanda Amalia; Siwiendrayanti, Arum
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 4 (2023): October 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penggunaan air isi ulang di Kabupaten Cilacap meningkat dari 23,35% pada tahun 2019 menjadi 26,71% pada tahun 2020. Tidak semua air minum isi ulang terjamin kualitasnya. Kualitas mikrobiologi air yang buruk menjadi salah satu penyebab penyakit diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan higiene dan sanitasi dengan total bakteri coliform pada depot air minum di wilayah kerja Puskesmas Cilacap Tengah I. Jenis penelitian yaitu observasional analitik dengan rancangan cross sectional menggunakan data sekunder hasil Inspeksi Kesehatan Lingkungan dan hasil laboratorium bulan September 2021 hingga bulan Desember 2022. Sampel penelitian sebanyak 25 depot, diambil dengan purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji fisher exact test. Hasil analisis bivariat menunjukkan variabel lokasi (p=0,038) dan peralatan (p=0,004) berhubungan dengan total bakteri coliform. Variabel bangunan dan fasilitasnya (p=0,091), dan higiene penjamah (p=0,200) tidak berhubungan dengan total bakteri coliform. Simpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara lokasi dan peralatan dengan total bakteri coliform, serta tidak terdapat hubungan antara bangunan dan fasilitasnya, dan higiene penjamah dengan total bakteri coliform. Abstract Refilled water usage in Cilacap Regency has increased from 23,35% in 2019 to 26,71% in 2020. Not every refilled water is guaranteed in quality. Bad water microbiology becomes a cause of diarrhea. This research aims to discover the relationship between hygiene and sanitation and the total amount of coliform bacteria at drinking water depots in Puskesmas Cilacap Tengah I work areas. This study is observational analytical with a cross-sectional design using secondary data from Environmental Health Inspection Report and laboratory results from September 2021 to December 2022. Samples include 25 depots taken with purposive sampling. Univariate and bivariate data analyses are performed using Fisher’s exact test. Bivariate analysis indicates that location (p=0,038) and instruments (p=0,004) are related to the total coliform bacteria. Building and facilities (p=0,091), and handler’s hygiene (p=0,200), and are unrelated to the total coliform bacteria. This research concludes that location and instruments are related to the total coliform bacteria and that building and facilities, and handler’s hygiene are unrelated to the total coliform bacteria.
Analisis Spasial Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Faktor Lingkungan dan Angka Bebas Jentik Khakim, Lukmanul; Siwiendrayanti, Arum
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i2.73039

Abstract

Kasus DBD di Kabupaten Brebes mengalami fluktuasi yang signifikan selama tahun 2020 – 2022, dengan tahun 2022 menjadi periode kasus tertinggi, yaitu sebanyak 348 kasus. Langkah awal dalam penyusunan strategi pemberantasan DBD adalah dengan melakukan analisis spasial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dari hasil analisis spasial kejadian DBD ditinjau dari faktor lingkungan dan angka bebas jentik di Kabupaten Brebes. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), dengan fokus penelitian meliputi ketinggian tempat, curah hujan, kelembaban udara, angka bebas jentik, dan kejadian DBD. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Brebes pada bulan Februari s.d. Mei 2023. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat, dan analisis spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian wilayah, kelembaban udara, dan angka bebas jentik berkontribusi dalam persebaran kejadian DBD di Kabupaten Brebes tahun 2020 – 2022. Sedangkan curah hujan tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Pola spasial menunjukkan bahwa kejadian DBD lebih banyak terjadi di kecamatan-kecamatan dengan ketinggian wilayah kategori sedang, kelembaban udara optimal, dan angka bebas jentik yang rendah. DHF cases in Brebes Regency experienced significant fluctuations during the years 2020 to 2022, with 2022 being the highest period of cases, totaling 348 cases. The initial step in formulating a DHF eradication strategy was to conduct spatial analysis. This research aimed to provide an overview of the results of spatial analysis of DHF occurrences concerning environmental factors and larvae absence index in Brebes Regency. This was a quantitative descriptive study based on Geographic Information Systems (GIS), with the research focus encompassing elevation, rainfall, humidity, larvae absence index, and DHF occurrences. The research was conducted in Brebes Regency from February to May 2023. Data analysis employed univariate, bivariate, and spatial analyses. The research results indicated that the elevation of the area, air humidity, and larval indices contributed to the distribution of DHF occurrences in Brebes Regency from 2020 to 2022. Meanwhile, rainfall did not have a significant influence. Spatial patterns revealed that DHF occurrences were more prevalent in sub-districts with moderate elevations, optimal humidity, and low larvae absence index.
Effectiveness and Efficiency of Waste Banks in Ambarawa District Semarang Regency in 2023 Ariyadi, Dony; Siwiendrayanti, Arum
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 21, No 3 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v21i3.793-801

Abstract

Ambarawa District, which is one of the districts with the highest density in Semarang Regency, experiences waste problems. Based on the official website of the Semarang Regency Environmental Agency, there are 10 active waste banks spread throughout Ambarawa District, including Acil, Rengas Asri, Mawar Asri, Mukti Bareng, Tegal Asri, Projo, Sari Asri, Tanjung Asri, Bina Lingkungan, and Bina Mandiri. The type of research used in this study was a case study based on quantitative data with a descriptive approach. Data analysis in this study uses the calculation of the Overall Equipment Effectiveness (OEE) equation and elasticity index. Based on the results obtained, 10 waste banks are located in Ambarawa District. The overall waste bank at OEE is less than 60%, and the elasticity index value is less than 1, which indicates that the effectiveness and efficiency of waste banks in Ambarawa District are low. In addition, the performance of waste banks in Ambarawa District is relatively low.