Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Patria Artha Journal of Community

Health Education, Resiko Pernikahan Dini Terhadap Stunting Di Lingkungan Songkolo Kelurahan Borongloe Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa Sainah, Sainah Iin; Sumaryanti, Sumaryanti; Jufri, Fitriana; Irmawati, Irmawati; Anissa, Fausiyah; Wahyuningsih, Wahyuningsih; Nurmiati, Nurmiati; Sofyan, Muhammad; Hendrianto, Hendrianto; Febrianti, Mifta
Patria Artha Journal of Community (PKM) Vol 3, No 2 (2023): Patria Artha Journal of Community
Publisher : Universitas Patria Artha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/pajoco.v3i2.781

Abstract

Pernikahan merupakan hal yang sudah lazim dijalani oleh setiap pasangan laki-laki dan wanita untuk itu di perlukan persiapan yang mantap baik secara fisik maupun psikis. Berdasarkan hasil kajian diperoleh bahwa jika menikah pada usia muda dan mengalami kesulitan dalam rumah tangganya, maka akan banyak memunculkan permasalahan seperti kekerasan dalam rumah tangga, kematian ibu dan bayi karena belium waktunya melahirkan, banyak bayi yang di buang karena belum siap menjadi seorang ayah maupun ibu, pertengkaran dalam rumah tangga dan masih banyak kasus lainnya.Tujuan orang tua mereka untuk membantu meringankan perekonomian keluarga daripada melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi. Ketiga, faktor hamil diluar nikah. Maksud keluarga yang menikahkan putranya yang sudah hamil ini agar masyarakat tidak mengetahui perbuatan tabu tersebut.Suatu permasalahan yang masih di temui di lingkungan songkolo Kabuapten Gowa, ialah kasus resiko pernikahan dini terhadap stunting oleh karena itu tim pengabdian masyarakat Bersama mahasiswa universitas patria artha makassar, Fakultas Kesehatan prodi keperawatan menganggap perlu adanya sosialisasi di lingkungan songkolo kabupaten gowa bahaya resiko pernikahan dini terhadap stunting.  Harapan dilaksanakannya kegiatan tersebut memberikan edukasi bahaya pernikahan dini yang dapat menimbulkan berbagai dampak negative salah satunya yaitu melahirkan bayi dengan resiko terkena stunting.Program pengabdian masyarakat berupa edukasi mengenai bahaya pernikahan dini di lingkungan songkolo Kabupaten Gowa dilaksanakan menggunakan metode sosialisasi. Secara umum Lingkungan Songkolo memiliki tingkat pengetahuan tentang pernikahan dini dengan kategori cukup. Edukasi pernikahan dini dalam upaya pencegahan stunting sehing ga pengetahuan di Lingkungan Songkolo semakin meningkat. Perlu adanya kegiatan pembinaan terkait peran serta masyarakat dalam edukasi pernikahan dini dan bidang kesehatan pada wanita yang belum berusia 21 tahun agar menunda kehamilannya. Selain itu adanya pemeriksaan rutin saat Ibu hamil pertama maupun hamil selanjutnya di posyandu atau ke tenaga kesehatan terdekat, selalu menjaga kebersihan hidup dan lingkungannya, selalu memperhatikan dan mengkonsumsi makanan bergizi agar stunting dapat di cegah semaksimal mungkin dalam masyarakatKata Kunci, Pernikahan, stunting, edukasi kesehatan,
Edukasi Mengenai PHBS, Gizi Pada Ibu Hamil Serta Gizi Pada Lansia Dalam Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Pada Masyarakat Desa Belabori, Kabupaten Gowa Sainah, Sainah Iin; Irmawati, Irmawati; Sofyan, Muhammad; Liliskarlina, Liliskarlina; Nursiah, Nursiah
Patria Artha Journal of Community (PKM) Vol 3, No 1 (2023): Patria Artha Journal of Community
Publisher : Universitas Patria Artha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/pajoco.v2i1.585

Abstract

Clean and Healthy Lifestyle Education aims to provide a better understanding and provide education related to the Clean and Healthy Lifestyle althy Lifestyle, nutrition for pregnant women and nutrition for the elderly to the community, especially the community in Belabori Village, Gowa Regency. Nutrition education for pregnant women aims to reduce health risks to the fetus and mother. Nutrition education for the elderly aims to increase the number of screenings and form a health intervention strategy through counseling, mentoring and mentoring, increasing the capacity of elderly cadres. The method used in this community service is in the form of theory-based education and practice of a cleanand healthy lifestyle (PHBS) as an effort to prevent and overcome health problems in three stages, namely the preparation stage, the implementation stage, and the evaluation stage. The targets of this community service implementation are the residents of Belabori Village, Gowa Regency. The results of this community service activity are that Belabori Village residents gain knowledge through the stheory and practice-based educational stage on how to apply PHBS (Clean and Healthy Lifestyle), Knowing Nutrition in pregnant women and nutrition in the elderly and applying how to wash hands properly and correctly. Activities carried out during community service are providing education about PHBS, nutrition for pregnant women and conducting leopold examinations for pregnant women and providing education about nutrition for the elderly and conducting tension in the Belabori Village community. From the results of this education, Belabori Village residents can practice a clean and healthy lifestyle such as how to wash hands properly and correctly, delivery assistance is assisted by health workers, babies are given exclusive breastfeeding, weigh babies every month, availability of clean water, eradicate larvae, use latrines. healthy people, not littering and implementing healthy living patterns and behaviors in the community by consuming healthy nutritious food, as well as routinely conducting health checks at the nearest Health Service Center. Keywords: Clean and Healthy Lifestyle, Public Health     
Pencegahan Penyakit Infeksi Menular Melalui Edukasi PHBS Pada Masyarakat RW.02 Jungge, Kelurahan Bontoparang, Kabupaten Gowa Sainah, Sainah; Hamdayani, Hamdayani; Sofyan, Muhammad; Hamunung, Fahrul
Patria Artha Journal of Community (PKM) Vol 2, No 2 (2022): Patria Artha Journal of Community
Publisher : Universitas Patria Artha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/pajoco.v2i2.632

Abstract

This service aims to provide education regarding how to prevent the emergence of infectious diseases by implementing PHBS cultural practices to the community of RW.02 Jungge. This service is carried out in the Bontoala neighborhood, Bontoparang Village, Gowa Regency. The author uses several stages in the process of service activities, including: the preparation stage, the implementation stage, and the evaluation stage. The service activity was carried out on March 9, 2022, by lecturers and students of the Faculty of Health, Patria Arta University.D uring the service process, the author found that in the preparation stage there were several gaps related to the social conditions of the RW.02 Jungge community such as social status, profession, age, educational background, economic, social, cultural, and health conditions that made the writer decide to use an educational approach. theory and practice to introduce about PHBS. Then in the second stage, namely implementation, the author and his friends did heart exercise, then continued with theoretical education regarding the importance of PHBS and how to apply PHBS using a persuasive approach, panel discussion and door to door methods. And in the third stage or evaluation stage, the writer together with other friends did a cross check by asking the RW residents one by one. 02 Jungge regarding the results and benefits of this service activity. The implementation of PKM was successfully carried out using an educational approach based on theory and practice, obtained by RW residents. O2 Jungge, Gowa Regency by knowing, understanding, and being able to prevent infectious infectious diseases by implementing PHBS.Keywords: Infectious infectious diseases, PHBS Education
Sosialisasi/ Penyuluhan tentang Bahaya Narkoba dan Obat-Obatan Terlarang Pada Peserta Didik SMP Negeri 15 Kota Makassar Sainah, Sainah Iin; Sofyan, Muhammad; Surmayanti, Surmayanti
Patria Artha Journal of Community (PKM) Vol 3, No 1 (2023): Patria Artha Journal of Community
Publisher : Universitas Patria Artha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/pajoco.v3i1.705

Abstract

Kegiatan sosialisasi/ penyuluhan Bahaya penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 15 Kota Makassar bertujuan  agar peserta dapat memahami dampak yang ditimbulkan dari penggunaan narkoba dan obat-obatan terlarang,  baik dampak secara fisik psikis maupun sosial ekonomi. Kegiatan sosialisasi/ penyuluhan  menggunakan metode partisipatif, ceramah dan diskusi. Kegiatan dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 17 Juni 2022 dengan jumlah peserta yang mengikuti kegiatan sosialisai terdiri dari 85 siswa/siswi SMP Negeri 15 Makassar yang berlokasi di Aula SMP Negeri 15  Kota Makassar. Untuk itu, melalui kegiatan sosialisasi / penyuluhan bahaya penggunaan narkoba dan obat- obatan terlarang  ini mampu meningkatkan pemahaman peserta didik SMP Negeri 15 Kota Makassar mengenai jenis-jenis narkotika, dampak dari penyalahgunaan narkoba dari aspek fisik, psikis, pendidikan, sosial dan ekonomi serta cara pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja. Kegiatan ini dapat membentengi generasi muda sebagai sebagai generasi penerus bangsa khususnya peserta didik di SMP Negeri 15 Kota Makassar dari bahaya penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang
Upaya Peningkatan Kesehatan Immunisasi Dasar Pada Bayi Dan Balita Melalui Posyandu Sainah, Sainah Iin; Sofyan, Muhammad; Rahman, Abdul
Patria Artha Journal of Community (PKM) Vol 4, No 2 (2024): Patria Artha Journal of Community
Publisher : Universitas Patria Artha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/pajoco.v4i2.907

Abstract

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu strategi utama dalam pelayanan kesehatan primer di Indonesia, yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak di tingkat komunitas. Posyandu menyediakan layanan berbasis masyarakat yang meliputi monitoring pertumbuhan anak, pelayanan imunisasi, penyuluhan kesehatan, dan pemeriksaan kesehatan rutin bagi ibu hamil dan balita. Pendekatan ini mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit dan perbaikan kesehatan secara menyeluruh. Meskipun telah memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan cakupan layanan kesehatan dasar, tantangan yang dihadapi oleh Posyandu termasuk keterbatasan sumber daya, koordinasi antarlembaga, dan peningkatan mutu layanan. Dengan memperkuat peran kader, meningkatkan fasilitas dan dukungan, serta melibatkan masyarakat secara aktif, Posyandu dapat menjadi lebih efektif dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan masyarakat di Indonesia.Imunisasi merupakan upaya memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah penyakit tertentu. Menurunnya kunjungan imunisasi bayi dan balita dapat mengakibatkan meningkatnya risiko terjangkit penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi sehingga dikhawatirkan terjadinya kejadian luar biasa. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu yang mempunyai bayi/balita di Perumahan Green Nurhidayat Romangpolong, Posyandu Flamboyan Samata Posyandu Flamboyan Wilayah Puskesmas Samata, Kecamatan  Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mengenai imunisasi dasar lengkap. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan menggunakan leaflet dan membagikannya sebagai media edukasi. Sebanyak 45 orang ibu bayi dan balita berhasil dijangkau. Sejumlah 45 leaflet berhasil dibagikan kepada ibu bayi dan balita sebagai media edukasi.
Edukasi Gizi Seimbang Untuk Pencegahan Stunting Pada Bayi dan Balita Sainah, Sainah; Sofyan, Muhammad; Maryam, Siti; Alyadiva, Larasati; Fariz, Uron
Patria Artha Journal of Community (PKM) Vol 5, No 1 (2025): Patria Artha Journal of Community
Publisher : Universitas Patria Artha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/pajoco.v5i1.931

Abstract

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu strategi utama dalam pelayanan kesehatan primer di Indonesia, yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak di tingkat komunitas. Masalah kesehatan terkait status gizi pada anak masih menjadi permasalahan di dunia, terutama di negara berkembang. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki masalah status gizi cukup tinggi. Upaya untuk meningkatkan status gizi harus dimulai sedini mungkin, tepatnya dimulai dari masa kehidupan janin. Di Indonesia upaya ini disebut dengan Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan disingkat dengan 1000 HPK. (Kementerian Kesehatan RI, 2018). Masa Bayi Balita adalah masa setelah dilahirkan sampai sebelum berumur 59 bulan, terdiri dari bayi baru lahir usia 0-28 hari, bayi usia 0-11 bulan dan anak balita usia 12 - 59 bulan. Kesehatan bayi dan balita sangat penting diperhatikan karena pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan fisik serta mentalnya sangat cepat. Upaya Kesehatan bayi dan balita meliputi tata laksana dan rujukan, gizi, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, imunisasi, rehabilitasi dan perawatan jangka panjang pada penyakit kronis/langka, pola asuh dan stimulasi perkembangan, serta penyediaan lingkungan yang sehat dan aman. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu dalam upaya meningkatkan status gizi kesehatan bayi dan balita serta ibu dapat memberikan pengasuhan yang baik dan tepat untuk proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Di Perumahan Green Nurhidayat Romangpolong, Posyandu Flamboyan Samata Posyandu Flamboyan Wilayah Puskesmas Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan secara langsung serta menggunakan leaflet sebagai media edukasi. Sebanyak 45 orang ibu bayi dan balita.
Edukasi Dan Pelatihan Mengelola Stress Dalam Pengasuhan Anak Sainah, Sainah; Irmawati, Irmawati; Sofyan, Muhammad
Patria Artha Journal of Community (PKM) Vol 5, No 2 (2025): Patria Artha Journal of Community
Publisher : Universitas Patria Artha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/pajoco.v5i2.982

Abstract

Parenting is a crucial responsibility for parents that often causes stress, especially for mothers who juggle multiple roles. Poorly managed parenting stress can negatively impact parents' mental health, parenting styles, and child development. Recognizing this issue, a team of midwifery/nursing lecturers and students conducted a community service activity targeting parents at the Flamboyan Integrated Health Post (Posyandu) in the Green Nurhidyat Housing Complex, within the Samata Community Health Center (Puskesmas) working area of Gowa Regency. The activity included counseling on parenting stress, training in simple relaxation techniques, group discussions to share experiences, and brief mentoring for participants in need. Additionally, modules and leaflets were distributed as educational resources for ongoing use. The results of the activity demonstrated an increase in participants' knowledge about the concept of parenting stress, skills in practicing relaxation techniques, and changes in attitudes toward greater patience and self-confidence. Participants also agreed to establish a communication forum to provide social support for the program's sustainability. Overall, this activity successfully increased parents' capacity to manage parenting stress and made a significant contribution to improving family well-being, while strengthening the role of higher education institutions in community empowerment.