Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Upaya Mengurangi Stres Akademik Mahasiswa Melalui Konseling Kelompok Teknik Problem Solving Nur Hikma; M Ahkam Alwi; Kartika Cahyaningrum; Dian Novita Siswanti; Muh Daud
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2026): MEI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i3.85924

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu mahasiswa tingkat akhir dalam mengurangi stres akademik melalui konseling kelompok dengan teknik problem solving. Sasaran kegiatan adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar yang sedang mengerjakan skripsi. Permasalahan utama yang dihadapi peserta meliputi kecemasan menghadapi bimbingan, kesulitan memulai penulisan, penundaan pengerjaan skripsi, kurang percaya diri, takut terhadap revisi, serta kesulitan mengatur waktu. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi masalah, pelaksanaan konseling kelompok, penerapan teknik problem solving, dan evaluasi hasil kegiatan. Dalam proses konseling kelompok, peserta diarahkan untuk mengenali sumber stres akademik, merumuskan masalah secara jelas, mencari alternatif solusi, menentukan strategi penyelesaian yang realistis, menyusun rencana tindakan, serta mengevaluasi perkembangan penyelesaian skripsi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan positif pada peserta, terutama dalam kemampuan memahami sumber stres, mengelola tekanan akademik, dan menyusun langkah penyelesaian masalah secara lebih sistematis. Dinamika kelompok juga memberikan dukungan sosial bagi peserta sehingga mereka merasa tidak sendiri dalam menghadapi hambatan penyusunan skripsi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa konseling kelompok dengan teknik problem solving dapat menjadi alternatif layanan pendampingan yang relevan bagi mahasiswa tingkat akhir. Intervensi ini tidak hanya membantu menurunkan stres akademik, tetapi juga meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi masalah akademik secara adaptif, terarah, dan produktif.
SEMINAR PENANGANAN KECEMASAN PADA LANSIA Dian Novita Siswanti; Muh. Daud; Muhrajan Piara; Rahmawati Syam; Nur Akmal
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 03 (2026): MEI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang sering dialami oleh lansia akibat berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang terjadi pada masa lanjut usia. Kurangnya literasi kesehatan mental menyebabkan banyak lansia belum mampu mengenali gejala kecemasan maupun strategi penanganannya secara tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam mengenali serta mengelola kecemasan melalui seminar edukatif. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2025 di Kota Makassar dengan peserta lansia dari berbagai latar belakang sosial. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan studi kasus. Evaluasi dilakukan melalui pemberian pretest dan posttest untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pengertian kecemasan, faktor penyebab, gejala, dampak, serta strategi penanganan kecemasan pada lansia. Diskusi kelompok dan studi kasus membantu peserta mengidentifikasi sumber kecemasan yang dialami serta mengembangkan strategi coping yang lebih adaptif. Selain itu, peserta memperoleh keterampilan praktis melalui latihan relaksasi sederhana untuk mengurangi kecemasan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa seminar edukatif merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan mental dan mendukung kesejahteraan psikologis lansia.
Dampak Perceraian Orang Tua terhadap Kondisi Psikologis Anak: Systematic Literature Review Sofa Aliyah Sita; St. Faza Yasyfa Jamal; Syakirah Ramadhani; Shabrina Nurul Wahidah Kosasih; Dian Novita Siswanti; Eka Sufartianinsih Jafar
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 1 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i1.1755

Abstract

Parental divorce is a growing social phenomenon that may significantly impact children's psychological conditions. This study aims to analyze the impact of parental divorce on children's psychological condition, the forms of psychological problems experienced, and the influencing factors. The method used was a systematic literature review (SLR) of 30 scientific articles published between 2016-2026, sourced from the Google Scholar database, and meeting inclusion criteria such as having a DOI and relevance to family psychology topics. The review results indicate that parental divorce has multidimensional impacts, including: (1) emotional dysregulation and affective disorders (profound grief, anxiety, anger, trauma, and psychosomatic symptoms), (2) social maladaptation and externalizing behaviors (withdrawal, aggression, egocentric attitudes, and difficulty building interpersonal relationships), (3) decreased cognitive function and academic achievement (attention disorders, reduced learning motivation, and risk of dropping out of school), and (4) impaired self-acceptance, identity, and psychological well-being. These impacts are not deterministic but are moderated by risk factors (prolonged parental conflict, economic constraints, unstable parenting) and protective factors (social support, consistent parental communication, counseling interventions, and forgiveness skills). In conclusion, children's psychological condition after divorce is the result of a complex interaction between risk and protective factors, thus holistic interventions based on family, school, and community are essential to build children's resilience.
Seksualitas pada Remaja dan Dewasa Muda Laki-Laki dengan Autism Spectrum Disorder: Systematic Literatur Review Toni Nugraha Jamaluddin HB; Haerani Nur; Dian Novita Siswanti
INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities Vol 6, No 1 (2026): INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities
Publisher : INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/.v6i1.86450

Abstract

Abstract. Sexuality in male adolescents with Autism Spectrum Disorder (ASD) is an important yet underexplored topic in educational and psychological literature. This study aims to synthesize empirical evidence regarding the profile of sexuality, factors influencing psychosexual development, and the effectiveness of sexuality education interventions among male adolescents and young adults with ASD aged 12–25 years. A Systematic Literature Review (SLR) guided by PRISMA 2020 was conducted through searches of PubMed, PsycINFO, ERIC, and Scopus databases using keywords related to ASD, sexuality, and male adolescents. Study quality was assessed using JBI Critical Appraisal Tools and synthesis was conducted through thematic synthesis. Of the 46 identified articles, 35 studies met the inclusion criteria after deduplication and screening. Results revealed three main findings: (1) male adolescents with ASD demonstrate comparable sexual interest to typically developing peers but more limited interpersonal sexual experience, alongside heightened vulnerability to sexual victimization; (2) social skills are the strongest predictor of positive psychosexual development, followed by parental involvement and cognitive factors; (3) Tackling Teenage Training (TTT) is the only program with Level I evidence (RCT) demonstrating significant improvement in psychosexual knowledge. It is concluded that evidence-based sexuality education initiated before puberty, characterized by concrete language, visual supports, repetition, and active parental involvement, constitutes an essential component of comprehensive ASD services.Keywords: Autism Spectrum Disorder, Male Adolescent Sexuality, Psychosexual Development, Sex Education