Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Nursing Science Update

PENGARUH EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura) TERHADAP DERAJAT ERITEMA PADA PROSES INFLAMASI MARMUT (Cavia porcellus) DENGAN LUKA BAKAR DERAJAT II DANGKAL Muhammad Rosyidul `Ibad; Tina Handayani Nasution; Sri Andarini
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.798 KB)

Abstract

Insiden luka bakar cukup tinggi di masyarakat, salah satu perawatan untuk luka bakar adalah penggunaan  cairan Normal Saline steril. Normal Saline adalah larutan fisiologis yang aman digunakan dalam kondisi apapun, mampu menyediakan lingkungan fisiologis bagi luka namun  tidak dapat melawan terjadinya infeksi.  Daun kersen (Muntingia calabura) diidentifikasi memiliki berbagai efek farmakologis, antara lain antiinflamasi dan antiseptik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh ekstrak daun kersen terhadap derajat eritema pada marmut (Cavia porcellus) dengan luka bakar derajat II dangkal. Penelitian ini merupakan penelitian murni dengan rancangan pretest and posttest control group design. Sampel terdiri dari 2 kelompok masing-masing 9 ekor marmut, yaitu kelompok kontrol Normal Saline steril (kelompok 1), ekstrak daun kersen (kelompok 2). Variabel yang diteliti adalah Derajat eritema Inflamasi. Uji statistik T-Test Independent menunjukkan hasil adanya pengaruh signifikan  p=0,002 (p<0,05) didalam penelitian ini kelompok dengan ekstrak daun kersen lebih cepat kemampuannya dalam menurunkan eritema daripada kelompok dengan Normal Saline. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dalam pemberian ekstrak daun kersen terhadap derajat eritema pada proses inflamasi pada luka bakar derajat II dangkal. Melalui penelitian ini maka ekstrak daun kersen dapat digunakan sebagai alternatif antiinflamasi yang diberikan secara topikal.   Kata kunci:      Ekstrak Daun Kersen, Derajat Eritema Inflamasi, Luka Bakar Derajat II Dangkal
FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP REALISASI TINDAKAN MEMBAWA PENDERITA STROKE KE UNIT GAWAT DARURAT (UGD) RUMAH SAKIT UMUM KARSA HUSADA BATU (RSKH) ( Pendekatan Behavioral System Model Dorothy E Johnson ) Sujud Priono; Sri Andarini; Heri Kristianto
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.938 KB)

Abstract

Stroke adalah salah satu kasus kegawatan karena berkurangnya dan atau berhentinya suplai darah ke otak secara tiba-tiba. Pertolongan terbaik bagi penderita stroke adalah segera membawa ke Rumah Sakit. Faktor-faktor yang mempengaruhi realisasi tindakan membawa penderita stroke ke Rumah Sakit antara lain adalah faktor belajar, pengalaman, dan dukungan sosial. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adakah pengaruh belajar, pengalaman, dan dukungan sosial terhadap realisasi tindakan membawa penderita stroke ke UGD RSKH. Sampel untuk penelitian ini sebesar 139 responden yang berasal dari keluarga atau orang lain dari penderita stroke yang mengetahui dan terlibat dalam realisasi tindakan membawa penderita stroke ke UGD RSKH. Pengumpulan data mengunakan kuesioner tentang faktor belajar, pengalaman dan dukungan sosial. Analisa hubungan diukur dengan korelasi spearman dengan signifikansi ᾳ = 0,05, analisa pengaruh menggunakan regresi logistik dengan nilai signifikansi ᾳ = 0,05. Hasil analisa menunjukkan ada pengaruh  signikan faktor belajar, pengalaman dan  dukungan sosial secara bersama-sama terhadap realisasi tindakan membawa penderita stroke ke UGD RSKH dengan nilai signikansi 0,000. Namun pada uji partial hanya faktor pengalaman yang tidak memberikan pengaruh secara signifikan karena nilai signifikansinya 0,065. Sedangkan belajar nilai signifikansinya 0,011 dan dukungan sosial 0,015. Kesimpulan dari penelitian ini faktor belajar dan faktor dukungan sosial berpengaruh terhadap realisasi tindakan membawa penderita stroke ke UGD RSKH, sedangkan faktor pengalaman tanpa di dukung oleh faktor belajar dan faktor dukungan sosial tidak berpengaruh  signifikan terhadap realisasi tindakan membawa penderita stroke ke UGD RSKH. Dari hasil penelitian ini disarankan RSKH  meningkatkan program kegiatan untuk lebih banyak melibatkan masyarakat serta menambah kesempatan belajar masyarakat tentang stroke. Kata kunci : stroke, faktor belajar, faktor pengalaman, faktor dukungan sosial