Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan dan Pendampingan Kelompok Wanita Tani Pucuk Merah Mengelola Limbah Kandang Ternak Sapi dan Ayam Petelur Menjadi Pupuk Organik di Desa Sukadana Bayan Lombok Utara NTB I Ketut Ngawit; Bambang Budi Santoso; Jayaputra; Irwan Muthahanas; Hery Haryanto
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v6i1.188

Abstract

Masalah yang dihadapi petani di Dusun Sukadana, Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Lombok Utara adalah pupuk langka dan harganya mahal. Usaha untuk mengatasi dampak fenomena kelangkaan pupuk adalah mengelola sumber bahan baku pupuk alternatif seperti kotoran hewan dan limbah kandang ternak menjadi pupuk organik. Sehubungan dengan masalah tersebut, maka dilaksanakan pelatihan dan pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani membuat pupuk organik dari bahah baku yang tersedia cukup berlimpah di sekitar mereka. Kegiatan dilaksanakan dengan metode tindak partisipatif selama 5 bulan, melalui beberapa tahap yaitu, identifikasi masalah, penentuan kelompok tani sasaran, pelaksanaan program, monitoring dan evaluasi. Pelaksanaan pelatihan dan pendampingan berjalan lancar dan sekses, terbukti dari tingginya partisipasi dan antusias petani peserta untuk memproduksi pupuk organik dan mengaplikasikan pada beberapa jenis tanaman. Aplikasi budidaya lorong (allay cropping) pada tanah tegakan kelapa dengan tanaman kacang tanah, bawang merah, kacang panjang dan jagung sebagai tanaman lorong yang diberi pupuk organik dosis 25 ton ha-1, mampu meningkatkan status kesuburan tanah dan hasil kelapa yang semula hanya 6.375 - 8.960 butir ha-1 tahun-1, menjadi 20.577 - 22.746 butir ha-1 tahun-1 dan frekuensi panen kelapa meningkat menjadi 7- 9 kali panen tahun-1. Disarankan dosis aplikasi pupuk organik dari hasil kegiatan ini 25 ton ha-1 dengan waktu aplikasi setelah pengolahan tanah.
PENINGKATKAN KETERAMPILAN MASYARAKAT DESA JERUK MANIS MELALUI PEMANFAATAN KULIT JERUK BALI MENJADI PRODUK MANISAN Imam Rozy Zarkasih, Muhammad; Resmayanti, Resmayanti; Handayani, Ridhatul; Septiandani, Risna Septiandani; Saputra, Irfan; Aini, Kuratun; Fikrina, Garin; Anisa Putri, Baiq; Ramadan, Galih; Asyari, Adam; Muthahanas, Irwan
Jurnal Wicara Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v3i1.6728

Abstract

Desa Jeruk Manis has great agrarian potential, especially in the Citrus maxima plantation sector. While its fruit pulp has high economic value, pomelo peels are often discarded as waste despite containing bioactive compounds such as flavonoids, antioxidants, and dietary fiber. Utilizing pomelo peels as the main ingredient for making candied products can provide economic and social benefits for the village community, particularly for micro, small, and medium enterprises (MSMEs). This program was implemented through training sessions for housewives and MSMEs in Desa Jeruk Manis, consisting of socialization and hands-on practice in making candied pomelo peels. The process involved several stages, including washing, soaking, boiling, and packaging. The results of this initiative showed that the training successfully enhanced the community’s skills in processing pomelo peels into high-value products. The resulting candied product demonstrated good sensory quality in terms of taste, texture, and shelf life, with significant potential to be developed as a village specialty product. Additionally, this program contributed to increasing household incomes and supported the circular economy concept by repurposing agricultural waste. Therefore, utilizing pomelo peels for candied production is expected to become a sustainable economic empowerment strategy in Desa Jeruk Manis and other areas with similar potential.
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Ubi Jalar Sambung Pucuk yang Ditanam pada Dua Sistem Tanam Supeno, Bambang; Ngawit, I Ketut; Haryanto, Hery; Muthahanas, Irwan; Jihadi, Amrul
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1565

Abstract

Penyambungan (grafting) tanaman merupakan salah satu cara meningkatkan hasil tanaman, sebagaimana pada tanaman ubi kayu sambung (muhibat). Beberapa hasil riset menunjukkan bahwa bertanam ubi jalar dalam karung mampu meningkatkan hasil. Bagaimana untuk ubi jalar sambung pucuk (Apical grafting) dengan dikombinasikan sistem tanam apakah mampu meningkatkan hasil, belum banyak informasinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat hasil ubi jalar sambung pucuk pada dua sistem tanam. Penelitian ini dilakukan dengan metode ekperimental dengan percobaan lapangan yang dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah sambung pucuk yang terdiri atas dua perlakuan, yaitu ubi jalar sambung pucuk kangkung hutan, Ipomoea fistulosa, (S1) dan non sambung (S0). Faktor kedua adalah sistem tanam terdiri dari dua perlakuan, yaitu sistem dalam Karung (K) dan sistem non karung atau bedengan (NK). Masing-masing perlakuan dikombinasikan sehingga diperoleh 4 kambinasi perlakuan dengan setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 6 kali. Secara keseluruhan diperoleh 24 unit perlakuan dan data dianalisis dengan analisi sidik ragam taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan hasil ubi jalar sambung pucuk menunjukkan perbedaan yang nyata dengan kontrol baik yang ditanam dalam karung maupun dalam bedengan. Berat Ubi jalar sambung pucuk yang ditanam dalam karung (594,43 g/batang) dan bedengan (582,33 g/batang) menunjukkan tidak berbeda yang nyata, Hasil ubi jalar tanpa sambung yang ditanam dalam karung (1.258,58 g/batang) dan bedengan (749,55 g/batang) menunjukkan hasil terbaik (sangat nyata).
APLIKASI PUPUK KOHE KAMBING YANG DIFERMENTASI DENGAN BIOAKTIVATOR Streptomyces sp. DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT BERCAK UNGU DAN MATI PUCUK PADA TANAMAN BAWANG PUTIH (Allium sativum L) Damayanti , Elsa; Haryanto, Hery; Muthahanas, Irwan
Journal of Microbiology, Biotechnology and Conservation Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Microbiology, Biotechnology and Conservation (jMBC)
Publisher : Master’s Program in Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jmbc.v1i2.6225

Abstract

This study aims to determine whether the application of fermented goat manure with Streptomyces sp. bioactivator can control purple blotch (Alternaria porri) and top dieback (Phytophthora porri) diseases in garlic plants (Allium sativum L). The research was conducted at the Microbiology Laboratory of the Faculty of Agriculture, University of Mataram, and on a farmer's paddy field located in Sembalun Bumbung Village, East Lombok Regency. The study was carried out from May to November 2024. The experimental design used in this study was a Completely Randomized Design (CRD) consisting of six treatments: P0 (no fertilizer), P1 (goat manure without bioactivator), P2 (goat manure + SH isolate), P3 (goat manure + BSi isolate), P4 (goat manure + BSc isolate), and P5 (goat manure + SH isolate + liquid SH). Each treatment was repeated six times, resulting in 36 experimental units/plots. The data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at a 5% significance level, followed by the Honest Significant Difference (HSD) test at a 5% significance level. The results showed that applying fermented goat manure with Streptomyces sp. bioactivator affected the growth of garlic plants but did not affect the yield of garlic plants (Allium sativum L). The treatment with goat manure + BSi isolate (P3) showed the highest value in plant growth, while the treatment with goat manure + SH isolate + liquid SH (P5) showed the highest yield. Meanwhile, the incidence of purple blotch disease was not affected by the application of fermented goat manure with Streptomyces sp., but it successfully reduced the incidence of top dieback disease in garlic plants.
POPULASI DAN INTENSITAS SERANGAN ULAT GRAYAK BAWANG MERAH (Spodoptera exigua) DI SENTRA PRODUKSI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Rini, Rini; Supeno, Bambang; Muthahanas, Irwan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi dan intensitas serangan ulat grayak bawang merah (Spodoptera exigua) di sentra produksi Kabupaten Lombok Timur. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2025 menggunakan metode deskriptif dengan tehnik survei lapangan . Pengambilan sampel dilakukan purposive sampling setiap petak, masing-masing dengan lima titik sampel (1 m2) secara diagonal. Hasil penelitian rata-rata populasi larva ulat grayak di sentra produksi diperoleh sebesar 0,271 larva/tanaman. Rata-rata intensitas serangan di keempat lokasi pengamatan masih termasuk dalam golongan intensitas serangan ringan , dengan rata-rata intensitas serangan hama Spodoptera exigua di sentra produksi diperoleh 2,14%.
IDENTIFIKASI KEBERADAAN CAPUNG PADA EKOSISTEM PERTANAMAN BAWANG MERAH DI SENTRA PRODUKSI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Husnah, Nur Jumratul; Supeno, Bambang; Muthahanas, Irwan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies capung (Odonata) pada ekosistem pertanaman bawang merah di Kabupaten Lombok Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan Teknik survei lapangan melalui pengamatan langsung di beberapa lokasi. Lokasi penelitian ditentukan secara pursposive sampling atas dasar luas lahan bawang merah terluas hingga terkecil. Lokasi tersebut adalah Desa Kerumut, Desa Teko, Desa Apitaik 1, dan Desa Apitaik 2. Pengambilan sampel menggunakan insect net dengan teknik ayunan ganda pada setiap petak (600 m2). Sampel capung yang terjaring dimasukkan dalam wadah yang telah diberi label lokasi untuk selanjutnya sebagai bahan identifikasi di Laboratorium. Hasil penelitian ditemukan ada tujuh spesies yang ada di ekosistem pertanaman bawang merah di sentra produksi Kabupaten Lombok Timur, yaitu lima spesies dari sub ordo Anisoptera famili Libellulidae diantaranya Crocothemis servilia, Pantala flavescens, Orthetrum sabina, Orthetrum testaceum, Diplacodes trivialis. Dua spesies lainnya dari sub ordo Zygoptera famili Coenagrionidae, diantaranya Agriocnemis femina, Ischnura senegalensis. Indeks keanekaragaman spesies capung di seluruh lokasi penelitian berada pada kategori sedang, dengan nilai berkisar antara 1,48–1,86. Lokasi dengan nilai keanekaragaman tertinggi adalah Desa Apitaik 1 (1,86), sedangkan yang terendah adalah Desa Teko (1,48). Spesies dengan kelimpahan relatif tertinggi adalah Orthetrum sabina, dan spesies dengan kelimpahan terendah adalah Diplacodes trivialis.
Ketahanan Beberapa Genotipe Kacang Tanah yang diberi Kalsium terhadap Infeksi Sclerotium rolfsii Sacc. Penyebab Penyakit Busuk Pangkal Batang Zahratul Aeni; A. Farid Hemon; Irwan Muthahanas
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7771

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan komoditas pangan bernilai ekonomi tinggi, namun produksinya mengalami penurunan sebesar 7,87% pada tahun 2023. Penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan oleh Sclerotium rolfsii menjadi salah satu faktor utama penurunan hasil kacang tanah karena mampu menginfeksi jaringan pangkal batang hingga menyebabkan nekrosis, kelayuan, dan kematian tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian kalsium (Ca) terhadap ketahanan beberapa genotipe kacang tanah terhadap infeksi S. rolfsii serta mengidentifikasi genotipe yang paling responsif terhadap perlakuan tersebut. Penelitian dilaksanakan pada Mei–September 2024 di Laboratorium Mikrobiologi dan plastik house Desa Sigerongan, Lombok Barat, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola petak terpisah (split plot) dengan tiga ulangan. Faktor utama adalah dosis kalsium karbonat (0 Kg/Ha dan 300 Kg/Ha), dan faktor anak petak terdiri atas 10 genotipe kacang tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketahanan genetik alami ditunjukkan oleh genotipe Domba dengan intensitas penyakit sebesar 60% dan kematian tanaman 0% baik pada perlakuan kalsium maupun tanpa pemberian kalsium. Genotipe Maluku menunjukkan intensitas penyakit paling rendah berturut turut dari 90% menjadi 60% dengan persentase tanaman mati 0% setelah pemberian kalsium. Pemberian kalsium pada genotipe Pelanduk menunjukkan interaksi terbaik terhadap hasil dengan peningkatan jumlah polong kering berisi dari 4,00 menjadi 10,00 buah/polybag. Dari hasil tersebut, genotipe Maluku, Domba dan Pelanduk dapat direkomendasikan sebagai genotipe yang potensial untuk dikembangkan terutama pada daerah yang rentan terhadap serangan S. rolfsii dengan memberikan kalsium tambahan pada media tanam.
PENYULUHAN PEMBUATAN AMELIORAN SEBAGAI BAHAN PEMBENAH TANAH DI DESA PEMENANG BARAT Astiko, Wahyu; Fauzi, M. Taufik; Sudantha, I Made; Sudirman, Sudirman; Ernawati, Ni Made Laksmi; Muthahanas, Irwan
Jurnal Pepadu Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i1.3949

Abstract

Pemenang Barat Village is one of the villages in the North Lombok Region whose land is dominated by sandy soil, has a dry climate and low rainfall. This sandy soil is porous, poor in nutrients and organic matter. This condition causes plant growth and yield to be low and can even cause harvest failure. Through this community service activity, "Instruction on the Making of Ameliorant as a Soil Improvement Material has been carried out in the West Pemenang Village". Activity methods are lecture, discussion, question and answer, demonstration and practice. This extension activity went well, the extension participants were active and enthusiastic in participating in the discussion. The results of this counseling can be concluded that there has been an increase in participants' understanding and skills regarding making ameliorant as a soil improver that can increase soil fertility.
Inovasi Pemanfaatan Limbah Pupuk Kandang Sapi dan Mikoriza dalam Meningkatkan Hasil Panen Jagung Manis Di Moncok Karya, Ampenan Astiko, Wahyu; Fauzi, Mohamad Taufik; Sudirman, Sudirman; Ernawati, Ni Made Laksmi; Muthahanas, Irwan
Jurnal Gema Ngabdi Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL GEMA NGABDI
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jgn.v7i2.586

Abstract

The issue of low sweet corn yields and the underutilization of organic waste highlights the need for sustainable agricultural innovation. This community service program aimed to introduce and apply the use of cow manure waste enriched with mycorrhizae to improve sweet corn yields in the "Karya Usaha Bersama" farmer group, Moncok Karya, Ampenan. The program was implemented using an andragogical approach (Adult Education Method), consisting of: (1) education on the benefits and application of mycorrhiza-based cow manure (20% theory), (2) training in the production and application of biofertilizer, (3) field demonstrations and participatory action research (80% practice), and (4) evaluation of farmers’ understanding, enthusiasm, and the impact on crop yield. The results showed improved farmer knowledge and skills in processing organic waste into biofertilizer, enhanced soil fertility, and increased sweet corn productivity. This activity also raised awareness among farmers about the importance of environmentally friendly and sustainable agricultural practices.
PENINGKATKAN KETERAMPILAN MASYARAKAT DESA JERUK MANIS MELALUI PEMANFAATAN KULIT JERUK BALI MENJADI PRODUK MANISAN Imam Rozy Zarkasih, Muhammad; Resmayanti, Resmayanti; Handayani, Ridhatul; Septiandani, Risna Septiandani; Saputra, Irfan; Aini, Kuratun; Fikrina, Garin; Anisa Putri, Baiq; Ramadan, Galih; Asyari, Adam; Muthahanas, Irwan
Jurnal Wicara Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v3i1.6728

Abstract

Desa Jeruk Manis has great agrarian potential, especially in the Citrus maxima plantation sector. While its fruit pulp has high economic value, pomelo peels are often discarded as waste despite containing bioactive compounds such as flavonoids, antioxidants, and dietary fiber. Utilizing pomelo peels as the main ingredient for making candied products can provide economic and social benefits for the village community, particularly for micro, small, and medium enterprises (MSMEs). This program was implemented through training sessions for housewives and MSMEs in Desa Jeruk Manis, consisting of socialization and hands-on practice in making candied pomelo peels. The process involved several stages, including washing, soaking, boiling, and packaging. The results of this initiative showed that the training successfully enhanced the community’s skills in processing pomelo peels into high-value products. The resulting candied product demonstrated good sensory quality in terms of taste, texture, and shelf life, with significant potential to be developed as a village specialty product. Additionally, this program contributed to increasing household incomes and supported the circular economy concept by repurposing agricultural waste. Therefore, utilizing pomelo peels for candied production is expected to become a sustainable economic empowerment strategy in Desa Jeruk Manis and other areas with similar potential.
Co-Authors A. Farid .Hemon Ahmad Subarja Aini, Kuratun Aluh Nikmatullah Aluh Nikmatullah Amrul Jihadi Anisa Putri, Baiq Annisa Riska Wahyuni Asmara Yauma Putri Fara Diba Asyari, Adam Azis, Fathul Baiq Mona Kotma Chantika Bambang Budi Santoso Bambang Budi Santoso Bambang Supeno, Bambang Daiyyan Bisri Damayanti , Elsa Damian Januarta Dwi Putra Buana Sakti Dwi Ratna Anugrahwati Ebi Suanto Erna Listiana Erna Listiana1 Farizal Ramadhan Fikrina, Garin Hairul Anas Handayani, Ridhatul Herman Suheri Hery Haryanto Hery Haryanto Hery Heryanto Husnah, Nur Jumratul I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit, I Ketut I Komang Damar Jaya2 I Made Sudantha Ida Ayu Putu Sri Widnyani Imam Rozy Zarkasih, Muhammad Irfan Saputra Irna Tristanti Jayaputra Joko Priyono Kurniawan Yuniarto M. Heldian Habib M. Sopian Holis M. Taufik Fauzi M. Taufik Fauzi, M. Taufik Mauly Riski Andini Mery Windarningsih MOHAMAD TAUFIK FAUZI Muchlis Muchlis Muhamad Lutfi Muhammad Adya Purnama Muhammad Fasihul Lisan Muhammad Sarjan Muhammad Sarjan Mulat Isnain*3 Mulat Isnaini Mulat snaini1 Ni Made Dini Widia Handayani Ni Made Laksmi Ernawati, Ni Made Laksmi Ni Nyoman Putri Utami Nika Pranggana Aranda nindi faridatul hasanah*1 Nisa Nurizal, Imam Nurrachman Petrunella Thei, Ruth Stella Ramadan, Galih Rendi Irawan Resmayanti, Resmayanti Ria Nurmaya Sari1 Rifaldi Syahwal RINI RINI Ririn Nurattul Awalliyah Septiandani, Risna Septiandani Sinta Nuryah Sonia Astuti Astuti Sri Rahayu Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Tarmizi Tarmizi 2 Thei, Ruth Stella Petrunela Wahyu Astiko Wiratul Aini WULANDARI Yuhendra AP Yuni Fitrianti2 Zahratul Aeni