Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Pemberian Amelioran Mengandung Mikoriza Untuk Meningkatkan Hasil dan Serapan Nitrogen Serta Fosfor Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) di Tanah Pasiran Muhammad Adya Purnama; Wahyu Astiko; Irwan Muthahanas
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v3i3.3820

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif pemberian amelioran mengandung mikoriza untuk meningkatkan hasil dan serapan nitrogen dan fosfor tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt). Percobaan ini dilakukan di Moncok Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Laboratorium Mikrobiologi dan Laboratorium Fisika dan Kimia Tanah Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Percobaan disusun menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri dari atas lima perlakuan amelioran, yaitu PO: Kontrol (tanpa amelioran), PA: arang sekam padi + mikoriza, PK: kompos + mikoriza , PS: pupuk kandang sapi + mikoriza, dan PC: campuran arang sekam padi, kompos, pupuk kandang sapi dan mikoriza (1.1.1.1). Hasil penelitian menunjukkan aplikasi amelioran campuran arang sekam padi + kompos + pupuk kandang sapi + mikoriza (1:1:1:1) efektif meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, konsentrasi P tersedia dan N total tanah, serapan N dan P oleh tanaman, jumlah spora dan kolonisasi pada akar serta bobot brangkasan basah dan kering tanaman di tanah pasiran. Formulasi amelioran campuran arang sekam padi + kompos + pupuk kandang sapi + Mikoriza (1:1:1:1) memberikan pengaruh yang nyata terhadap peningkatan pertumbuhan dan hasil jagung manis yang tertinggi. Untuk meningkatkan konsentrasi hara tanah, serapan hara tanaman, pertumbuhan dan hasil jagung manis dapat menggunakan formulasi amelioran campuran arang sekam padi + kompos + pupuk kandang sapi + mikoriza (1:1:1:1).
Penggunaan Beberapa Konsentrasi Ekstrak Daun Paitan (Tithonia diversifolia) Untuk Mengendalikan Hama Kutu Kebul (Bemisia tabaci Genn.) Pada Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Rendi Irawan; Muhammad Sarjan; Irwan Muthahanas
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v3i2.5163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh penggunaan beberapa konsentrasi ekstrak daun paitan (Tithonia diversifolia) terhadap hama kutu kebul (Bemisia tabaci Genn.). Percobaan ini dilaksanakan pada bulan September sampai Desember 2023 di Desa Sembalun Kabupaten Lombok Timur. Parameter yang diamati adalah populasi hama, intensitas serangan, jumlah umbi dan berat umbi. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 ulangan yang terdiri dari P0 (Kontrol), P1 (Ekstrak Paitan 20 ml/1000 ml air), P2 (Ekstrak paitan 30 ml/1000 ml air), P3 (Ekstrak Paitan 40 ml/1000 ml air), P4 (Ekstrak Paitan 50 ml/1000 ml air), dan P5 (Ekstrak Paitan 60 ml/1000 ml air). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pestisida nabati (paitan) mampu menekan populasi dan intensitas serangan hama kutu kebul. Penggunaan konsentrasi ekstrak 20 ml/1000 ml air (P1) sudah mampu memberikan pengaruh yang berbeda dengan perlakuan control (P0). Ada kecenderungan semakin tinggi konsentrasi yang diberikan maka kemampuan dalam menekan perkembangan populasi maupun intensitas serangan hama semakin tinggi begitu juga sebaliknya.
Efektivitas Penggunaan Beberapa Konsentrasi Pestisida Nabati Daun Paitan (Tithonia diversifolia) terhadap Populasi dan Intensitas Serangan Hama Ulat Grayak (Spodoptera litura F.) pada Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Rifaldi Syahwal; Muhammad Sarjan; Irwan Muthahanas
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh penggunaan beberapa konsentrasi ekstrak daun paitan (Tithonia diversifolia) terhadap hama ulat grayak (Spodoptera litura F.). Percobaan ini dilaksanakan pada bulan September sampai Desember 2023 di Desa Sembalun Kabupaten Lombok Timur. Parameter yang diamati adalah populasi hama, intensitas serangan, jumlah umbi dan berat umbi. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 ulangan yang terdiri dari P0 (Kontrol), P1 (Ekstrak Paitan 20 ml/1000 ml air), P2 (Ekstrak paitan 30 ml/1000 ml air), P3 (Ekstrak Paitan 40 ml/1000 ml air), P4 (Ekstrak Paitan 50 ml/1000 ml air), dan P5 (Ekstrak Paitan 60 ml/1000 ml air). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas beberapa penggunaan konsentrasi pestisida nabati daun paitan mampu menekan populasi dan intensitas serangan hama ulat grayak. Konsentrasi ekstrak daun paitan 20 ml/1000 ml air (P1) sudah mampu memberikan pengaruh yang berbeda dengan perlakuan kontrol (P0). Ada kecenderungan semakin tinggi konsentrasi pestisida nabati daun paitan yang diberikan maka semakin mampu menekan populasi dan intensitas serangan hama ulat grayak.
Keanekaragaman Hama dan Musuh Alami pada Perkebunan Kopi Robusta (Coffea canephora.) di Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah Baiq Mona Kotma Chantika; M. Taufik Fauzi; Irwan Muthahanas; Amrul Jihadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v3i3.5744

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman hama dan musuh alami pada perkebunan kopi robusta (Coffea canephora.) di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, NTB. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan teknik observasi langsung di lapangan dan mengkoleksi spesimen. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni - Juli 2024 pada dua lahan perkebunan kopi robusta milik Kelompok Tani Hutan Semilir Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, NTB dan identifikasi di Laboratorium Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Mataram. Rancangan percobaan dengan sampel acak terpilih (systematic random sampling). Penentuan unit sampel dilakukan dengan cara menarik garis diagonal pada tanaman untuk menentukan titik sampel tanaman. Pada lokasi pengamatan diletakan 10 perangkap mangkok kuning (Yellow pan trap) dan perangkap jatuh (pitfall trap), sehingga terdapat 20 perangkap yang dipasang pada lokasi dan dipasang dua hari sebelum dilakukan pengamatan. Selain itu dilakukan pengamatan langsung dengan cara mengambil serangga yang terdapat pada tanaman sampel. Hasil penelitian pada kedua lokasi menunjukan bahwa ditemukan serangga yang termasuk kedalam 65 genus, 50 famili dan 14 ordo yang terbagi menjadi 28 genus hama, 17 genus predator, 15 genus parasitoid, 3 genus pengurai dan 2 genus penyerbuk. Indeks keragaman dan dominansi yang didapat pada kedua lokasi dikategorikan sedang.
Ketahanan Beberapa Genotipe Kacang Tanah yang diberi Kalsium terhadap Infeksi Sclerotium rolfsii Sacc. Penyebab Penyakit Busuk Pangkal Batang Zahratul Aeni; A. Farid Hemon; Irwan Muthahanas
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7771

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan komoditas pangan bernilai ekonomi tinggi, namun produksinya mengalami penurunan sebesar 7,87% pada tahun 2023. Penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan oleh Sclerotium rolfsii menjadi salah satu faktor utama penurunan hasil kacang tanah karena mampu menginfeksi jaringan pangkal batang hingga menyebabkan nekrosis, kelayuan, dan kematian tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian kalsium (Ca) terhadap ketahanan beberapa genotipe kacang tanah terhadap infeksi S. rolfsii serta mengidentifikasi genotipe yang paling responsif terhadap perlakuan tersebut. Penelitian dilaksanakan pada Mei–September 2024 di Laboratorium Mikrobiologi dan plastik house Desa Sigerongan, Lombok Barat, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola petak terpisah (split plot) dengan tiga ulangan. Faktor utama adalah dosis kalsium karbonat (0 Kg/Ha dan 300 Kg/Ha), dan faktor anak petak terdiri atas 10 genotipe kacang tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketahanan genetik alami ditunjukkan oleh genotipe Domba dengan intensitas penyakit sebesar 60% dan kematian tanaman 0% baik pada perlakuan kalsium maupun tanpa pemberian kalsium. Genotipe Maluku menunjukkan intensitas penyakit paling rendah berturut turut dari 90% menjadi 60% dengan persentase tanaman mati 0% setelah pemberian kalsium. Pemberian kalsium pada genotipe Pelanduk menunjukkan interaksi terbaik terhadap hasil dengan peningkatan jumlah polong kering berisi dari 4,00 menjadi 10,00 buah/polybag. Dari hasil tersebut, genotipe Maluku, Domba dan Pelanduk dapat direkomendasikan sebagai genotipe yang potensial untuk dikembangkan terutama pada daerah yang rentan terhadap serangan S. rolfsii dengan memberikan kalsium tambahan pada media tanam.
APLIKASI PUPUK KOHE KAMBING YANG DIFERMENTASI DENGAN BIOAKTIVATOR Streptomyces sp. DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT BERCAK UNGU DAN MATI PUCUK PADA TANAMAN BAWANG PUTIH (Allium sativum L) Damayanti , Elsa; Haryanto, Hery; Muthahanas, Irwan
Journal of Microbiology, Biotechnology and Conservation Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Microbiology, Biotechnology and Conservation (jMBC)
Publisher : Master’s Program in Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jmbc.v1i2.6225

Abstract

This study aims to determine whether the application of fermented goat manure with Streptomyces sp. bioactivator can control purple blotch (Alternaria porri) and top dieback (Phytophthora porri) diseases in garlic plants (Allium sativum L). The research was conducted at the Microbiology Laboratory of the Faculty of Agriculture, University of Mataram, and on a farmer's paddy field located in Sembalun Bumbung Village, East Lombok Regency. The study was carried out from May to November 2024. The experimental design used in this study was a Completely Randomized Design (CRD) consisting of six treatments: P0 (no fertilizer), P1 (goat manure without bioactivator), P2 (goat manure + SH isolate), P3 (goat manure + BSi isolate), P4 (goat manure + BSc isolate), and P5 (goat manure + SH isolate + liquid SH). Each treatment was repeated six times, resulting in 36 experimental units/plots. The data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at a 5% significance level, followed by the Honest Significant Difference (HSD) test at a 5% significance level. The results showed that applying fermented goat manure with Streptomyces sp. bioactivator affected the growth of garlic plants but did not affect the yield of garlic plants (Allium sativum L). The treatment with goat manure + BSi isolate (P3) showed the highest value in plant growth, while the treatment with goat manure + SH isolate + liquid SH (P5) showed the highest yield. Meanwhile, the incidence of purple blotch disease was not affected by the application of fermented goat manure with Streptomyces sp., but it successfully reduced the incidence of top dieback disease in garlic plants.
PEMBUATAN DEMPLOT BUDIDAYA JAGUNG KETAN DENGAN APLIKASI AMELIORAN Astiko, Wahyu; Fauzi, Mohamad Taufik; Muthahanas, Irwan; Sudantha, I Made; Sudirman, Sudirman; Ernawati, Ni Made Laksmi
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i1.1417

Abstract

Tingkat pengetahuan, ketrampilan, dan penerapan teknologi kelompok tani yang relatif rendah menyebabkan tingkat produksi jagung ketan masih rendah. Meskipun demikian, limbah kotoran sapi, kompos sisa-sisa hasil pertanian, dan sekam padi yang belum digunakan semuanya tersedia di sekitar petani. Dimungkinkan untuk mengubah limbah ini menjadi "pembenah tanah" tanah, yang dapat memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kesuburan tanah, serta meningkatkan hasil tanaman. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani tentang manfaat amelioran yang diperkaya dengan mikoriza pada jagung ketan, yang dapat meningkatkan kesuburan tanah dan hasil tanaman. Metode kegiatan yang dilakukan dengan metode andragogi digunakan untuk melakukan kegiatan penyuluhan. Sebagai bagian dari pelatihan, materi manfaat amelioran digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesuburan tanah jagung ketann, dengan porsi teori 20% (penyuluhan, ceramah, dan diskusi), dan porsi praktek 80% (demplot dan praktek pembuatan ameliorant). Hasil demplot aplikasi ameliorant dengan dosis 20 t per ha memberikan hasil tertinggi terhadap bobot biomassa basah dan kering per petak, bobot tongkol basah dan kering per tanaman, dan bobot tongkol basah per petak. Di Kelurahan Pejeruk Karya, Kecamatan Ampenan Kota Mataram, aplikasi amelioran harus dilakukan dengan campuran bahan amelioran. Campuran ini harus terdiri dari dua puluh persen pupuk kandang sapi, dua puluh persen kompos, dua puluh persen petroganik, dua puluh persen arang sekam padi, dan dua puluh persen pupuk hayati mikoriza. Untuk membantu petani memahami dan menerapkan teknik dilahan ini, kegiatan ini melibatkan demonstrasi langsung di lapangan. Penyuluhan pertanian dapat meningkatkan pemahaman petani tentang amelioran menjadi 88%. Penyuluhan berhasil mengajarkan petani bagaimana menggunakan amelioran untuk meningkatkan produktivitas jagung ketan.
PENYULUHAN PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK SEBAGAI BAHAN AMELIORAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS JAGUNG KETAN DI MUNCUK KARYA, AMPENAN Astiko, Wahyu; Fauzi, Mohamad Taufik; Sudirman, Sudirman; Muthahanas, Irwan
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1751

Abstract

Glutinous corn is popular due to its delicious taste, savory flavor, and soft texture, with a very high amylopectin content of up to 90%, which is beneficial for diabetics. Its popularity is increasing as an alternative food, such as corn porridge and instant corn rice. However, the productivity of glutinous corn in the "Karya Ushaha Bersama" farmer group remains low, around 2-2.5 tons per hectare. This activity aims to enhance farmers' understanding of utilizing organic waste as ameliorant materials to increase glutinous corn productivity. The methods used include lectures, discussions, Q&A sessions, demonstrations, and hands-on practice. The training also covers the use of organic materials such as compost, manure, and rice husk charcoal as ameliorants. The sessions were conducted smoothly and received active participation from the farmers. The results showed a significant increase in participants' understanding and skills regarding the production and use of ameliorants from organic waste. The use of a mixture of 50% cow manure and 50% mycorrhizal biofertilizer proved effective in improving the growth and yield of glutinous corn. This ameliorant also enhances the development of mycorrhiza in the soil and improves soil fertility. The use of a 50% cow manure and 50% mycorrhizal biofertilizer mixture is recommended to boost plant growth, yield, mycorrhiza development, and soil fertility. Increased productivity of glutinous corn is expected to improve the welfare of farmers in the area.
Keberadaan Hama Thrips sp. dan Gejala Virus pada Varietas Kentang (Solanum tuberosum. L) yang Berbeda di Sembalun Lombok Timur Damian Januarta; Irwan Muthahanas; Sarjan, Muhammad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/3qq2e440

Abstract

Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan komoditas hortikultura penting di Sembalun, Lombok Timur, namun produktivitasnya sering terkendala oleh hama thrips Thrips sp. yang juga berperan sebagai vektor virus. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi populasi Thrips sp., intensitas gejala virus, kerapatan trikoma, serta hasil pada tiga varietas kentang, yaitu Granola, Chitra, dan Titan. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Hasil menunjukkan adanya perbedaan nyata antar varietas. Varietas Chitra memiliki populasi Thrips sp. tertinggi (9,83 individu/minggu) dengan intensitas serangan 3,38%/minggu, diikuti Granola (8,23 individu/minggu; 3,08%/minggu), sedangkan Titan terendah (5,54 individu/minggu; 2,34%/minggu). Gejala virus Potato Virus Y hanya ditemukan pada Chitra dengan intensitas 0,41%. Perbedaan serangan berkorelasi dengan kerapatan trikoma, di mana Titan memiliki trikoma paling padat (10,83/cm²) dibandingkan Chitra (7,41/cm²) dan Granola (6,30/cm²). Hasil jumlah umbi, berat, dan produktivitas juga berbeda nyata, varietas Titan menghasilkan jumlah dan berat umbi tertinggi (6,15 umbi/tanaman; 1.233 g/tanaman) dengan produktivitas 65,78 ton/ha. Chitra menghasilkan 5,23 umbi/tanaman (977 g/tanaman; 52,09 ton/ha), sedangkan Granola terendah (4,04 umbi/tanaman; 473 g/tanaman; 12,70 ton/ha). Hasil ini menunjukkan bahwa varietas Titan lebih toleran terhadap serangan thrips dan infeksi virus, sehingga berpotensi menjadi varietas unggul untuk mendukung budidaya kentang berkelanjutan di Sembalun melalui strategi pengendalian hama terpadu.
Seed Bank Gulma pada Berbagai Kedalaman Tanah Tegakan Jambu Mete (Anacardium occidentale L.) di Perkebunan Rakyat Desa Anyar Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara NTB M. Sopian Holis; I Ketut Ngawit; Irwan Muthahanas
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/qy918222

Abstract

Dinamika invasi gulma pada tanaman jambu mete dipengaruhi oleh potensi tanah sebagai seed bank gulma. Penelitian ini bertujuan mengkaji komposisi, populasi, dan dominansi spesies gulma pada berbagai kedalaman tanah. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap satu faktor, yaitu kedalaman tanah (0–10 cm, >10–20 cm, >20–30 cm, >30–40 cm, dan >40–50 cm) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menemukan 18 spesies gulma dari 9 famili. Kedalaman 0–30 cm memiliki jumlah spesies tertinggi (17–18 spesies) dengan populasi rata-rata 88.435–104.194 individu pot⁻¹, indeks keanekaragaman (H′) 2,49–2,67, dan indeks kemerataan (E) >0,87. Sebaliknya, pada kedalaman >30–50 cm jumlah spesies menurun menjadi 7 spesies dengan populasi hanya 18.431–20.735 individu pot⁻¹, H′ ±1,92 dan E <0,70, menunjukkan dominansi kuat dari beberapa spesies tertentu. Gulma rumput-rumputan dan teki mendominasi pada semua kedalaman, terutama Cyperus rotundus, Paspalum vaginatum, Panicum repens, Centothece lappaceae, dan Imperata cylindrica, sedangkan gulma berdaun lebar memberikan kontribusi lebih rendah. Beberapa spesies seperti C. rotundus, A. spinosus, dan S. nodiflora tetap viabel hingga >40–50 cm. Temuan ini menegaskan bahwa lapisan tanah dangkal (0–30 cm) merupakan sumber utama infestasi gulma pada tegakan jambu mete sehingga memerlukan strategi pengendalian terpadu.
Co-Authors A. Farid .Hemon Ahmad Subarja Aini, Kuratun Aluh Nikmatullah Aluh Nikmatullah Amrul Jihadi Anisa Putri, Baiq Annisa Riska Wahyuni Asmara Yauma Putri Fara Diba Asyari, Adam Azis, Fathul Baiq Mona Kotma Chantika Bambang Budi Santoso Bambang Budi Santoso Bambang Supeno, Bambang Daiyyan Bisri Damayanti , Elsa Damian Januarta Dwi Putra Buana Sakti Dwi Ratna Anugrahwati Ebi Suanto Erna Listiana Erna Listiana1 Farizal Ramadhan Fikrina, Garin Hairul Anas Handayani, Ridhatul Herman Suheri Hery Haryanto Hery Haryanto Hery Heryanto Husnah, Nur Jumratul I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit, I Ketut I Komang Damar Jaya2 I Made Sudantha Ida Ayu Putu Sri Widnyani Imam Rozy Zarkasih, Muhammad Irfan Saputra Irna Tristanti Jayaputra Joko Priyono Kurniawan Yuniarto M. Heldian Habib M. Sopian Holis M. Taufik Fauzi M. Taufik Fauzi, M. Taufik Mauly Riski Andini Mery Windarningsih MOHAMAD TAUFIK FAUZI Muchlis Muchlis Muhamad Lutfi Muhammad Adya Purnama Muhammad Fasihul Lisan Muhammad Sarjan Muhammad Sarjan Mulat Isnain*3 Mulat Isnaini Mulat snaini1 Ni Made Dini Widia Handayani Ni Made Laksmi Ernawati, Ni Made Laksmi Ni Nyoman Putri Utami Nika Pranggana Aranda nindi faridatul hasanah*1 Nisa Nurizal, Imam Nurrachman Nurrachman Nurrachman Petrunella Thei, Ruth Stella Ramadan, Galih Rendi Irawan Resmayanti, Resmayanti Ria Nurmaya Sari1 Rifaldi Syahwal RINI RINI Ririn Nurattul Awalliyah Septiandani, Risna Septiandani Sinta Nuryah Sonia Astuti Astuti Sri Rahayu Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Tarmizi Tarmizi 2 Thei, Ruth Stella Petrunela Wahyu Astiko Wiratul Aini WULANDARI Yuhendra AP Yuni Fitrianti2 Zahratul Aeni