Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Variasi Jenis Pelarut pada Rendemen Sintesis Senyawa Kompleks Bis-Asetilasetonatodiaquonikel(II) Novia Mintari; Suhartana Suhartana; Sriatun Sriatun
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 18, No 1 (2015): Volume 18 Issue 1 Year 2015
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.07 KB) | DOI: 10.14710/jksa.18.1.29-33

Abstract

Sintesis Senyawa Kompleks Bis-Asetilasetonatodiaquonikel(II)  telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mensintesis senyawa kompleks bis-asetilasetonatodiaquonikel(II) ([Ni(acac)2(H2O)2]) dengan menggunakan pelarut metanol, etanol dan aseton serta membandingkan pengaruh pelarut yang digunakan terhadap hasil sintesis senyawa kompleks. Senyawa kompleks [Ni(acac)2(H2O)2] dibuat dengan memodifikasi metode Pawlikowski dengan perbandingan mol ion pusat dengan ligan adalah 1:3. Karakterisasi senyawa kompleks dilakukan menggunakan Fourier Transform-Infra Red (FT-IR), Atomic Absorption Spectroscopy (AAS), dan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil FTIR menunjukkan adanya gugus O pada asetil aseton yang terkoordinasi pada ion pusat Ni2+ membentuk kompleks [Ni(acac)2(H2O)2]. Spektra UV-Vis menghasilkan serapan maksimum untuk kompleks [Ni(acac)2(H2O)2] dalam pelarut metanol pada panjang gelombang 294,5 nm, dengan energi transisi sebesar 406,72 KJmol-1, dan rendemen 19,26%. Kompleks [Ni(acac)2(H2O)2] dalam pelarut etanol memiliki panjang gelombang maksimum pada 294,5 nm, dengan energi transisi sebesar 406,72 KJmol-1, dan rendemen 18,69%. Sedangkan kompleks [Ni(acac)2(H2O)2] dalam pelarut aseton mempunyai panjang gelombang maksimum pada 293 nm, dengan energi transisi sebesar 408,80 KJmol-1, dan rendemen 16,99%.
Elektrodekolorisasi Indigo Karmin Menggunakan Alumina dan Karbon Bekas Sriatun Sriatun; Kuwatno Kuwatno; Suhartana Suhartana
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 10, No 3 (2007): Volume 10 Issue 3 Year 2007
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.245 KB) | DOI: 10.14710/jksa.10.3.61-66

Abstract

Dekolorisasi zat warna indigo karmin telah dilakukan dengan metode elektrolisis. Dalam metode ini telah diteliti pengaruh pH dan temperatur terhadap kemampuan dekolorisasi indigo karmin. Adanya elektrokoagulasi/elektroflokulasi disebabkan oleh kemampuan flok Al(OH)3 mengadsorb indigo karmin dan membentuk kompleks Al-indigo karmin. Flok Al(OH)3 dihasilkan oleh elektrolisis larutan dengan menggunakan alumunium bekas sebagai anoda dan karbon sisa baterai sebagai katoda. Elektrolisis dilakukan selama 150 menit dengan tegangan luar 12 Volt. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan dekorisasi terhadap indigo karmin oleh flok Al(OH)3 dipengaruhi oleh pH dan temperatur larutan. Kemampuan dekolorisasi minimum pada pH=6 dan akan meningkat pada kondisi basa dan asam. Persentase dekolorisasi maksimum pada temperatur ruang adalah 51,95% pada pH=14. Persentase dekolorisasi optimum adalah 98,33% pada temperatur 70oC pada pH=10.Kata kunci : elektrodekolorisasi, indigo karmin, alumunium
Pembuatan Arang Aktif Tempurung Kelapa Sawit untuk Pemucatan Minyak Goreng Sisa Pakai Agi Yulianti; Taslimah Taslimah; Sriatun Sriatun
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 13, No 2 (2010): Volume 13 Issue 2 Year 2010
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.058 KB) | DOI: 10.14710/jksa.13.2.36-40

Abstract

Pembuatan arang aktif tempurung kelapa sawit dengan aktivator HCl, NaOH dan ZnCl2 telah dilakukan untuk mengetahui daya pemucatannya terhadap minyak goreng sisa pakai. Pembuatan arang aktif diawali dengan pengarangan tempurung kelapa sawit menggunakan tungku minimal oksigen (TMO). Arang yang diperoleh selanjutnya diaktivasi secara kimia melalui perendaman dalam larutan HCl, NaOH dan ZnCl2 (1M) selama 10 jam. Karakterisasi hasil meliputi uji kadar air, kadar abu dan spekrofotometer FTIR. Daya adsorpsi arang aktif ditentukan terhadap minyak goreng sisa pakai dengan variasi temperatur dari 30°C hingga 110°C dengan selang 20°C dan variasi waktu kontak adsorpsi dari 15 menit hingga 105 menit dengan selang waktu 15 menit. Disimpulkan bahwa arang teraktivasi NaOH merupakan arang aktif yang paling efektif untuk adsorpsi minyak goreng sisa pakai dengan peningkatan daya pemucatan dari 10,19% sebelum aktivasi menjadi 34,1040% setelah aktivasi pada temperatur 30°C dan waktu kontak 75 menit.
Adsorpsi Ion Cr (III) Menggunakan Zeolit Alam Termodifikasi Dietanolamin Isharyanti, Isharyanti; Sriatun, Sriatun; Azmiyawati, Choiril
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Issue 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2024.22833

Abstract

Krom merupakan salah satu logam berat berbahaya yang bersifat polutan di lingkungan perairan sehingga keberadaannya harus ditangani dengan baik. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengatasi polutan tersebut adalah adsorpsi menggunakan zeolit. Zeolit memiliki permukaan bermuatan negatif dalam struktur kristalnya membuat zeolit mampu mengikat kation. Untuk menambah kekuatan pengikatan ditambahkan Dietanolamin (DEA) sebagai agen pengompleks. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh zeolit termodifikasi Dietanolamin (DEA) (5, 10 dan 15% v/v) dan menentukan kemampuan adsorpsi zeolit termodifikasi DEA terhadap ion Cr (III) pada variasi pH (2, 3, 4, 6, dan 6) dan konsentrasi ion Cr (III) (750, 1000, 1500, 2000, dan 2500). Hasil karakterisasi dengan FTIR menunjukkan serapan pada bilangan gelombang 1303,88 dan 1381,03 cm-1 yang merupakan vibrasi ulur –CN, serta 1543,05 cm-1 yang merupakan vibrasi tekuk –NH. Kemampuan adsorpsi terhadap ion krom (III) terbaik sebesar 50,73 mg/g oleh adsorben Zeolit DEA 10% pada pH = 5 dan konsentrasi ion Cr (III) 1000 ppm. 
Enkapsulasi Vitamin C Dalam Silika dengan Prekursor TEOS/MTES/PVA melalui Proses Sol-Gel Febriani, Intan Wahyu; Sriyanti, Sriyanti; Sriatun, Sriatun
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Issue 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.35 KB) | DOI: 10.14710/gjec.2022.14719

Abstract

Enkapsulasi vitamin C telah dilakukan dengan membuat matriks silika gel dengan prekursor Tetraethylorthosilicate- Methyltriethoxysilane  (TEOS-MTES), menggunakan katalis basa NaOH dan penambahan bahan polimer Polivinil Alkohol (PVA). Larutan dibuat dengan metode sol-gel, kemudian ditambahkan vitamin C untuk  model pengenkapsulasian dan dilakukan variasi matriks TEOS:MTES:PVA berturut-turut (2:1:1, 2:1:3, dan 2:1:6) untuk meningkatkan kestabilan enkapsulasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan matriks yang terbaik untuk bahan enkapsulasi. Karakterisasi sampel yang digunakan adalah FTIR untuk mengetahui gugus fungsi dari vitamin C dalam silika, analisis efisiensi enkapsulasi, loading capacity dan pelepasan terkendali menggunakan UV-Vis. Kemudian untuk mengetahui morfologi permukaan dengan SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya bilangan gelombang 1751 cm-1 yang merupakan gugus fungsi dati vitamin C yang terenkapsulasi, matriks terbaik untuk enkapsulasi dengan parameter tingginya persentase efisiensi enkapsulasi pada perbandingan 2:1:1 yaitu 65,5%, loading capacity setinggi 0,56% dan pelepasan terkendali paling lambat. Pada karakterisasi SEM tidak terlihat  jelas vitamin C terenkapsulasi.
Modifikasi Silika dari Abu Sekam Padi pada Variasi pH Menggunakan Cetyltrimethylammonium Bromide (CTAB) untuk Adsorpsi-Desorpsi Urea Madania, Pawitra; Sriyanti, Sriyanti; Sriatun, Sriatun
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Issue 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2023.20990

Abstract

Sintesis silika mesopori telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh pH gelasi dan penambahan surfaktan CTAB terhadap karakter silika mesopori yang dihasilkan, serta kemampuan silika mesopori dalam adsorpsi-desorpsi pada urea. Sintesis silika mesopori dilakukan dengan menambahkan natrium silikat (Na2SiO3) dari abu sekam padi ke dalam larutan CTAB dengan konsentrasi 0,0009 M (MS-3, MS-5, MS-7 dan MS-9). Larutan HCl 3 M ditambahkan secara bertahap hingga mencapai pH 3, 5, 7, 9 dan 11 Penghilangan CTAB dilakukan melalui proses kalsinasi pada suhu 550°C selama 5,5 jam. Selanjutnya diuji kemampuan adsorpsi-desorpsi urea. Karakterisasi hasil menggunakan metode Spektroskopi Serapan Atom (AAS), Gas Surface Analyzer (GSA) Brunauer – Emmett-Teller (BET), Fourier Transform Infra-Red (FTIR), dan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis AAS natrium silikat hasil sintesis mengandung Si sebanyak 32,68%. Analisis FTIR silika hasil sintesis dengan variasi pH gelasi menunjukkan bahwa daerah bilangan gelombang 960-980 cm-1 termasuk golongan Si-OH dan pada daerah 1000-1200 cm-1 merupakan golongan Si-O-Si. kelompok. Spektrum dekonvolusi FTIR juga menemukan bahwa rasio Si-OH/Si-O-Si pada MS-7 lebih tinggi dibandingkan variasi pH gelasi lainnya. Hasil analisis GSA menunjukkan silika gel pada pH 3, 7, dan 11 mempunyai pori-pori berukuran meso dengan diameter pori berturut-turut 3,88 nm, 16,36 nm, dan 9,55 nm. Hasil analisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada larutan urea setelah dilakukan proses adsorpsi-desorpsi menghasilkan kemampuan adsorpsi tertinggi pada MS-7 yaitu sebesar 53,91% dan kemampuan desorpsi terendah pada MS-7 yaitu sebesar 24,10%.
Enhanced Antibacterial Efficacy of Ag(I), Cu(II), and Zn(II) Modified Sodalite Zeolite Against Escherichia coli and Staphylococcus aureus Sriatun Sriatun; Khairini Pertiwi; Choiril Azmiyawati; Mukhammad Asy'ari; Damar Nurwahyu Bima; Nor Aida Zubir
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 27, No 10 (2024): Volume 27 Issue 10 Year 2024
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jksa.27.10.477-484

Abstract

Sodalite zeolite modified with metal ions Ag+, Cu2+, Cu2+, and Zn2+ was successfully synthesized and evaluated for antibacterial activity. The research aims to obtain silver, copper, and zinc metal-modified sodalite separately and determine their antibacterial activity on Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria. Sodalite zeolite was synthesized using ludox and sodium aluminate through hydrothermal methods, ensuring uniform crystal growth and optimal crystallinity, as confirmed by X-ray diffraction (XRD) analysis. The average particle sizes of the modified zeolites were determined to be 54.9 nm for Ag-Zeolite, 37.2 nm for Cu-Zeolite, and 28.56 nm for Zn-Zeolite, with structural changes observed through alterations in peak intensity. Scanning Electron Microscopy - Energy Dispersive X-ray (SEM-EDX) analysis showed no significant change in the zeolite’s morphology. In addition, the EDX results showed the presence of Ag (3.15%), Cu (3%), and Zn (2.41%) metals indicating successful ion exchange. Antibacterial assays revealed that Cu-Zeolite demonstrated superior efficacy inhibition zones against Escherichia coli (14.04±1.26) and Staphylococcus aureus (20.74±0.48), highlighting its potential as an antimicrobial agent. The mechanism of action involved the controlled release of metal ions, disrupting bacterial cell membranes and metabolic processes. Notably, Cu2+ ions exhibited the strongest antibacterial properties due to their smaller ionic radius and higher electronegativity than Ag+ and Zn2+. This research underscores the promising applications of metal-ion-modified sodalite zeolite in medical and environmental contexts.
Isolasi dan Karakterisasi Kitinase Isolat Jamur Akuatik Kitinolitik KC3 dari Kecoa (Orthoptera) Karso Karso; Wuryanti Wuryanti; Sriatun Sriatun
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 17, No 2 (2014): Volume 17 Issue 2 Year 2014
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.816 KB) | DOI: 10.14710/jksa.17.2.51-57

Abstract

Isolasi dan karakterisasi kitinase dari isolat jamur akuatik kitinolitik KC3 hasil isolasi bangkai kecoa telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kitinase dari isolat jamur akuatik KC3 dan mendapatkan informasi karakter kitinase hasil isolasi yang meliputi pH optimum dan suhu optimum. Kitinase adalah enzim kompleks terdiri dari endokitinase, kitobiosidase dan N-asetilglukosaminidase. Media produksi mengandung kitin koloidal sebagai inducer. Fraksinasi dilakukan dengan amonium sulfat sampai tingkat kejenuhan 90% (F5). Aktivitas kitinase diukur dengan metode Ueda-Arai berdasarkan pengurangan substrat. Aktivitas spesifik paling tinggi diperoleh pada fraksi satu (F1) yaitu sebesar 73,258 U/mg. Hasil karakterisasi kitinase diperoleh profil pH optimum kitinase pada pH 3,8 sedangkan profil suhunya diperoleh dua puncak yaitu pada 28,5°C dan 29,5°C. Profil suhu dua puncak/titik menunjukkan jika kemungkinan terdapat dua jenis kitinase pada enzim yang diuji.
Sintesis Lempung Terpilar TiO2 dan Uji Kemampuan Penyisihan Zat Organik Terlarut Pada Air Lindi TPA Kampus Undip Tembalang Suhartana, Suhartana; Janitra, Atikah Ayu; Azmiyawati, Choiril; Sriatun, Sriatun
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 4, No 2 (2024): Vol 4, No 2(2024)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2024.25392

Abstract

Pembuatan lempung terpilar TiO2 dan uji kemampuan adsorpsi dan fotokatalitik pada penghilangan senyawa organik terlarut telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah membuat lempung yang diaktivasi asam dan  terpilar TiO2 serta uji performa adsorpsi-fotokatalitik pada penghilanagn senyawa organik terlarut pada air lindi dari tempat pembuangan akhir (TPA) kampus UNDIP Tembalang. Sintesis lempung terpilar TiO2 dilakukan melalui aktivasi lempung dan pilarisasi lempung. Proses aktivasi lempung menggunakan H2SO4 pada sistem refluks, kemudian dilakukan pilarisasi dengan penambahan agen pemilar lalu dikalsinasi. Lempung alam, teraktivasi, dan terpilar TiO2 dikarakterisasi menggunakan FTIR dan XRD, masing – masing untuk menentukan gugus fungsi dan mengetahui basal spacing dari ketiga lempung tersebut. Kemampuan penyisihan lempung terhadap zat organik terlarut  diukur dari konsentrasi  zat organik terlarut  sisa dalam filtrat menggunakan parameter COD, BOD, TSS, pH dan TSSHasil yang diperoleh pada penelitian ini menujukan bahwa aktivasi dan pilarisasi lempung dapat menyebabkan penurunan rasio gugus fungsi SiOH/SiOTi dan peningkatan basal spacing. Perubahan terbesar terjadi pada lempung terpilar TiO2 variasi 3 terhadap lempung alam, yakni rasio SiOH/SiOTi menurun dari 0,6773 menjadi 0,5735 dan basal spacing meningkat dari 19.1868 Å pada 2θ = 4.6º menjadi 29.1673 Å pada 2θ = 3.03º. Kemampuan optimal pada penyisihan senyawa organik terlarut yang berasal dari tempat pembuangan akhir (TPA) kampus UNDIP Tembalang  terjadi pada waktu kontak 45 menit dengan randemen 70,15 (pada lempung sebelum terpilar) – 89,8% (pada lempung sedudah terpilar TiO2). 
The Effects of Problem Solving on Students' Cognitive, Affective, and Psychomotor in Applied Mathematics Sriatun, Sriatun; Ekohariadi, Ekohariadi; Sumbawati, Meini Sondang; Anistyasari, Yeni; Saphira, Hanandita Veda
Studies in Philosophy of Science and Education Vol. 5 No. 2 (2024): July
Publisher : National Dong Hwa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46627/sipose.v5i2.316

Abstract

This study aims to ascertain the impact of problem solving on the knowledge, attitudes, and skills of pupils acquiring mathematics in Bojonegoro's technology and engineering vocational schools. In accordance with the study's objectives, the Structural Equation Modeling analysis revealed that the effect of problem solving on knowledge aspects of mathematics learning for Vocational High School students was significant, whereas the effect of problem solving on attitudes in mathematics learning at Vocational High Schools in technology and engineering was insignificant. whereas the effect of problem solving on talents is notably positive. The implication of this study is that the effect of problem solving in applied mathematics learning can enhance the cognitive abilities and skills of vocational high school students in the concentration of motorcycle business engineering expertise, and can assist mathematics teachers in integrating mathematics material with the concentration of student expertise in order to meet the learning needs of students.