Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JOURNAL OF Qualitative Health Research

Gambaran upaya pencegahan penyakit skabies terhadap pengetahuan dan sikap siswa Rahmatulla, Ahmat Ali; Subandi, Andi; Rudini, Dini; Sari, Lisa Anita; Mawarti, Indah
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.2068

Abstract

Background: Scabies is a contagious skin infestation often found in densely populated environments such as Islamic boarding schools. Close physical contact between students and limited personal hygiene practices can increase the risk of transmission. Improving knowledge and attitudes regarding scabies prevention is crucial to suppress the spread of this disease. Purpose: To describe the level of students' knowledge and attitudes regarding scabies prevention. Method: This study used a quantitative descriptive design using a cross-sectional approach. Ninety-nine students participated. Data were collected using a structured questionnaire that assessed knowledge and attitudes regarding scabies prevention. Data were analyzed univariately and presented as frequency distributions and percentages. Results: The majority of students (48.5%) had sufficient knowledge about scabies prevention, 32 (32.3%) had poor knowledge, and 19 (19.2%) had good knowledge. Furthermore, the attitude variable showed that the majority of students (62.6%) were in the fair attitude category, while 37 (37.4%) were in the very good attitude category, and no students had poor attitudes. Conclusion: Students' knowledge and attitudes toward scabies prevention were generally in the fair category, but still need improvement, especially in the group with poor knowledge.   Keywords: Attitude; Knowledge; Scabies; Students.   Pendahuluan: Skabies merupakan infestasi kulit menular yang sering ditemukan pada lingkungan padat hunian seperti pondok pesantren. Kontak fisik yang erat antar siswa serta keterbatasan praktik kebersihan diri dapat meningkatkan risiko penularan. Peningkatan pengetahuan dan sikap terhadap pencegahan skabies menjadi hal penting untuk menekan penyebaran penyakit ini. Tujuan: Untuk menggambarkan tingkat pengetahuan dan sikap siswa mengenai pencegahan skabies. Metode: Penelitian dengan desain deskriptif kuantitatif menggunakan pendekatan cross-sectional. Responden berjumlah 99 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang menilai pengetahuan dan sikap terkait pencegahan skabies. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase. Hasil: Mayoritas siswa memiliki pengetahuan kategori cukup tentang pencegahan skabies sebanyak 48 orang (48.5%), pengetahuan kurang 32 orang (32.3%), dan pengetahuan baik 19 orang (19.2%). Selain itu, variabel sikap menunjukkan sebagian besar siswa berada pada kategori sikap cukup sebanyak 62 orang (62.6%), sedangkan sikap sangat baik sebanyak 37 orang (37.4%), dan tidak ada siswa dengan sikap kurang. Simpulan: Pengetahuan dan sikap siswa terhadap pencegahan skabies secara umum berada pada kategori cukup, tetapi masih perlu ditingkatkan terutama pada kelompok dengan pengetahuan kurang.   Kata Kunci: Pengetahuan; Siswa; Sikap; Scabies.
Gambaran resiko delirium pada pasien gagal ginjal kronik Anjali, Nabila; Subandi, Andi; Sari, Lisa Anita; Rudini, Dini; Ekaputri, Kintan Resqhita
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.2118

Abstract

Background: The lack of data describing the risk of delirium in patients with chronic kidney disease, particularly the elderly, and the lack of routine delirium screening using the AWOL Score at Raden Mattaher Hospital in Jambi have the potential to cause delays in the early detection of delirium. Purpose: to determine the risk of delirium in patients with chronic kidney failure. Method: This quantitative study, with a descriptive observational design using a cross-sectional approach, was conducted at Raden Mattaher Hospital in Jambi. Sampling was conducted using an accidental sampling technique on 92 elderly patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis. Delirium risk was measured using the AWOL Score with univariate data analysis. Results: Patients with chronic kidney disease (CKD) were predominantly elderly, aged 60–65 years, and male (53.3%), with the longest duration of illness ranging from 6 months to 1 year (40.2%). Based on the AWOL score, most patients were in the low-risk delirium category (40.2%), followed by very low-risk (29.3%), and high-risk (26.1%), while only a small proportion were at high to very high risk. Conclusion: Based on the AWOL score, most patients were in the low-risk delirium category, although patients with moderate to very high risk were still found. Keywords: AWOL Score for Delirium; Chronic Kidney Disease; Delirium. Pendahuluan: Kurangnya data mengenai deskripsi risiko delirium pada pasien gagal ginjal kronis khususnya kelompok lansia, dan kurangnya skrining delirium secara rutin menggunakan instrumen AWOL Score di Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi berpotensi menyebabkan keterlambatan deteksi dini delirium. Tujuan: untuk mengetahui gambaran resiko delirium pada pasien gagal ginjal kronik. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif observasional menggunakan pendekatan cross sectional, yang dilakukan di Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik accidental sampling pada 92 pasien lansia dengan gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis, dan pengukuran risiko delirium menggunakan instrumen AWOL Score dengan analisis data univariat. Hasil: Pasien gagal ginjal kronis didominasi oleh lansia berusia 60–65 tahun dan laki-laki (53.3%) dengan durasi penderitaan terlama 6 bulan–1 tahun (40.2%). Berdasarkan penilaian Skor AWOL, sebagian besar pasien berada dalam kategori risiko delirium rendah (40.2%), diikuti oleh risiko sangat rendah (29.3%), dan risiko tinggi (26,1%), sedangkan hanya sebagian kecil yang memiliki risiko delirium tinggi hingga sangat tinggi. Simpulan: Berdasarkan penilaian Skor AWOL, sebagian besar pasien berada dalam kategori risiko delirium rendah, meskipun pasien dengan risiko sedang hingga sangat tinggi masih ditemukan. Kata kunci : Awol Score for Delirium; Delirium; Gagal Ginjal Kronik.