Petrus Subardjo
Oceanography Department, Faculty Of Fiseheries And Marine Science, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, SH Kampus UNDIP Tembalang Semarang 50275, Indonesia

Published : 90 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search
Journal : Journal of Oceanography

STUDI PERUBAHAN GARIS PANTAI DI PERAIRAN KELING KABUPATEN JEPARA Siregar, Nunut Parasian; Subardjo, Petrus; Setiyono, Heryoso
Journal of Oceanography Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1214.929 KB)

Abstract

ABSTRAKPantai merupakan wilayah yang mengalami perubahan fisik baik perubahan maju maupun perubahan mundur garis pantai.Perubahan yang terjadi di pantai dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor alam dan aktivitas manusia.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi mengenai perubahan garis pantai serta daerah yang mengalami akresi maupun abrasi yang terjadi di perairan Keling  dalam kurun waktu 2003-2013. Penelitian dilaksanakan di Perairan Keling  Kabupaten Jepara pada tanggal 15Oktober sampai dengan 20 Oktober 2013.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Untuk pengambilan sampel menggunakan purposive sampling methodmengambil 24 sampel sedimen. Hasil penelitian menunjukkan abrasi yang terjadi di perairan Keling dalam kurun waktu 2003-2013 adalah seluas 223.212, 72 m2 dengan laju rata-rata tiap tahunnya adalah sebesar 20.292, 07 m2/tahun sedangkan perubahan akresi yang terjadi dalam kurun waktu 2003-2013 adalah sebesar 39.773,85 m2 dengan laju rata-rata tiap tahunnya 3.615,80 m2/tahun. Kondisi gelombang dalam waktu 2003-2013 dominan berasal dari timur dan barat laut dengan tinggi gelombang sebesar 0,617 m dengan periode 3,01 detik. Sedimen Perairan Keling didominasi oleh pasir dan untuk sedimen dasar didominasi oleh lanau.
PETA KERAWANAN TSUNAMI SERTA RANCANGAN JALUR EVAKUASI DI PANTAI DESA PARANGTRITIS KECAMATAN KRETEK KABUPATEN BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Saputra, Ichwan Dwi; Subardjo, Petrus; Handoyo, Gentur
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1473.713 KB)

Abstract

Tsunami sering melanda pantai selatan Jawa, dimana Parangtritis terletak di daerah tersebut, hal ini dikarenakan pertemuan lempeng Indo-Australia dengan lempeng Eurasia di selatan Jawa yang menghasilkan gempa tektonik sumber utama tsunami. Gelombang tsunami dari daerah ini memerlukan waktu 50 sampai 100 menit untuk mencapai pantai. Karena pendeknya rentang waktu untuk proses penyelamatan diri maka penelitian ini diperlukan untuk menyusun peta kerawanan wilayah terhadap tsunami guna rancangan jalur evakuasi dan tempat evakuasi sementara (TES) tsunami di pantai Desa Parangtritis. Materi yang dijadikan objek studi dalam penelitian ini adalah kerawanan tsunami, limpasan tsunami berdasarkan ketinggian runup, usulan jalur evakuasi dan tempat evakuasi sementara (TES) tsunami. Hasilnya Desa Parangtritis adalah daerah rawan tsunami dengan presentase luas daerah yang rawan tsunami sebesar 66,45%. Saat runup tsunami setinggi 16m luas daerah yang terlimpas adalah 788,07 Ha. Terdapat tiga usulan jalur evakuasi yang melalui jalan Parangtritis, jalan Depok dan jalan Depok-Parangtritis. Ada 12 tempat evakuasi sementara yang diusulkan yang tersebar di Desa Parangtritis.
STUDI SEBARAN SEDIMEN TERSUSPENSI SECARA HORIZONTAL DAN VERTIKAL DI PERAIRAN TUGU KECAMATAN TUGUREJO, SEMARANG Dwiyan, Kokoh; Subardjo, Petrus; Hariyadi, Hariyadi
Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.099 KB)

Abstract

ABSTRAKMasalah hidrodinamika yang terdapat di Perairan Tugu adalah sebaran sedimentasi yang tidak merata yang mengakibatkan pembelokan di badan sungai dan perubahan alur pelayaran bagi kapal-kapal nelayan untuk memasuki daerah sungai khususnya pada saat perairan sedang surut. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran sedimen tersuspensi secara horizontal dan vertikal di Perairan Tugu.Penelitian ini dilakukan dalam 3 tahap, tahap pertama pengolahan citra satelit ALOS untuk mengetahui sebaran sedimen tersuspensi secara horizontal di Labolatorium Komputasi Jurusan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Semarang, pengambilan data yang dilaksanakan pada bulan Maret 2012 di Perairan Tugu dan tahap analisa laolatorium terhadap sampel air untuk mengetahui konsentrasi sedimen tersuspensi di Labolatorium Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro, Semarang dan Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Data pengamatan pasang surut tinggi air di Perairan Tugu, Semarang hasil pengukuran Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika, Maritim.Pada saat pasang, nilai konsentrasi sedimen tersuspensi berkisar antara 8.13 mg/L untuk yang terendah dan 18.19 mg/L untuk yang tertinggi. Pada saat kondisi surut didapatkan nilai konsentrasi sedimen tersuspensi sebesar 18.17 mg/L sampai dengan 26.14 mg/L. Nilai konsentrasi sedimen terbesar pada saat pasang maupun surut didapatkan di dasar perairan, yakni sebesar 9.74 mg/L - 25.13 mg/L pada kondisi pasang dan 27.89 mg/L – 35.79 mg/L pada kondisi surut. 
PENGARUH POLA ARUS LAUT TERHADAP SEDIMEN DASAR DI PERAIRAN PULAU LIRANG MALUKU BARAT DAYA Fadhli, Ramdhani; Setyiono, Heryoso; Subardjo, Petrus; Agustiadi, Teguh
Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.086 KB)

Abstract

Sulitnya akses ke Pulau Lirang menjadi masalah untuk perkembangan ekonomi dan sosial di daerah tersebut. Masalah lain yang terjadi adalah dermaga Pulau Lirang yang berada di sebelah timur pulau tidak berfungsi sejak dibangun dari tahun 2011 disebabkan karang laut yang melintang di depan dermaga. Oleh sebab itu pengembangan dan pemeliharaan di daerah tersebut harus dilakukan. Salah satu upaya untuk mendapatkan kedalaman yang ideal di perairan dermaga adalah pengerukan.Penelitian ini dilakukan dua tahap, yaitu pengumpulan data berupa data sedimen dasar dan data arus pada tanggal 15 April - 18April 2016, dan yang kedua adalah pengolahan data dilaksanakan pada bulan Desember 2016 sampai Juli 2017. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh arus terhadap sebaran sedimen dasar. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif. Dari hasil pengolahan sampel didapat jenis sedimen adalah berupa pasirdan lanau pasiran.  Hasil pengolahan mawar arusmenunjukan arah arus yang dominan bergerak dari timur menuju ke barat laut dan utara dengan kecepatan 0,25 - 1,75 m/s. Berdasarkan hasil pengukuran lapangan di Perairan Pulau Lirang, arus memiliki kecepatan sebesar 0,02 – 1,75 m/s dengan arah dominan ke barat laut dan utara. Kecepatan maksimumpada  setiapcell berbeda-beda, semakin dalam suatu kolom air kecepatan arus akan semakin besar hal inimenyebabkan kecepatan arus bertambah, sehingga ukuran butir yang didapatkan adalah kasar. Sedangkan pada daerah yang tidak dekat dengan pantai, kecepatan arusnya berkurang, sehinga ukuran butir  yang didapatkan adalah halus. 
ANALISA SPASIAL KERAWANAN BENCANA TSUNAMI DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN KULON PROGODAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Tarigan, Togi Persada; Subardjo, Petrus; Nugroho, Denny
Journal of Oceanography Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.839 KB)

Abstract

Salah satu ancaman bencana yang ada di Indonesia adalah bahaya geologis berupa gempa bumi dan tsunami. Tsunami merupakan bencana alam yang belum dapat diperediksi kapan dan dimana terjadinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memetakan daerah yang  rawan bencana tsunami wilayah Pesisir Kabupaten Kulon Progo.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  metode kuantitatif dimana pengambilan lokasi titik penelitian dilakukan secara random  dan analisa data yang dilakukan bertujuan untuk menguji hipotesis yang sudah  ada. Pengolahan data dilakukan dengan analisis daerah rawan tsunami berdasarkan  parameter  yang  mempengaruhi, dan penentuan daerah rawan tsunami. Proses pemodelan melalui proses pembobotan dan skoring parameter yang berpengaruh kemudian ditumpang susunkan untuk mendapatkan peta kerawanan bencana tsunami. Melalui analisis dan pemodelan  SIG, dapat diketahui wilayah pesisir Kabupaten Kulon Progo dalam  kelas kerawanan  tsunami dan dapat diketahui nilai luas dan  persentase luas dalam tingkat kerawanan  tsunami dimana kelas sangat rawan 475, 30 Ha (4,21%), kelas rawan 3621, 98 (32,10%), kelas agak rawan 2441, 24 Ha ( 21,63%), kelas aman 3316, 03 Ha (29,38%), dan kelas sangat aman 1430, 85 (12,68%).
Studi Sebaran Sedimen Menggunakan Software SMS (Surface-Water Modeling System) pada Musim Timur di Muara Sungai Wulan Kabupaten Demak Sunaryo, Sondy; Subardjo, Petrus; Widada, Sugeng
Journal of Oceanography Vol 2, No 4 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sedimentasi akan terjadi apabila terdapat suplai muatan sedimen yang berasal dari daratan yang dibawa melalui aliran sungai. Timbulnya daratan baru di daerah sekitar perairan Muara Sungai Wulan menyebabkan banyaknya endapan di sekitar muara sungai sehingga tampang alirannya kecil, yang dapat mengganggu pembuangan debit sungai ke laut.  Kajian ini dibatasi hanya pada jenis dan sebaran sedimen dasar serta sedimen suspensi di Perairan Muara Sungai Wulan Demak pada saat penelitian dilakukan.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis dan sebaran sedimen dasar serta sedimen suspensi di perairan muara Sungai Wulan. Penelitian dilakukan pada tanggal 28 Juni – 10 Juli 2012 pada posisi geografis 6°44' 26.6" LS sampai 6° 46'44.3" LS dan 110° 31' 00.6" BT sampai 110° 33' 34.6" BT..Hasil analisis laboratorium terhadap sampel air di perairan sekitar muara Sungai Wulan menunjukkan bahwa nilai konsentrasi sedimen terendah di permukaan berada pada stasiun 5 dengan nilai 8.8 mg/l. Nilai konsentrasi sedimen tertinggi di permukaan berada pada stasiun 3 dengan nilai 90.8 mg/l. Di bagian kolom air, nilai konsentrasi terendah berada pada stasiun 4 dengan nilai 8.8 mg/l. Nilai tertinggi berada pada stasiun 1 dengan nilai 27.6 mg/l. Di dekat dasar perairan nilai konsentrasi terendah berada pada stasiun 5 dengan nilai 8.8 mg/l. Nilai konsentrasi tertinggi berada pada stasiun 9 dengan nilai 18.1 mg/l. Sementara sedimen dasar sekitar perairan di sekitar muara Sungai Wulan didominasi oleh sedimen lanau (silt) dengan nilai rata-rata persentase dari 10 stasiun sebesar 52.78%, sedangkan untuk sedimen pasir, nilai rata-rata persentasenya sebesar 29.22% dan untuk lempung (clay) sebesar 18%.  Pemodelan konsentrasi TSS menghasilkan sebaran konsentrasi TSS saat pasang dan sebaran konsentrasi TSS saat surut dengan nilai MRE (Mean Relative Error) sebesar 28.44%.
ANALISA PENGARUH PARAMETER OSEANOGRAFI TERHADAP SEBARAN GUMUK PASIR DI PANTAI PARANGTRITIS TAHUN 2005-2009 Sihotang, Willy Martahi; Subardjo, Petrus; Saputro, Siddhi
Journal of Oceanography Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.346 KB)

Abstract

ABSTRAKGumuk pasir yang terbentuk di daerah parangtritis mengalami perubahan sesuai dengan arah hembusan angin. Gumuk pasir yang terbentuk di daratan mengalami persebaran. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tambahan guna memonitoring perubahan gumuk pasir. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalahuntuk mengetahui pengaruh parameter oseanografi yaitu angin, gelombang dan arus terhadap sebaran gumuk pasir. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kuantitatif. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwakecepatan rata-rata angin pada tahun 2005-2009 di Pantai Parangtritis adalah 3,75 knot dengan arah angin dominan dari arah Tenggara.Tinggi gelombang maksimum rata-rata  tahun 2005 sampai 2009 di Pantai Parangtritis sebesar 4,524 meter dan arah gelombang dominan datang dari arah Tenggara.Arah arus pada Pantai Parangtritis dominan menuju arah Barat Laut dan memiliki kecepatan rata-rata 0.71683 m/s.Hal ini menunjukkan adanya pengaruh parameter oseanografi terhadap sebaran gumuk pasir yang dominan bergerak ke arah Barat Laut.
Studi Perubahan Pola Arus Pasang Surut di Kolam Pelabuhan Akibat Pembangunan Tahap II Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Nur Fuady, Ilham Aulia; Subardjo, Petrus; Widada, Sugeng
Journal of Oceanography Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.649 KB)

Abstract

Rencana pengembangan tahap II pelabuhan Tanjung Emas Semarang membutuhkan informasi mengenai arus laut. Penelitian pola arus laut tersebut dapat menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan dalam rencana pengembangan pelabuhan pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan kecepatan dan arah arus di kolam pelabuhan akibat proses pembangunan tahap II Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan penentuan lokasi menggunakan purposive sampling method. Pendekatan model hidrodinamika dengan perangkat lunak MIKE 21 modul MIKE 21 flow model digunakan dalam penelitian ini dua skenario yaitu sebelum dan sesudah pengembangan pelabuhan. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa dominasi arus laut di perairan pelabuhan Tanjung Emas Semarang adalah arus pasang surut dengan arah utara dan selatan. Kecepatan arus laut terendah sebesar 0,016 m/det dan kecepatan arus laut tertinggi sebesar 0,638 m/det serta kecepatan rata-rata sebesar 0,279 m/det. Dari hasil simulasi model diketahuin kecepatan arus setelah pembangunan tahap II mengalami peningkatan dan perubahan arah. Dominasi arah arus sebelum pembangunan tahap II arah arus ke Barat Laut dan Selatan, sedangkan untuk arah arus setelah pembangunan tahap II didominasi arus ke arah Timur Laut dan Barat Daya.
PEMETAAN BATIMETRI DI PERAIRAN JUNTINYUAT, KABUPATEN INDRAMAYU, JAWA BARAT Wibawa, Davis Pramayuda; Subardjo, Petrus; Rochaddi, Baskoro
Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.708 KB)

Abstract

Kabupaten Indramayu memiliki luas wilayah 2.099,42 km2 yang terdiri dari 31 kecamatan dimana 11 diantaranya mempunyai wilayah pesisir,  salah satunya adalah Kecamatan Juntinyuat dengan panjang  garis pantai  mencapai 7,3 km.  Pesisir Juntinyuat merupakan wilayah yang intensif bagi masyarakat. Selain menjadi tujuan wisata pantai,  daerah pesisir difungsikan menjadi  pemukiman, pertanian, pertambakan, Industri dan aktivitas nelayan. Intensitas penggunaan wilayah pesisir yang tinggi ditambah banyaknya jumlah TPI yang mudah dijangkau menjadikan Perairan Juntinyuat sangat aktif. Oleh karena itu, untuk menunjang kegiatan masyarakat pesisir, maka diperlukan peta batimetri guna mengetahui kondisi morfologi di perairan tersebut.Memetakan batimetri di Perairan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat merupakan tujuan penelitian.Penelitian dilaksanakan pada tanggal 19-21 Oktober 2015 di Perairan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif. Data yang digunakan adalah data pemeruman, data pasang surut, dan Peta Laut Pantai Utara (Tanjungpriok hingga Cirebon) Dishidros Edisi 2003.  Pengolahan data menggunakan software ArcGIS 10.Hasil penelitan memperlihatkan kontur kedalaman cenderung sejajar garis pantai dan semakin merenggang ke arah laut. Hal ini menunjukan bahwa kondisi batimetri di Perairan Juntinyuat memiliki kemiringan yang landai. Nilai slope rata-rata tahun 2015 antara 0,26% - 0,99% dan 0,16% - 0,48% tahun 2003. Peta batimetri hasil pengukuran lapangan tahun 2015 dengan peta batimetri hasil digitasi Peta Laut tahun 2003 menunjukan perubahan kontur kedalaman. Perubahan signifikan terjadi pada kontur 5 m mencapai 1,2 km mendekati garis pantai dan 0,39 km menjauhi  garis pantai.
LAJU SEDIMENTASI DI MUARA SUNGAI TAYU KABUPATEN PATI JAWA TENGAH Hariadi, Ardian; Satriadi, Alfi; Subardjo, Petrus
Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1971.584 KB)

Abstract

Sungai Tayu berada di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Sungai Tayu merupakan sungai terbesar yang melintasi Kecamatan Tayu. Setiap tahunnya daerah sekitar muara terjadi banjir akibat meluapnya Sungai Tayu. Sedimentasi yang terus menerus di daerah muara sungai dapat menyebabkan pendangkalan serta penutupan di mulut sungai. Sedimentasi yang semakin tinggi juga berpotensi mengurangi kapasitas tampung sungai. Sehubungan dengan kondisi yang terjadi di muara Sungai Tayu, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui nilai laju sedimentasi dan faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 2-17 Januari 2016. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer meliputi sampel sedimen dan data debit sungai. Sedangkan untuk data sekunder meliputi data pasang surut dan peta Rupa Bumi Indonesia Lembar Tayu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Metode penentuan lokasi pengambilan data debit sungai dan sampel sedimen menggunakan metode purposive sampling. Sediment trap diletakan di 7 titik lokasi. Pengukuran arus sungai menggunakan bola duga. Pengolahan data yakni pasang surut dengan metode Admiralty, analisis laju sedimentasi dan penamaan sedimen dengan metode Buchanan dan Holme Mc Intyre. Berdasarkan hasil penelitian di muara Sungai Tayu diketahui nilai rata-rata laju sedimentasi di setiap stasiun berkisar 199,959 gr/m2/hari sampai 446,932 gr/m2/hari dengan nilai debit sungai berkisar 4,33 m3/detik sampai 7,69 m3/detik.  Pasang surut di perairan muara Sungai Tayu mempunyai nilai Formzahl sebesar 2,78 yang merupakan tipe pasang surut campuran condong ke harian tunggal.
Co-Authors Abdillah Ranadipura Aditya Gilang Saraswata Agus A.D. Suryo Putro Agus A.D. Suryoputro Agus ADS Agustiadi, Teguh Ahmad Nur Huda Ajie Rahmat Budiwicaksono Alfi Satriadi Ali Djunaedi Aminuyati Andhika Kurniawan Andhika Kurniawan Andika Nugraha Pradana Andita Agung Anindya Wirasatriya Anisa Nabila Apriliawan Setiya Ramadhany Apriliawan Setiya Ramadhany Aris Ismanto Azis Rifai Baskoro Rochaddi Bima Andriantama Bintang Yosua Cristian M. Chandra Sinambela Chiquita Tri Rezki Daniel Giovanni Sihotang Dayinta Andayani Denny Nugroho Denny Nugroho Sugianto Dinda Ayu Octaviana Dwi Haryo Ismunarti Dwi Haryo Ismunarti Elis Indrayanti Erni Kusumastuti Erni Kusumastuti, Erni Ezikri Yasra Ezikri Yasra Fadhli, Ramdhani Fajri Fajri Fajri Fajri Fauzia Farida Fitroh, Indah Syahiddah Franto Novico Gentur Handoyo Gersanandi Gersanandi Hanifah, Anne Hariadi Hariadi Hariadi Hariadi Hariadi, Ardian Hariyadi Hariyadi Hariyadi Hariyadi Haryadi Haryadi Hastuti Hastuti Hebron Yustiabel Hebron Yustiabel, Hebron Heriyoso Setiyono Heriyoso Setyono Hermawan Saputra Heryoso Setiyono Ibnu Praktikto Ibnu Pratikno Ibnu Pratikto Ibnu Pratikto Ichwan Dwi Saputra Ilham Aulia Nur Fuady, Ilham Aulia Indra Budi Prasetyawan Irfan Lazuardi Irwan Hidayatullah, Irwan Irwani Irwani Irwani Irwani Jannisa Raska Jarot Marwoto Jasmine Khairani Zainal Jasmine Khairani Zainal Julia Pernando Manalu Karlina Putri Diani Kokoh Dwiyan Kunarso Kunarso Larosa Nurfikri Gamellia Leon Rich Ginting Lilik Maslukah M. Furqon Aziz Ismail M. Taufan Qoriadi Melisa Dwi Syaputri, Melisa Dwi Metrio Swandiko Muh Yusuf Muhamad Adnan Kurnianto Muhammad Helmi Muhammad Helmi Muhammad Helmi Muhammad Sulaiman Muhammad Yafi Arfa Muhammad Zainuri Munasik Munasik Muslim Muslim Muslim Muslim Natalia Jelita Tarigan Nawanto Budi Sukoco Nawanto Budi Sukoco Nugroho Agus D Nunut Parasian Siregar Nur Ismu Hidayat Nur Kholik Kurniana Putra Nuriyati Nuriyati Pratiwi Ramadhan Purwanto Purwanto Putra Charisma Chryssa Sitompul Raden Ario Rahmat Hidayat Rifky Saputra Rikha Widiaratih Rina Shofiana Rizky Aditya Robin Sirait Rudhi Pribadi Ryan Nurdiansyah S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sa’adah, Nailis Sabilu, Kadir Safwan, Mohammad Arif Setyiono, Heryoso Siddhi Saputra Siddhi Saputro Siddhi Saputro Sigit Purnomo Siti Zulaykha Sofia Alma Aeda Sondy Sunaryo Sri Yulina Wulandari Sugeng Widada Surya Nugraha Syaiful Syafiq Muhammad Aziz Syakinah Maghfirah Ayu Tarigan, Natalia Jelita Togi Persada Tarigan, Togi Persada Trenggono, Mukti Vemilarisa Kusumadewi Veri Yulianto Veri Yulianto Wahyu Aditya Nugraha Wahyu Aditya Nugraha Warsito Atmodjo Wibawa, Davis Pramayuda Widodo Pranowo Widodo Setiyo Pranowo Willy Martahi Sihotang Yeremia Sudibyo Yoga Yuniadi Yulius Yulius Zulkifli Aziz Zulkifli Aziz