Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PERBEDAAN KANDUNGAN E-COLI AIR MINUM ISI ULANG DI DEPO AIR MINUM ISI ULANG DI KECAMATAN PASIRIAN KABUPATEN LUMAJANG Kurnia Arum Ndani; Misbahul Subhi; Devita Sari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33401

Abstract

Keberadaan Escherichia coli pada sumber air mempengaruhi kualitas air yang berdampak pada Kesehatan, perlu diketahui kualitas sumber air dari sumur bor/sumur gali memenuhi standar air minum. Studi pendahuluan dari hasil pemeriksaan mikrobiologi dari 9 Depo Air Minum tersebut terdapat 7 Depo Air Minum dengan hasil tidak memenuhi syarat. Selain itu dari 9 Depo Air Minum isi ulang tersebut menggunakan sumber air baku yang berbeda-beda yaitu 4 Depo Air Minum menggunakan air PDAM dan 5 Depo Air Minum menggunakan air sumur bor. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kandungan E-coli air minum isi ulang di Depo Air Minum Isi Ulang Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang. Desain penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini depo air minum isi ulang yang berada di Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang sebanyak 9 depo air minum. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanak 9 depo air minum dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Berdasarkan penelitian kandungan escherichia coli pada depo air minum yang yang memenuhi syarat (66,%) lebih banyak daripada yang tidak memenuhi syarat (33,3%). Sedangkan, total coliform pada depo air minum yang yang memenuhi syarat (33,3%) lebih banyak daripada yang tidak memenuhi syarat (66,7%). Hasil uji Chi Square kandungan escherichia coli dan total coliform pada depo air minum air minum isi ulang (P-value 0,048), artinya ada perbedaan kanndungan escherichia coli air minum pada depo air minum di kecamatan pasirian Kabupaten Lumajang
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMPETENSI TENAGA SANITASI LINGKUNGAN DALAM MELAKSANAKAN SURVEILANS KUALITAS AIR MINUM DI KABUPATEN LUMAJANG TAHUN 2024 Kartikasari, Nova Dwi; Subhi, Misbahul; Cahyani, Septia Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33402

Abstract

Setiap  puskesmas memiliki tenaga sanitasi lingkungan sebanyak 1 orang, dimana mereka harus bisa melaksanakan segala kegiatan terkait dengan kesehatan lingkungan diantara surveilans kualitas air minum yang ada di wilayah mereka. Hal ini dapat menjadi penghambat pelaksanaan surveilans kualitas air minum di Kabupaten Lumajang. Tujuan Penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kompetensi tenaga sanitasi lingkungan dalam melaksanakan surveilans kualitas air minum di Kabupaten Lumajang tahun 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga sanitasi lingkungan puskesmas di Kabupaten Lumajang yang berjumlah 25 orang. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 25 orang. Analisis data menggunakan regresi linear berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kompetensi tenaga sanitasi lingkungan dalam melaksanakan surveilans kualitas air minum di Kabupaten Lumajang tahun 2024. Berdasarkan penelitian, pada kemampuan intelektual terdapat 20 responden (95.2%) memiliki kemampuan intelektual pada kompetensi tenaga sanitasi lingkungan dan tidak mampu sebanyak 1 responden (4.8%). Pada variabel keterampilan terdapat 15 responden (71.4%) sangat terampil pada kompetensi tenaga sanitasi lingkungan, 5 responden (23.8%) terampil pada kompetensi tenaga sanitasi lingkungan dan 1 responden (4.8%) tidak terampil pada kompetensi tenaga sanitasi lingkungan dalam pelaksanaan survelilans kualitas air minum. Pada variabel pengalaman terdapat 15 responden (71.4%) sangat berpengalaman pada kompetensi tenaga sanitasi lingkungan, 5 responden (23.8%) berpengalaman pada kompetensi tenaga sanitasi lingkungan dan 1 responden (4.8%) tidak berpengalaman pada kompetensi tenaga sanitasi lingkungan dalam pelaksanaan survelilans kualitas air minum.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN FAKTOR PEKERJAAN DENGAN TINGKAT KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PEKERJA INDUSTRI MAKARONI KABUPATEN MALANG kumaerah, Ratu; Subhi, Misbahul; Susanto, Beni Hari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33629

Abstract

Manusia merupakan salah satu faktor yang memiliki peran penting dalam sebuah industri. Dengan penerapan ergonomi yang tepat diharapkan akan terjadi proses kerja yang efektif, nyaman, aman, sehat dan efisien (ENASE). Kesehatan dan keselamatan kerja harus dilaksanakan dalam dunia kerja dan dunia usaha oleh semua orang yang berada di tempat kerja. Namun, sering terjadi keluhan pada Kesehatan pekerja. Salah satunya adalah nyeri punggung bawah. Karakteristik individu, dan faktor pekerjaan merupakan faktor risiko keluhan nyeri punggung bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik individu dan faktor pekerjaan dengan tingkat keluhan nyeri punggung bawah pada pekerja industri Makaroni di Kabupaten Malang. Metodologi yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik cross-sectional. Sampel sebanyak 40 orang dan diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen data yang digunakan dalam penelitian ini adalah  kuesioner, lembar observasi, alat tulis dan handphone. Analisis hasil menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan karakteristik individu dan faktor pekerjaan dengan tingkat keluhan nyeri punggung bawah. Hasil penelitian menunjukan karakteristik individu pada umur dengan nilai sig 0.001, indeks masa tubuh (IMT) dengan nilai sig 0,037, dan pendidikan dengan nilai sig 0,043. Hal ini menunjukkan adanya hubungan signifikan dengan tingkat keluhan nyeri punggung bawah. Untuk faktor pekerjaan, masa kerja dengan nilai sig 0,023. Hal ini menunjukan  adanya hubungan signifikan dengan keluhan nyeri punggung bawah, sementara lama kerja dengan nilai sig 0,657 tidak menunjukan adanya hubungan signifikan. Disarankan pekerja mendapatkan tambahan jam istirahat  yang cukup serta disediakan tempat duduk yang memiliki sandaran agar keluhan nyeri punggung bawah berkurang.
Perilaku Pengelolaan Sampah Pada Ibu Rumah Tangga Di Kelurahan Patokan Kabupaten Situbondo Puspitasari, Silviana Ayu; Subhi, Misbahul; Saktiawan, Yusup
Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 12 No 2 (2022): Oktober
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jkl.v12i2.2489

Abstract

Waste is a national problem which the management system needs to be carried out in a comprehensive and integrated manner in order to provide economic benefits, healthy for the community and safe for the environment. The type of waste that needs to be managed properly and correctly is household waste. One of the factors that influence the success of household waste management is the knowledge, attitude and good behavior of housewives. This study aims to determine the effect of knowledge and attitudes on waste management behavior among housewives in Patokan Village, Situbondo Regency. This study used an analytic observational research design with a cross sectional design. The research sample amounted to 30 people criteria using total sampling technique. The instruments used are questionnaires and observation sheets. Analysis of research results using ordinal logistic regression test. Based on the results of the ordinal logistic regression test, it was found that the significant value was 0.195. So, it can be concluded that there is no effect of knowledge and attitudes on waste management behavior in housewives in Patokan Village, Situbondo Regency. It is expected that housewives provide trash bins that meet the requirements and maintain environmental cleanliness by not burning garbage.
The Relationship Between Individual Characteristics and Work Factors With The Level of Lower Back Pain Complaints Among Workers in The Macaroni Industry in Malang Regency Subhi, Misbahul; Kumaerah, Ratu; Hari Susanto, Beni
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i2.1684

Abstract

This study examines the correlation between individual characteristics, work factors, and the severity of lower back pain complaints among workers in the macaroni industry in Malang Regency. The study's background encompasses the notion that individual characteristics and work factors may serve as risk factors for lower back pain complaints. Everyone in the workplace must apply occupational health and safety to achieve the highest level of physical, mental, and social health through preventive and curative measures against work-related health disorders. This study uses a quantitative approach with the cross-sectional method and the chi-square test to determine the relationship between independent variables and dependent variables. The results of the analysis show that individual characteristics such as age, BMI, and education have a significant relationship with lower back pain complaints, while gender is not significant. Work factors such as length of service also show a significant relationship with lower back pain complaints, while length of service does not show a significant relationship
Analisis Kebutuhan Air Bersih Gedung Perkantoran RSUD Dr. Soetomo Firdaus, Asro; Ike Dian Wahyuni; Misbahul Subhi
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 1 (2025): The Environment In Global Health Governance:An Analysis of Environment-Related
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i1.751

Abstract

Air adalah sumber energi alami yang dibutuhkan untuk kehidupan semua makhluk hidup. Selama ini fokus penelitian analisis yang dominan dilakukan adalah pada unit-unit pelayanan. Sedangkan di rumah sakit terdapat banyak unit yang juga harus diperhatikan dalam penyediaan air bersih, salah satunya adalah unit perkantoran. berdasarkan data pegawai RSUD Dr. Soetomo, jumlah total pegawai mencapai 6.174 pegawai. dalam   menjamin kecukupan pasokan air bersih di seluruh unit di RSUD Dr. Soetomo,  sehingga diperlukan perhitungan kebutuhan air bersih di perkantoran agar analisis lebih akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air bersih di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian kuantitatif analitik observasional, pada desain   ini peneliti melakukan pengamatan atau observasi melalui, pengisian kuesioner dan telaah  dokumen seperti dokumen amdal atau dokumen lingkungan tanpa memberikan perlakuan-perlakuan tertentu. Total kebutuhan air bersih di gedung perkantoran RSUD Dr. Soetomo pada masing-masing variabel adalah sebesar 69.360 liter/orang/hari untuk pemakaian karyawan, untuk pemakaian wastafel sebesar 17.340 liter/hari, untuk pemakaian kloset sebesar 23.120 liter/hari sedangkan untuk pemakaian kamar mandi sebesar 43.350 liter/hari. Analisis kebutuhan air bersih ini dapat menjadi acuan bagi rumah sakit dalam memperhatikan kebutuhan air bersih selama ini di dalam gedung perkantoran, dimana pada pusat kegiatan perkantoran tentunya akan membutuhkan air untuk menunjang segala aktivitas di dalamnya.
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT KELOMPOK BERMAIN DAN TARBIYATUL ATHFAL "IMPIANKU" KOTA MALANG YULIYANIK; SUBHI, MISBAHUL
Media Husada Journal Of Community Service Vol. 2 No. 2 (2022): Media Husada Journal of Community Service
Publisher : STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.287 KB) | DOI: 10.33475/mhjcs.v2i2.37

Abstract

PAUD adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini. Untuk menggambarkan situasi kelompok tersebut, maka dilakukan survey dengan membuat sejumlah daftar yang berisi lokasi dan kepemilikan, perijinan operasional sekolah, data guru, data siswa, sarana dan prasarana, metode pembelajaran, kurikulum, lulusan dan sistem promosi serta pendokumentasian. Luaran dari program ini adalah tersedianya Alat Permainan Edukatif (APE), tersedia media pembelajaran sederhana elektronik, tersedia sarana audio visual, guru telah mengikuti pelatihan dan implementasi sarana tersebut akan dapat memperbaiki proses belajar mengajar (PBM).
DETEKSI KEAMANAN PANGAN KANDUNGAN FORMALIN DENGAN SIMPLE METHODE Wahyuni, Ike Dian; Fadila, Wahyu Sekar Nur; Subhi, Misbahul; Yuniastuti, Tiwi; Utami, Sukma Dwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45050

Abstract

Keamanan pangan merupakan salah satu aspek penting yang menentukan kualitas sumber daya manusia. Keamanan pangan sering dikaitkan dengan kesehatan terutama tentang keracunan makanan. Salah satu penyebab keracunan makanan adalah adanya kandungan bahan tambahan pangan seperti formalin, boraks, dan pewarna tekstil dalam makanan. Bahan pengawet berbahaya yang sering digunakan yaitu formalin, dan umumnya digunakan untuk mengawetkan bahan pangan hasil perikanan. Formalin efektif untuk menghambat pertumbuhan mikroba pada makanan, namun formalin dilarang penggunaannya pada makanan padahal formalin adalah pengawet berbahaya karena dapat menyebabakan karsinogenik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan formalin dalam ikan asin dengan menggunakan simple methode (menggunakan test kit uji formalin dan kunyit untuk mereduksi kadar formalin dalam ikan asin. Penelitian ini menggunakan desain penelitian berupa Pre-eksperimental dimana ikan asin akan direndam dengan larutan kunyit berdasarkan variasi waktu tertentu dengan tujuan untuk mengetahui apakah ada penurunan kadar formalin pada sampel. Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan hasil bahwa perendaman 15 menit dan 30 menit tidak memiliki perbedaan bermakna dengan nilai sig. 1,000 dan 0,083 sementara perendaman 45 menit dan 60 menit memiliki perbedaan bermakna dengan nilai sig. 0,043 dan 0,008 sehingga lama perendaman mempengaruhi penurunan kadar formalin pada ikan asin.
HUBUNGAN ANTARA JUMLAH ANGKA LEMPENG TOTAL DENGAN JUMLAH ENDOTOKSIN PADA AIR REVERSE OSMOSIS HEMODIALISA Yuliati, Rita; Subhi, Misbahul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48864

Abstract

Air Reverse Osmosis merupakan komponen utama dalam proses hemodialisa yang berfungsi sebagai pelarut cairan dialisat. Kualitas mikrobiologi air Reverse Osmosis sangat berpengaruh terhadap keamanan pasien, terutama terkait dengan kontaminasi endotoksin yang berasal dari dinding sel bakteri Gram-negatif. Penelitian tahun 2025 ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara angka lempeng total (ALT) dan kadar endotoksin pada air Reverse Osmosis di unit hemodialisa Rumah Sakit X Kota Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diperoleh dari satu titik lokasi, yaitu air produk mesin Reverse Osmosis yang sudah siap dialirkan ke mesin hemodialisa. Pengambilan dilakukan selama lima hari berturut-turut. ALT diperiksa menggunakan metode tuang (pour plate), dan kadar endotoksin diukur dengan alat Nexgen menggunakan metode chromogenic LAL. Berdasarkan hasil uji Spearman, diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar –0,518 dengan nilai signifikansi (p) sebesar 0,125 (p > 0,05), yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif sedang antara ALT dan kadar endotoksin, namun hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Pada penelitian ini, jumlah Angka Lempeng Total (ALT) tidak memengaruhi kadar endotoksin. Hal ini dapat terjadi karena kadar endotoksin tetap dapat terdeteksi meskipun bakteri Gram-negatif yang menghasilkan endotoksin tersebut sudah mati, atau bahkan hanya tersisa fragmen dinding selnya saja. Temuan ini menekankan pentingnya pemantauan dan pemeliharaan sistem distribusi air Reverse Osmosis secara berkala untuk menjaga kualitas mikrobiologinya dan mencegah berbagai sumber kontaminasi.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN DENGAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) PADA SISWA SDN MALAKIKU KABUPATEN NGADA novista, Meilani a; Yuniastuti, Tiwi; Subhi, Misbahul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.50067

Abstract

Di Nusa Tenggara Timur sebesar 21,7 %. Nusa Tenggara Timur merupakan Provinsi terendah dengan tingkat kesadaran dalam perilaku cuci tangan pakai sabun di karenakan kurangnya peran serta promosi  kesehatan  dan  pengetahuan,  dengan  ini  kita  perlu  melakukan promosi kesehatan guna meningkatkan tingkat pengetahuan, kesadaran dan kemauan dalam berperilaku hidup sehat tentang pentingnya CTPS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan tindakan dengan perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) di SDN Malakiku. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriftif dengan tujuan untuk mendeskripsikan mengenai perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) dalam upaya mengetahui hubungan tingkat pengetahuan,sikap,dan tindakan dengan perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) di SDN Malakiku Kec.Bajawa Utara. sebagian besar pengetahuan siswa tentang perilaku cuci tangan pakai sabun tergolong baik sedangkan sikap siswa terhadap perilaku cuci tangan pakai sabun tergolong cukup baik dan sedangkan tindakan siswa terhadap perilaku cuci tangan pakai sabun tergolong kurang baik. H1 di terima sehingga dapat disimpulkan bahwa hubungan yang signifikan antara ketiga variabel terhadap perilaku cuci tangan pakai sabun. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap dan tindakan terhadap perilaku cuci tangan pakai sabun.