Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Partisipasi Kelompok Tani dalam Penerapan Program GAP (Good Agriculture Practices) Pada Usahatani Buah Naga Merah di Kabupaten Banyuwangi Valentina, Gadis Dewi; Sudarko, Sudarko
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.02.28

Abstract

Partisipasi adalah keikutsertaan dan keterlibatan individu dalam pelaksanaan suatu program atau kegiatan, baik kegiatan yang bersifat formal atau kegiatan yang bersifat non-formal. Partisipasi dilakukan baik pada individu sendiri ataupun dilakukan secara berkelompok. Partisipasi yang dilakukan dalam suatu program yakni partisipasi petani buah naga merah dalam penerapan program GAP (Good Agriculture Practices). GAP (Good Agriculture Practices) merupakan program baru dan penerapan dari program GAP masih jarang dijumpai di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur partisipasi anggota kelompok tani Pucangsari dan kelompok tani Sumber Rejeki yang ditentukan secara purposive method. Analisis data pada penelitian ini adalah analisis data statistik dan inferensial yang menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa partisipasi anggota kelompok tani berada pada kategori rendah yang diperoleh dari empat tahapan partisipasi, hal ini mengindikasikan bahwa partisipasi anggota kelompok tani Pucangsari dan Sumber Rejeki cukup rendah dalam penerapan program GAP. Kata kunci: Partisipasi, GAP (Good Agriculture Practices), skala likert, regresi linear berganda
Strategi Pengembangan Usahatani Kopi Robusta Organik di Kelompok Tani Jaya II Desa Rowosari Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember Alfath, Muhammad Badar; Puspaningrum, Diah; Widjayanthi, Lenny; Sudarko, Sudarko
Jurnal Agribest Vol. 9 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v9i2.3967

Abstract

Kabupaten Jember merupakan salah satu sentra produksi kopi terbesar di Jawa Timur yang memiliki potensi besar dalam pengembangan kopi organik, didukung oleh luas lahan perkebunan dan adanya regulasi yang mendukung. Namun, implementasi usahatani kopi organik, khususnya pada Kelompok Tani Jaya II di Desa Rowosari masih menghadapi berbagai kendala seperti belum optimalnya pengelolaan lahan, kurangnya insentif untuk konversi lahan, serta terbatasnya akses pasar dan pengetahuan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pertanian organik dan strategi pengembangan usaha tani kopi organik pada Kelompok Tani Jaya II. Penelitian menggunakan strategi metode campuran konkuren (concurrent mixed methods) dengan metode kualitatif yang didukung data kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan survei, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, dipadukan dengan Force Field Analysis untuk mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelompok Tani Jaya II memiliki dukungan sumber daya alam dan tren pasar yang positif, namun masih dihadapkan pada kendala kelembagaan, motivasi petani, akses pasar, serta pengelolaan hasil yang belum optimal. Strategi pengembangan yang direkomendasikan meliputi peningkatan kapasitas dan motivasi anggota kelompok, perbaikan kelembagaan, perluasan akses pasar, serta penguatan branding kopi organik. Implikasi kebijakan yang muncul adalah perlunya penguatan dukungan pemerintah melalui insentif konversi lahan dan peningkatan pelatihan bagi kelompok tani.
Strategic Optimization of Fractionation and Dialysis Buffer pH to Enhance Goat Liver-Uricase Activity Zain, Romzi Al Amiri; Handayani, Wuryanti; Sjaifullah, Achmad; Pertiwi, Andriana Kusuma; Ratnadewi, Anak Agung Istri; Sudarko, Sudarko
Indonesian Chimica Letters Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Chemistry, FMIPA, UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/icl.v5i1.60008

Abstract

Uricase is an important enzyme that catalyzes the oxidation of uric acid to allantoin and has potential applications in clinical diagnostics and biotechnology. However, its activity and stability are greatly influenced by purification conditions. This study aimed to optimize ammonium sulfate fractionation and the pH of the dialysis solution to enhance the activity of uricase isolated from goat liver. The enzyme was extracted and subjected to stepwise ammonium sulfate precipitation at different saturation levels, followed by dialysis using buffers with varying pH values. Enzyme activity and protein concentration were determined to calculate specific activity, and SDS–PAGE analysis was performed to evaluate the purification profile. The results showed that the optimal ammonium sulfate fraction for uricase precipitation was 0–20% saturation, yielding the highest specific activity of 0.0034 ± 0.001 U/mg. Further dialysis optimization indicated that a pH of 8.5 was the most favorable condition, yielding the highest enzyme activity of 0.0038 ± 0.001 U/mg. SDS–PAGE analysis showed reduced contaminant protein bands after purification, indicating improved enzyme purity. These findings suggest that precise control of salt concentration and buffer pH is crucial for maintaining uricase stability and enhancing its catalytic performance. Overall, the combination of optimized ammonium sulfate fractionation and dialysis conditions effectively improved the purity and activity of uricase, providing a useful basis for further development and application of this enzyme in biochemical and industrial processes.
THE CAPACITY BUILDING OF FOSTER GROUPS OF THE MERU BETIRI NATIONAL PARK OFFICE IN GOAT FARMING Sri Subekti; Devin Dwi Andriani; Diah Puspaningrum; Sudarko Sudarko
AGRIBIOS Vol 23 No 02 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i02.6982

Abstract

Desa Sanenrejo sebagai desa penyangga Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) memiliki potensi agroklimat dan topografi yang mendukung pengembangan usaha ternak sebagai alternatif mata pencaharian. Balai TNMB memfasilitasi pembentukan kelompok masyarakat yang sebagian besar anggotanya merupakan mantan pelaku illegal logging, melalui program pemberdayaan, salah satunya usaha ternak kambing. Tujuan penelitian adalah menganalisis proses pemberdayaan kelompok masyarakat binaan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan berjumlah 15 orang yang terdiri dari ketua dan anggota kelompok masyarakat, penyuluh kehutanan, serta pihak TNMB, termasuk polisi hutan dan bagian keuangan. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman & Saldana meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa proses pemberdayaan berjalan dalam tiga tahapan peningkatan kapasitas yaitu 1) peningkatan kapasitas sistem nilai keadilan yang dijabarkan oleh dua aturan yaitu aturan dari kelompok dan aturan Taman Nasional Meru Betiri. Aturan kelompok berupa aturan pembagian keuntungan dan aturan perawatan kambing. Sedangkan, aturan Taman Nasional Meru Betiri yakni mengadakan evaluasi kelompok dan alokasi dana usaha berupa pembuatan rekening atas nama dua orang yakni penyuluh dan ketua kelompok. 2) peningkatan kapasitas manusia melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan. Kegiatan penyuluhan berupa kegiatan Meru Betiri Service Camp (MBSC) dan kegiatan pelatihan berupa pelatihan perawatan kambing, pelatihan pembuatan silase dan penggunaan chopper, dan pelatihan pembuatan pupuk kompos. 3) Peningkatan kapasitas kelompok terdiri dari adanya kelembagaan yang jelas, adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan melalui pelatihan, adanya kemampuan inovasi dan adaptasi melalui media sosial dan platform belanja, adanya kemampuan memperoleh informasi pasar, dan adanya jaringan konsultasi dengan penyuluh.