Bagiastra, I Ketut
Sekolah Tinggi Pariisata Mataram

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

POTENSI WISATA BUDAYA DALAM TRADISI MENGGAWE MENGKAWINANG DI DESA BILOK, PETUNG KECAMATAN SEMBALUN, KABUPATEN LOMBOK TIMUR Yoni Astika; I Ketut Bagiastra; Agusman Agusman
Journal Of Responsible Tourism Vol 2 No 3: Maret 2023
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jrt.v2i3.2547

Abstract

Tradisi Menggawe mengkawinang merupakan salah satu bentuk tradisi yang terdapat di desa Bilok Petung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Dalam hal ini prosesi menggawe mengkawinag sebagai tradisi yang masih terjaga dan dilaksanakan di Desa Bilok Petung. Tradisi ini merupakan warisan leluhur serta memiliki potensi wisata budaya di dalamnya. Potensi wisata dalam tradisi menggawe mengkawiang bisa dilihat dari atraksinya, tahap-tahapannya dan juga nilai yang terkandung di dalam tradisi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk medeskripsikan prosesi menggawe mengkawinang dan untuk mengetahui apa saja potensi wisata di dalam tradisi menggawe mengkawinag di desa Bilok Petung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah analisis isi kualitatif. Hasil dari penelitian ini bahwa prosesi dalam menggawe mengkawiang dibagi menjadi 2 bagian yaitu 1. Pra-acara antara lain yaitu: penentuan dina tanggal, ngeraos, mebaraq, ziarah kubur. Sedangkan yang ke 2. acara inti. Antara lain : acara penyerahan tugas kepada panitia gawe , penerimaan pengantin laki-laki di bale gawe, membedak , pemaca, acara hiburan, selamat otak-otak, lelawat, merosok gigi , nyerepet, berkuade/ ngiringang, mandi pengantin, mel-mel, menderes, taq’le dan nobat, ngalu kawin, ngandang / salam-salaman. Sedangkan potensi wisata budaya dalam menggawe mengkawinang antara lain, dilihat dari atraksi wisata budaya dan nilai-nilainya. Atraksi budaya yaitu pemaca, acara hiburan, merosok gigi, lelawt, mandi pengantin, menderes, taq’le dan nobat, ngalu kawin. Sedangkan nilai-nilainya. Yaitu nilai religius, gotong royang, musyawarah mufakat dan sosial budaya.
POTENSI BUDAYA DI DESA WISATA PENGADANGAN KABUPATEN LOMBOK TIMUR SEBAGAI DAYA TARIK WISATA Nila Apriliana Utami; I Ketut Bagiastra; I Made Suyasa
Journal Of Responsible Tourism Vol 2 No 3: Maret 2023
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.465 KB) | DOI: 10.47492/jrt.v2i3.2553

Abstract

This study discusses the Potential of Cultural Tourism in Pengadangan Village, East Lombok Regency as a Cultural Tourism Attraction in East Lombok Regency as a Turist Attraction. This research was conducted in order to answer the problems in question, namely to find out the cultural potential possessed and know how tonpreserve the Pengadangan Tourism Village as a cultural tourism attraction as a tourist attraction. This writing is presented in a qualitative descriptive manner to obtain an overview of the cultural potential and efforts to develop the Pengadangan Tourism Village. The techniques used in data collection are observation techniques, interview techniques and documentation techniques. The results of this study indicate that Pengadangan Tourism Village has various cultural potentials in the form of traditions and customs (Ngalu Ujan, Betetulak, Njeleng Oil 1000 Hajat and Nggaro Gareng) handicrafts (Prabot Preaq and woven cloth) traditional foods (sambal raden, rusu lindung, bebetok, later batih) musical arts (slober, rerantok, gamelan beleq and cungklik) and traditional clothing (lambung and pegon). The conclusion that can be drawn regarding the efforts to develop the Pengadangan Tourism Village as a cultural tourism attraction is that the development of cultural potential in the Pengadangan village is needed to maintain and preserve the cultural heritage assets owned. Pengadangan Village still has room to develop and compete in the tourism world of East Lombok Regency.
The Role of Pokdarwis in Developing Tourism at Impos Beach, Medana Village, Tanjung Subdistrict, North Lombok Regency Lalu Abdul Gani; I Ketut Bagiastra; Sri Susanty
Advances in Tourism Studies Vol. 1 No. 2 (2023): Advances in Tourism Studies
Publisher : Centre for Tourism Studies and Journal Publication of Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/ats.v1i2.13

Abstract

This research examines the role of Tourism Awareness Groups (Pokdarwis) in tourism development, focusing on Impos Beach in Medana Village, Tanjung District, North Lombok Regency. The study highlights the Pokdarwis Sejahtera as an informal institution formed by community members, playing a significant role in promoting Tourism Awareness and Sapta Pesona. The research aims to answer two key questions: (1) What is the role of Pokdarwis in tourism development at Impos Beach? (2) What are the supporting and inhibiting factors for Pokdarwis in tourism development at Impos Beach? Employing a qualitative descriptive approach, the study reveals that Pokdarwis Sejahtera serves as a government partner in tourism development, encourages community engagement and hospitality, and promotes Sapta Pesona. Supporting factors include community collaboration, equitable distribution of benefits, and willingness to work with Pokdarwis, while inhibiting factors involve limited capital, social jealousy, inadequate human resources, and tourists' low awareness of cleanliness
ANALISIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA WISATA KARANG BAJO Jagat Santosa; I Made Suyasa; I Ketut Bagiastra
Journal Of Responsible Tourism Vol 3 No 1: Juli 2023
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jrt.v3i1.2727

Abstract

Dalam penelitian ini membahas tentang Daya Tarik Tradisi Sabuk Belo Sebagai Atraksi Wisata di Desa Lenek Ramban Biak Kabupaten Lombok Timur. Dengan latar belakang daya tarik wisata di Desa Lenek Ramban Biak sangat penting untuk di kembangkan sebagai wisata budaya di Lombok Timur. Hasil penelitian diuraikan dalam beberapa jawaban terhadap rumusan masalah yaitu : Bagaimanakah bentuk dan upaya tradisi Sabuk Belo sebagai atraksi wisata di Desa Lenek Ramban Biak Kabupaten Lombok Timur. Teknik analisis data yang di gunakan oleh peneliti adalah dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan menggunakan pendekatan deskriptif Kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Daya Tarik Tradisi Sabuk Belo di fokuskan pada bentuk peninggalan budaya sabuk belo yang berupa tempat dan benda serta upaya pelestarian dengan cara meningkatkan pengetahuan masyarakat dan semua pihak terkait di Desa Lenek Ramban Biak melalui pertunjukan adat serta ikut berparsisipasi dalam prosesi tradisi Sabuk Belo guna meningkatkan daya tarik wisata yang ada serta meningkatkan minat untuk membangun kepariwisataan yang bersifat berkelanjutan dengan penerapan beberapa upaya yaitu membangun kesadaran semesta, penguatan terhadap daya tarik wisata, pemanfaatan teknologi informasi, serta pelibatan pemangku kepentingan di Desa Lenek Ramban Biak Kabupaten Lombok Timur. Kesimpulan dan saran dari Daya Tarik Tradisi Sabuk Belo sebagai atraksi wisata di Desa Lenek Ramban Biak yaitu masih sangat kaya dengan berbagai peninggalan budaya baik dari bentuk hingga sejarahnya, oleh sebab itu keterlibatan Pemerintah dan masyarakat terkait sangat di perlukan.
STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATABERBASIS BUDAYA SEBAGAI DAYA TARIK DI DESA LENEK LOMBOK TIMUR Rifqi Agung Samudra; I Ketut Bagiastra; I Made Suyasa
Journal Of Responsible Tourism Vol 3 No 1: Juli 2023
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jrt.v3i1.2737

Abstract

Lenek Village is one of the villages in East Lombok Regency which is designated as a Tourism Village in West Nusa Tenggara Province. The development of culture-based tourism in this village is expected to provide benefits to the community if it is managed properly and planned. This study aims to obtain recommendations for a strategic plan for the development of culture-based tourism in Lenek village. The analytical method used in this study includes interpretive qualitative descriptive analysis assisted by the SWOT analysis method to determine the development strategy plan. The results show that the priority of the strategic plan for developing culture-based tourism in Lenek village is to develop tourism products in the form of traditions and arts that are still routinely carried out by the local community and have high interest from tourists such as the Ngejot Tradition, Presean, Gagak Mandik Dance, Dara Ngindang Dance, and Pidata Dance as well as by improving management, marketing, and collaboration between the community and the local village government.
Pelatihan Cleaning Service Pada Karyawan Office Boy Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram I Ketut Bagiastra; Agus Mulyadi
Jurnal Abdi Anjani Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Abdi Anjani (JAA)
Publisher : Program Studi Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/anjani.v1i1.730

Abstract

Pelatihan ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kemampuan pelayanan pembersihan, memberikan pengalaman belajar kepada karyawan office boy dan Meningkatkan kemampuan cleaning service bagi karyawan office boy STP Mataram dalam memberikan pelayanan. Setelah pelatihan berlangsung diharapkan karyawan office boy STP Mataram memiliki kemampuan penguasaan cleaning service yang memadai, terutama dalam skill yang dilatihkan. Kemampuan ini diharapkan akan menunjang pencapaian tujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya karyawan office boy STP Mataram. Kegiatan ini akan berlangsung selam tiga bulan. Lama waktu yang dibutuhkan ini terkait dengan alokasi waktu yang dimiliki karyawan office boy STP Mataram mengingat kegiatan pelatihan ini diharapkan tidak mengganggu kegiatan lainnya. Peserta berjumlah 10 orang yang terdiri dari karyawan office boy STP Mataram. Hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat ini berlangsung dengan baik dan lancar. Kegiatan ini disambut positif oleh karyawan office boy sebagai peserta dalam kegiatan pelatihan ini. Secara umum kegiatan pelatihan berlangsung dengan baik dan lancar dengan tingkat kehadiran peserta 100%. Ketercapaian target materi pelatihan sangat baik karena materi pelatihan telah disampaikan secara keseluruhan, kemampuan peserta dilihat dari penguasaan materi cukup baik. Hal ini diakibatkan waktu pelatihan yang mencukupi dalam menyampaikan materi dan praktek langsung. Berdasarkan hasil pelatihan tersebut, pelatihan ini secara keseluruhan dapat dikatakan berhasil/sukses
BIMTEK MANAJEMEN KEUANGAN PEDAGANG CENDERAMATA KAWASAN EKONOMI KHUSUS (KEK) MANDALIKA KUTA LOMBOK TENGAH Mahsun Mahsun; I Ketut Bagiastra; Primus Gadu
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 8 No 2: Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v8i2.15

Abstract

Program ini difokus pada kelompok pedagang cenderamata Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Kuta Lombok dengan tujuan memberdayakan masyarakat ekonomi kecil produktif. Sedangkan pelaksanaan program didasari oleh beberapa permasalahan yang dihadapi yaitu: rendah dan lemahnya pemahaman dan kemampuan administrasi pengelolaan keuangan pencatatan (transaksi keuangan secara kronologis menurut urutan waktu dan sistematik menurut cara-cara pembukuan). Merujuk pada permasalahan mitra di atas, kemudian Tim bersama-sama mitra menyusun dan atau merumuskan beberapa solusi strategis yaitu: Pelatihan dan pendampingan pengenalan dan arti pentingnya rencana bisnis dalam organisasi bisnis atau perusahaan serta hal-hal yang perlu ada dalam pembukuan organisasi atau perusahaan dan pendampingan tentang pembuatan tatacara pencatatan laporan keuangan, transaksi pengeluaran, pemasukan, estimasi arus kas, membuat buku rugi laba. Materi pelatihan dilengkapi dengan format dan alur pembukuan sederhana. Atas dasar solusi strategis yang ditawarkan maka tersusun target luaran kegiatan ini antara lain: Mitra memiliki pemahaman tentang pembukuan dan Transaksi, prinsip-prinsip pencatatan menurut cara-cara tertentu (sistematis), dicatat menurut urutan waktu/urutan tanggal (kronologis), memberikan informasi yang jelas (kapan tanggalnya, diterima atau dibayarkan, jumlahnya berapa), dapat dipertanggungjawabkan, memiliki kemampuan secara mandiri mengisi form pembukuan sederhana dengan mengikuti contoh yang telah diberikan. Program PKM ini melalui solusi-solusi yang ditawarkan diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi penguatan Sumber daya Manusia Mitra dan peningkatan pendapatan (omset) penjualan.
PKMS KELOMPOK BELAJAR PASRAMAN SWASTA PRANAWA KELURAHAN ABIANTUBUH BARAT, KELURAHAN ABIANTUBUH BARU, KECAMATAN SANDUBAYA, KOTA MATARAM I Ketut Purwata; Si Luh Putu Damayanti; Lalu Yulendra; I Ketut Bagiastra
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 9 No 2: Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v9i2.290

Abstract

Pendidikan keagamaan khususnya umat Hindu baik secara formal dan non formal masih sangat terbatas. Sebagai gambaran bahwa dari 196 sekolah dasar yang ada di kota mataram baik Negeri maupun swasta tercatat hanya 40 jumlah guru agama Hindu PNS (Kendikbud NTB,2019). Artinya bahwa masih banyak siswa yang tidak memiliki pendidik Agama Hindu. Kurangnya pendidik Agama Hindu di Kota Mataram secara hirarki juga berlaku di semua tingkatan sampai dengan kelurahan-kelurah. Lingkungan Abiantubuh Barat , Kelurahan Abiantubuh Baru, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram yang menjadi tempat atau wilayah kerja Pura Dalem Swasta Pranawa, yang di empon oleh enam lingkungan yang ada sekitarnya seperti Lingkungan Panaraga Utara, Panaraga Selatan, Abiantubuh Utara, Abiantubuh Selatan, Abiantubuh Barat, dan Gedur mengalami hal yang sama yaitu sangat minim memiliki tempat atau pendidik yang memberikan pendidikan Agama Hindu. Masih rendah pemahaman dan pengetahuan pengempon (masyarakat) Pura Dalem Swasta Pranawa (PDSP) sebagai wadah induk hasil Pasraman, mengenai keberadaan, peran dan manfaat kegiatan kelompok belajar Pasraman saat ini dan kedepannya. Setelah ada PKMs masyarakat memahami dan mengetahui manfaat dan arti pentingnya kelompok belajar Pasraman bagi sisie dan masyarakat. Sedang untuk pembina menjadi landasan untuk menentukan kebijakan dan arah pasraman. Bagi pengelola dan Brahmecari (pengajar)paham tentang pemanfaatan administrasi pendidikan, dan memanfaatkan sumberdaya yang ada Pasraman untuk memperlancar proses belajar mengajar dan meningkatkan peran dan keberlanjutan Pasraman. Kelompok belajar Pasraman Swasta Pranawa telah memperoleh kemampuan dalam pengelolaan administrasi pendidikan Pasraman, pengadaan sarana pendidikan, perawatan dan perbaikan peralatan, pemanfaatan peralatan secara maksimal untuk melakukan proses pembelajaran dan melakukan promosi dengan teknologi informatika komputer dan gawai (on line atau off line) serta pemberdayaan Pasraman yang bermanfaat untuk masyarakat.Saran dari kegiatan pengabdian ini adalah Mitra membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, pengembangan dan keberlanjutan Pasraman, sehingga bisa di jadikan sebagai alternatif yang positif dalam penanganan pendidikan non formal dewasa ini.
PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA PADA WANITA HINDU DHARMA INDONESIA ( WHDI ) KEC. NARMADA LOMBOK BARAT Siluh Putu Damayanti; I Ketut Bagiastra; Mahsun Mahsun; Luh Putu Prema Wadhani; Ni Luh Kartini
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 10 No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v10i1.790

Abstract

Sampah merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi oleh banyak kota di seluruh Indonesia bahkan dunia. Semakin tinggi jumlah penduduk dan aktivitasnya, membuat volume sampah terus meningkat. Akibatnya, untuk mengatasi sampah diperlukan biaya yang tidak sedikit dan lahan yang semakin luas,. Pengelolaan sampah dimaksudkan agar sampah tidak membahayakan kesehatan manusia dan tidak mencemari lingkungan. Maka keterlibatan perempuan dalam pengelolaan sampah adalah salah satu cara terbaik yang dapat ditempuh demi terciptanya lingkungan hidup yang lebih baik di masa mendatang. Wanita Hindu Dharma Indonesia ( WHDI ) lingkar Taman Narmada adalah organisasi sosial kemasyarakatan bersifat mandiri dilibatkan sebagai penggerak pada unit terkecil dalam pengeloaan sampah rumah tangga melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan . Hasil kegiatan sosialisasi secara garis besar ditunjukkan dengan a) Jumlah peserta pelatihan dan kehadiran tidak kurang dari 80 %, b) Ketercapaian target materi sosialisasi yang direncanakan, c). Kemampuan peserta dalam menterjemahkan bentuk aksi dari pengeloaan sampah organik cukup memadai. Keberlanjutan program yang direncanakan cakupannya lebih luas yang didasarkan pada kondisi dilapangan bahwa wanita sebagai penggerak utama di keluarga dan masyarakat yang juga menjadi andalan pendukung kegiatan pariwisata khususnya yang ada di Lombok Barat seyogyanya ada dukungan masyarakat sekitar yang dapat berpartisipasi dalam menjaga kebersihan dengan cara mengelola sampah organic maupun anorganik yang ada disekitarnya, sehingga dengan partisipasi in
PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA BERBASIS GREEN ECONOMY DI DESA BATU KUMBUNG, LOMBOK BARAT Murianto Murianto; Fathurrahim Fathurrahim; Lalu Masyhudi; I Ketut Bagiastra
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 14 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v14i2.4011

Abstract

Artikel ini membahas model pemberdayaan ekonomi hijau (green economy) masyarakat di Desa Batu Kumbung, Lombok Barat, sebagai upaya menciptakan pembangunan berkelanjutan yang berbasis pada kearifan lokal, teknologi ramah lingkungan, dan pengelolaan sumber daya alam yang bijak. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui studi literatur, observasi, serta wawancara dengan masyarakat, kelompok tani, dan pengelola agrowisata. Hasilnya menunjukkan bahwa model pemberdayaan berbasis green economy dapat meningkatkan ketahanan ekonomi, memperkuat kapasitas masyarakat dalam pengelolaan lingkungan, dan menciptakan peluang pariwisata berkelanjutan. Artikel ini diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan desa wisata berbasis green economy di NTB maupun daerah lain di Indonesia.