Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : Paradigma

JARINGAN USAHA PENGINAPAN ESEK ESEK AYUN, QURROTA; SUDRAJAT, ARIEF
Paradigma Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola dan jaringan sosial usaha penginapan homestay dan kamaran di Kawasan Wisata Songgoriti. Metode penelitian yang digunakan adalah Kualitatif, dengan menggunakan analisis teori Jaringan Sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Usaha penginapan ?esek-esek? teselubung di Kawasan Wisata Songgoriti memiliki pola tersendiri sebagai strategi untuk mendapatkan para pelanggan dan sekaligus memenuhi kebutuhan akan ekonomi sehai-hari. Pola yang terbentuk dari aktifitas usaha penginapan ?esek-esek? di Kawasan Wisata Songgoriti tersebut terdiri atas pola pelaku, pelanggan dan tempat mereka melakukan usaha penginapan tersebut. Jaringan yang terbentuk dalam usaha penginapan ?esek-esek? di Kawasan Wisata Songgoriti, terdiri atas tiga bentuk jaringan sosial, yaitu jaringan sosial paguyuban, jaringan sosial calo, dan jaringan sosial penjaga villa. Ketiganya memiliki cara dan aturan main yang berbeda, sangat rapi, dan memiliki sitem-sistem khusus untuk menjaga rahasia dalam usaha penginapan ?esek-esek? atau memelihara jaringan. Sehingga dalam ketiga jaringan ini, lebih mengacu pada logika ekonomi daripada persoalan moralitas. Kata Kunci : Usaha Penginapan ?esek-esek?, Pola , Jaringan Sosial
JARINGAN SOSIAL MAHASISWA MIGRAN JABODETABEK DI SURABAYA FAROKAH, NIA; SUDRAJAT, ARIEF
Paradigma Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fakta menyebutkan ciri umum negara berkembang adalah adanya pertumbuhan kota di sebuah negara, namun tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang menunjang terpenuhinya kebutuhan lapangan kerja. Masalah ini menyebabkan munculnya migrasi penduduk ke tempat yang lebih baik. Namun tidak hanya masalah ekonomi, ketersediaan fasilitas pendidikan juga mendukung terjadinya migrasi ini. Para pelajar akan melakukan migrasi untuk memenuhi kebutuhan akan dunia pendidikan yang layak. Sebuah kota besar tidak menjamin tersedianya jenis pendidikan yang diinginkan oleh semua orang. Salah satu contohnya adalah adanya migrasi para pelajar dari Jabodetabek menuju Surabaya. Kedua daerah ini merupakan dua daerah yang keadaannya hampir sama, bahkan bisa dibilang Jabodetabek memiliki fasilitas yang lebih lengkap daripada Surabaya. Namun apakah yang mendorong para pelajar tersebut melakukan migrasi dari Jabodetabek ke Surabaya? Penelitian ini akan menggunakan tiga buah teori yang terdiri dari teori migrasi, teori jaringan sosial, dan teori fenomenologi untuk menganalisis permasalahan ini. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif sehingga peneliti secara langsung mampu menggambarkan dengan tulisan bagaimana jaringan sosial yang dimiliki mahasiswa migran asal Jabodetabek kemudian mahasiswa migran tersebut memutuskan untuk melakukan migrasi ke Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi, yang diharapkan dapat membantu peneliti dalam pengamatan, berpikir secara abstrak, serta dapat merasakan atau menghayati fenomena di lapangan penelitian. Dengan menggunakan pendekatan ini peneliti dapat menggali data secara mendalam dan kompleks. Subjek dalam penelitian berjumlah 10 orang dengan latar belakang migran dari Jabodetabek di Surabaya. Teknik yang digunakan dalam pengambilan data adalah dengan wawancara mendalam. Hasil wawancara kepada seluruh narasumber kemudian dianalisis dengan menggunakan tiga buah teori yang digunakan. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan pertama migrasi dilakukan karena adanya jaringan sosial mahasiswa. Kedua mahasiswa Jabodetabek melakukan ke daerah tujuan Surabaya dilandasi dengan pandangan secara fenomenologis. Ketiga lingkungan merupakan pembentuk dari jaringan sosial namun dari lingkungan pula jaringan sosial dapat terdistorsi oleh bentuk-bentuk alamiah daripada lingkungan sendiri, manusia memiliki kecenderungan berkelompok, berkomunitas, dan berkumpul merupakan kekuatan interaksi sosial. Kata Kunci: jaringan sosial, migran, Jabodetabek, Surabaya.
KONSTRUKSI SOSIAL ANIME JEPANG DI CLUB MOTOR ILHAM SEPTIAN, HANIFAL; SUDRAJAT, ARIEF
Paradigma Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus penelitian ini meneliti tentang internalisasi mengenai anime pada anggota ICOSU di Surabaya, tujuan studi ini adalah untuk melihat bentuk dan mengetahui hasil dari internalisasi dari anggota ICOSU mengenai anime. Teori serta analisis yang digunakan adalah Peter L Berger mengenai Konstruksi Sosial dan dipusatkan pada Internalisasinya. Terdapat 2 hal yaitu Obyektif terdiri dari pelembagaan dari institusi pendidikan dari teman sekolah dan masyarakat, kedua sebagai bentuk lembaga sekaligus pengingat, legitimasi berupa historis semasa kecil dari pelembagaan, dan Subyektif berupa Sosialisasi Primer yang mana keluarga berperan utama didalam pembentukkan tentang anime dan Sosialisasi Sekunder di komunitas yang mempunyai serta memperkuat bentuk pemaknaan pada anime di setiap anggotanya. Internalisasinya berupa karakter dari salah satu anime yang disuka disebut waifu, mengoleksi merchandise dari karakter yang disuka, dan itasha sebagai karakter yang disematkan di kendaraan merupakan representasi kesukaan terhadap salah satu karakter tersebut
KONSTRUKSI SOSIAL MASYARAKAT TENTANG TRADISI RUWATAN SUKERTA AYONA, BERLIAN; SUDRAJAT, ARIEF
Paradigma Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia menjalani kehidupan sehari-hari sebagai mahkluk sosial menginginkan kehidupan yang damai. Namun manusia pada kenyataannya mengalami krisis sosial. Ruwatan dipercaya sebagai pembebasan diri dari berbagai malapetaka. Hal ini menjadikan ruwatan bisa bertahan sampai sekarang. Adapun yang masih mempertahankan budaya ini adalah kelompok masyarakat Dukuh Pakis, Surabaya. Pernyataan ini menjadi menarik karena pada umumnya kelompok masyarakat kota tidak terikat dengan adat/tradisi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konstruksi sosial masyarakat Dukuh Pakis beserta krisis dalam Ruwatan Sukerta. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teori Konstruksi Sosial Berger. Lokasi dalam penelitian ini berada di Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya. Subyek riset meliputi ketua pelaksana, peruwat, peserta ruwatan, dan warga sekitar Sanggar tempat pelaksanaan Ruwatan. Penelitian ini menggunakan dua teknik pengumpulan data, yaitu pengumpulan data primer dan data sekunder. Teknik analisis ini menggunkan teknik interaktif karya Miles dan Huberman. Menurut Miles dan Huberman analisis data dilakukan dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan proses konstruksi sosial pada masyarakat Dukuh Pakis, dimulai dari tahap eksternalisasi (adaptasi). Pelaku budaya mengenalkan tradisi Ruwatan Sukerta kepada masyarakat Dukuh Pakis. Selanjutnya proses obyektivikasi (pelembagaan) yang terlihat dari kontribusi masyarakat Dukuh Pakis pada pelaksanaan tradisi Ruwatan. Terkahir tahap internalisasi dimana masyarakat mulai melestarikan ritual Ruwatan hingga diwariskan kepada generasi sesudahnya. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat Dukuh Pakis memaknai Ruwatan sebagai ritual pembuang sial secara efektif. Selain itu Ruwatan sebagai budaya asli masyarakat Jawa harus tetap dilestarikan oleh masyarakat Kota Surabaya. Kata Kunci: Konstruksi Sosial, Ruwatan Sukerta, Krisis Sosial..
KONSTRUKSI SOSIAL MASYARAKAT TENTANG TRADISI RUWATAN SUKERTA AYONA, BERLIAN; SUDRAJAT, ARIEF
Paradigma Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia menjalani kehidupan sehari-hari sebagai mahkluk sosial menginginkan kehidupan yang damai. Namun manusia pada kenyataannya mengalami krisis sosial. Ruwatan dipercaya sebagai pembebasan diri dari berbagai malapetaka. Hal ini menjadikan ruwatan bisa bertahan sampai sekarang. Adapun yang masih mempertahankan budaya ini adalah kelompok masyarakat Dukuh Pakis, Surabaya. Pernyataan ini menjadi menarik karena pada umumnya kelompok masyarakat kota tidak terikat dengan adat/tradisi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konstruksi sosial masyarakat Dukuh Pakis beserta krisis dalam Ruwatan Sukerta. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teori Konstruksi Sosial Berger. Lokasi dalam penelitian ini berada di Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya. Subyek riset meliputi ketua pelaksana, peruwat, peserta ruwatan, dan warga sekitar Sanggar tempat pelaksanaan Ruwatan. Penelitian ini menggunakan dua teknik pengumpulan data, yaitu pengumpulan data primer dan data sekunder. Teknik analisis ini menggunkan teknik interaktif karya Miles dan Huberman. Menurut Miles dan Huberman analisis data dilakukan dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan proses konstruksi sosial pada masyarakat Dukuh Pakis, dimulai dari tahap eksternalisasi (adaptasi). Pelaku budaya mengenalkan tradisi Ruwatan Sukerta kepada masyarakat Dukuh Pakis. Selanjutnya proses obyektivikasi (pelembagaan) yang terlihat dari kontribusi masyarakat Dukuh Pakis pada pelaksanaan tradisi Ruwatan. Terkahir tahap internalisasi dimana masyarakat mulai melestarikan ritual Ruwatan hingga diwariskan kepada generasi sesudahnya. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat Dukuh Pakis memaknai Ruwatan sebagai ritual pembuang sial secara efektif. Selain itu Ruwatan sebagai budaya asli masyarakat Jawa harus tetap dilestarikan oleh masyarakat Kota Surabaya. Kata Kunci: Konstruksi Sosial, Ruwatan Sukerta, Krisis Sosial..