Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Collaborative Medical Journal (CMJ)

INVESTIGASI ELEMEN PADA SEL SERVIKS NORMAL DENGAN MENGGUNAKAN SPECTRUM DARI MIKROSKOP ELEKTRON Ratih Ayuningtiyas; Deinike Wanita Marwan; Yessi Jusman
Collaborative Medical Journal Vol 1 No 3 (2018): September
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.295 KB)

Abstract

Jumlah penderita kanker serviks di negara berkembang adalah sangat besar. Berbagai usaha dilakukan untuk mengurangi angka kematian akibat penyakit kanker ini. Penelitian ini bertujuan menginvestigasi elemen pada sel serviks normal dengan menggunakan spektrum dari mikroskop elektron. Metode yang digunakan adalah eksperimen untuk pengujian sel sampel dengan mikroskop elektron. Sampel sel serviks yang digunakan diperoleh dengan bantuan teknisi patologi di Hospital University of Malaya. Sebelum pengujian dengan mikroskop eletron, tentunya persiapan sampel sangat diperlukan. Setelah persiapan sampel dilakukan, sampel yang sudah siap digunakan untuk melihat keberadaan elemen yang terkandung dalam sel serviks dengan menggunakan mikroskop elektron. Analisis statistik digunakan untuk melihat kandungan elemen tersebut pada sel serviks manusia. Hasil dari penelitian kami ini adalah beberapa elemen seperti Karbon, Oksigen, Nitrogen, Natrium, dan lain-lain terdeteksi dengan jelas dengan kandungan persentasi berat yang diperoleh dari software mikroskop elektron. Sehingga, penelitian ini dapat disimpulkan berhasil mendeteksi elemen pada sel serviks manusia dengan jelas.
PENGARUH EKSTRAK ETANOL 96% DAUN KEMANGI (OCIMUM AMERICANUM L) TERHADAP BERAT TESTIS DAN KONSENTRASI SPERMATOZOA TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NOVERGICUS) May Valzon; Deinike Wanita Marwan
Collaborative Medical Journal Vol 1 No 3 (2018): September
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.715 KB)

Abstract

Kejadian infertilitas pria merupakan 36% dari seluruh kejadian infertilitas di dunia. Sebanyak 27,8% merupakan infertilitas idiopatik yang salah satu penyebabnya adalah reactive oxygen species (ROS). Ekstrak etanol 96% daun kemangi (Ocimum americanum L.) diduga mampu memperbaiki masalah fertilitas karena aktivitas zat yang dikandungnya, yaitu: flavonoid (orientin dan vicenin), zink, boron, dan arginin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekstrak etanol 96% kemangi terhadap berat testis dan konsentrasi spermatozoa tikus putih jantan. Dua puluh empat ekor tikus jantan dibagi secara acak menjadi empat kelompok, masing-masing terdiri dari 6 tikus. Kelompok A, B, C akan diberikan ekstrak kemangi oral setiap hari selama 20 hari dengan dosis 50 mg/kgBB/hari, 100 mg/kgBB/hari, dan 200 mg/kgBB/hari, sedangkan kelompok D adalah kontrol. Semua kelompok diberikan makan dan minum ad libitium selama 20 hari. Tepat pada hari ke-21 dilakukan pengangkatan testis dan pemeriksaan berat testis dan konsentrasi spermatozoa. Data yang diperoleh akan dianalisis secara kuantitatif dengan one way anova. Terdapat perbedaan bermakna rata-rata berat testis di dalam dan antar kelompok, tetapi tidak ditemukan perbedaan signifikan antar kelompok kontrol dan kelompok A dan B. Terdapat perbedaan bermakna rata-rata konsentrasi spermatozoa di dalam dan antar kelompok perlakuan, kecuali pada antara kelompok kontrol dengan kelompok A dan kelompok A dengan kelompok B. Penulis menyimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanol 96% kemangi dapat meningkatkan berat testis dan konsentrasi spermatozoa.
AKTIVITAS PEMBERIAN MADU ASAL BASERAH KUANTAN SINGINGI TERHADAP PERTUMBUHAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS Eliya Mursyida; Deinike Wanita Marwan
Collaborative Medical Journal Vol 2 No 2 (2019): Mei
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.084 KB)

Abstract

Madu merupakan cairan kental yang dihasilkan oleh lebah dan memiliki aktivitas sebagai antimikroba. Staphylococcus aureus (S. aureus) adalah bakteri Gram positif penyebab infeksi nosokomial, keracunan makanan, dan sindroma syok toksik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas pemberian madu terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus. Metode pada penelitian ini adalah eksperimental dengan post only with control group menggunakan difusi kertas cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madu memiliki aktivitas dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dengan zona hambat tertinggi yaitu 5,33mm pada konsentrasi 100% dan terrendah pada konsentrasi 25% dengan zona hambat yaitu 3,00mm.
HUBUNGAN DERAJAT MEROKOK DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PRIA DI DESA X PROVINSI RIAU Wahyu Ramadhan; Nurjamilah Nurjamilah; Ari Diansyah; Deinike Wanita Marwan
Collaborative Medical Journal Vol 5 No 3 (2022): September
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/cmj.v5i3.3281

Abstract

Smoking can cause hypertension due to chemicals contained in tobacco that will cause damage to the inner layer of artery walls and cause the buildup of vascular plaque. According to the World Health Organization (WHO) states that the prevalence of hypertension will increase especially in developing countries. The causes of high prevalence of hypertension are unhealthy lifestyles, smoking habits, stress, lack of exercise, old age, and drinking alcohol. Kotabaru Seberida village is a village whose majority of men are smoking, ranging from those aged less than 20 years to old age. This study aims finding whether there is a relationship between smoking with the incidence of hypertension in men in Kotabaru Seberida Village Keritang District Indragiri Hilir Regency Riau Province. This research use analytic observational method with cross sectional approach. This study was conducted on 52 male samples aged 35-50 years. Blood pressure data were measured with mercury sphygmomanometer while smoking data was measured by questionnaire. Data were analyzed by spearman correlation test. There is a significant relationship between the degree of smoking and the incidence of hypertension in men in Kotabaru Seberida Village, Keritang District, Indragiri Hilir Regency, Riau Province with a p value of 0,000 (p <0.05) and a correlation coefficient (r) of 0.495 with a fairly strong correlation level. Conclusion: There is a significant relationship between the degree of smoking and the incidence of hypertension in men in X village Riau Province
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA DIBAWAH 6 TAHUN DI TK PERTIWI KOTA BANGKINANG Deinike Wanita Marwan; Nurlaila Nurlaila; Evy Eryta; Elvina Zuhir; Risnandar Risnandar
Collaborative Medical Journal Vol 6 No 1 (2023): Januari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/cmj.v6i1.3287

Abstract

Obesity can occur due to an imbalance between energy intake and energy expenditure. Factors that play a role in determining the nutritional status of children are diet and physical activity. The general objective of this study was to determine the relationship between the level of physical activity and nutritional status as assessed based on body mass index in children under 6 years old at Pertiwi Kindergarten, Bangkinang City. This research is a quantitative research that is observational descriptive analytic with a cross sectional approach. The sampling method uses total sampling technique. Data were collected using questionnaires, scales and microtoise to measure body weight and height. This study found that subjects with a normal body mass index slept an average of 11.3 hours, did sedentary activities for 10.90 hours and were active for 1.96 hours a day, while subjects with a body mass index above the average sleeping normally for 13.69 hours, doing sedentary activities for 8.58 hours and doing active activities for 1.13 hours a day. In this study, 60 respondents had a normal body mass index, and 10 respondents had a body mass index who were overweight or obese. There is a significant relationship between physical levels. activity and nutritional status in children under 6 years of age.
PENGARUH PEMBERIAN SEDIAAN TOPIKAL EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium cepa L.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS (Rattus norvegicus) Deinike Wanita Marwan; Wahyu Ramadhan; Elly Anggreny
Collaborative Medical Journal Vol 6 No 2 (2023): Mei
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/cmj.v6i2.3844

Abstract

Menurut Riskesdas pada tahun 2013 prevalensi luka di Indonesia sebanyak 8.2%, Jenis cedera yang banyak dialami penduduk seperti luka iris/sayat (23,2%). Bawang merah memiliki berbagai khasiat, salah satunya sebagai perbaikan jaringan. Salah satu kandungan pada bawang merah berupa flavonoid yang digunakan sebagai antiinflamasi, antibakteri, antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian sediaan topikal ekstrak bawang merah (Allium cepa L.) terhadap penyembuhan luka pada tikus (Rattus norvegicus) jantan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan posttest only with control group design. Tikus dibagi dalam 5 kelompok secara acak. Masing-masing kelompok terdiri dari 6 ekor tikus meliputi kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif diberi bioplacenton, 3 kelompok perlakuan diberi sediaan topikal ekstrak bawang merah masing-masing sebanyak 30%, 60%, 90%. Analisis data dilakukan dengan uji One Way ANOVA dan Post Hoc Bonferroni. Pada konsentrasi 30%, 60%, dan 90% memiliki pengaruh terhadap penyembuhan luka sayat. Konsentrasi tertinggi ada pada konsentrasi 90%. Konsentrasi terendah ada pada 30%.
ANALISIS EFEKTIFITAS GASTROPROTEKTIF EKSTRAK BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA L) TERHADAP RATTUS NORVEGICUS YANG DI INDUKSI ASAM MEFENAMAT Marwan, Deinike Wanita; Zain, Fakhrun Nisya; Munir, Ruswaldi; Eryta, Evy
Collaborative Medical Journal Vol 7 No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acute or chronic inflammatory diseases of the gastric mucosa caused by exogenous and endogenous factors can cause symptoms of dyspepsia, these diseases are clinically visible endoscopically and require histological confirmation. According to the World Health Organization (WHO), the incidence of gastritis cases in the world is around 1.8 – 2.1 million of the total population each year, in Southeast Asia it is around 583,635 of the total population each year. Then gastritis is also caused by an imbalance of the aggressive factors HCl, pepsin, and gastric defense factors with the defensive factor, namely mucus bicarbonate. One of the causes of this imbalance of aggressive-defensive factors is the use of NSAIDs (non-steroidal anti-inflammatory drugs). This study aims to analyze the effectiveness of administering gastroprotective red onion extract to Rattus Norvegicus induced by mefenamic acid. With a true experimental method, a post test approach with control group. This study used 30 mice which were divided into 5 groups with 2 control groups and 3 treatment groups. Induction of mefenamic acid at a dose of 23.25 mg/head/day/sonde for 10 days. Then proceed with giving red onion extract for 10 days to each group. The research results showed that sample data was p = 0.001 (p<0.05) indicating that red onion extract (Allium Cepa L) had gastroprotective effectiveness in male white rats (Rattus Norvergicus). Research regarding the effectiveness of red onion extract (Alliem cepa L) as gastroprotective against male white rats (Rattus norvegicus) needs to be carried out with other compounds or due to other causal factors.
ANALISIS EFEKTIFITAS PEMBERIAN EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium Ascalonicum L) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) DENGAN HIPERGLIKEMIA Marwan, Deinike Wanita; Faisal, Faisal; Mili, Shania
Collaborative Medical Journal Vol 7 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/cmj.v7i2.5057

Abstract

Latar Belakang: Hiperglikemia adalah suatu kondisi medik berupa peningkatan kadar glukosa dalam darah melebihi batas normal. Hiperglikemia merupakan salah satu tanda khas penyakit diabetes mellitus (DM). Pada tahun 2012 diabetes adalah penyebab langsung dari 1,5 juta kematian secara global. Dimana hiperglikemia menduduki peringkat ke dua sebagai faktor resiko tertinggi penyebab kematian. Hiperglikemia yang tidak segera ditangani akan menetap dan dapat menyebabkan terjadinya penyakit kronik yaitu diabetes melitus Global status report on NCD World Health Organization (WHO) tahun 2010 melaporkan bahwa 60% penyebab kematian semua umur di dunia adalah karena penyakit tidak menular. Bawang merah memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi, antioksidan dan kuersetin bermanfaat untuk Kesehatan dan dapat bermanfaat untuk menurunkan kolesterol dan kadar gula darah. Bawang merah berpotensi dalam penghambatan metabolisme gula pada tubuh manusia, Oleh karenanya bawang merah bisa di manfaatkan sebagai bahan pangan anti–hiperglikemia. Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak bawang merah terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus dengan hiperglikemia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian pre and post-test control group dan menggunakan sampel sebanyak 30 ekor tikus yang akan dibagi menjadi 5 kelompok secara acak dengan tiap kelompok terdiri dari 5 ekor tikus meliputi kelompok perlakuan I, II, III yang diberi ekstrak bawang merah dengan dosis 400 mg/kgBB, 600 mg/kgBB dan 800 mg/kgBB. Dengan kelompok kontrol positif diberikan acarbose dan kelompok kontrol negatif. Pengamatan dilakukan selama 14 hari, analisis data dilakukan dengan uji Anova One Way dan dilanjutkan dengan Post Hoct Test metodeBonferroni. Hasil: penurunan kadar glukosa darah terlihat signifikan pada kelompok perlakuan III dengan dosis ekstrak bawang merah 800Kg/BB, dengan rerata penurunan sebesar 103.17±9.23 mg/dl dengan pemberian ekstrak bawang merah selama 14 hari. Kesimpulan: Ekstrak bawang merah (Allium ascalonicum L) dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus hiperglikemia dengan penurunan bermakna pada pemberian ekstrak bawang merah 800 mg/kgBB selama dua minggu.