Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Kajian Penggunaan Kopi Toraja sebagai Media Fermentasi Kombu Marampa, Edgar Meyer; Dewi, Lusiawati
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.226 KB)

Abstract

Kopi Toraja merupakan salah satu jenis kopi dari Indonesia yang memiliki cita rasa dan daya saing internasional. Salah satu yang bisa menjadi inovasi baru dari penyajian kopi adalah kopi fermentasi atau yang dikenal dengan kopi kombucha. Selain mendapatkan manfaat dari kopi, mengkonsumsi kopi kombucha juga dapat memberikan manfaat dari hasil fermentasi kopi dari jamur kombu bagi tubuh. Jamur kombucha merupakan SCOBY, atau simbiosis dari koloni bakteri dan yeast. Kultur kombucha merupakan kerjasama simbiotik dari ragi dan bakteri yaitu Acetobacter xylinum dan yeast yaitu Saccharomyces cereviseae, Saccharomyces ludwigii, Saccharomyces bisporus, Zygosaccharomyces sp dan beberapa jenis kapang (Torolupsis sp). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kemampuan kopi Toraja sebagai media fermentasi jamur kombu. Penelitian ini dilakukan dengan menyiapkan kultur kombucha, mengencerkan kopi dengan seri pengenceran 2.5gr/250ml; 4.5gr/250ml; 6,5gr/250ml; 8.5gr/250ml; 10.5gr/250ml, di mana 6,5gr/250ml sebagai kontrol mengikuti resep umum penyajian kopi, dan masing-masing perlakuan dibuat sebanyak 3 kali ulangan. Gula tebu ditambahkan sebanyak 15gr untuk semua perlakuan. Kopi difermentasi selama 14 hari sesuai standar waktu fermentasi teh kombucha, dan dihari terkahir dilakukan pengukuran terhadap total asam, berat kering, ketebalan jamur sebagai indikator pertumbuhan jamur serta uji organoleptik warna, rasa dan bau hasil fermentasi kopi terhadap 30 orang responden untuk mengetahui minat konsumen terhadap nilai pengenceran yang paling disukai. Dari penelitian ini diketahui bahwa kopi Toraja dapat menjadi media fermentasi jamur kombu, dengan pengenceran 2.5gr/250ml adalah konsentrasi yang paling baik untuk pertumbuhan jamur, sedangkan dari hasil uji organoleptik yang paling disukai adalah pengenceran 8.5gr/250ml.
EDUKASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN ES KRIM SAYUR DAN BUAH BAGI REMAJA Paramastuti, Ratih; Rizkaprilisa, Windy; Hapsari, Martina Widhi; Dewi, Lusiawati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.23878

Abstract

Remaja rentan terhadap defisiensi mikronutrien karena kebutuhan zat gizinya yang tinggi untuk pertumbuhan, gaya hidup dan pola konsumsinya. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai defisiensi mikronutrien, memberikan pelatihan pembuatan inovasi pangan yang memiliki kandungan vitamin dan mineral yang tinggi, meningkatkan minat remaja untuk konsumsi sayur dan buah, dan menumbuhkan jiwa wirausaha agar siswa dapat melihat potensi bahan pangan lokal. Produk yang dibuat adalah es krim daun kelor dan es krim mangga. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juli di SMK Kristen Terang Bangsa Semarang. Kegiatan ini terbagi menjadi pre-test, edukasi, praktik pembuatan es krim sayur dan buah, dan post-test. Peserta kegiatan sebanyak 18 orang yang terdiri dari 10 orang remaja putri dan 8 orang remaja putra yang mempunyai usia dalam rentang 15-18 tahun. Frekuensi konsumsi sayur responden yang termasuk dalam kategori kurang sebesar 89%, sedangkan frekuensi konsumsi buah yang termasuk kategori kurang sebanyak 94%. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa peserta yang mengalami peningkatan pengetahuan sebesar 83%. Kepuasan peserta pengabdian terhadap topik, materi yang disampaikan, dan kesan mengikuti kegiatan adalah responden merasa bahwa kegiatan yang dilakukan bermanfaat. Kesan responden setelah mengikuti kegiatan antara lain penjelasan mudah dipahami, acara menarik, kegiatannya seru, materi mudah dicerna, acara bermanfaat, menyenangkan, dan menambah wawasan.
TEMPE “SUPER FOOD” UNTUK KALANGAN ANAK-ANAK TK DI SALATIGA DAN SEMARANG Dewi, Lusiawati; Paramastuti, Ratih; Rizkaprilisa, Windy
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.27136

Abstract

Tempe merupakan pangan fermentasi dengan bahan dasar kedelai, difermentasi dengan starter dari kapang Rhizopus spp., dan merupakan pangan fermentasi asli dari Indonesia. Dalam rangka memperkenalkan tempe kepada generasi muda atau usia dini, maka tempe dapat dibuat berbagai olahan pangan berupa makanan dan minuman. Sosialisasi dan pelatihan dilakukan di KB TK Bethany Salatiga dan KB TK Karangturi Semarang.  Untuk di Salatiga, anak anak semua diajak untuk membuat bola coklat tempe dan pizza tempe. Sedangkan di Semarang dilakukan pelatihan terhadap guru-guru KB TK berupa burger tempe, sate tempe mayo, dan susu tempe. Selanjutnya guru-guru tersebut akan melakukan pelatihan ke ibu-ibu PKK di lingkungan masing masing.  Peserta merasa senang dan merasa sangat bermanfaat karena jenis pangan olahan tersebut belum pernah dikenal sebelumnya. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan inovasi pengolahan tempe. Diversifikasi olahan tempe diharapkan dapat meningkatkan jumlah konsumsi tempe. Melalui kegiatan ini, para siswa dan guru dikenalkan dengan berbagai produk inovasi berbahan dasar tempe sehingga dapat meningkatkan ketertarikan dalam mengonsumsi tempe.