Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Aksesibilitas Sebagai Dasar Perbaikan Fasilitas Terminal Tirtonadi Solo Menggunakan Metode Kualitatif Sesuai Prinsip Universal Design Suhardi, Bambang; Ramadhanty, Alfina Diva; Asturi, Rahmaniyah Dwi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 37 No. 1 (2025): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v37i1.2397

Abstract

Aksesibilitas merupakan faktor penting untuk memastikan kesempatan yang setara bagi semua individu, termasuk penyandang difabel. Difabel berhak untuk mengakses fasilitas umum yang dapat mengakomodasi kebutuhan mereka. Aksesibilitas di terminal berperan besar dalam memfasilitasi mobilitas dan kemandirian difabel. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat aksesibilitas di Terminal Tirtonadi untuk pengguna difabel. Berdasarkan observasi dan wawancara dengan pengguna difabel diketahui bahwa beberapa fasilitas, seperti ramp, toilet, peron penumpang, loket tiket, tempat parkir, dan fasilitas kedaruratan belum memenuhi standar aksesibilitas yang diperlukan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang meliputi studi lapangan, observasi, kuesioner, dan analisis checklist aksesibilitas berdasarkan standar yang relevan. Data dikumpulkan melalui dokumentasi kondisi terminal dan wawancara dengan pengguna difabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa fasilitas di Terminal Tirtonadi masih belum memenuhi standar aksesibilitas yang ditetapkan. Ketidaksesuaian fasilitas Terminal Tirtonadi dengan standar aksesibilitas berdampak langsung pada keterbatasan mobilitas pengguna difabel. Oleh karena itu, pembangunan fasilitas umum harus memperhatikan aspek aksesibilitas pengguna difabel. Penentuan prioritas perbaikan fasilitas dilakukan berdasarkan hasil checklist untuk memberikan rekomendasi terhadap fasilitas yang perlu diperbaiki. Rekomendasi perbaikan disusun dengan mengacu pada prinsip Universal Design, yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pengguna, termasuk penyandang disabilitas. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dalam pengambilan kebijakan pembangunan fasilitas umum.
Analisis Penyebab Risky Driving Behavior pada Sopir Busdi Terminal Tirtonadi Suhardi, Bambang; Setiono, Adrian Kwanadi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 37 No. 1 (2025): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v37i1.2402

Abstract

Kecelakaan transportasi bus telah mencapai 14.696 kasus pada tahun 2021 dan didapatkan faktor manusia, khususnya perilaku mengemudi yang berisiko menjadi faktor dominan penyebab kecelakaan. Berdasarkan survei awal, ditemukan bahwa perilaku mengemudi sopir bus di Terminal Tirtonadi berisiko karena mereka mengemudi dengan kecepatan tinggi saat jalan sepi, menyalip melalui sisi kiri, menerobos lampu merah, dan berkendara dengan menggunakan handphone. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berpengaruh signifikan terhadap risky driving behavior dan usulan perbaikan untuk meminimalkan risky driving behavior. Metode penelitian yang digunakan adalah PLS-SEM. Metode ini digunakan untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres berpengaruh signifikan terhadap risky driving behavior (p-value = 0,040). Sementara itu, faktor organisasi (p-value = 0,450), kesehatan mental (p-value = 0,370), kelelahan (p-value = 0,643), kesehatan fisik (p-value = 0,906), dan kemampuan mengemudi (p-value = 0,822) tidak berpengaruh signifikan terhadap risky driving behavior. Stres dapat memicu perilaku mengemudi yang lebih berisiko. Karena stres mengganggu fungsi kognitif, seperti kemampuan berkonsentrasi, membuat keputusan, dan bereaksi cepat terhadap situasi yang berubah-ubah di jalan. Stres dapat memicu emosi negatif seperti kemarahan dan frustrasi, yang dapat mendorong perilaku agresif saat mengemudi. Perbaikan yang diusulkan pada perusahaan otobus (PO) untuk meminimalkan risky driving behavior pada sopir bus adalah menyediakan fasilitas istirahat, olahraga, makan bergizi gratis, pengaturan jam kerja, dan pemberian bonus.  Sedangkan pengelola terminal menyediakan ruang istirahat yang nyaman untuk sopir bus.
Predictive Model Approach to Enhancing Occupational Health Based on Safety Culture and Sustainable Technology in Environmental, Social, and Governance Febiyani, Anastasia; Suhardi, Bambang; Laksono, Pringgo Widyo; Prastawa, Heru
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 8 No. 9 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v8i9.7675

Abstract

Introduction: Occupational safety and health (OSH) is a key pillar in creating a productive and sustainable work environment, especially in the high-risk manufacturing sector. As global demands for Environmental, Social, and Governance (ESG) principles increase, the integration of safety culture and sustainable technology is an important strategy to strengthen the protection of workers' health while supporting industrial sustainability. Method: A quantitative approach was used by distributing questionnaires to 200 workers from various categories of manufacturing industries. The analysis used included correlation tests, multiple linear regression, and scenario simulations of technological improvements and recycling efficiency of personal protective equipment. Result: The main variables analyzed were discipline in wearing PPE, consistency, reward-punishment, and the application of wearable technology and environmentally friendly PPE. The regression results show that the discipline of using PPE is the most significant factor in shaping occupational safety culture (p = 0.001). Although the technology and reward variables are not statistically significant, the simulation shows that increased investment in safety technology can accelerate the growth of safety culture and indirectly strengthen occupational health protection.The implementation of sustainability principles, such as the use of environmentally friendly PPE materials and recycling programs, is also proven to reduce the impact of industrial waste and contribute to the Environmental aspect of ESG. Conclusion: While lowering the effect of industrial waste, the simulation reveals that higher investment in technology and recycling efficiency might hasten the change of safety culture from reactive to proactive. This study theoretically expands the safety culture approach to be more predictive and sustainable under the ESG framework, so improving its sustainability. Practically, these results give a basis for industrial policies to create OSH strategies compatible with digital transformation and world sustainability goals.
Peran Legalitas Surat Izin Mengemudi terhadap Perilaku Berkendara Sepeda Motor di Indonesia Safitri, Devianty; Suhardi, Bambang; Pujianto, Eko
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v27i1.2396

Abstract

Pesatnya pertumbuhan sepeda motor di Indonesia telah membawa dampak signifikan terhadap keselamatan lalu lintas, terutama dengan meningkatnya angka kecelakaan akibat perilaku berkendara berisiko. Salah satu upaya mengontrol perilaku ini adalah melalui legalitas surat izin mengemudi (SIM) yang bertujuan memastikan pengemudi memiliki kompetensi yang memadai. Namun, sistem penerbitan SIM di Indonesia sering kali masih menghadapi tantangan berupa praktik percaloan yang memungkinkan pengemudi memperoleh SIM tanpa melalui prosedur resmi yang mencakup ujian kelayakan sesuai aturan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh legalitas SIM terhadap perilaku berkendara berisiko dan mengidentifikasi faktor-faktor lain yang relevan menggunakan kerangka extended theory of planned behavior (TPB). Dengan melibatkan 355 responden yang dipilih melalui purposive sampling, data dianalisis menggunakan partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) untuk unigroup dan multigroup. Analisis unigroup dilakukan pada satu kelompok sampel. Analisis multigroup dilakukan pada dua atau lebih kelompok sampel terpisah untuk membandingkan apakah model analisis atau hubungan di antara variabel berbeda secara signifikan antar kelompok tersebut. Hasil menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok yang memperoleh SIM melalui jalur resmi dan calo dalam memengaruhi perilaku berkendara berisiko. Namun, variabel kebiasaan berkendara (KB), niat berkendara (NB), kontrol perilaku (KP), dan sikap (SK) tetap memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku tersebut, di mana kebiasaan berkendara menjadi faktor dominan. Temuan ini menekankan perlunya reformasi sistem penerbitan SIM dan penguatan pendidikan keselamatan berkendara untuk mewujudkan pengendara yang lebih bertanggung jawab dan mengurangi risiko kecelakaan.
Inovasi Inkubator Fermentasi Tempe sebagai Implementasi SDGs 9 pada IKM Tempe Obor Mojosongo, Surakarta Astuti, Rahmaniyah Dwi; Suhardi, Bambang; Putri, Ade Aisyah Arifna
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan aplikasi Teknologi Vol. 4, No. 2: October 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.adipati.2025.v4i2.8222

Abstract

Proses fermentasi tempe pada Industri Kecil dan Menengah (IKM) umumnya masih dilakukan secara manual sehingga sering menimbulkan ketidakkonsistenan suhu dan kelembapan, yang berdampak pada lamanya waktu fermentasi serta kualitas produk yang kurang seragam. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu mitra IKM Tempe dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas melalui penerapan inkubator fermentasi tempe yang stabil, terjangkau, dan mudah dioperasikan. Inkubator dirancang menyerupai kabinet logam dengan enam tingkat rak tarik yang ergonomis, dilengkapi sembilan lampu pijar sebagai sumber panas dan lima exhaust fan untuk sirkulasi udara, dengan pengoperasian sederhana menggunakan saklar manual. Mitra dilibatkan dalam proses uji coba dan pelatihan penggunaan alat. Hasil pendampingan menunjukkan inkubator mampu menjaga suhu 30–40 °C dan kelembapan 60–70%. Tempe yang dihasilkan memiliki kualitas lebih seragam dari segi tekstur, aroma, dan warna, serta mengurangi risiko kegagalan fermentasi. Dengan alat yang ergonomis dan biaya produksi relatif murah, kegiatan ini dinilai memberikan manfaat nyata bagi mitra IKM, serta mendukung pencapaian SDG 9 (industri, inovasi, dan infrastruktur).
Penilaian Kesiapan Kerja dengan Model Fitness for Duty pada Pengemudi Truk Ekspedisi Angkutan Darat PT. Lookman Djaja Berdasarkan Aspek Fisik, Mental, dan Pekerjaan Tua, Timothy Gunung; Suhardi, Bambang; Astuti, Rahmaniyah Dwi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 37 No. 1 (2025): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v37i1.2392

Abstract

Penilaian kesiapan kerja menggunakan model kesesuaian untuk tugas (Fitness for Duty) pada pengemudi truk berdasarkan aspek fisik, mental, dan kerja memiliki signifikansi yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan kerja menggunakan model kesesuaian untuk tugas pada pengemudi truk PT. Lookman Djaja dengan menggunakan Tugas Kewaspadaan Psikomotor (PVT), Skala Analog Visual (VAS), Skala Kantuk Karolinska (KSS), dan regresi logistik untuk pengolahan data. Lima belas pengemudi truk PT. Lookman Djaja dengan dua waktu kerja yang berbeda mendukung penelitian dengan usia, berat badan, tinggi badan, kualitas tidur, konsumsi rokok, konsumsi kafein, waktu kerja, perhatian, kelelahan, dan kantuk sebagai variabel independen. Untuk variabel dependen digunakan FFD dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian dan evaluasi tingkat kesesuaian untuk tugas cukup baik. Berdasarkan model yang telah dibuat, 90,9% pengemudi siap untuk bertugas. Sebanyak 80% pengemudi truk diprediksi sesuai. Nilai adjusted R2 pada model adalah 56,40%. Kemampuan model untuk memprediksi nilai pengamatannya termasuk tinggi (72,10%). PVT dapat digunakan untuk menilai kesesuaian untuk tugas pengemudi truk, sedangkan VAS dan KSS tidak dapat digunakan. Perhatian mempengaruhi kesiapan kerja pengemudi truk, sedangkan kelelahan dan kantuk berpengaruh tetapi kurang signifikan. Waktu kerja pengemudi tidak secara signifikan mempengaruhi kesiapan kerja pengemudi, tetapi waktu kerja mempengaruhi perubahan tingkat perhatian pengemudi sebelum dan setelah bekerja.
Kajian Aksesibilitas Sebagai Dasar Perbaikan Fasilitas Terminal Tirtonadi Solo Menggunakan Metode Kualitatif Sesuai Prinsip Universal Design Suhardi, Bambang; Ramadhanty, Alfina Diva; Asturi, Rahmaniyah Dwi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 37 No. 1 (2025): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v37i1.2397

Abstract

Aksesibilitas merupakan faktor penting untuk memastikan kesempatan yang setara bagi semua individu, termasuk penyandang difabel. Difabel berhak untuk mengakses fasilitas umum yang dapat mengakomodasi kebutuhan mereka. Aksesibilitas di terminal berperan besar dalam memfasilitasi mobilitas dan kemandirian difabel. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat aksesibilitas di Terminal Tirtonadi untuk pengguna difabel. Berdasarkan observasi dan wawancara dengan pengguna difabel diketahui bahwa beberapa fasilitas, seperti ramp, toilet, peron penumpang, loket tiket, tempat parkir, dan fasilitas kedaruratan belum memenuhi standar aksesibilitas yang diperlukan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang meliputi studi lapangan, observasi, kuesioner, dan analisis checklist aksesibilitas berdasarkan standar yang relevan. Data dikumpulkan melalui dokumentasi kondisi terminal dan wawancara dengan pengguna difabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa fasilitas di Terminal Tirtonadi masih belum memenuhi standar aksesibilitas yang ditetapkan. Ketidaksesuaian fasilitas Terminal Tirtonadi dengan standar aksesibilitas berdampak langsung pada keterbatasan mobilitas pengguna difabel. Oleh karena itu, pembangunan fasilitas umum harus memperhatikan aspek aksesibilitas pengguna difabel. Penentuan prioritas perbaikan fasilitas dilakukan berdasarkan hasil checklist untuk memberikan rekomendasi terhadap fasilitas yang perlu diperbaiki. Rekomendasi perbaikan disusun dengan mengacu pada prinsip Universal Design, yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pengguna, termasuk penyandang disabilitas. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dalam pengambilan kebijakan pembangunan fasilitas umum.
Analisis Penyebab Risky Driving Behavior pada Sopir Busdi Terminal Tirtonadi Suhardi, Bambang; Setiono, Adrian Kwanadi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 37 No. 1 (2025): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v37i1.2402

Abstract

Kecelakaan transportasi bus telah mencapai 14.696 kasus pada tahun 2021 dan didapatkan faktor manusia, khususnya perilaku mengemudi yang berisiko menjadi faktor dominan penyebab kecelakaan. Berdasarkan survei awal, ditemukan bahwa perilaku mengemudi sopir bus di Terminal Tirtonadi berisiko karena mereka mengemudi dengan kecepatan tinggi saat jalan sepi, menyalip melalui sisi kiri, menerobos lampu merah, dan berkendara dengan menggunakan handphone. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berpengaruh signifikan terhadap risky driving behavior dan usulan perbaikan untuk meminimalkan risky driving behavior. Metode penelitian yang digunakan adalah PLS-SEM. Metode ini digunakan untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres berpengaruh signifikan terhadap risky driving behavior (p-value = 0,040). Sementara itu, faktor organisasi (p-value = 0,450), kesehatan mental (p-value = 0,370), kelelahan (p-value = 0,643), kesehatan fisik (p-value = 0,906), dan kemampuan mengemudi (p-value = 0,822) tidak berpengaruh signifikan terhadap risky driving behavior. Stres dapat memicu perilaku mengemudi yang lebih berisiko. Karena stres mengganggu fungsi kognitif, seperti kemampuan berkonsentrasi, membuat keputusan, dan bereaksi cepat terhadap situasi yang berubah-ubah di jalan. Stres dapat memicu emosi negatif seperti kemarahan dan frustrasi, yang dapat mendorong perilaku agresif saat mengemudi. Perbaikan yang diusulkan pada perusahaan otobus (PO) untuk meminimalkan risky driving behavior pada sopir bus adalah menyediakan fasilitas istirahat, olahraga, makan bergizi gratis, pengaturan jam kerja, dan pemberian bonus.  Sedangkan pengelola terminal menyediakan ruang istirahat yang nyaman untuk sopir bus.
Design of Working Table for Fret Wiring Operators With Nida Method in Guitar Industry Mancasan Sukoharjo Astuti, Rahmaniyah Dwi; Pudjiantoro, Fathin Kusumo Pramesti; Suhardi, Bambang; Iftadi, Irwan; Syahiliantina, Annisa
Spektrum Industri Vol. 20 No. 1 (2022): Spektrum Industri - April 2022
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v20i1.15

Abstract

The guitar industry is in Mancasan, Sukoharjo regency is a small medium enterprises which carried out finishing process to produce acoustic guitars. All of the process are done manually without any machine. There is one process called fret wire installation where the operator is in a static work posture for an extended period of time to hold the work piece. Nordic Body Map (NBM) assessment showed that almost all assessed workers have pain in hip and right upper arm. There is indication of Musculoskeletal Disorders (MSDS) risk in left upper arm, back, and waist of workers who conduct fret wires installation process. This indication is confirmed using REBA. REBA Score for fret wiring operator is 10, it indicates that the investigation and modification was needed as soon as possible. This arises to a problem called workers MSDS due to awkward posture. This research aims to design an ergonomic working table to reduce the risk of musculoskeletal disorder for fret wire installation operators. REBA was used to evaluate working posture to find the specific problem. In addition, NIDA product development process and anthropometry concept were also implemented to develop working table based on the problem previously found. The result is the proposed working table which specifications are has adjustable system on the leg of the table, features a lock to hold the guitar head, a support with a pad for the neck and body of the guitar, a work tool area and a half-coil fret wire arrangement, and a curved table base so that the operator is in a comfortable position and is close to the work piece.
Evaluating Accessibility and Comfort of Pedestrian Skybridges: An Observational and Physiological Approach Chandra Pratiwi, Putri; Suhardi, Bambang; Laksono, Widyo
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 4 No. 4 (2026): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v4i4.664

Abstract

This study evaluates the accessibility and psychological comfort of users on the skybridge connecting Tirtonadi Terminal and Solo Balapan Station. The research was conducted to assess the suitability of the facility to the needs of vulnerable groups, particularly people with disabilities and the elderly, who are often overlooked in pedestrian infrastructure design. A mixed-methods approach was applied through field observations, interviews with 10 users, and physiological stress measurements using Galvanic Skin Response (GSR). The analysis results showed an average accessibility index value of 1.28 (categorized as less accessible), with several critical aspects such as ramps, signs, ventilation, and lighting not meeting standards. Furthermore, GSR data revealed an average increase in stress of 25%, with 90% of respondents experiencing anxiety or distress when crossing the skybridge. These findings confirm that limited physical facilities directly impact users' psychological comfort. This study recommends the implementation of inclusive design based on PUPR standards, improvements to supporting facilities, and the integration of stress monitoring technology as part of the development of sustainable pedestrian infrastructure.