Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Uji Eksperimen Posisi Peletakan Light trap Tenaga Surya Santoso, Pande Putu Agus; Yudistira, Tantio; Syahrizal, Iman; Masara'T, Sudirman
Mekanisasi : Jurnal Teknik Mesin Pertanian Vol 2 No 1 (2024): April
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (PPPM), Politeknik Negeri Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47767/mekanisasi.v2i1.777

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menjelaskan posisi terbaik untuk meletakkan light trap tenaga surya. (2) Menjelaskan rata-rata jumlah hama yang tertangkap pada setiap titik (pingir jalan, tengah sawah, dan tepi hutan). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah perancangan, pembuatan dan uji kinerja. Hasil penelitian ini adalah (1) possi terbaik untuk meletakkan light trap tenaga surya adalah di tepi hutan. (2) rerata jumlah hama yang tertangkap berdasarkan lokasi peletakan light trap adalah: tepi jalan (14,2), tengah sawah (19,1), dan tepi hutan (25,8). Berdasarkan cuaca rerata jumlah hama yang tertangkap pada saat malam yang cerah adalah 27,07 ekor, dan rerata jumlah hama yang tertangkap pada hari hujan adalah 12,33 ekor.
Pemberdayaan Masyarakat Kurang Mampu dengan Metode Sustainable Livelihoods Approach (SLA) di Desa Penglumbaran, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli Santoso, Pande Putu Agus; Agustino, Dedy Panji
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 2 No. 1 (2018): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.487 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v2i1.559

Abstract

ABSTRAKMitra pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat kurang mampu atas nama I Wayan Ragia yang tinggal di Banjar Sribatu, Desa Penglumbaran, Susut, Bangli. Profesi mitra adalah buruh tani harian lepas dimana pada saat tidak ada pekerjaan, beliau hanya menganggur. Padalah di sisi lain, mitra memiliki halaman luas yang belum termanfaatkan. Luas rumah mitra adalah 3 are, terdiri atas banguan seluas 1 are dan halaman seluas 2 are. Berdasarkan hasil obeservasi terungkap bahwa mitra memiliki keinginan yang kuat untuk bertani sayuran, khususnya labu siam di halaman rumahnya. Permasalahan utama yang dihadapi oleh mitra adalah (1) keterbatasan modal untuk pengadaan alat dan bahan (bibit serta pupuk) pertanian, dan (2) keterbatasan pengetahuan tentang teknik bertani labu siam. Upaya pemecahan masalah yang telah dilakukan adalah pemberdayaan masyarakat dengan The Sustainable Livelihoods Approach (SLA). SLA pada dasarnya merupakan upaya pelibatan masyarakat untuk belajar dan beraktivitas secara berkelanjutan dengan cara unik mereka menjalani hidup. Starting point dalam pemberdayaan masyarakat ini adalah potensi SDA, potensi SDM dan keinginan masyarakat mitra. Pemberdayaan masyarakat berbasis SLA ini terdiri atas tiga tahapan kegiatan. Tahap penyadaran (awareness) melalui sosialisasi. Tahap pendampingan (scaffolding) melalui (a) Transfer teknologi berupa alat dan bahan untuk membangun kebun labu siam, (b) Pemberian hibah bibit dan pupuk, serta (c) Pembangunan kebun serta pelatihan bertani labu siam. Tahapan pelembagaan (institutionalization) melalui Komunitas Taman Hati dan Pro Bali Ambassador Familly.Kata kunci : Masyarakat kurang mampu, SLA, Desa Penglumbaran, dan Labu Siam.ABSTRACTPartners in community service activities are the underprivileged people on behalf of I Wayan Ragia who live in Banjar Sribatu, Penglumbaran Village, Susut, Bangli. The partner profession is a freelance daily laborer where at no time work, he is only unemployed. On the other hand, partners have a large, untapped page. The width of the partner house is 3 acres, consisting of 1 acre house and 2 acre yard. Based on the results of obeservation revealed that partners have a strong desire to farm vegetables (especially squash) in the yard of his house. The main problems faced by partners are (1) limited capital for the procurement of tools and materials (seeds and fertilizers) agriculture, and (2) limited knowledge about farming techniques of pumpkin. Efforts to solve the problems that have been done is the empowerment of the community with the Sustainable Livelihoods Approach (SLA). SLA is basically an effort to involve the community to learn and move sustainably in their unique way of life. Starting point in the empowerment of this community is the potential of natural resources, potential human resources and the desire of the partner community. This SLA-based community empowerment consists of three stages of activity. Awareness stage through socialization. Scaffolding stage through (a) technology transfer in the form of tools and materials to build a squash gourd garden, (b) giving of seed and fertilizer grant, and (c) development of farming and training of farming of squash. Institutionalization stage through Komunitas Taman Hati and Pro Bali Ambassador Familly.Keywords: Poor People, SLA, Penglumbaran Village and Squash.
Analisis Karakteristik Fisis Hidroponik Berbasis Photovoltaic Santoso, Pande Putu Agus; Rahardian, Rifky Lana
JURNAL CRANKSHAFT Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Crankshaft Vol.6 No.3 (2023)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/crankshaft.v6i3.11374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisik dari sistem hidroponik berbasis photovoltaic. Karakteristik fisis yang dimaksud adalah kapasitas panel surya dan baterai yang dibutuhkan untuk mengoperasikan pompa air selama satu hari. Metode penelitian melibatkan analisis teoritis melalui perhitungan komponen dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), pembuatan alat sistem hidroponik berbasis photovoltaic, dan perbandingan hasil perhitungan teoritis dengan eksperimen lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mengoperasikan pompa air DC 12V 20W selama 24 jam (1440 menit), diperlukan satu buah panel surya dengan daya 100 Wp, satu bauh baterai 12V 65 Ah, dan SCC 30 A. Dengan melakukan 10 kali percobaan, diperoleh data rata-rata waktu hidup pompa air adalah 1441,8 menit. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai to = 0,00075, jauh lebih kecil dibandingkan tα = 1,833, sehingga Ho diterima, jadi tidak terdapat perbedaan antara hasil analisis teoritis dan eksperimen lapangan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan istem hidroponik berbasis photovoltaic yang efisien dan berkelanjutan, dengan memastikan bahwa perhitungan teoritis dapat diandalkan sebagai dasar untuk perencanaan dan implementasi praktis dari sistem ini.
Pembuatan Alat Pengering Cabai dengan Sistem Efek Rumah Kaca Berbasis Panel Surya Santoso, Pande Putu Agus; Sanubary, Iklas; Mahmuda, Diah
JURNAL CRANKSHAFT Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Crankshaft Vol.6 No.3 (2023)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/crankshaft.v6i3.11585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat alat pengering cabai dengan sistem efek rumah kaca berbasis panel surya. Penelitian ini terdiri atas pembuatan alat dan uji fungsional. Pembuatan alat terdiri atas studi literatur, desain, persiapan alat dan bahan, serta manufacturing. Proses uji fungsional terdiri atas uji fungsional komponen elektronika dan uji fungsional ruang pengering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat pengering cabai dengan sistem efek rumah kaca berbasis panel surya ini memiliki ukuran panjang = 30 cm, lebar = 30 cm, dan tinggi = 120 cm. Alat ini memiliki dinding yang transparan sehingga panas matahari dapat masuk dan terperangkat didalamnya. Disamping itu alat ini juga dilengkapi dengan kolektor panas yang terbuat dari aluminium, batu hitam dan bagian atas ditutup dengan kaca, sehingga panas matahari dapat masuk, dioptimalkan dan disalurkan kedalam ruang pengering dengan menggunakan kipas input. Kipas input (mengalirkan udara panas dari kolektor panas ke ruang pengering) dan kipas output (menggerakkan uap air dari dalam ruang pengering ke luar) dihidupkan dengan menggunakan listrik yang bersumber dari panel surya. Hasi uji fungsional menunjukkan bahawa alat ini mampu meningkatkan suhu dan menurunkan kelembaban. Suhu rata-rata di dalam ruang pengering adalah 46,66oC atau 6,91oC lebih tinggi dibandingkan suhu rata-rata di luar alat. Kelembaban rata-rata di dalam ruang pengering adalah 15,64% atau 37,63% lebih rendah dibandingkan kelembaban rata-rata di luar alat.
Pelatihan Teknologi Panel Surya bagi Warga Kampung Mentawai, RT 14-15, Dusun Sarang Burung, Desa Beringin, Sambas Santoso, Pande Putu Agus; Suhendra, Suhendra; Nopriandy, Feby; Ningsih, Irma Fahrizal Butsi; Rais, Amien; Hakim, Muhammad Hanik; Walafiat, Rahmat Bagus; Seftian, Seftian; Ayumi, Basha
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 4 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i4.8189

Abstract

Kampung Mentawai terletak di Dusun Sarang Burung, Desa Beringin, Kecamatan Sajad, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Ketiadaan aliran listrik dan sumber air bersih di wilayah ini merupakan permasalahan prioritas. Guna mereduksi permasalahan tersbut maka dilaksanakan Program Kemitraan Masyarakat menggunakan metode Participatory Action Learning System (PALS) yang terdiri atas tiga tahap yakni penyadaran, pengkapasitasan dan pendampingan. Kegiatan pelatihan teknologi panel surya dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2025 yang terdiri atas pretest, penyampaian materi, postest, uji keterampilan mitra, dan kuisoner kepuasan mitra. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 60,69% setelah proses pelatihan dilakukan. Rata-rata skor keterampilan mitra setelah pelatihan adalah 4,6 atau berada pada kategori baik. Rata-rata skor kepuasan mitra setelah proses pelatihan adalah 4,5 atau berada pada kategori sangat baik. Hal ini bermakna bahwa pelatihan yang diberikan memberikan dampak yang signifikan dalam peningkatan pengetahuan dan keteampilan mitra tentang teknologi panel surya.
Pemberdayaan Kelompok Mina Sejahtera melalui Penerapan Alat Pengering Ikan Asin Berbasis Panel Surya dan Pemasaran Digital Berbasis E-Commerce Agam, Beryaldi; Santoso, Pande Putu Agus; Usman, Muhammad; Rey, Deca Endy; Indah, Indah; Abiyyu, Irfan; Mendi, Mendi; Salisa, Salisa
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 4 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i4.8194

Abstract

Desa Penjajap memiliki potensi perikanan tangkap yang besar, di mana sebagian hasil tangkapan diolah menjadi ikan asin oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mina Sejahtera. Namun, proses pengeringan ikan yang masih tradisional menghadapi kendala efisiensi, terutama saat musim hujan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kualitas produksi ikan asin yang higienis melalui penerapan alat pengering berbasis panel surya serta memperkuat kapasitas pemasaran digital berbasis e-commerce. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam identifikasi masalah, perencanaan, dan pelaksanaan solusi. Hasil kegiatan menunjukkan peserta mampu memahami dan mengoperasikan alat pengering serta peningkatan pemahaman tentang pemasaran ikan asin berbasis e-commerce sebesar 26,9%. Program ini memberikan dampak positif terhadap kemandirian ekonomi masyarakat pesisir dan mendorong penerapan teknologi energi terbarukan yang berkelanjutan.